<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MTA-Online.Com &#124; Situs resmi Majlis Tafsir Al-Qur'an<br />
<b>Warning</b>:  call_user_func_array() [<a href='function.call-user-func-array'>function.call-user-func-array</a>]: First argument is expected to be a valid callback, 'Sunday' was given in <b>/home/mta15/public_html/v2/wp-includes/plugin.php</b> on line <b>170</b><br />
</title>
	<atom:link href="http://mta-online.com/v2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mta-online.com/v2</link>
	<description>Guide You Back to The Right Track</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 20:58:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>AKIBAT RAKUS HARTA DUNIA</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2012/02/04/akibat-rakus-harta-dunia/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2012/02/04/akibat-rakus-harta-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 20:58:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayyub Al Fath</dc:creator>
				<category><![CDATA[FrontPage]]></category>
		<category><![CDATA[kolom Al Ustadz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=3816</guid>
		<description><![CDATA[(Harian Solopos, Juma’t 3/2/2012). Rumah megah, mobil mewah dan harta yang melimpah saat ini menjadi idaman dari hampir semua manusia untuk memilikinya. Rumah megah menjadi lambang status sosial pemiliknya. Mobil mewah menjadi lambang kehormatan. Harta yang melimpah menjadi lambang kebanggaan. Mereka merasa mulia dengan melimpahnya harta dunia. Sebaliknya mereka merasa menjadi orang yang hina dina [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2011/08/31687_1255749287746_1650016350_30662998_502910_n.jpg"><img class="alignleft  wp-image-3541" title="Al Ustadz Ahmad Sukina" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2011/08/31687_1255749287746_1650016350_30662998_502910_n.jpg" alt="" width="186" height="278" /></a>(Harian Solopos, Juma’t 3/2/2012). Rumah megah, mobil mewah dan harta yang melimpah saat ini menjadi idaman dari hampir semua manusia untuk memilikinya. Rumah megah menjadi lambang status sosial pemiliknya. Mobil mewah menjadi lambang kehormatan. Harta yang melimpah menjadi lambang kebanggaan.<span id="more-3816"></span></p>
<p>Mereka merasa mulia dengan melimpahnya harta dunia. Sebaliknya mereka merasa menjadi orang yang hina dina saat rejeki mereka seret atau usaha mereka macet. Padahal sikap hidup seperti itu tidak benar dan telah disanggah Allah dalam QS Al-Fajar : 15-20</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: right;"><span style="font-size: 22.0pt; mso-ansi-font-size: 11.0pt; font-family: 'Traditional Arabic'; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA">وَ رَوَى اْلبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ: لَوْ اَنَّ اَحَدُكُمْ يَعْمَلُ فىِ صَخْرَةٍ<br />
فَأَمَّا الإنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (١٥)وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (١٦)كَلا بَل لا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ (١٧)وَلا تَحَاضُّونَ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (١٨)وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلا لَمًّا (١٩)وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا </span></p>
<blockquote><p>(Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata, &#8220;Tuhanku telah memuliakanku&#8221;. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata, &#8220;Tuhanku menghinakanku&#8221;. Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil), dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.). Sikap seperti itu muncul karena kecintaan mereka kepada harta dunia yang berlebihan.</p></blockquote>
<p>Harta dunia memang dijadikan indah dalam pandangan manusia.[QS.Ali Imran : 14] Sehingga banyak manusia menumpuk harta yang menjadi kecintaannya sampai-sampai tidak habis dimakan anak cucu tujuh turunan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: right;"><span style="font-size: 22.0pt; mso-ansi-font-size: 11.0pt; font-family: 'Traditional Arabic'; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA">وَ رَوَى اْلبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ: لَوْ اَنَّ اَحَدُكُمْ يَعْمَلُ فىِ صَخْرَةٍ<br />
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ </span></p>
<blockquote><p>Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak[186] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).</p></blockquote>
<p>Manusia rakus terhadap harta dunia sehingga tidak peduli halal haram. Semua diterjang untuk mendapatkan harta. Pengusutan yang dilakukan KPK terhadap berbagai kasus suap dan korupsi seperti yang dilakukan oleh Artalita Suryani yang menyeret mantan jaksa Urip, Dharnawati yang menyeret beberapa pejabat Menakertrans, Gayus Tambunan yang menyeret beberapa aparat kepolisian, M Nazaruddin yang menyeret beberapa pejabat Kemenpora merupakan bukti kerakusan manusia akan harta dunia.</p>
<p>Kasus perampokan bank, pembobolan mesin ATM, penggelapan uang nasabah dan pemalsuan uang semakin meningkat. Penipuan dengan kedok arisan, koperasi, dan investasi semakin sering terjadi. Konflik horizontal yang menelan banyak korban jiwa yang disebabkan oleh sengketa lahan pertanian, perkebunan dan pertambangan menyeruak dimana-mana.</p>
<p>Pendudukan yang dilakukan oleh kekuatan asing atas Irak dan Afganistan, penggulingan atas pemerintah Tunisia, Mesir, dan Libya, dan intimidasi yang dilakukan terhadap Iran bukan tidak mungkin berlatar belakang rakus terhadap harta dunia. Allah memberitakan bahwa manusia yang paling rakus terhadap harta dunia itu adalah orang Yahudi.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: right;"><span style="font-size: 22.0pt; mso-ansi-font-size: 11.0pt; font-family: 'Traditional Arabic'; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA">وَ رَوَى اْلبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ: لَوْ اَنَّ اَحَدُكُمْ يَعْمَلُ فىِ صَخْرَةٍ<br />
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِينَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ </span></p>
<blockquote><p>(Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan [QS.Al-Baqarah : 96]) Bahkan mereka juga dikutuk seperti kera yang hina [QS Al-Baqarah : 65]</p></blockquote>
<p>Kera adalah binatang yang paling rakus terhadap makanan. Meski mulutnya penuh kacang, tangannya membawa pisang, dia akan merebut makanan yang dibawa pengunjung kebun binatang.<br />
Saudaraku, sudah banyak kerabat, teman dan sahabat yang menjadi penghuni penjara karena kejahatan yang mereka lakukan untuk mendapatkan harta. Sudah banyak sengketa yang menyebabkan korban jiwa karena harta.</p>
<p>Sudah banyak manusia menjadi calon penghuni neraka karena kerakusan mereka akan harta. Belumkah tiba waktunya bagi kita semua untuk mengecilkan harta dunia dan membesarkan akherat? Dalam pandangan Allah harta dunia tidak lebih berharga dari pada sehelai sayap nyamuk. Lalu mengapa kita memperebutkannya dengan mengorbankan akherat?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: right;"><span style="font-size: 22.0pt; mso-ansi-font-size: 11.0pt; font-family: 'Traditional Arabic'; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA">وَ رَوَى اْلبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ: لَوْ اَنَّ اَحَدُكُمْ يَعْمَلُ فىِ صَخْرَةٍ<br />
وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ </span></p>
<blockquote><p>Mari kita sadari bahwa sebenarnya harta dan anak-anak itu hanyalah cobaan (Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar [QS Al-Anfaal : 28]),</p></blockquote>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: right;"><span style="font-size: 22.0pt; mso-ansi-font-size: 11.0pt; font-family: 'Traditional Arabic'; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA">وَ رَوَى اْلبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ: لَوْ اَنَّ اَحَدُكُمْ يَعْمَلُ فىِ صَخْرَةٍ<br />
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الأمْوَالِ وَالأوْلادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ </span></p>
<blockquote><p>Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.</p></blockquote>
<p>dan kesenangan yang menipu (Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. [QS Al-Hadiid : 20]).<br />
Jangan sampai kita tertipu dan gagal menghadapi cobaan. Mari kita perlakukan yang kecil itu kecil dan yang besar itu besar. Sedang yang lebih besar, lebih baik dan lebih kekal adalah kehidupan akherat (dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. [QS Adl-Dluhaa : 4]);</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: right;"><span style="font-size: 22.0pt; mso-ansi-font-size: 11.0pt; font-family: 'Traditional Arabic'; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA">وَ رَوَى اْلبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ: لَوْ اَنَّ اَحَدُكُمْ يَعْمَلُ فىِ صَخْرَةٍ<br />
وَلَلآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الأولَى </span></p>
<blockquote><p>Dan Sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).</p></blockquote>
<p>(Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal [QS. Al-A'laa : 17]).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: right;"><span style="font-size: 22.0pt; mso-ansi-font-size: 11.0pt; font-family: 'Traditional Arabic'; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA">وَ رَوَى اْلبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ: لَوْ اَنَّ اَحَدُكُمْ يَعْمَلُ فىِ صَخْرَةٍ<br />
وَالآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى </span></p>
<p>Semoga Allah memilih kita menjadi hamba-Nya yang pandai mengecilkan dunia dan membesarkan akherat, menjadi penguasa harta, bukan malah dikuasai harta, aamiin.</p>
<p>&nbsp;<br />
~oO[ @ ]Oo~</p>
<p><em>Al Ustadz Drs Ahmad Sukina</em><br />
<em> Pimpinan Pusat Majlis Tafsir Al Qur&#8217;an (MTA)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2012/02/04/akibat-rakus-harta-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DR.Muthoharun Jinan : Majelis Tafsir Alquran Tidak Jauh Berbeda dengan Muhammadiyah</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2012/01/31/dr-muthoharun-jinan-majelis-tafsir-alquran-tidak-jauh-berbeda-dengan-muhammadiyah/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2012/01/31/dr-muthoharun-jinan-majelis-tafsir-alquran-tidak-jauh-berbeda-dengan-muhammadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 07:19:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mastikno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[FrontPage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=3791</guid>
		<description><![CDATA[Rakyat Merdeka Online , Senin 30 Jan 2012. RMOL. Majelis Tafsir Alquran didirikan pada tahun 1972 oleh Abdullah Thufail Saputra dan berpusat di Solo. Namun, dalam perkembangannya, organisasi ini mendapat reaksi dari masyarakat, seperti yang terjadi di Kudus pada Sabtu lalu. Dikutip dari situ Metro TV, puluhan aktivis dari GP Anshor, Fatayat, IPNU-IPPNU, PMII Kudus, dan Banser Kudus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rakyat Merdeka Online , Senin 30 Jan 2012. RMOL. Majelis Tafsir Alquran didirikan pada tahun 1972 oleh Abdullah Thufail Saputra dan berpusat di Solo. Namun, dalam perkembangannya, organisasi ini mendapat reaksi dari masyarakat, seperti yang terjadi di Kudus pada Sabtu lalu.</p>
<p>Dikutip dari situ Metro TV, puluhan aktivis dari GP Anshor, Fatayat, IPNU-IPPNU, PMII Kudus, dan Banser Kudus Sabtu (28/1) mendatangi Gedung Ngasirah di Jalan Jendral Sudirman Kudus, tempat pengajian MTA digelar.</p>
<blockquote><p>Mereka meminta penyelenggara segera membubarkan diri. Alasannya, ajaran MTA radikal dan menafsirkan Alquran seenaknya sendiri.</p></blockquote>
<p><strong>Benarkah demikian?</strong></p>
<p>DR. Muthoharun Jinan, yang menulis disertasi Penyebaran Gerakan Purifikasi slam di Pedesaan Studi Kasus Majelis Tafsir Alquran, di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta ini tidak sepakat. Meski memang MTA dalam menasirkan Alquran tidak merujuk pada pendapat ulama dalam kitab-kitab tafsir. Karena MTA menafsirkan berdasarkan teks Alquran-Hadits.</p>
<blockquote><p>&#8220;MTA tidak merujuk pada paham-paham terdahulu, tidak merujuk pada tafsir yang berbelit-belit. Yang banyak dipakai dipakai adalah Alquran, Hadits, dan terjemahannya,&#8221; jelasnya kepada Rakyat Merdeka Online siang ini.</p></blockquote>
<p>Karena itu, MTA tidak melaksanakan sesuatu pekerjaan yang tidak ada rujukannya dalam Alquran dan Hadits.</p>
<p>&#8220;Misalnya amalan yang tidak ada dasarnya dalam Alquran dan Sunnah dia tidak melaksanakan. Di masyarakat kan banyak juga hal-hal tradisi, kebiasaan yang secara tekstual tidak ada dasarnya, tapi dilaksanakan oleh mereka,&#8221; ungkap dosen UIN Sunan Kalijaga ini.</p>
<p>Misalnya, tradisi tahlilan, ritual yang dilakukan untuk memperingati dan mendoakan orang yang telah meninggal yang biasanya dilakukan pada hari pertama kematian hingga hari ketujuh, dan selanjutnya dilakukan pada hari ke-40, ke-100, kesatu tahun pertama, kedua, ketiga dan seterusnya.</p>
<blockquote><p>MTA tidak mau menjalankan praktik tahlilan. Alasannya, tidak ada perintah baik dalam Alquran dan Hadits. Tapi, MTA tidak mengharamkannya. &#8220;Terminologinya hanya meninggalkan,&#8221; paparnya.</p></blockquote>
<p>Karena itu, menurutnya, pemahaman keagamaan MTA tidak jauh berbeda dengan Muhammadiyah. Keduanya sama-sama tekstual dan akrab dengan jargon kembali kepada Alquran dan Sunnah. [zul]<br />
Sumber : <a href="http://www.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=53368">http://www.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=53368</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2012/01/31/dr-muthoharun-jinan-majelis-tafsir-alquran-tidak-jauh-berbeda-dengan-muhammadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Republika.co.id : Muhammadiyah Kecam Pembubaran Pengajian</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2012/01/31/republikacoid-muhammadiyah-kecam-pembubaran-pengajian/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2012/01/31/republikacoid-muhammadiyah-kecam-pembubaran-pengajian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 04:32:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mastikno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[FrontPage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=3789</guid>
		<description><![CDATA[Minggu, 29 Januari 2012. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA &#8211; Pembubaran Pengajian Majelis Tafsir Alquran yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat di Kudus, Jawa tengah, mendapat kecaman dari berbagai pihak. Aksi pembubaran tersebut dinilai sangat bertentangan dengan nilai-nilai pluralitas, kebhinekaan, dan semangat persatuan dan kesatuan. Terlebih aksi itu dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang memiliki keyakinan dan kepercayaan yang sama. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu, 29 Januari 2012. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA &#8211; Pembubaran Pengajian Majelis Tafsir Alquran yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat di Kudus, Jawa tengah, mendapat kecaman dari berbagai pihak.</p>
<p>Aksi pembubaran tersebut dinilai sangat bertentangan dengan nilai-nilai pluralitas, kebhinekaan, dan semangat persatuan dan kesatuan. Terlebih aksi itu dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang memiliki keyakinan dan kepercayaan yang sama.</p>
<blockquote><p>&#8220;Saya melihat aksi tersebut betul-betul tidak sejalan dengan semangat ukhuwah Islamiyah,&#8221; kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh Daulay, Ahad (29/1).</p></blockquote>
<p>Menurut Saleh, dalam agama Islam jelas ditegaskan bahwa setiap orang Muslim itu adalah bersaudara. Karena itu, apa pun persoalan yang dihadapi haruslah diselesaikan dengan semangat persaudaraan dan kekeluargaan.</p>
<blockquote><p>Selain itu, menurut Saleh, tindakan pembubaran paksa semacam ini juga bertentangan dengan semangat kerukunan antar umat beragama. Apalagi, semangat pembinaan kerukunan umat beragama tersebut semestinya diawali dengan pembinaan kerukunan di tingkat internal umat beragama.</p></blockquote>
<p>Kalau pembinaan di tingkat internal diabaikan, maka tentu akan sulit pula untuk memperluasnya ke tingkat eksternal, yaitu kerukunan antar umat beragama. &#8220;Jangan sampai muncul kesan bahwa orang Islam hanya bisa bertoleransi dengan umat agama lain. Sementara, toleransi dengan sesama Muslim diabaikan,&#8221; kata Saleh.</p>
<p>Menurut dia, kesan seperti ini justru akan memojokkan posisi umat Islam Indonesia yang selama ini dikenal sangat ramah dan menghargai perbedaan. Dalam konteks itu, Saleh mengharapkan, agar pihak keamanan segera melakukan penegakan hukum bila ada kelompok masyarakat yang dinilai bersalah. Persoalan seperti ini harus dituntaskan sampai ke akar-akarnya agar tidak merembes ke daerah lain.</p>
<p>sumber : <a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/12/01/29/lykgg7-muhammadiyah-kecam-pembubaran-pengajian-tafsir-alquran">http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/12/01/29/lykgg7-muhammadiyah-kecam-pembubaran-pengajian-tafsir-alquran</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2012/01/31/republikacoid-muhammadiyah-kecam-pembubaran-pengajian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pimpinan Dewan Kaget Kader NU Bubarkan Pengajian</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2012/01/31/pimpinan-dewan-kaget-kader-nu-bubarkan-pengajian/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2012/01/31/pimpinan-dewan-kaget-kader-nu-bubarkan-pengajian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 03:36:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mastikno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=3793</guid>
		<description><![CDATA[Rakyat Merdeka Online &#8211; 29 Jan 2012. RMOL. Acara pelantikan pengurus Majelis Tafsir Alquran yang disertai pengajian kemarin di Kudus dibubarkan aktivis Angkatan Muda Nahdlatul Ulama. Wakil Ketua DPRD Kudus, Agus Darmawan, yang sedianya menghadiri acara tersebut tapi urung karena ada kegiatan lain, terkejut saat mendengar kabar tersebut. &#8220;Saya juga dapat undangan itu. Tapi tidak datang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rakyat Merdeka Online &#8211; 29 Jan 2012. RMOL. Acara pelantikan pengurus Majelis Tafsir Alquran yang disertai pengajian kemarin di Kudus dibubarkan aktivis Angkatan Muda Nahdlatul Ulama. Wakil Ketua DPRD Kudus, Agus Darmawan, yang sedianya menghadiri acara tersebut tapi urung karena ada kegiatan lain, terkejut saat mendengar kabar tersebut.</p>
<blockquote><p>&#8220;Saya juga dapat undangan itu. Tapi tidak datang. Saya kaget juga ketika teman-teman yang saya minta menghadiri itu melaporkan acara itu dibubarkan oleh AMNU, yang terdiri GP Anshor, IPNU, Banser,&#8221; ungkap Agus Darmawan kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.</p></blockquote>
<p>Agus menyesalkan pembubaran acara tersebut. Mestinya hal itu  tidak terjadi andai saja semua berkepala dingin dan mau berdialog dan berkomunikasi. &#8220;Jangan seperti itulah,&#8221; imbaunya.</p>
<blockquote><p>Apalagi, sebut Agus, PBNU lewat ketua umumnya Said Aqil Siraj di banyak kesempatan mengatakan akan melindungi semua elemen masyarakat, termasuk kelompok Ahmadiyah. Hal itu juga sudah dilakukan pada masa Gus Dur. Senada dengan itu, Ketua Umum GP Anshor, Nusron Wahid, juga sering mengungkapkan akan melindungi dan bahkan sudah melakukannya dengan mengadvokasi kelompok minoritas. &#8220;Mungkin ada komunikasi yang terputus (antara warga NU dan pimpinanannya),&#8221; duga Agus.</p></blockquote>
<p>Tapi Agus buru-buru menambahkan bahwa dia tidak secara persis kenapa ha itu terjadi. Dia juga tidak ingin mengomentari NU secara lebih jauh. Tapi yang dia harapkan, aksi pembubaran seperti itu mestinya tidak lagi terjadi. Apalagi, sesama umat Islam. Katanya, kita akan malu dengan kelompok agama lain.</p>
<blockquote><p>Menurutnya, MTA seperti organisasi pada umumnya, laiknya Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. MTA, organisasi yang berbasis di Solo itu, juga sudah resmi berdiri dan beberapa tahun ini sudah menjalankan kegiatannya. &#8220;Menurut saya, ya (MTA) landai-landai saja. Biasa-biasa saja,&#8221; ungkapnya.</p></blockquote>
<p>Tentang alasan bahwa, MTA antara lain mendiskreditkan kiai dan mengharamkan tahlilan yang menjadi alasan pembubaran acara MTA kemarin, dia belum tahu persis apakah memang seperti adanya tidak adanya. Tapi tetap saja hal itu tidak bisa jadi alasan pembenar melakukan aksi pembubaran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<blockquote><p>&#8220;Pokoknya, saya mengimbau hal ini tidak terjadi lagi. Kita semua mencintai negeri ini. Perbedaan sesuatu yang wajar, selesaikan dengan kepala dingin,&#8221; ungkapnya seraya berharap Bakesbangpol dan Linmas mengintensifkan komunikasi antar maupun<br />
intraumat beragama. [zul]</p></blockquote>
<p>Sumber : <a href="http://www.rakyatmerdekaonline.com/read/2012/01/29/53261/Pimpinan-Dewan-Kaget-Kader-NU-Bubarkan-Pengajian-">http://www.rakyatmerdekaonline.com/read/2012/01/29/53261/Pimpinan-Dewan-Kaget-Kader-NU-Bubarkan-Pengajian-</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2012/01/31/pimpinan-dewan-kaget-kader-nu-bubarkan-pengajian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MTA Ajak Saling Tabayyun</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2012/01/30/mta-ajak-saling-tabayyun/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2012/01/30/mta-ajak-saling-tabayyun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 06:51:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mastikno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=3787</guid>
		<description><![CDATA[SOLO &#8211; Ketua Umum Yayasan Majlis Tafsir Al Qur&#8217;an (MTA) Drs Ahmad Sukina mengajak semua pihak saling tabayyun (konfirmasi) jika menerima berita yang belum jelas kebenarannya. Pihaknya terbuka kepada siapa pun yang hendak menanyakan segala macam tentang aktivitas dan kajian yang dilakukan MTA. Pernyataan itu menanggapi tuduhan oleh pengunjuk rasa yang ikut dalam demonstrasi pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SOLO &#8211; Ketua Umum Yayasan Majlis Tafsir Al Qur&#8217;an (MTA) Drs Ahmad Sukina mengajak semua pihak saling tabayyun (konfirmasi) jika menerima berita yang belum jelas kebenarannya. Pihaknya terbuka kepada siapa pun yang hendak menanyakan segala macam tentang aktivitas dan kajian yang dilakukan MTA.</p>
<p>Pernyataan itu menanggapi tuduhan oleh pengunjuk rasa yang ikut dalam demonstrasi pada acara peresmian MTA Perwakilan Kudus di Gedung Ngasirah, Kudus, Sabtu (29/1). Peserta unjuk rasa yang mengaku berasal dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Gerakan Pemuda (GP) Ansor, dan Fatayat ini menganggap MTA memiliki ajaran yang menyimpang.</p>
<blockquote><p>MTA juga dituduh telah menghujat tokoh agama lain dan menganggap tahlilan sebagai dosa. &#8221;Jika sesama muslim mendengar berita, sesuai dengan tuntunannya melakukan tabayyun. Tanya dulu kejelasannya, jangan hanya mengandalkan informasi dari katanya-katanya. Padahal MTA itu orangnya jelas dan kantornya juga jelas,&#8221; kata Sukina di Gedung MTA Pusat Jalan Ronggowarsito, Surakarta, kemarin.</p></blockquote>
<p>Terlebih ada sebagian orang yang menuduh MTA menghalalkan daging anjing. &#8221;Tuduhan itu sama sekali tidak benar. Karena itu silakan mengikuti kajian MTA atau bertanya secara langsung agar semuanya jelas,&#8221; imbuh dia.</p>
<p>Prihatin</p>
<p>Sukina mengaku prihatin atas aksi demo di depan gerbang Gedung Ngasirah itu. Dia bersyukur warga yang ikut dalam peresmian MTA Perwakilan Kudus dan pengajian akbar tak terpancing dengan unjuk rasa tersebut.</p>
<blockquote><p>Dia juga menolak anggapan bahwa acara peresmian itu tidak berizin. Semua persyaratan untuk terselenggaranya pengajian sudah dipenuhi sesuai peraturan yang berlaku. &#8221;MTA tidak akan melanggar aturan hukum yang telah ditentukan. Semuanya telah ditempuh,&#8221; terang Sukina.</p></blockquote>
<p>Sumber : <a href="http://www.suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&amp;id_beritacetak=175400">http://www.suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&amp;id_beritacetak=175400</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2012/01/30/mta-ajak-saling-tabayyun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mimpi Umat Islam tentang BAITUL MAL (Rumah Harta).</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2012/01/27/mimpi-umat-islam-tentang-baitul-mal-rumah-harta/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2012/01/27/mimpi-umat-islam-tentang-baitul-mal-rumah-harta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 04:36:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rochmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=3781</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah, Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu mengikuti jalan petunjuk-Nya. Allah telah menciptakan Alam raya yang sedemikian luas, dan bila bumi dibandingkan dengan Alam semesta, maka sungguh Bumi hanyalah sebutir pasir ditengah tebaran pasir angkasa raya yang sangat-sangat luas tak berhinggga. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-3783" title="logo-mta1" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/01/logo-mta1.jpg" alt="logo-mta1" width="125" height="125" />Segala puji bagi Allah, Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu mengikuti jalan petunjuk-Nya.</p>
<p>Allah telah menciptakan Alam raya yang sedemikian luas, dan bila bumi dibandingkan dengan Alam semesta, maka sungguh Bumi hanyalah sebutir pasir ditengah tebaran pasir angkasa raya yang sangat-sangat luas tak berhinggga.</p>
<p>Bila dicermati dengan sangat cermat, bumi yang sangat kecil ternyata memiliki kelengkapan yang luar biasa, dan bahkan hingga saat ini bumi telah dihuni sekitar 7 milyar manusia, bila pengelolaan dilakukan dengan baik, maka sebenarnya 7 milyar manusia tersebut bisa merasakan kesejahteraan. Segala puji bagi Allah Tuhan pencipta semesta Alam.</p>
<p>Dalam diri manusia pun bila dicermati maka terdapat bertrilyun-trilyun sel penyusun seluruh tubuhnya dan sekaligus sel-sel makhluq asing seperti bakteri, virus dan sejenisnya. Segala puji bagi Allah Tuhan pemilik semesta Alam.</p>
<p>Dalam sebuah sel makluq hidup ternyata memiliki kerumitan yang lebih rumit dibandingkan dengan pengorganisasian sebuah perusahaan manufaktur yang dibuat oleh manusia, bahkan dalam DNA terdapat sebuah perintah-perintah otomatis tentang kerja sebuah sel, sedemikian rumitnya sehingga 46 sel kromosom mampu membangun diri secara otomatis menjadi sebuah makluq yang bernama manusia, segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.</p>
<p>Demikian cangihnya proses perjalanan alam makro dan alam mikro, semuanya berjalan selaras dengan perjalanan otomatis sesuai dengan kehendak Allah Tuhan semesta Alam, sehingga perjalanan menjadi harmonis dan berjalan dari waktu ke waktu tanpa henti dengan sangat selaras dan menakjubkan.</p>
<p>Allah SWT yang telah membuat selaras perjalanan alam makro dan alam mikro menguji manusia dengan perintah dan larangan, bila manusia mau merendahkan diri kepada Allah yang Maha Agung, maka kehidupan di dunia ini menjadi selaras. Sebaliknya bila manusia mengingkari petunjuk Allah dan mengabaikannya maka kehidupan alam manusia akan mengalami kekacauan.</p>
<p>Salah satu petunjuk Allah yang perlu diperhatikan oleh manusia adalah berkenaan dengan pengelolaan Harta Benda, sebagaimana firman-firman Allah yang artinya</p>
<p>.<br />
<strong><em>Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapa pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS. 2:110)</em></strong></p>
<p><strong><em>Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 2:277)</em></strong></p>
<p><strong><em>Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang mu&#8217;min, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (al-Qur&#8217;an), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar. (QS. 4:162)</em></strong></p>
<p><strong><em>Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman:&#8221;Siksaku akan Ku-timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertaqwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami&#8221;. (QS. 7:156)<br />
</em></strong><em></em><br />
.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Ayat-ayat yang senada dengan ayat-ayat tersebut di dalam Al-Qur’an terdapat kira-kira 35 ayat, dan yang membahas tentang harta benda lebih dari itu.</span></p>
<p>Allah memerintah kepada manusia untuk menjadikan harta yang dimiliki oleh Allah dan dipinjamkan kepada manusia untuk dikelola sebaik-baiknya untuk mencari pahala kebaikan di dunia dan di akherat.</p>
<p>Dalam kehidupan Islam yang mendasarkan  hidupnya dengan Iman dan amal sholih, kesejahteraan Umat Islam adalah merupakan cita-cita bersama. Ketekunan untuk beribadah kepada Allah akan menumbuhkan kesadaran akan posisi harta. Harta tidak bermanfaat kecuali jika digunakan untuk meningkatkan iman dan amal shalih.</p>
<p>Umat Islam harus meningkatkan imannya sehingga bisa mendudukan harta pada kedudukan yang semestinya. Bila Umat sudah memiliki kwalitas taqwa yang tinggi, tentu pundi-pundi harta yang dipinjamkan Allah kepada tiap-tiap indifidu akan ditukarkan dengan amal-amal kebaikan.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Dan Bahkan umat Islam tidak lagi memerlukan system PERBANKAN sebagaimana yang telah dibangun oleh sistem non Islam. Namun pasti dan pasti dan pasti dan pasti dan pasti BAITUL MAL (Rumah Harta) merupakan lembaga yang paling melimpah dengan harta-harta umat Islam yang ingin menukarkan hartanya dengan pahala di dunia dan di akherat.</span></p>
<p>Allah telah menuntut Umat Islam generasi pertama untuk memiliki Rumah Harta (BAITUL MAL), dalam perjalanannya, Abdurrahman Bin Auf  telah pernah memasukkan 700 ekor unta besarta dagangan diatasnya untuk dimasukkan BAITUL MAL, yang kemudian digunakan untuk jalan-jalan Sabilillah.</p>
<p>Umat Islam di zaman Modern ini ditantang oleh Islam untuk kembali mewujudkan sIstem BAITUL MAL, yang telah dimiliki oleh generasi umat Islam yang paling awal. Yang dikelola oleh orang-orang yang sangat menginginkan pahala di akherat, Yang Cerdas, Yang Jujur dan Berilmu sebagaimana Nabi Yusuf mengelola harta di saat menjadi Bendaharawan  di Mesir.</p>
<p>Harta yang telah bertumpuk tumpuk di BAITUL MAL, dapat dijadikan oleh umat Islam untuk membangun kesejahteraan bersama, seperti meningkatkan ilmu dan keahlian umat Islam, untuk membangun sarana kehidupan umat Islam dan juga untuk membangun usaha-usaha bersama baik skala kecil, skala besar atau skala Global yang  akan memperkuat kesejahteraan umat Islam dan umat manusia.</p>
<p>Jalan menuju kepada terbentuknya BAITUL MAL yang suci bersih dan AMANAH, diperlukan kwalitas keimanan umat yang  prima. Sehingga setiap kelebihan harta tidak lagi disimpan di rumah-rumah atau di Bank-Bank, namun bisa diserahkan ke BAITUL MAL, untuk dikelola menjadi sebuah MAL (Harta-harta) yang hidup dan tumbuh dan berpahala yang melimpah di dunia dan akherat.</p>
<p>Pengelolaan harta yang salah oleh indifidu sering berakibat fatal seperti pepatah AYAM MATI DI LUMBUNG PADI, sebuah keluarga memiliki harta yang melimpah-limpah  namun kemudian mereka terjerumus dalam dosa-dosa besar akibat harta yang dimiliki. Disisi lain kejahatan umat meningkat karena banyak indifidu-indifidu yang  terjebak dalam serba kekurangan baik ilmu, iman dan harta, sehingga mereka terjerumus menjadi penjahat.</p>
<p>Dengan Harta dari BAITUL MAL, umat Islam bisa menyekolahkan generasi-generasi penerus untuk memiliki ilmu-ilmu yang memadai dalam mengelola Dunia, dan sekaligus dari harta di BAITUL MAL, dapat digunakan untuk membangun Industri-Industri klas kecil, klas menengah, atau bahkan klas GLOBAL, klas Dunia, yang dikelola oleh orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari akhir.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Sebenarnya Bila keimanan seseorang telah terbangun dengan sempurna, maka mudah bagi mereka untuk menyerahkan harta-harta mereka ke BAITUL MAL, namun pihak-pihak pengelola BAITUL MAL, haruslah mampu mengelola harta-harta tersebut, bahkan harus lebih cermat dan lebih teliti dibanding pengelolaan harta yang dilakukan oleh seorang Mentri Keuangan dalam sebuah Negara.</span></p>
<p>Kapan Orang-Orang beriman di Zaman ini terketuk hatinya untuk membangun dan membesarkan  sebuah BAITUL MAL, karena BAITUL MAL disitulah berkumpul kembali harta Allah, orang-orang beriman menitipkan hartanya kembali kepada Allah untuk ditukar dengan kebahagiaan dunia dan akherat. Maka pengelola BAITU MAL haruslah orang-orang yang tidak lagi butuh dengan kesenangan Dunia, namun mereka-mereka yang telah mengurbankan dunia untuk mendapatkan keridhoan Allah dan kebahagiaan di Akherat. Yang Berilmu, yang Cerdas, dan yang Bertaqwa dan ikhlas mengisi hidupnya untuk mengurusi BAITUL MAL.</p>
<p>Segala puji hanya bagi Allah Tuhan semesta Alam, semoga Allah mengilhami umat Islam di zaman modern ini untuk mewujudkan BAITUL MAL yang sesungguhnya, dan dapat menggerakkan roda kesejahteraan umat manusia, dan menguatkan pribadi-pribadi umat Islam untuk lebih bersyukur kepada Allah,  Dunia yang Baldatun thoyyibatun wa Robbun Ghofur. Semoga Allah mewujudkan BAITUL MAL yang AMANAH untuk kita umat Islam di Zaman modern ini.          Wallahu a’lam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2012/01/27/mimpi-umat-islam-tentang-baitul-mal-rumah-harta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Metode Statistik Untuk Mengamati Moral Sebuah Kelas Pendidikan</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2012/01/20/metode-statistik-untuk-mengamati-moral-sebuah-kelas-pendidikan/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2012/01/20/metode-statistik-untuk-mengamati-moral-sebuah-kelas-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 03:28:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rochmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=3774</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji Bagi Allah, Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah SAW, keluarga sahabat dan seluruh pengikut beliau yang senantiasa mengikuti jalan petunjuk-Nya. Segala puji bagi Allah, semoga Allah memberi kekuatan kepada kita umat Islam untuk mampu menjadi generasi yang lebih dan lebih baik dan semakin baik, dari waktu ke waktu. Zaman modern sedang dihadapi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-3776" title="logo-mta" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/01/logo-mta.jpg" alt="logo-mta" width="125" height="125" />Segala puji Bagi Allah, Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah SAW, keluarga sahabat dan seluruh pengikut beliau yang senantiasa mengikuti jalan petunjuk-Nya. Segala puji bagi Allah, semoga Allah memberi kekuatan kepada kita umat Islam untuk mampu menjadi generasi yang lebih dan lebih baik dan semakin baik, dari waktu ke waktu.</p>
<p>Zaman modern sedang dihadapi, zaman hingar bingar sedang dihadapi, zaman penuh hiburan sedang dihadapi, zaman penuh ujian dan godaan iman sedang dihadapi. Zaman yang penuh dengan godaan-godaan yang meruntuhkan iman sedang dihadapi umat manusia.  Segala puji bagi Allah, Allah telah memberi benteng yang kokoh bagi manusia yang ingin tetap menempuh jalan-jalan selamat, jalan jalan iman yang kokoh.</p>
<p>Para guru dan pendidik diharapkan dapat mendeteksi dengan cermat terhadap anak didiknya. Bila seorang guru berhasil mengubah kepribadian siswa dari buruk menjadi lebih baik, atau dari baik menjadi sangat baik, tentu itulah yang dikehendaki.</p>
<p>Allah SWT telah memberikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup dan jalan hidup bagi manusia. Seberapa besar umat manusia berusaha berpegang teguh pada Al-Qur’an, sebesar itu juga limpahan Allah dan Karunia-Nya akan dilimpahkan kepada mereka.</p>
<p>Allah SWT dalam sebuah firmannya menyampaikan yang artinya,<br />
.<br />
<strong><em>Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: &#8220;Tuhan kami ialah Allah&#8221; kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan):&#8221;Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu&#8221; (QS. 41:30)</em></strong><em></em></p>
<p>.<br />
Rasulullah SAW pun dalam sabdanya menyampaikan yang artinya,<br />
.</p>
<p><strong><em>Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah SAW. Bersabda: Orang yang mahir dalam membaca Al-Qur’an akan berkumpul para malaikat yang mulia-mulia dan ta’at. Sedang orang yang megap-megap dan berat jika membaca Al-Qur’an, mendapat pahala lipat dua kali. (HR Bukhari-Muslim- Tarjamah Rhiadhus Sholihin Jilid 2 Hal 135)</em></strong></p>
<p><strong><em>Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah SAW bersabda: dan apabila berkumpul suatu kaum dalam majlis (baitullah) untuk membaca kitab Allah dan mempelajari, maka pasti turun pada mereka ketenangan dan diliputi oleh rahmat dan dikerumuni oleh malaikat dan diingati oleh Allah didepan para Malaikat yang ada pada sisi-Nya (HR Muslim &#8211; Tarjamah Rhiadhus Sholihin Jilid 2 Hal 150) )</em></strong><em></em><br />
.</p>
<p>Dalam mengelola sebuah kelas dalam dunia pendidikan, untuk mengetahui kemungkinan besar keberhasilan sebuah kelas,  seorang guru  dapat melakukan analisa kejiwaan terhadap kelas tersebut dengan beberapa pertanyaan pertanyaan mendasar yang dapat menunjukkan suasana kejiwaan  sebenarnya dari kebanyakan siswa yang dihadapinya. Metode sederhana yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.</p>
<p>Pertama dilakukan pengujian secara satu persatu tentang kemampuan siswa untuk membaca Al-Qur’an dalam huruf ARAB, maka akan dapat diketahui seberapa besar kemampuan tiap siswa untuk selalu menerima limpahan petunjuk Allah dalam hatinya.</p>
<p>Yang kedua ditanyakan kepada siswa,  seberapakah kecintaan siswa secara sadar untuk selalu membaca dan mencintai membaca Al-Qur’an dalam bahasa Arab dan kemudian membaca tarjamahnya. Korelasi nya adalah, bila siswa sangat mencintai dan rutin melakukannya dengan sadar diri, maka siswa telah menemukan kenikmatan yang haqiqi dalam hidupnya, yaitu mencintai Allah dan mencintai firman-firman-Nya.</p>
<p>Pertanyaan yang selanjutnya adalah,  bagaimana mereka mencintai Masjid. Apakah mereka selalu tertarik untuk datang sholat berjamaah ke masjid ketika Adzan dikumandangkan. Bila jawabannya adalah Ya, maka mereka telah menemukan jalan hidup mulia yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, yaitu mencintai untuk selalu beribadah kepada Allah.</p>
<p>Dan yang terakhir adalah apakah mereka rajin mendatangi majlis-majlis pengajian dan suka berkumpul dengan orang-orang  yang baik-baik, bila Ya, maka semakin nampak bahwa anak didik kita adalah anak-anak yang siap menjadi manusia manusia yang baik.</p>
<p>Sebenarnya masih banyak parameter lain yang harus dibuat pertanyaan-pertanyaan kepada anak didik untuk semakin menemukan jati diri anak-anak didik kita, namun setidaknya bila 3 hal tersebut sudah dapat terdeteksi, maka di dalam diri anak tersebut ada lahan yang subur untuk ditanami kebaikan-kebaikan.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Bila 3 hal tersebut diberikan dalam wujud angka penilaian,  maka angka-angka tersebut bisa dijadikan untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa dalam menggapai akhlaq yang mulia dan menggapai kesuksesan-kesuksesan yang positip.</span></p>
<p>Anak-anak yang memiliki nilai pendekatan yang tinggi, biasanya memiliki kepribadian yang baik pula. Dan dalam sebuah kelas yang memiliki rata-rata kelas yang tinggi, maka proses pendidikan akan lebih berhasil.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Anak-anak yang selalu dihadiri malaikat dalam hidupnya, biasanya memiliki jiwa yang lebih mudah berkonsenrasi dan lebih mampu untuk bersungguh-sunguh dalam menempuh cita-cita yang diidamkan. Dan memiliki bisikan-bisikan hati yang positip, sehingga akan menjadi manusia-manusia yang berjiwa optimis, produktip dan konstruktip.</span></p>
<p>Bila rata-rata kelas adalah bernilai positip tinggi, maka ketenangan akan mewarnai kelas tersebut, sehingga transfer ilmu akan berjalan  dengan benar dan memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi.</p>
<p>Bila seorang guru mendapati baik secara indifidu ataupun rata-rata kelas memiliki nila yang rendah, maka proses pendidikan dan pengajaran akan berjalan lebih lambat. Dan musti para guru harus dengan tekun mengajari satu demi satu untuk membawa anak-anak didik mereka dapat meningkat ke jenjang nilai moral yang lebih tinggi, dengan amal-amal nyata yang dapat akhirnya dapat menjadi tabiat anak didik.</p>
<p>Berbagai macam hiburan, permainan dan pergaulan kadang menjadikan jiwa anak didik menjadi rusak. Sehingga tidak memiliki kecintaan untuk menempuh jalan-jalan mulia. Namun aktifitas hidup mereka lebih banyak diisi dengan hal-hal untuk memperturutkan hawa nafsu.dan dapat dipastikan akan tumbuh jiwa-jiwa yang gelap dan negatip, yang pesimistis, arogan dan destruktif. Jiwa-jiwa yang dikerumuni syaitan laknatullah.</p>
<p>Mari para guru-guru dimanapun bisa mendeteksi anak didiknya masing-masing, atau bahkan mendeteksi keluarganya masing-masing, dan bahkan mendeteksi dirinya masing-masing. Seberapa besar  Malaikat yang biasa datang kepada mereka dan seberapa besar cinta mereka untuk beribadah kepada Allah SWT.  Kebahagiaan, keselamatan, kesuksesan dan Rahmat Allah senantiasa dicurahkan kepada Hamba-hamba yang selalu rajin beribadah kepada-Nya, Allah berfirman yang artinya</p>
<p><strong><em>Katakanlah (kepada orang-orang musyrik):&#8221;Tuhanku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu.(Tetapi bagaimana kamu beribadat kepada-Nya), padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu)&#8221;. (QS. 25:77) )</em></strong><em></em></p>
<p>Dunia modern, dunia penuh dengan ujian-ujian iman, kita semua sedang hidup di dunia. Saat-saat hidup yang sangat menentukan. Apakah akan kita gunakan untuk beribadah kepada Allah atau untuk bermain-main.</p>
<p>Bagi mereka yang rajin beribadah kepada Allah, maka besok di akherat akan diletakkan di  Jannah (Taman Surga) yang penuh kenikmatan dan rahmat Allah. Dan bagi mereka yang hidup diisi dengan bermain-main dan lupa kepada Allah, maka  di akherat akan ditempatkan di naar (siksa api neraka).  Semoga Allah melindungi kita dari azab-Nya di dunia dan di akherat. Wallahu a’alam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2012/01/20/metode-statistik-untuk-mengamati-moral-sebuah-kelas-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RAGU Menikah karena Finansialnya Belum Siap?</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2012/01/19/ragu-menikah-karena-finansialnya-belum-siap/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2012/01/19/ragu-menikah-karena-finansialnya-belum-siap/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 23:18:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayyub Al Fath</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=3768</guid>
		<description><![CDATA[Masih ragu untuk menikah? Alasannya karena belum siap dalam hal finansial? Inilah yang seringkali mendera para lajang mengapa masih menunda-nunda untuk menjalankan sunnah Rasul ini. Bagi ikhwan, kesiapan finansial selalu menjadi hal yang sangat perlu dipertimbangkan sebelum benar-benar mantap mengakhiri masa lajang. Pasalnya, ia-lah yang nanti bertanggungjawab memberikan nafkah bagi istri dan anak-anaknya kelak. Kesiapan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration: underline;"><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/01/nikah.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3769" title="nikah" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/01/nikah.jpg" alt="nikah" width="200" height="204" /></a>Masih ragu untuk menikah?</span> Alasannya karena belum siap dalam hal finansial? Inilah yang seringkali mendera para lajang mengapa masih menunda-nunda untuk menjalankan sunnah Rasul ini. <span id="more-3768"></span></p>
<p>Bagi ikhwan, kesiapan finansial selalu menjadi hal yang sangat perlu dipertimbangkan sebelum benar-benar mantap mengakhiri masa lajang. Pasalnya, ia-lah yang nanti bertanggungjawab memberikan nafkah bagi istri dan anak-anaknya kelak.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Kesiapan finansial rupanya juga mempengaruhi kondisi psikis si ikhwan ketika hendak meminang sang bidadari. Kekhawatiran pun muncul jika nanti orangtua si gadis sampai bertanya, &#8220;Kerjanya dimana? Gajinya sebulan berapa?&#8221; Sementara kerja masih serabutan. Penghasilan selama sebulan juga tak seberapa. Bagaimana jika ditolak? Terlebih, saat tahu bahwa keluarga sang bidadari ternyata merupakan keluarga berada.</span></p>
<p>Karena merasa belum siap dalam hal finansial, banyak para ikhwan mengundur-undur waktu untuk melamar sang bidadari yang memikat hatinya tersebut. Alhasil, banyak pula mereka yang akhirnya patah hati karena sang bidadari sudah keburu dilamar oleh ikhwan lain. Ada juga yang sampai menyesal kenapa tak kunjung melamar sang bidadari, karena ternyata si ikhwan yang dipilih sang bidadari tersebut nasibnya tak jauh beda dengannya: masih kerja serabutan dengan penghasilan yang tak seberapa pula.</p>
<p>Alasan kesiapan finansial memang selalu dijadikan indikator utama ketika seseorang hendak memutuskan untuk menikah. Yang jadi pertanyaan kemudian, seberapa besar ukuran &#8220;siap&#8221; dalam sisi keuangan bagi seseorang untuk segera menikah? Apakah harus sudah bekerja dengan gaji tetap sekian juta per bulannya, punya tabungan yang cukup untuk modal nikah (seperti memberi mahar, biaya resepsi pernikahan dan lain-lain), rumah lengkap dengan perabotnya, kendaraan dan sebagainya?</p>
<p><strong>Menikah, Harus Sudah Bekerja?</strong></p>
<p>Sebetulnya, sudah bekerja atau belum bekerja, jika memang sudah siap silahkan saja menikah. Dalam agama, tidak ada aturan yang mengatur bahwa: kalau menikah berarti harus sudah bekerja. Kata kuncinya bukan sudah bekerja atau belum, melainkan adalah sudah siap menanggung beban nafkah keluarga setelah menikah nanti. Ini karena memberikan nafkah kepada istri dan anak-anaknya menjadi kewajiban suami dalam rumah tangga.</p>
<p>Lalu bagaimana caranya bisa menanggung nafkah kalau belum bekerja? Perlu dicatat sobat muda, yang diperlukan menanggung nafkah bukanlah pekerjaan, melainkan penghasilan. Untuk membedakan antara bekerja dengan berpenghasilan ini, kita lihat pada contoh berikut.</p>
<p>&#8220;Dengan bekal pendidikan yang tinggi, Budi memiliki pekerjaan yang cukup baik. Sayangnya, nasib keuangannya buruk. Hutangnya juga menumpuk disana-sini. Bukan karena gajinya yang tidak cukup karena harus menanggung beban nafkah orang lain, tetapi lebih karena gaya hidupnya yang boros. Akibatnya, gaji yang diterima setiap akhir bulan sudah habis sebelum tanggal gajian berikutnya tiba.<br />
Sementara Doni baru saja menyelesaikan kuliah S1-nya dan berniat untuk langsung meneruskan ke jenjang S2. Beasiswa yang diterimanya dari &#8220;Yayasan Ayah Bunda&#8221; alias orangtuanya sendiri meliputi biaya kuliah dan biaya hidup sampai selesai S2. Demikian halnya dengan Catur, seorang mahasiswa tingkat akhir yang belum lama ini kehilangan kedua orangtuanya dalam sebuah kecelakaan. Tapi ternyata ia tidak hidup dalam kesusahan. Memang tidak terlalu besar, namun sebagai anak tunggal, kedua orangtuanya meninggalkan warisan dan manfaat asuransi yang lebih dari cukup untuk menyelesaikan kuliahnya dan biaya hidup beberapa tahun setelah itu.&#8221;</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Nah, sudah jelas bukan? Bekerja tidak berarti segala kebutuhan hidup kita terjamin. Sebaliknya, jika kita tidak bekerja, bukan berarti pula tidak punya penghasilan. Kesimpulannya, indikasi utama adalah adanya kemampuan seorang ikhwan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jalannya bisa melalui penghasilan dari bekerja, usaha yang diturunkan kepadanya, atau peninggalan orangtua. Ini sah saja selama tidak merugikan pihak lain.</span></p>
<p><strong>Mapan Dulu Baru Menikah atau Menikah agar Mapan? </strong></p>
<p>Ya, kemapanan seringkali merupakan salah satu pertimbangan para lajang untuk menikah. Tidak sedikit dari mereka yang memilih menunda untuk menikah jika belum mapan dari sisi keuangan. Ada saja ikhwan yang tidak mau melamar akhwat sebelum ia punya rumah sendiri atau memiliki karier yang mapan di perusahaan. Begitu juga akhwat, beberapa dari mereka lebih berharap yang datang melamar adalah ikhwan yang sudah &#8220;jadi&#8221;, apalagi jika ia sendiri sudah cukup matang dari segi finansial.</p>
<p>Jika sobat muda juga berpikir seperti ini, ketahuilah bahwa menunggu kemapanan ekonomi untuk menikah (atau dinikahi) ibarat seperti naik helikopter dan ingin langsung melihat pemandangan tanpa melalui susah payahnya mendaki gunung. Tentu rasanya berbeda menikmati pemandangan dengan mendaki gunung terlebih dahulu. Ketika kita harus jalan kaki naik gunung dengan susah payah, maka perasaan saat melihat pemandangan tersebut akan sangat berbeda bila dibandingkan dengan melihatnya langsung dari helikopter. Yang membuatnya berbeda bukan kualitas gambar pemandangan yang dihasilkan mata, melainkan pada proses pencapaiannya.</p>
<p>Ada proses yang mesti dijalani terlebih dahulu, yang tentu menambah keindahan yang kita peroleh setelah berusaha. Begitu juga akan berbeda rasanya ketika kita langsung melihat pemandangannya tanpa bersusah payah dahulu untuk mendaki gunung. Pemandangan yang dilihat memang sama, tetapi perasaannya akan berbeda karena prosesnya yang berbeda.<br />
Begitu pula dengan proses pernikahan.</p>
<p>Perasaannya akan jauh berbeda jika kita dan pasangan kita berjuang bersama dari titik nol menuju titik kesuksesan daripada kita mengajak pasangan kita untuk langsung berada di titik kemapanan. Sebagian para ikhwan berpendapat, mereka tidak ingin mengajak pasangannya sengsara. Biarlah mereka saja yang melalui sulitnya menuju kemapanan, dan nantinya mereka akan mengajak calon pasangan hidup mereka untuk berumah tangga setelah mereka sudah mapan agar pasangannya kelak tidak perlu merasakan kesulitan dan susah payahnya mencapai kesuksesan itu.<br />
Diakui atau tidak, ini sekadar pembenaran saja dari ketakutan para lajang dalam menghadapi cobaan (berdua). <span style="text-decoration: underline;">Mereka mungkin hanya tidak ingin terlihat ketika sedang gagal, mereka hanya ingin terlihat sudah berhasil.</span></p>
<p><strong>Antara Ragu, Nekat, Berani dan Tawakal</strong></p>
<p>Untuk yang masih ragu menikah hanya karena alasan finansial semata, ketahuilah bahwa Allah SWT berfirman yang artinya, &#8220;<strong>Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.</strong>&#8221; [QS. An-Nuur [24] : 32] Jangan karena merasa miskin, maka kita takut untuk menikah. <span style="text-decoration: underline;">Ingat, janji Allah itu pasti, bahwa Allah akan memampukan dengan karunia-Nya.</span></p>
<p>Lalu bagaimana dengan nekat, berani dan tawakal sendiri? Terkadang, antara berani dan nekat perbedaannya memang sangat tipis sekali. Dikatakan berani jika melakukan sesuatu yang luar biasa dengan persiapan dan perencanaan yang matang. Sedangkan nekat adalah melakukan sesuatu tanpa persiapan sama sekali. Jika seseorang akan melompat dari jembatan dengan tali bunjee dan sudah diukur secara cermat serta diawasi para ahli, maka itu dikatakan berani. Tapi kalau ada yang hendak lompat dari jempatan dengan mengikat pada tali seadanya, tanpa pengetahuan teknis yang memadai, itulah yang dikatakan nekat.</p>
<p>Dari dua pengertian tadi, tampaklah bahwa berani itu mengandung makna positif, sedangkan nekat bermakna negatif. Namun, berani saja belum tentu benar. Karena yang dimaksud berani ini belum tentu bertawakal. Orang yang berani-dengan segala persiapan dan kesiapan professional-belum tentu bisa dikatakan sebagai orang yang bertawakal dan pasrah atas ketentuan Allah. Bisa jadi ia banyak latihan, bisa jadi pula ia punya perangkat pengamanan yang memadai.</p>
<p><a href="http://majalahrespon.wordpress.com/" target="_blank"><img class="alignnone" src="http://majalahrespon.files.wordpress.com/2011/07/cropped-blog5.jpg" alt="" width="642" height="96" /></a></p>
<p>Tapi saat mentalnya mengatakan, kalau memang sudah waktunya mati ya mati saja, orang ini hanya berani hidup, tetapi tidak berani mati.</p>
<p>Ia bukannya bersiap menghadapi apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi justru tidak peduli dengan masa depannya. Orang yang berani hidup dan mati adalah orang yang tawakal kepada Allah. Ia siap dengan segala keputusan Allah atas ikhtiar yang dilakukannya. Terhadap rezeki Allah, ia senantiasa harus bertawakal, yakni berusaha untuk menjemput rezeki yang memang sudah disiapkan Allah untuk hamba-Nya. Bukan dengan duduk diam, lalu menunggu rezeki datang dari langit.</p>
<p>Kembali ke masalah pernikahan. Jika seorang laki-laki melamar seorang gadis dengan hanya bermodalkan niat baik untuk segera menikah, tanpa persiapan apapun, itu namanya nekat. Namun, jika menunggu harta terkumpul banyak, baru kemudian berani melamar gadis, itulah yang disebut berani, tetapi kurang tawakal. Sedangkan jika kita banyak berdoa agar Allah mendekatkan jodoh, lalu kemudian melamar seorang gadis tanpa persiapan itu namanya nekat tapi mengaku tawakal.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Pemuda yang berani dan bertawakal adalah pemuda yang berdoa agar mendapatkan yang terbaik. Tidak hanya itu, ia pun telah siap meski harus menghadapi kenyataan yang pahit. Tidak hanya berdoa atau menunggu keuangan melimpah, tetapi ia sempurnakan ikhtiarnya mencari ma&#8217;isyah agar layak mempersunting &#8220;Aisyah&#8221;. [ntz] </span></p>
<p><em>*Beberapa bagian dikutip dari buku &#8220;Aisyah dan Ma&#8217;isyah&#8221; karya Ahmad Gozali.</em></p>
<p><em>Dari : Majalah Respon &lt;respon_mta@yahoo.com&gt;<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2012/01/19/ragu-menikah-karena-finansialnya-belum-siap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MUHASABAH</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2012/01/08/muhasabah/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2012/01/08/muhasabah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 13:17:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayyub Al Fath</dc:creator>
				<category><![CDATA[FrontPage]]></category>
		<category><![CDATA[kolom Al Ustadz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=3759</guid>
		<description><![CDATA[Solopos (Jumat, 06/01/2012). Tahun 2011 Masehi baru saja berlalu dengan segala peluang dan tantangan yang menyertainya. Sungguh beruntung orang-orang yang telah memanfa&#8217;atkan peluang yang diberikan Allah selama setahun lalu untuk meraih prestasi, meningkatkan kualitas penghambaan diri kepada Allah. Kita semua berharap kualitas keimanan kita tahun ini lebih baik dari pada tahun lalu. Peningkatan kualitas keimanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/01/ustad-sukina.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3760" title="ustad-sukina" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/01/ustad-sukina.jpg" alt="ustad-sukina" width="200" height="296" /></a></p>
<p><strong>Solopos  (Jumat, 06/01/2012). </strong>Tahun 2011 Masehi baru saja berlalu dengan segala  peluang dan tantangan yang menyertainya. Sungguh beruntung orang-orang  yang telah memanfa&#8217;atkan peluang yang diberikan Allah selama setahun  lalu untuk meraih prestasi, meningkatkan kualitas penghambaan diri  kepada Allah. <span id="more-3759"></span></p>
<p>Kita  semua berharap kualitas keimanan kita tahun ini lebih baik dari pada  tahun lalu. Peningkatan kualitas keimanan itu tidak mungkin terdeteksi  tanpa monitoring dan evaluasi secara kontinyu melalui muhasabah  (introspeksi).</p>
<p>Untuk itu mari kita sempatkan diri untuk merenung,  melakukan muhasabah. Sifat-sifat jelek yang masih ada perlu dicatat,  diingat-ingat untuk dipikirkan bagaimana cara mehilangkannya.<br />
Kelemahan  dan kekurangan perlu diidentifikasi dan dicermati untuk dicarikan  solusi. Sedang kebaikan, kekuatan, dan keberhasilan yang sudah  dianugerahkan Allah selama setahun lalu perlu disyukuri dengan  meningkatkan intensitas amal dan mengembangkannya sehingga lebih banyak  orang yang bisa mengambil manfa&#8217;at.</p>
<p>Perlu senantiasa diingat,  bahwa semua amal meskipun sebesar dzarrah harus dipertanggungjawabkan di  hadapan Allah. Maka tidak mengherankan bila sahabat Rasulullah SAW yang  terkenal wara&#8217; yakni Umar bin Khaththab pernah berpesan, &#8220;Haasibuu  anfusakum qabla an tuhaasabuu.&#8221; (Hisablah diri kalian sebelum kalian  dihisab).</p>
<p>Bila terlanjur mati dan dihisab di negeri akhirat  manusia tidak punya kesempatan lagi untuk bertaubat dan memperbaiki  diri. Senyampang usia masih dikandung badan, Allah masih beri kesempatan  untuk melakukan mawas diri, mari kita manfa&#8217;atkan kesempatan akhir dan  awal tahun baru ini untuk melakukan instrospeksi untuk memperbaiki diri.</p>
<p>Waktu  yang relatif panjang, satu tahun atau 365 hari berlalu begitu saja  tanpa kita sadari. Usia kita hidup di dunia telah berkurang satu tahun.  Artinya ajal telah lebih dekat kepada kita selama satu tahun dan kita  telah kehilangan kesempatan untuk beramal selama satu tahun.</p>
<p>Sungguh  mengherankan orang-orang yang merayakan ulang tahun dengan  berpesta-pora, berdansa dansi, dan ketawa ketiwi di restorant mewah dan  di hotel yang megah. Mereka lupa bahwa ajalnya semakin dekat, sehingga  lupa pula mempersiapkan diri menyambut kedatangan malaikat maut mencabut  nyawa mereka.</p>
<p>Padahal apabila sang pencabut nyawa datang, mata  mereka akan terbelalak, badan mereka akan menggigil ketakutan, nyali  mereka akan menciut, harapan untuk hidup menjadi kecut. Bila telah tiba  saatnnya, maka kematian itu tidak bisa dimajukan dan tidak bisa pula  diundurkan.</p>
<h3 style="text-align: right;">قُلْ  لا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلا نَفْعًا إِلا مَا شَاءَ اللَّهُ  لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلا يَسْتَأْخِرُونَ  سَاعَةً وَلا يَسْتَقْدِمُونَ</h3>
<p style="text-align: right;">
<p><em> Katakanlah: &#8220;Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak  (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah&#8221;.  tiap-tiap umat mempunyai ajal[696]. apabila telah datang ajal mereka,  Maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak  (pula) mendahulukan(nya).[QS. Yunus : 49] </em></p>
<p>Bahkan taubat yang dilakukan saat kedatangan maut itu tidak diterima Allah.</p>
<h3 style="text-align: right;">وَلَيْسَتِ  التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ  أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الآنَ وَلا الَّذِينَ يَمُوتُونَ  وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا</h3>
<p><em>Dan  tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan  kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara  mereka, (barulah) ia mengatakan : &#8220;Sesungguhnya saya bertaubat  sekarang&#8221;. dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang  mereka di dalam kekafiran. bagi orang-orang itu telah Kami sediakan  siksa yang pedih.[QS An-Nisaa' : 18]</em></p>
<p>Saudaraku, kematian itu  datangnya sudah pasti, tidak ada yang meragukannya lagi, maka mari kita  mempersiapkan bekal untuk menghadapinya. Allah SWT menyeru orang-orang  beriman untuk bertaqwa dan mempersiapkan bekal untuk hari esok.</p>
<h3 style="text-align: right;">يَا  أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا  قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا  تَعْمَلُونَ</h3>
<p><em>Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada  Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah  diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah,  Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.[QS Al-Hasyr :  18] </em></p>
<p>Mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal di negeri akhirat dan sebaik-baik bekal adalah taqwa.</p>
<h3 style="text-align: right;">الْحَجُّ  أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلا رَفَثَ وَلا  فُسُوقَ وَلا جِدَالَ فِي الْحَجِّ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ  يَعْلَمْهُ اللَّهُ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى  وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الألْبَابِ</h3>
<p><em> (Musim) haji adalah  beberapa bulan yang dimaklumi[122], Barangsiapa yang menetapkan niatnya  dalam bulan itu akan mengerjakan haji, Maka tidak boleh rafats[123],  berbuat Fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. dan  apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya.  Berbekallah, dan Sesungguhnya Sebaik-baik bekal adalah takwa[124] dan  bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal.[QS Al-Baqarah : 197] </em></p>
<p>Kapan lagi untuk bertaqwa kalau tidak sekarang. Di belakang  kematian mengejar kita tanpa mengenal lelah dan tanpa mengenal waktu.  Sedangkan di depan kuburan dengan sabar menanti jasad kita. Faaina  tadzhabuun? [QS At-Takwir : 26]</p>
<p>Maka kemana kalian akan pergi,  selain menghadap Ilahi ? Sekuat apapun, sehebat apapun, dan sesibuk  apapun semua orang pada akhirnya harus pergi menghadap Allah untuk  mempertanggungjawabkan amal mereka. Semoga Allah memilih kita menjadi  hamba yang beriman, bertaqwa, dan mendapat ridla-Nya, aamiin.***</p>
<p><strong>Al-Ustadz Drs Ahmad Sukina</strong><br />
Ketua Umum Majlis Tafsir Al-Qur&#8217;an (MTA)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2012/01/08/muhasabah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mahabbah, Jangan Hanya Mengaku Cinta</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2012/01/07/mahabbah-jangan-hanya-mengaku-cinta/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2012/01/07/mahabbah-jangan-hanya-mengaku-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 13:35:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayyub Al Fath</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=3753</guid>
		<description><![CDATA[Mahabbah berarti cinta, yaitu perasaan rindu dan senang yang istimewa terhadap sesuatu. Perasaan demikian menyebabkan perhatian seseorang terpusat kepadanya bahkan mendorong orang itu untuk memberikan yang terbaik.Perasaan cinta itu diikuti dengan ketulusan untuk mengorbankan apa saja termasuk nyawa sekalipun kepada yang dicintai. Dalam agama Islam, cinta tertinggi haruslah ditujukan semata-mata hanya kepada Allah. Prestasi tertinggi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/01/icon-hati-keras-mta.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3754" title="icon-hati-keras-mta" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/01/icon-hati-keras-mta-150x150.jpg" alt="icon-hati-keras-mta" width="150" height="150" /></a>Mahabbah berarti cinta, yaitu perasaan rindu dan senang yang istimewa terhadap sesuatu. Perasaan demikian menyebabkan perhatian seseorang terpusat kepadanya bahkan mendorong orang itu untuk memberikan yang terbaik.<span id="more-3753"></span>Perasaan cinta itu diikuti dengan ketulusan untuk mengorbankan apa saja termasuk nyawa sekalipun kepada yang dicintai. Dalam agama Islam, cinta tertinggi haruslah ditujukan semata-mata hanya kepada Allah. Prestasi tertinggi seorang mukmin adalah meraih kecintaan Allah.</p>
<p>Tentu untuk meraihnya bukan hal yang mudah karena harus menjaga komitmen dan selalu konsisten dengan aturan Allah. Allah mengingatkan dalam firman-Nya.</p>
<h3 style="text-align: right;">قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ</h3>
<p><strong><em>&#8221;Katakanlah jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga kamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan untung ruginya dan rumah-rumah yang kamu senangi, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan daripada berjihad di jalan-Nya maka tunggulah sampai Allah mendatangkan putusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.&#8221; (QS.At Taubah [9]: 24)</em></strong></p>
<p>Allah adalah tujuan tertinggi dan paling hakiki dalam kehidupan setiap mukmin. Apa pun yang dilakukan haruslah berujung kepada tujuan tersebut, yaitu <span style="text-decoration: underline;"><strong>mahabbah </strong></span>kepada Allah.<br />
Di samping itu, manifestasi mencintai Allah dan Rasul-Nya, antara lain, adalah menaati ajaran-ajaran-Nya yang disampaikan lewat Rasul-Nya. Cinta yang menampakkan diri dalam ketaatan itu niscaya dibalas pula dengan cinta oleh Allah, sebagaimana difirmankan-Nya.</p>
<h3 style="text-align: right;">قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ</h3>
<p><strong><em>&#8221;Katakanlah jika kamu mencintai Allah maka ikutilah aku, Rasul-Nya, niscaya Allah mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosa kamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221; (QS Ali Imran [3]: 31). </em></strong></p>
<p>Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa kalau kita mengaku cinta kepada Allah, maka kita harus mengikuti Rasulullah SAW. Yaitu mengikuti sunnah-sunnah beliau. Tidak ada artinya sama sekali kalau seseorang mengaku-aku cinta kepada Allah akan tetapi amalannya tidak mengikuti Rasulullah bahkan dia beramal dengan berbagai kebid&#8217;ahan bahkan kesyirikan dan kekufuran.</p>
<p>Betapa banyak orang yang mengaku-aku cinta kepada Allah, akan tetapi Allah tidak mencintainya. Orang-orang yahudi, nashara, orang-orang shufi, para penyembah kuburan, para penyembah ilmu filsafat seperti JIL dan golongan-golongan sesat dalainnya, apakah Allah mencinta mereka? Memang kita diperintahkan untuk mencintai Allah, akan tetapi jangan sampai hanya sekedar pengakuan belaka tanpa bukti. Bahkan yang paling penting adalah kita harus berusaha supaya Allah mencintai kita.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Untuk mendapatkan kecintaan Allah tentunya kita harus mengikuti Rasulullah SAW yakni mengikuti sunnah-sunnah beliau, sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas.</span><br />
Dan perlu kita ketahui bahwasanya yang dimaksud sunnah adalah apa-apa yang disandarkan kepada beliau, baik ucapan, perbuatan, taqrir/persetujuan dan sifat beliau. Yang meliputi aqidah, ibadah, akhlak dan mu&#8217;amalah. Ada yang sifatnya wajib dan ada yang sunnah/mustahab.</p>
<p>Yang wajib berarti harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sedangkan yang sunnah, semaksimal mungkin dilaksanakan. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang yang mengikuti dan menghidupkan sunnah-sunnah beliau agar menjadi orang-orang yang dicintai oleh Allah, aamiin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2012/01/07/mahabbah-jangan-hanya-mengaku-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

