<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>MTA-Online.Com &#124; Situs resmi Majlis Tafsir Al-Qur'an<br />
<b>Warning</b>:  call_user_func_array() [<a href='function.call-user-func-array'>function.call-user-func-array</a>]: First argument is expected to be a valid callback, 'Friday' was given in <b>/home/mta15/public_html/v2/wp-includes/plugin.php</b> on line <b>166</b><br />
</title>
	<atom:link href="http://mta-online.com/v2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mta-online.com/v2</link>
	<description>Guide You Back to The Right Track</description>
	<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 02:18:38 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Perlunya Manusia-Manusia Yang Berpribadi ADIL</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/03/12/perlunya-manusia-manusia-yang-berpribadi-adil/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/03/12/perlunya-manusia-manusia-yang-berpribadi-adil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 02:18:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rochmad</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FrontPage]]></category>

		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2358</guid>
		<description><![CDATA[Allah swt telah mengamanatkan kepada umat manusia untuk dapat berlaku adil, dan sesungguhnya manusia dapat menjadi adil bila telah melatih diri dengan hidup bertakwa
Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/03/adil.gif"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2360" title="adil" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/03/adil-150x150.gif" alt="adil" width="150" height="150" /></a>Allah swt telah mengamanatkan kepada umat manusia untuk dapat berlaku adil, dan sesungguhnya manusia dapat menjadi adil bila telah melatih diri dengan hidup bertakwa</p>
<p><strong><em>Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang akamu kerjakan. (QS. 5:8) </em></strong></p>
<p>Manusia dapat menjadi Taqwa bila telah melatih diri dengan menjalankan perintah-perintah Allah, dan menjauhi segala larangan Allah. Ketaqwaan dapat diperoleh dengan menekuni jalan-jalan ibadah.</p>
<p><strong><em>Hai manusia, sembahlah Tuhan-mu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa. (QS. 2:21)</em></strong></p>
<p><strong><em>Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS. 2:183)</em></strong></p>
<p><strong><em>dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa. (QS. 6:153) </em></strong></p>
<p>Nikmat bertaqwa adalah nikmat rohani pemberian Allah, setelah manusia selalu berlatih mengendalikan hawa nafsu, setelah manusia menempuh jalan-jalan petunjuk Allah, maka manusia tersebut telah melazimi jalan-jalan kesucian  jiwa.</p>
<p>Maka dengan jiwa yang suci manusia akan mendapatkan cahaya petunjuk dalam hatinya. Demikian pula sebaliknya bila manusia membebaskan kembali hawa nafsunya untuk bebas diperturutkan maka manusia akan kembali kepada jalan kesesatan dan kerendahan.</p>
<p><strong><em>Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan. (QS. 19:59)</em></strong></p>
<p><strong><em>Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun. (QS. 30:29) </em></strong></p>
<p>Dalam tatanan masyarakat paternalistik ataupun juga masyarakat modern membutuhkan pemimpin-pemimpin yang  memiliki sifat-sifat adil. Pemimpin adalah manusia, namun memiliki tanggung jawab yang sangat besar dihadapan Allah. Bila pemimpin melakukan kesalahan yang fatal maka di dunia ini juga akan berakibat fatal, dan apalagi di akherat. Allah mewanti-wanti kepada Nabi Dawud untuk senantiasa mengendalikan hawanafsunya agar ada cahaya hikmah keadilan dalam dirinya</p>
<p><strong><em>Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (QS. 38:26) </em></strong></p>
<p>Sifat adil dalam diri manusia merupakan sifat yang sangat dibutuhkan untuk mencapai masyarakat yang <strong><em> &#8220;Gemar ripah, Loh Jinawi, Toto Tentrem kerto raharja &#8220;,</em></strong> atau dalam islam diringkas dengan kehidupan yang penuh berkah dar Allah</p>
<p><strong><em>Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi,  …………(QS. 7:96) </em></strong></p>
<p>Manusia sering terjebak dalam memperturutkan hawa nafsu, sehingga masuk kedalam kehidupan tanpa sifat taqwa dan sifat adil, dan manusia tidak menyadari bahwa hal tersebut membawa diri manusia kepada bahaya yang besar di dunia dan di akherat.  Akibat di dunia maka akan senantiasa dalam kesulitan-kesulitan, demikian pula di akherat</p>
<p><strong><em>Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. (QS. 6:6)</em></strong></p>
<p><strong><em>Berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, sedang mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya dan lebih sedap dipandang mata. (QS. 19:74)</em></strong></p>
<p><strong><em>Berapalah banyaknya kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi, (QS. 22:45)</em></strong></p>
<p><strong><em>Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Tuhan).Maka apakah mereka tidak mendengarkan (memperhatikan)? (QS. 32:26)</em></strong></p>
<p><strong><em>Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan) (QS. 50:36)</em></strong></p>
<p>Ketaqwaan dan keadilan, merupakan sesuatu yang mendatangkan rahmat Allah, sedangkan manusia yang hidup terus menerus memperturutkan hawa nafsu tanpa mau kembali kepada kesucian jiwa dan perbuatan, memiliki bahaya mengancam yang sangat menyusahkan.</p>
<p>Kita berdo&#8217;a kepada Allah agar kita semua diberi kekuatan untuk menempuh jalan-jalan taqwa dan keadilan, sehingga kita bisa terlepas dari siksa dunia dan siksa akherat yang sangat menyusahkan. Wallahu a&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/03/12/perlunya-manusia-manusia-yang-berpribadi-adil/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kami Tunggu di Peresmian CABANG GODEAN DAN DEPOK II</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/03/09/kami-tunggu-di-peresmian-cabang-godean-dan-depok-ii/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/03/09/kami-tunggu-di-peresmian-cabang-godean-dan-depok-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 06:56:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Dede</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[FrontPage]]></category>

		<category><![CDATA[Depok]]></category>

		<category><![CDATA[Godean]]></category>

		<category><![CDATA[peresmian]]></category>

		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2346</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji hanyalah milik Allah SWT semata.
Kami tunggu kehadiran saudara/saudari semua di pengajian umum dalam rangka persmian Cabang Godean dan juga Cabang Depok II (Condong Catur) pada hari Selasa 16 Maret 2010 di Lapangan Denggung Sleman.
Berikut insya Allah susunan acara untuk peresmian tersebut :
1. Pembukaan
2. Sambutan Ketua Panitia
3. Selayang Pandang MTA
4. Peresmian MTA Cabang Godean
5. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2347" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-2347 " title="peta-pengajian-cabang-godean-dan-depok-2" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/03/peta-pengajian_small.jpg" alt="PETA PENGAJIAN PERESMIAN CABANG GODEAN DAN DEPOK 2" width="500" height="354" /><p class="wp-caption-text">PETA PENGAJIAN PERESMIAN CABANG GODEAN DAN DEPOK 2</p></div>
<p>Segala puji hanyalah milik Allah SWT semata.</p>
<p>Kami tunggu kehadiran saudara/saudari semua di pengajian umum dalam rangka persmian Cabang Godean dan juga Cabang Depok II (Condong Catur) pada hari <strong>Selasa 16 Maret 2010</strong> di <strong>Lapangan Denggung Sleman</strong>.<span id="more-2346"></span></p>
<p>Berikut insya Allah susunan acara untuk peresmian tersebut :</p>
<p>1. Pembukaan<br />
2. Sambutan Ketua Panitia<br />
3. Selayang Pandang MTA<br />
4. Peresmian MTA Cabang Godean<br />
5. Peresmian MTA Cabang Depok II (Condong Catur)<br />
6. Sambutan Ketua Umum MTA Pusat (Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina)<br />
7. Sambutan Bupati Sleman<br />
8. Sambutan MUI Surakarta<br />
9. Sambutan MUI D.I. Yogyakarta<br />
10. Pengajian Akbar oleh Ustadz K.H. Cholil Ridwan, Lc.(MUI Pusat)<br />
11. Penutup</p>
<p>Kami tunggu kehadiran saudara semua di sana, sampai jumpa, dan semoga hidayah dan berkah senantiasa meliputi kita semua.</p>
<p><strong>File peta dalam ukuran besar bisa diakses <a title="Peta Lokasi Pengajian" href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/03/peta-pengajian.jpg" target="_blank">di sini</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/03/09/kami-tunggu-di-peresmian-cabang-godean-dan-depok-ii/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Konsep Cerdas dalam Perpektif Islam</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/03/09/konsep-cerdas-dalam-perpektif-islam/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/03/09/konsep-cerdas-dalam-perpektif-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 20:54:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayyub Al Fath</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FrontPage]]></category>

		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<category><![CDATA[cerdas]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<category><![CDATA[konsep]]></category>

		<category><![CDATA[perspektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2340</guid>
		<description><![CDATA[Cerdas atau berakal dalam Al Qur&#8217;an adalah ketika berpadunya pikir dengan dzikir dalam diri seorang muslim sejati. Pikir adalah kerja otak dan dzikir merupakan kerja hati, hati yang sehat dan hidup yakni selalu ingat kepada Allah SWT.
Didalam Al Qur&#8217;an penyebutan kata berakal atau berfikir tersebar tidak kurang dalam 19 ayat, Seperti Firman Allah SWT dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/03/icon-cerdasdalamislam-mta.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2339" title="icon-cerdasdalamislam-mta" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/03/icon-cerdasdalamislam-mta.jpg" alt="icon-cerdasdalamislam-mta" width="200" height="200" /></a>Cerdas atau berakal dalam Al Qur&#8217;an adalah ketika berpadunya pikir dengan dzikir dalam diri seorang muslim sejati. Pikir adalah kerja otak dan dzikir merupakan kerja hati, hati yang sehat dan hidup yakni selalu ingat kepada Allah SWT.<span id="more-2340"></span></p>
<p>Didalam Al Qur&#8217;an penyebutan kata berakal atau berfikir tersebar tidak kurang dalam 19 ayat, Seperti Firman Allah SWT dalam QS.Ar Ra&#8217;d ayat : 19</p>
<h2 style="text-align: right;">أَفَمَنْ يَعْلَمُ أَنَّمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَى إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الألْبَابِ</h2>
<p><em>&#8221; Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran&#8221;</em></p>
<p>Ternyata orang-orang yang berakal bukanlah orang-orang yang hanya mengandalkan pikir otak saja. Bahkan orang-orang yang hanya mau menggunakan pikir saja tanpa menggunakan hati bisa disebut sebaliknya yakni  orang yang bodoh. Dan kedudukan manusia yang mengedepankan logika pikir saja ternyata hanya berselisih sedikit dengan seekor hewan ternak.</p>
<h2 style="text-align: right;">أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ إِنْ هُمْ إِلا كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلا</h2>
<p><em>&#8220;atau Apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)&#8221;  QS. Al Furqan :44</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Seseorang yang hatinya tidak hidup, akan sangat kesulitan dalam mengendalikan pikir. Faktanya adalah banyak sekali orang-orang yang pintar menggunakan otak tetapi tidak mau menggunakan hati. Yang terjadi adalah mereka selalu melogika apa yang dia lihat dan ucapkan.</p>
<ul>
<li><em>&#8220;Dimanakah Allah, bukankah bumi ini berputar dengan sendirinya, sebagai bagian dari hukum alam?&#8221;</em></li>
<li><em>&#8220;Jangan berkhayal, apakah mungkin tulang-belulang (andai tersisa) dari seorang manusia bisa hidup kembali bahkan berkumpul di suatu padang keadilan?&#8221;</em></li>
<li><em>&#8220;Lia eden itu sama dengan Nabi Muhammad lho, sebab ketika awal berdakwah mendapat tantangan dahsyat dari umat&#8221;"</em></li>
<li><em>&#8220;Porno atau tidak itu sangat relatif, sebab sangat tergantung dari apa yang terpikir dalam otak manusia nya masing-masing&#8221;</em></li>
<li>&#8220;<em>Kerudung (jilbab) itu bagian dari budaya, jadi bukanlah suatu keharusan..yang penting tetap sopan&#8221;</em></li>
<li><em>&#8220;Kebohongan yang kita lakukan ini boleh dilakukan yang penting demi kemaslahatan orang banyak..&#8221;</em></li>
<li><em>&#8220;Lebih baik bapak dan ibu kita pindahkan dipanti jompo saja, selain lebih terawat maka akan lebih senang karena berkumpul dengan orang-orang yang sama dan sebaya..&#8221;</em></li>
</ul>
<p>Itulah beberapa ungkapan dan masih banyak sekali yang lain. Yang menunjukkan sebuah pola pikir pinter yang tidak padu dengan hati yang hidup sehingga menjadi keblinger.</p>
<p>Realita di masyarakat yang terjadi adalah danya manusia yang secara pikir &#8216;lebih pandai&#8217; tetapi hatinya tidak hidup. Atau orang dengan kemampuan berpikir &#8216;kurang&#8217; tetapi hatinya tetap hidup. Nah inilah yang lebih baik  dan selamat. Idealnya sih seseorang dikaruniai kecerdasan otak yang handal tetapi hatinya juga hidup, selalu ingat kepada Allah SWT, dan itulah yang paling baik.</p>
<p>Tetapi akan menjadi sangat berbahaya, ketika manusia yang moncer dengan otaknya tetapi hatinya tidak tersentuh atau terbimbing nilai-nilai agama. Contoh yang terjadi adalah jika mereka menempati posisi lebih tinggi dalam masyarakat, akan menindas dan juga mengakali/<em>minteri </em>orang-orang yang bodoh dan lemah dalam kekuasaanya.</p>
<p>Ini berbeda dengan orang yang secara kekuatan otak minim dan hatinyapun jauh dari Allah SWT. Efeknya bagi manusia lain tidak akan secelaka yang dilakukan orang yang pintar minus moral.</p>
<p>Kasus Century yang telah selesai memasuki babak final (dan belum selesai) sebenarnya tidak perlu menunggu berlarut-larut andaikan orang-orang yang pandai (secara pikir) itu tidak <em>goroh </em>(bohong) dari awal. Dana trilyunan milik rakyat yang dikeluarkan secara bermasalah ini, harus meminta tambahan milyaran rupiah lagi untuk mendanai operasional pansus dalam mengusut kasus ini. Dan hasilnya adalah &#8230;. (belum jelas juga) baru sebatas menyimpulkan apakah ini kasus kejahatan atau bukan kejahatan.</p>
<h2 style="text-align: right;">مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ اُرْسِلاَ فِى غَنَمٍ بِاَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ اْلمَرْءِ عَلَى اْلمَالِ وَ الشَّرَفِ لِدِيْنِهِ. الترمذى</h2>
<p><em>&#8220;Kerusakan agama seseorang yang disebabkan oleh sifat thama&#8217; dan rakus terhadap harta dan kedudukan lebih parah daripada kerusakan yang timbul dari dua serigala yang lapar yang dilepaskan dalam rombongan kambing&#8221;. [HR. Tirmidzi]</em></p>
<p>Resiko yang didapati ketika mata (dari kepala) seseorang buta hanya akan menendang/menabrak disekitarnya. Tidak seberapa dibandingkan dengan butanya hati yang ada pada seseorang, karena akan memberikan mudhorot yang lebih hebat sehingga dimurkai Allah SWT karena telah mendholimi dirinya dan orang-orang banyak disekitarnya.</p>
<h3>Menjadi Muslim yang paling Cerdas</h3>
<h2 style="text-align: right;">عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض قَالَ: اَتَيْتُ النَّبِيَّ ص عَاشِرَ عَشْرَةٍ فَقَامَ رَجُلٌ مِنَ اْلاَنْصَارِ فَقَالَ: يَا نَبِيَّ اللهِ، مَنْ اَكْيَسُ النَّاسِ وَ اَحْزَمُ النَّاسِ؟ قَالَ: اَكْثَرُهُمْ ذِكْرًا لِلْمَوْتِ، وَ اَكْثَرُهُمْ اِسْتِعْدَادًا لِلْمَوْتِ، اُولئِكَ اْلاَكْيَاسُ ذَهَبُوْا بِشَرَفِ الدُّنْيَا وَ كَرَامَةِ اْلآخِرَةِ. ابن ابى الدنيا فى كتاب الموت و التطبرانى فى الصغير باسناد حسن، و البيهقى فى الزهد، و لفظه: اَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ ص: أَيُّ اْلمُؤْمِنِيْنَ اَفْضَلُ؟ قَالَ: اَحْسَنُهُمْ خُلُقًا. قَالَ: فَاَيُّ اْلمُؤْمِنِيْن اَكْيَسُ؟ قَالَ: اَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا، وَ اَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اِسْتِعْدَادًا، اُولئِكَ اْلاَكْيَاسُ.</h2>
<p><em>Dari Ibnu &#8216;Umar RA ia berkata : Saya datang kepada Nabi SAW, kami serombongan sebanyak sepuluh orang. Kemudian ada seorang laki-laki Anshar bertanya, &#8220;Wahai Nabiyallah,<span style="color: #0000ff;"><strong> siapa orang yang paling cerdas dan paling teguh diantara manusia </strong></span>?&#8221;. Nabi SAW bersabda, &#8220;Orang yang <strong>paling banyak mengingat mati </strong>diantara mereka dan orang yang <strong>paling banyak mempersiapkan bekal</strong> untuk mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas, mereka pergi dengan membawa kemulyaan dunia dan kemulyaan akhirat&#8221;. [HR. Ibnu Abid-Dunya di dalam kitabul-Maut. Thabrani di dalam Ash-Shaghir dengan sanad hasan. Dan Baihaqi juga meriwayatkan di dalam kitabuz-Zuhud, dengan lafadh] : Sesungguhnya ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW, &#8220;Siapa diantara orang-orang mukmin itu yang lebih utama ?&#8221;. Nabi SAW menjawab, &#8220;Orang yang paling baik akhlaqnya diantara mereka&#8221;. Orang tersebut bertanya lagi, &#8220;Siapakah diantara orang-orang mukmin yang paling cerdas/cerdik ?&#8221;. Nabi SAW menjawab, &#8220;Orang yang paling banyak ingat mati diantara mereka, dan orang yang paling baik persiapannya untuk kehidupan selanjutnya. Mereka itulah orang-orang yang cerdas&#8221;.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Dari sebuah hadist diatas terjawab sudah, siapa sih yang disebut muslim yang cerdas itu?</p>
<ul>
<li>Orang yang paling banyak mengingat mati</li>
<li>Orang yang paling banyak mempersiapkan bekal untuk kehidupan selanjutnya.</li>
</ul>
<p>Alangkah indahnya ketika karunia kepandaian otak dalam diri manusia dipadukan dengan hati yang selalu dzikir. Dia pasti akan mengoptimalkan segala daya kemampuan yang ada pada dirinya demi mencapai tujuan-tujuan yang lebih kekal sesudah hidup didunia ini.</p>
<p>Mereka gunakan kepintarannya untuk mengajak manusia lain untuk menuju jalan yang lurus, kualitas iman dan taqwa akan semakin tebal ketika melihat dan mampu menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan akan semakin merasa kecil dan lemah karena pada dasarnya ilmu yang ada pada dirinya tidaklah lebih dari tetesan ujung kuku dari lautan ilmu yang dimiliki Allah SWT.</p>
<p>Mustinya kita selalu malu kepada Allah SWT, sudah sangat banyak dan tidak terhitung karunia yang diberikan tetapi kita belum bisa optimal dalam tugas menghambakan diri kepada-Nya. Dengan menjaga kepala ini terhadap apa yang dipikirkan,dimasukan dan dikeluarkanya serta menjaga perut ini dan apa yang dihimpunnya.</p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://mta-online.com/v2/2010/02/25/muslimah-muslimah-pendakwah-agama-allah-adakah-sosok-itu-kini/"><img title="Respon Reb-Maret 2010" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/02/majalah-respon-mta-feb2010.jpg" alt="Cover Majalah Respon MTA" width="300" height="428" /></a><p class="wp-caption-text">Majalah Respon MTA</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/03/09/konsep-cerdas-dalam-perpektif-islam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Rusaknya Akhlaq suatu Bangsa akan Membawa Kehancuran Bangsa itu</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/03/04/rusaknya-akhlaq-suatu-bangsa-akan-membawa-kehancuran-bangsa-itu/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/03/04/rusaknya-akhlaq-suatu-bangsa-akan-membawa-kehancuran-bangsa-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 10:44:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alustadz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FrontPage]]></category>

		<category><![CDATA[kolom Al Ustadz]]></category>

		<category><![CDATA[akhlaq]]></category>

		<category><![CDATA[bangsa]]></category>

		<category><![CDATA[hancur]]></category>

		<category><![CDATA[rusak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2325</guid>
		<description><![CDATA[Seorang cendekiawan muslim yang terkenal &#8220;Imam Asy-Syauki&#8221; mengatakan, mengatakan :  &#8220;Sesungguhnya bangsa itu tergantung akhlaqnya, bila rusak akhlaqnya maka rusaklah bangsa itu&#8221;
وَ اِنَّمَا اْلاُمَمُ اْلاَخْلاَقُ مَا بَقِيَتْ    فَاِنْ هُمُوْ ذَهَبَتْ اَخْلاَقُهُمْ ذَهَبُوْا
Apabila akhlaqnya rusak, maka rusaklah bangsa itu&#8221;. Perlu kita cermati ucapan tersebut, serta kita perhatikan tanda-tanda rusaknya akhlaq berdasarkan petunjuk-petunjuk Rasulullah SAW dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/03/icon-debat-mta.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2328" title="icon-debat-mta" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/03/icon-debat-mta.jpg" alt="icon-debat-mta" width="149" height="149" /></a>Seorang cendekiawan muslim yang terkenal &#8220;<em>Imam Asy-Syauki</em>&#8221; mengatakan, mengatakan :  <em>&#8220;Sesungguhnya bangsa itu tergantung akhlaqnya, bila rusak akhlaqnya maka rusaklah bangsa itu&#8221;<span id="more-2325"></span></em></p>
<h2 style="text-align: right;">وَ اِنَّمَا اْلاُمَمُ اْلاَخْلاَقُ مَا بَقِيَتْ    فَاِنْ هُمُوْ ذَهَبَتْ اَخْلاَقُهُمْ ذَهَبُوْا</h2>
<p align="left">Apabila akhlaqnya rusak, maka rusaklah bangsa itu&#8221;. Perlu kita cermati ucapan tersebut, serta kita perhatikan tanda-tanda rusaknya akhlaq berdasarkan petunjuk-petunjuk Rasulullah SAW dan Allah SWT, antara lain :</p>
<p align="left"><strong> </strong></p>
<p align="left"><strong>Pertama, Banyaknya kejahatan dan perbuatan jahat, serta merosotnya nilai keislaman pada bangsa itu.</strong> Rasulullah SAW bersabda,</p>
<h2 style="text-align: right;">اِنَّ اْلفَحْشَ وَ التَّفَحُّشَ لَيْسَا مِنَ اْلاِسْلاَمِ فِى شَيْءٍ وَ اِنَّ اَحْسَنَ النَّاسِ اِسْلاَمًا اَحْسَنُهُمْ خُلُقًا. الترمذى</h2>
<p align="left">&#8220;<em>Sesungguhnya kejahatan dan perbuatan jahat, keduanya sama sekali bukan ajaran Islam, dan bahwasanya orang yang paling baik Islamnya ialah yang paling baik akhlaqnya</em>.&#8221; [HR. Tirmidzi]</p>
<p align="left">
<p align="left"><strong>Kedua, suka berdebat.</strong></p>
<p align="left">Ujung-ujungnya hawa nafsu yang akan menguasai dirinya, sedangkan hawa nafsu itu akan mengarah kepada kejahatan.</p>
<h2 style="text-align: right;">وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لأمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلا مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ</h2>
<p>&#8221; <em>dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang</em>.&#8221; [QS. Yusuf : 53].</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda,</p>
<h2 style="text-align: right;">ذَرُوا اْلمِرَاءَ فَاِنَّ اَوَّلَ مَا نَهَانِى عَنْهُ رَبّى بَعْدَ عِبَادَةِ اْلاَوْثَانِ اْلمِرَاءُ. الطبرانى</h2>
<p><em>&#8220;Jauhilah perdebatan, sebab larangan yang pertama kali disampaikan kepadaku oleh Tuhanku setelah menyembah berhala adalah perdebatan.&#8221;</em> [HR. Thabrani]</p>
<p align="left"><strong>Ketiga, penyakit dengki dan suka permusuhan serta hilangnya rasa kasih sayang.</strong></p>
<p align="left">Sabda Rosululloh  SAW,</p>
<h2 style="text-align: right;">عَنِ ابْنِ الزُّبَيْرِ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ: دَبَّ اِلَيْكُمْ دَاءُ اْلاُمَمِ قَبْلَكُمْ. اَلْبَغْضَاءُ وَ اْلحَسَدُ، وَ اْلبَغْضَاءُ هِيَ اْلحَالِقَةُ، لَيْسَ حَالِقَةُ الشَّعْرِ، وَ لكِنْ حَالِقَةُ الدّيْنِ، وَ الَّذِىْ نَفْسِى بِيَدِهِ لاَ تَدْخُلُوْنَ اْلجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوْا، وَ لاَ تُؤْمِنُوْا حَتَّى تَحَابُّوْا. اَلاَ اُنَبّئُكُمْ بِمَا يُثْبِتُ لَكُمْ ذلِكَ؟ اَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ. البزار باسناد جيد</h2>
<p align="left"><em>Dari Ibnu Zubair RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Akan menjangkiti kepada kalian penyakit ummat-ummat sebelum kalian. Yaitu kebencian dan kedengkian. Kebencian itu adalah pencukur. Bukan pencukur rambut, tetapi pencukur agama. Demi Tuhan yang jiwaku ada di tangan-Nya, kamu sekalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman. Dan kalian tidak beriman sehingga saling mencintai. Maukah kuberitahukan kepada kalian sesuatu yang bisa memantapkan kalian pada yang demikian itu ? Yaitu tebarkanlah salam diantara kalian&#8221;</em>. [HR. Al-Bazzar dengan sanad jayyid]</p>
<p align="left">Kalau kita perhatikan petunjuk-petunjuk di atas, tanda-tanda rusaknya akhlaq bangsa ini sudah nampak jelas, dari kalangan bawah sampai kalangan atas, bahkan para wakil rakyat yang mulia pun sudah menunjukkan rusaknya akhlaq pada mereka.</p>
<p align="left">Disaksikan jutaan mata, baik rakyat Indonesia sendiri, maupun mata dunia, tawuran dalam persidangan dan sesekali terdengar suara seperti urakan (orang-orang yang tidak berpendidikan), sudah tidak ada rasa malu lagi, walaupun sangat memuakkan dan memprihatinkan bagi rakyat bangsa ini yang melihatnya.</p>
<p align="left">Tawuran antar mahasiswa/rakyat dengan aparat penegak hukum (polisi, kejaksaan, dan satpol PP) terjadi dimana-mana. Korupsi yang dilakukan oleh Bupati, Gubernur, Lembaga Tinggi Negara dan mafia peradilan merupakan kejahatan yang kita saksikan lewat layar kaca, sudah menjadi hal yang biasa.</p>
<p align="left">Yang kita saksikan semua itu menunjukkan telah rusaknya akhlaq bangsa ini, dan kalau kita tidak menyadari, kehancuran bangsa ini tinggal tunggu saatnya saja.</p>
<p align="left">Mari kita perhatikan petunjuk Allah dalam QS. Al-Israa&#8217; : 16,</p>
<h2 style="text-align: right;">وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا</h2>
<p align="left">yang artinya &#8220;<em>Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah/para pejabat tinggi negara di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya</em>&#8220;.</p>
<p align="left">Oleh karena itu marilah kita bangun akhlaq bangsa ini sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya agar bangsa ini selamat dari kehancuran yang tidak kita inginkan bersama. Semoga Allah menyelamatkan bangsa ini dengan petunjuk-Nya, aamiin.</p>
<p align="left">
<p align="left">Oleh : Al Ustadz  Drs. Ahmad Sukina</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/03/04/rusaknya-akhlaq-suatu-bangsa-akan-membawa-kehancuran-bangsa-itu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MTA Mengudara di PERSADA FM 102.2 MHz dan MTAFM 107.9 MHz</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/03/03/mta-mengudara-di-persada-fm-1022-mhz-dan-mtafm-1079-mhz/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/03/03/mta-mengudara-di-persada-fm-1022-mhz-dan-mtafm-1079-mhz/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 00:02:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humas_mta</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[FrontPage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2315</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah berkat pertolongan Allah Ijin Stasiun Radio (ISR) yang kita tunggu untuk radio dakwah Islam melalui media MTA akhirnya telah resmi diterbitkan dari Kementrian Kominfo
Insya Allah mulai 1 Maret 2010, Siaran radio dakwah MTA akan mengudara dengan 2 frekuensi yang berbeda. Masing-masing adalah Radio PERSADA FM 102.2 MHz dan MTAFM 107.9 MHz.
Para pendengar bisa memilih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/03/icon-depkominfo-mta.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2316" title="icon-depkominfo-mta" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/03/icon-depkominfo-mta.jpg" alt="icon-depkominfo-mta" width="114" height="113" /></a>Alhamdulillah berkat pertolongan Allah Ijin Stasiun Radio (ISR) yang kita tunggu untuk radio dakwah Islam melalui media MTA akhirnya telah resmi diterbitkan dari Kementrian Kominfo<span id="more-2315"></span></p>
<p>Insya Allah mulai 1 Maret 2010, Siaran radio dakwah MTA akan mengudara dengan 2 frekuensi yang berbeda. Masing-masing adalah <span style="color: #0000ff;"><strong>Radio PERSADA FM 102.2 MHz</strong> </span>dan <span style="color: #993300;"><strong>MTAFM 107.9 MHz.</strong></span></p>
<p>Para pendengar bisa memilih mana yang terbaik suaranya sesuai dengan kondisi dan lokasi pendengar di Solo dan sekitarnya.</p>
<p>Terima kasih atas doa dan bantuan dari berbagai pihak, semoga dengan telah terbitnya ISR ini semakin berkembang dakwah kita melalui radio ini.</p>
<p>Sumber :</p>
<p>- http://mtafm.com/v3/</p>
<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/03/radio-mta.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-2317" title="radio-mta" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/03/radio-mta.gif" alt="radio-mta" width="204" height="224" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/03/03/mta-mengudara-di-persada-fm-1022-mhz-dan-mtafm-1079-mhz/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Empat Amanah Istimewa</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/03/03/empat-amanah-istimewa/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/03/03/empat-amanah-istimewa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 23:36:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayyub Al Fath</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<category><![CDATA[4]]></category>

		<category><![CDATA[amanah]]></category>

		<category><![CDATA[amanat]]></category>

		<category><![CDATA[ditunaikan]]></category>

		<category><![CDATA[sulit]]></category>

		<category><![CDATA[susah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2311</guid>
		<description><![CDATA[Sudah sewajarnya dan memang itu adalah sunnatullah, ketika seseorang berjalan menuju syurga PASTI akan menemui rintangan dan halangan. Sebaliknya bagi yang keblinger bahwa neraka itu nikmat atau beranggapan neraka hanyalah sebagai cerita fiktif dari Rosululloh SAW, maka menuju kesana terasa mudah, ringan, nikmat dan penuh dengan dukungan dari siapapun.
Manusia atau lazimnya dalam Al Qur&#8217;an  disebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/03/icon-4-amanah-mta.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2312" title="icon-4-amanah-mta" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/03/icon-4-amanah-mta.jpg" alt="icon-4-amanah-mta" width="177" height="177" /></a>Sudah sewajarnya dan memang itu adalah sunnatullah, ketika seseorang berjalan menuju syurga PASTI akan menemui rintangan dan halangan. <span id="more-2311"></span>Sebaliknya bagi yang keblinger bahwa neraka itu nikmat atau beranggapan neraka hanyalah sebagai cerita fiktif dari Rosululloh SAW, maka menuju kesana terasa mudah, ringan, nikmat dan penuh dengan dukungan dari siapapun.</p>
<p>Manusia atau lazimnya dalam Al Qur&#8217;an  disebut Insan, nas atau basyar mempunyai visi utama bahwa hidup didunia adalah sebagai lading pencarian bekal hidup di akherat. Kehidupan akherat yang abadi, penuh dengan keadilan dan tempat berkesudahan antara baik dan buruk, nikmat atau siksa.</p>
<p>Sebagai orang beriman yang sedang berusaha KERAS menuju taqwa, kita diberi amanah, dan ciri-ciri manusia bertaqwa adalah mampu mengemban amanah dengan baik. Secara global bahwa manusia diberi amanah untuk menghambakan diri kepada Allah SWT, menjadi khalifah di muka bumi dan berdakwah kepada yang ma&#8217;ruf serta menjauhi dengan sangat semua hal kemungkaran.</p>
<p style="text-align: right;">وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ -١٣٣</p>
<p style="text-align: right;">الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ -١٣٤</p>
<p style="text-align: right;">وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ -١٣٥</p>
<p><em>133. dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,</em></p>
<p><em>134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema&#8217;afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.</em></p>
<p><em>135. dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri[229], mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>[229] Yang dimaksud perbuatan keji (faahisyah) ialah dosa besar yang mana mudharatnya tidak hanya menimpa diri sendiri tetapi juga orang lain, seperti zina, riba. Menganiaya diri sendiri ialah melakukan dosa yang mana mudharatnya hanya menimpa diri sendiri baik yang besar atau kecil.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>(QS.Ali Imran 3 : 133-135)</em></p>
<p>Dari berbagai amanat dan kewajiban manusia beriman, <strong>ada beberapa macam yang terasa berat dan susah untuk ditunaikan. </strong>Dan ini sebenarnya bisa dilakukan (walau sulit) dan Allah SWT memberikan derajat yang mulia jika kita bisa melaksanakannya dengan baik dan maksimal. Empat Amanat yang Berat ditunaikan kebanyakan manusia tersebut adalah :</p>
<p><strong>1. </strong><strong>Memberi Maaf ketika Marah</strong></p>
<p>&#8230;<em> dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema&#8217;afkan (kesalahan) orang.</em></p>
<p>Seringkali kita merasakan sesaknya dada, panasnya pikiran dan tergesanya indera-indera lainnya dalam memutuskan sesuatu ketika sedang marah.</p>
<p>Marah dalam hal baikpun perlu control management, karena seperti yang telah disampaikan dalam kajian bahwa marah adalah jalan favorit  syetan untuk gencar membisiki manusia.</p>
<p>Nah, ketika kondisi seperti itu terjadi maka &#8220;<strong>memberikan maaf</strong>&#8221; adalah kalimat yang susah sekali ditunaikan. Ketika emosi marah terjadi, kadang kita malah gelap mata ingin membalas perlakuan kedholiman kepada diri ini dengan sesuatu yang lebih dholim.</p>
<p>Dipukul sekali rasanya ingin membalas dengan pukulan berkali-kali dengan dalih agar jera. Berkata buruk dan kasar karena merasa didholimi, dan terkadang ucapan buruk kita melebihi dengan ucapan buruk yang kita terima. Itulah sebabnya memberikan maaf ketika marah sepertinya sulit diwujudkan. Padahal Allah SWT telah mengkabarkan jika kita mampu memberikan maaf maka itu lebih baik, dan itulah ciri-ciri hati manusia taqwa.</p>
<p>Tidak ada istilah &#8220;tiada maaf bagimu&#8221; atau istilah &#8220;biarlah memaafkan ini berlalu dengan waktu&#8221;. Allah SWT saja Maha Penerima Taubat, Rosululloh SAW dalam sirah selalu mencontohkan untuk memberikan maaf dengan atau tanpa permintaan dari sang pelaku.</p>
<p>Dan dalam ilmu psikologi, memberikan maaf akan memberikan rasa tentram di hati dan memberikan kesejukan dalam bermuamalah dan menyuburkan silaturrahim.</p>
<p>Bukankah tidak ada manusia yang bersih dari dosa?? Jadi seseorang yang bersalah kepada kita adalah sangat wajar. Dan kita juga sebaliknya bisa melakukan hal yang sama.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Berderma ketika Miskin</strong></p>
<p>&#8230;<em> (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Kenapa hal ini berat dilakukan? Karena banyak sekali diantara kita menganggap status miskin adalah status yang <strong>aman</strong> untuk berkata TIDAK dalam bersedekah. Untuk makanpun susah, apalagi harus berbagi dengan orang lain.</p>
<p>Ketika kita dan keluarga ini miskin seolah-seolah semua yang tersisa adalah barang berharga. Jadi imposible untuk memberikannya kepada orang lain atau memberikannya dijalan dakwah fisabilillah. Bahkan selalu memposisikan, saya adalah objek kedermawanan bukan sebagai subjek. Maka betul sekali! Bahwa ketika miskin atau susah, itulah kondisi paling sulit dalam menyambut himbauan infaq sedekah. Tetapi bagi sebagain orang yang nilai keimanannya kebih mantap, kemiskinan bukan menjadi masalah. Semua harta adalah titipan Allah SWT, adalah hal yang super sangat mudah bagi Allah SWT memberikan rizki kepada hambanya bahkan dengan tiba-tibapun.</p>
<p>Tidak ada istilah merasa bahwa &#8220;<strong>saya ini adalah termiskin didunia</strong>&#8220;. Ketahuilah semiskin apapun, masih banyak yang lebih susah dari kita. Nikmat Iman dan kesehatan adalah sesuatu yang tidak ternilai apalagi untuk diuangkan. Allah Maha Kaya, tidak Tidur dan selalu memperhatikan hamba-Nya yang secara maksimal mendermakan hartanya di jalan Allah SWT. Berbahagialah jika kita masuk kategori tersebut, hidup terasa benar-benar menikmati karunia Allah SWT. Bukankah Rasululloh SAW bukanlah seseorang yang kaya? Dan bagi yang kaya, kebakhilan dan kesombongan mengancam dirimu dan tidak ada jalan lain selain menjadi dermawan ketika kaya. Karena itulah jalan yang lurus menuju syurga.</p>
<p><strong>3.       Meninggalkan yang Haram dan Dholim ketika sendirian</strong></p>
<p><em>&#8230; Ya Rasulullah, apakah ihsan itu ?&#8221;. Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Yaitu engkau takut kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak bisa melihat-Nya, maka ketahuilah bahwa Dia selalu Melihatmu&#8221;. Orang itu berkata, &#8220;Engkau benar&#8221;&#8230;( [HR. Muslim juz 1, hal. 40]</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Hal ketiga yang susah dilakukan adalah meninggalkan kedholiman ketika sendirian. Bukankah kita setiap tahun selama sebulan (ramadhan) kita ditempa untuk jujur, meninggalkan yang sesuatu padahal itu halal. Dan itu hanya diketahui oleh kita sendiri dan Allah SWT.</p>
<p>Meninggalkan kedholiman atau kemaksiatan secara bersama-sama di lingkungan sholeh adalah mudah, selain malu kepada Allah SWT kita juga akan merasa malu dan hina diketahui oleh orang lain.</p>
<p>Tetapi ketika sendirian, syetan lebih hebat lagi beraksi. Menjadikan akal sehat kita lupa, sesuatu yang haram &#8216;dibungkus&#8217; seolah menjadi halal, yang jelas-jelas maksiyat bisa dilakukan dengan ringan dengan dalih tidak ada yang melihat, tidak ada yang dirugikan, darurat dan sebagainya.</p>
<p><strong>Ingatlah selalu bahwa Allah itu Maha Melihat, Maha Tahu, Tidak Tidur dan semua yang bergerak didunia ini tidak lepas dari pengamatan Allah SWT walaupun hanya selembar daun di tengah hutan. </strong>Jikalau kita berdua, Allah SWT Hadir sebagai yang ketiga. Ketika kita sendiri, Allah menjadi yang kedua.</p>
<p>Maka betul sekali bahwa tingkatan ihsan adalah tertinggi, dimana kita selalu merasa dilihat oleh Allah SWT sehingga apa yang dilakukan dan apa yang disembunyikan didalam hati selalu jauh dari keinginan menyimpang dari jalan lurus, jalan menuju ridho Allah SWT.</p>
<p><strong>4.       Berkata jujur kepada siapapun</strong></p>
<p style="text-align: right;">عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَلَيْكُمْ بِالصّدْقِ فَاِنَّ الصّدْقَ يَهْدِى اِلىَ اْلبِرّ وَ اِنَّ اْلبِرَّ يَهْدِى اِلىَ اْلجَنَّةِ. وَ مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَ يَتَحَرَّى الصّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدّيْقًا. وَ اِيَّاكُمْ وَ اْلكَذِبَ فَاِنَّ اْلكَذِبَ يَهْدِى اِلىَ اْلفُجُوْرِ وَ اِنَّ اْلفُجُوْرَ يَهْدِى اِلىَ النَّارِ. وَ مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَ يَتَحَرَّى اْلكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا. مسلم</p>
<p><em>Dari &#8216;Abdullah (bin Mas&#8217;ud), ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Wajib atasmu berlaku jujur, karena sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga. Dan terus-menerus seseorang berlaku jujur dan memilih kejujuran sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta, karena sesungguhnya dusta itu membawa kepada kedurhakaan, dan durhaka itu membawa ke neraka. Dan terus menerus seseorang itu berdusta dan memilih yang dusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta&#8221;</em>. [HR. Muslim juz 4, hal. 2013]</p>
<p>Lawannya jujur adalah dusta, pembohong. Berkata benar dan jujur kepada teman-teman sefaham di barisan kita mungkin hal yang sangat mudah.</p>
<p>Tetapi berkata benar dan jujur kepada seseorang yang tidak disukai atau kepada lawan adalah hal yang sulit. Kita harus berani mengatakan bahwa itu salah dan tidak benar walaupun itu berkaitan dengan seseorang yang kita cintai atau seseorang yang kita hormati.</p>
<p>Lidah ini <strong>kadang </strong>kelu ketika harus mengatakan &#8216;oh ya saya yang salah&#8221;..&#8221;gini pak, anda salah harusnya tidak seperti itu&#8221;&#8230;&#8221;saya tidak setuju karena itu tidak benar!&#8221; didepan seseorang yang kita segani.</p>
<p>Maka sebagai manusia beriman, harus berani berkata benar kepada siapapun dan dengan resiko apapun. Kejujuran yag menyakitkan lebih baik daripada kebohongan yang menipu dan menyenangkan.</p>
<p>Keberanian Abu bakar mengatakan kebenaran 100% terhadap isra mi&#8221;raj yang dilakukan Nabi patut ditiru, padahal hampir semua penduduk Mekah tidak percaya dan menertawakan Rosululloh SAW sebagai yang mengada-adakan cerita <strong>bohong</strong>.</p>
<p>Keberanian seorang anak gembala untuk mengatakan <strong>&#8220;dimanakah Allah ???&#8221;</strong> ketika sang khalifah Umar bin Khattab mencoba merayu ingin membeli domba diantara ratusan yang ada. Dan dipastikan itu tidak akan diketahui oleh siapapun termasuk sang pemilik. Tetapi anak gembala tersebut jujur dan berani.</p>
<p>Keberanian pemimpin Turki ketika mengatakan kebohongan dan kekejian negara Israel dalam dialog dengan pemimpinnya langsung ketika event negara-negara internasional adalah keberanian yang sekarang susah dicari, padahal saat itu tidak satu negarapun yang berani menyinggung ataupun membahas perkara &#8217;sensitif&#8217; itu mengingat Israel selalu dilindungi Amrik (the real terrorist).</p>
<p>Jadi saatnya kita harus berlaku dan berkata jujur, <span style="color: #0000ff;"><strong>kapanpun-dimanapun dan kepada siapapun.</strong></span></p>
<p>Semoga kita termasuk manusia yang mampu memegang amanah. Amiin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/03/03/empat-amanah-istimewa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Muslimah-Muslimah Pendakwah Agama Allah, Adakah Sosok Itu Kini?</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/02/25/muslimah-muslimah-pendakwah-agama-allah-adakah-sosok-itu-kini/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/02/25/muslimah-muslimah-pendakwah-agama-allah-adakah-sosok-itu-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 04:30:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humas_mta</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FrontPage]]></category>

		<category><![CDATA[Media MTA]]></category>

		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<category><![CDATA[2010]]></category>

		<category><![CDATA[februari]]></category>

		<category><![CDATA[majalah]]></category>

		<category><![CDATA[respon.mta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2300</guid>
		<description><![CDATA[RESPON (3/2010). Di masa Rasulullah Saw, sosok-sosok wanita muslimah yang berjuang gigih mendakwahkan agama Allah banyak dijumpai. Bahkan, sejarah Islam mencatat bahwa sosok yang pertama kali menyambut dakwah Islam adalah seorang wanita, yaitu Khadijah binti Khuwailid, istri Rasulullah Saw. Selain Khadijah Ra masih banyak wanita-wanita Islam yang namanya abadi. Di antara mereka ada Aisyah Ra, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/02/icon-akhwat-mta.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2304" title="icon-akhwat-mta" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/02/icon-akhwat-mta.jpg" alt="icon-akhwat-mta" width="150" height="150" /></a>RESPON (3/2010). Di masa Rasulullah Saw, sosok-sosok wanita muslimah yang berjuang gigih mendakwahkan agama Allah banyak dijumpai. Bahkan, sejarah Islam mencatat bahwa sosok yang pertama kali menyambut dakwah Islam adalah seorang wanita<span id="more-2300"></span>, yaitu Khadijah binti Khuwailid, istri Rasulullah Saw. Selain Khadijah Ra masih banyak wanita-wanita Islam yang namanya abadi. Di antara mereka ada Aisyah Ra, Ummu Sulaim, Nusaibah, Sumayyah, Asma binti Abu Bakar, Shafiyyah binti Abdul Muthalib, Fathimah binti Khatab dan masih banyak wanita lain yang memegang peranan penting dalam perintisan dakwah Rasulullah Saw.</p>
<p>Di masa itu, peran wanita muslimah dalam jihad Rasulullah Saw amat signifikan. Meski peran mereka hanya di belakang layar, namun perjuangan mereka sangat menentukan dalam syiar Islam. Banyak tokoh-tokoh menjadi penting dan terkenal lantaran ditopang oleh peran wanita.</p>
<p>Lalu, jika konteksnya dialihkan ke masa sekarang, adakah sosok-sosok seperti itu kini? Yang jelas, wanita-wanita yang memegang teguh agamanya serta gigih memperjuangkan dakwah amat sangat jarang didapati di masa sekarang ini. Kenyataan justru berkata lain. Banyak dari wanita yang sebetulnya mengimani Islam, <strong>namun justru sikap dan tingkah lakunya tidak menunjukkan bahwa ia adalah seorang muslimah</strong>. Bahkan, sangat mirip dengan mereka, para wanita jahil.</p>
<p>Banyak juga dari wanita yang mengaku beragama Islam, namun justru enggan mengenakan busana yang mencitrakan ia sebagai seorang muslimah. Sebaliknya, mereka malah mengenakan busana yang mempertontonkan auratnya. Ironisnya, itu sudah menjadi kebanggaan bagi mereka, seolah dengan busana yang serba minim itu akan meningkatkan pamornya di mata kaum Adam.</p>
<p>Atau, banyak pula para muslimah yang sudah terbuka hati menutup auratnya, namun masih perhitungan dalam hal ukuran, sehingga masih memperlihatkan bentuk lekuk tubuhnya. Yang lebih memprihatinkan adalah ketika banyak dari para muslimah yang tidak bisa menjaga kehormatannya sebagai seorang muslimah, seperti halnya busana muslimah yang telah dikenakannya. Bahkan, citra muslimah justru terlunturkan oleh akhlaqnya yang bertentangan dengan Islam.</p>
<p>Ini baru dilihat dari pribadi para muslimah sendiri, belum dalam hal perjuangannya menyuarakan agama Allah. Yang menjadi pertanyaan, mendakwahi dirinya sendiri saja belum sepenuhnya dijalankan, bagaimana bisa mendakwahi orang lain? Jelas, potret para wanita muslimah sekarang ini tak bisa disamakan dengan para wanita muslimah di jaman Rasulullah Saw dulu. Mereka dengan gigih dan berani menyuarakan Islam. Mendukung perjuangan suaminya dalam menegakkan syariat Islam. Seperti halnya semangat juang para suaminya, mereka juga tak takut akan hantaman apapun, meski nyawa taruhannya.</p>
<p>Bagaimana dengan sekarang? Jangankan berani mempertaruhkan nyawa, hanya mendapat cercaan yang tidak mengenakan saja sudah langsung patah arang. Apalagi bila harus dikucilkan, bisa-bisa ia malah berbalik arah dari jalan yang dirahmati Allah.</p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 17.85pt 0.0001pt 0cm; direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: right;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">ادْعُ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">إِلَى</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">سَبِيلِ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">رَبِّكَ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">بِالْحِكْمَةِ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">وَالْمَوْعِظَةِ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">الْحَسَنَةِ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">وَجَادِلْهُمْ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">بِالَّتِي</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">هِيَ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">أَحْسَنُ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">إِنَّ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">رَبَّكَ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">هُوَ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">أَعْلَمُ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">بِمَنْ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">ضَلَّ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">عَنْ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">سَبِيلِهِ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">وَهُوَ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">أَعْلَمُ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">بِالْمُهْتَدِينَ</span><span> </span></p>
<p><em>&#8220;Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.&#8221; </em>(QS An-Nahl 125)</p>
<p>Kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah adalah mendakwahkan agama Allah, menyeru manusia kepada jalan yang diridhai Allah, menyuruh mengerjakan yang ma&#8217;ruf dan melarang mengerjakan yang mungkar. Dalam berdakwah, kita dituntunkan untuk menggunakan cara yang baik, tidak dengan cara kekerasan. Menyeru dengan cara yang hikmah, dimana hikmah disini diartikan sebagai  perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.</p>
<p>Biarpun dalam kenyataannya orang yang kita dakwahi masih tetap dalam kesesatan, maka tidak ada tanggung jawab bagi kita untuk memikul dosa mereka, karena kewajiban kita hanyalah berdakwah (lihat QS Al-An&#8217;am 69). Sayangnya, bagi kebanyakan orang, khususnya para muslimah sendiri, akan menjadi gengsi ketika ia harus menegakkan syariat Islam. Apalagi ketika ia dianggap asing di lingkungannya. Bagi muslimah yang usianya relatif muda, tentu menjadi taruhan besar ketika ia harus dijauhi oleh teman-temannya, karena ketidakbiasaannya mempertahankan prinsip agama.</p>
<p><strong>Pendukung yang Menentukan</strong></p>
<p>Peran wanita dalam berdakwah, tentu tak sepenuhnya sama dengan laki-laki. Bagaimanapun, laki-laki diciptakan untuk menjadi pemimpin bagi wanita sebagaimana Allah jelaskan itu dalam QS An-Nisaa&#8217; 34, <em>&#8220;Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita)&#8230;&#8221;</em></p>
<p>Pun demikian, para wanita muslimah tetap berperan penting dalam menyuarakan agama Allah, karena kewajiban berdakwah tak hanya dibebankan kepada kaum laki-laki muslim saja. Hanya saja, peran para wanita muslimah ini adalah sebagai pendukung di belakang layar, namun menentukan dalam perjuangan dakwah.</p>
<p>Jika di jaman Rasulullah Saw, ketika para suami berjihad di medan perang, maka peran istri adalah mendukung sepenuhnya suami mereka dalam menegakkan syariat Islam. Menjadi kebahagian yang tiada tara ketika mendapati suami mereka mati dalam keadaan syahid.</p>
<p>Demikian halnya dengan masa sekarang, seorang istri yang shalihah akan sepenuhnya mendukung suaminya dalam menyuarakan agama Allah. Tidak ada rasa berat di hati ketika waktu untuk keluarganya menjadi terkurangi lantaran suaminya sibuk berdakwah atau sibuk dalam aktifitas lain yang ditunaikan lantaran mengharap keridhaan dari Allah. Sebagai istri, ia harus serta merta menjaga diri ketika suaminya tidak ada di rumah. Ia juga harus berperan penting dalam mendidik putra-putrinya agar kelak menjadi anak yang shalih dan shalihah. Jika diijinkan oleh suami, istri juga bisa berdakwah kepada para wanita muslimah lain, melalui kajian khusus muslimah ataupun dalam forum lainnya.</p>
<p>Ini jika konteksnya sudah berkeluarga, bagi yang belum berkeluarga, para wanita muslimah tetap bisa ambil peran dalam mendukung perjuangan dakwah Islam. Misalnya berdakwah di lingkungan sekitar seperti di sekolah, kampus, tempat kerja atau lingkungan sekitar lainnya. Tak hanya itu, para wanita muslimah juga bisa berdakwah dengan memanfaatkan bidang-bidang yang dikuasainya.</p>
<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/02/majalah-respon-mta-feb2010.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-2305" title="majalah-respon-mta-feb2010" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/02/majalah-respon-mta-feb2010.jpg" alt="majalah-respon-mta-feb2010" width="300" height="428" /></a>Kehadiran internet juga bisa dimanfaatkan untuk berdakwah. Situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter yang banyak dicari lantaran minim karakter bisa disulap dengan kutipan-kutipan ayat-ayat Al-Qur&#8217;an, hadits Rasulullah ataupun untaian kata yang sarat akan hikmah. Yang jelas, ada banyak cara untuk menyuarakan agama Allah.</p>
<p>Pun begitu, mendakwahi pada pribadi sendiri adalah hal yang paling utama dilakukan. Seorang wanita muslimah haruslah mencitrakan dirinya sebagai hamba-Nya yang tetap berpegang teguh pada agama Allah. Citrakan itu lewat busana muslimah yang dikenakan sesuai tuntunan dan sekaligus ditunjang pula dengan akhlaqul karimah. Jangan sampai citra sebagai seorang wanita muslimah ini justru menjadikan fitnah lantaran sikap dan tingkah lakunya yang menyimpang dari ajaran-Nya. Ini dilakukan semata-mata dalam rangka memperjuangkan agama Allah.</p>
<p>Tak perlu takut jika harus mendapat cercaan dari orang, atau bila harus dijauhi oleh khalayak orang, karena Allah selalu membersamai dalam tiap langkah hamba-Nya.</p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:0cm; 	mso-para-margin-left:17.85pt; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 17.85pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">يَا</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">أَيُّهَا</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">الَّذِينَ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">آمَنُوا</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">إِنْ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">تَنْصُرُوا</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">اللَّهَ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">يَنْصُرْكُمْ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">وَيُثَبِّتْ</span><span> </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">أَقْدَامَكُمْ</span><span> </span></p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang mukmin, jika kamu <strong>menolong </strong>(agama) Allah, niscaya dia akan <strong>menolongmu </strong>dan meneguhkan kedudukanmu.&#8221; </em>(QS Muhammad :7)</p>
<p>Allah tidak mungkin memungkiri janji-Nya. Allah tidak akan membiarkan para hamba-Nya terlunta karena dikucilkan atau bahkan diusir sekalipun. Jika harus dikucilkan atau diusir, Allah pasti akan mempertemukannya dengan saudara-saudara semuslim yang mempunyai tekad yang sama, hidup bersama dalam jamaah. Semangat berjuang, wahai para wanita muslimah, dan jadilah seorang pendukung dakwah di belakang layar yang menentukan! <strong>(ntz)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/02/25/muslimah-muslimah-pendakwah-agama-allah-adakah-sosok-itu-kini/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Umat Islam Surakarta TOLAK pencabutan UU Penodaan Agama</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/02/20/42-organisasi-di-surakarta-tolak-pencabutan-uu-anti-penodaan-agama/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/02/20/42-organisasi-di-surakarta-tolak-pencabutan-uu-anti-penodaan-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 10:45:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humas_mta</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2292</guid>
		<description><![CDATA[Surakarta - Umat Islam di wilayah Soloraya mendeklarasikan sikap penolakan terhadap upaya pencabutan Undang-undang (UU) No 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama.
Upaya pencabutan UU sedang berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK) atas permohonan Luthfi Assyaukani dan kawan-kawan dari Jaringan Islam Liberal (JIL), melalui tim advokasi kebebasan beragama.
Pernyataan penolakan umat Islam di Soloraya dibeberkan dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/02/logo-mta-online-jejajring.png"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2293" title="logo-mta-online-jejaring" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/02/logo-mta-online-jejajring-150x150.png" alt="logo-mta-online-jejaring" width="150" height="150" /></a>Surakarta - Umat Islam di wilayah Soloraya mendeklarasikan sikap penolakan terhadap upaya pencabutan Undang-undang (UU) No 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama.<span id="more-2292"></span></p>
<p>Upaya pencabutan UU sedang berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK) atas permohonan Luthfi Assyaukani dan kawan-kawan dari Jaringan Islam Liberal (JIL), melalui tim advokasi kebebasan beragama.</p>
<p>Pernyataan penolakan umat Islam di Soloraya dibeberkan dalam konferensi pers, Jumat (19/2) di Gedung Majelis Tafsir Alquran (MTA) Jl Ronggowarsito Solo.</p>
<p>Sikap umat Islam Soloraya tersebut termaktub dalam Deklarasi Solo yang terdiri empat butir pernyataan yang ditandatangani oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo, Dr dr H Zainal Arifin Adnan SpPD-KR, atas nama umat Islam di Soloraya. Deklarasi Solo lahir dalam pertemuan belasan elemen muslim Solo dengan MUI setempat, Kamis (18/2) malam di Gedung MTA Jl Ronggowarsito Solo.</p>
<p>Belasan elemen, Parpol, serta Ormas berbasis Islam yang mengikuti pertemuan seperti unsur Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, YPIA, MUI se Soloraya, Kantor Depag Solo, Dewan Dakwah, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo, Partai Amanat Nasional (PAN), Universitas Sebelas Maret (UMS), Hizbut Tahrir (HT), PNII, FKAM, Hisbullah Sunan Bonang, FPIS, FPI Surakarta, Takmirul Islam, serta Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Solo.</p>
<p>Ketua MUI Solo, Zainal Arifin saat konferensi pers menjelaskan, umat Islam di Soloraya merasa terganggu atau tidak nyaman dalam beribadah menyusul adanya upaya pencabutan UU Pencegahan Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama.</p>
<p>“Kami tidak bisa bayangkan bangsa dan negara ini akan seperti apabila usaha umat Islam melalui Tim Pembela Muslim (TPM) di MK tidak berhasil. Bangsa ini bakal hidup seperti di hutan belantara, siapa yang kuat mereka menang,” ujarnya.</p>
<p>Untuk itu, Zainal melanjutkan, umat Islam Soloraya memberikan kuasa kepada TPM untuk berjuang dalam pengadilan MK, menolak permohonan pencabutan UU Pencegahan Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama. Dukungan atau kuasa yang diwujudkan dalam bentuk Deklarasi Solo lantas diserahkan kepada Ketua TPM, M Mahendradatta SH MA MH.</p>
<p>Sedangkan Mahendradatta sendiri mengaku telah mendapat pernyataan dukungan serupa dari Aliansi Umat Islam Jawa Barat.</p>
<p>Deklarasi Solo dan pernyataan serupa dari umat Islam di daerah lain akan digunakan dalam persidangan di MK. Menurut Mahendradatta, permohonan pencabutan UU Pencegahan Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama berpoin pada upaya menghilangkan larangan menista agama. Sehingga, dapat memberikan peluang besar bagi individu dan kelompok untuk menista agama. Poin kedua yakni lahirnya kebebasan bagi individu atau kelompok untuk tidak memeluk agama.</p>
<p>“Pernyataan Luthfi Assyaukani dalam sidang MK yang membandingkan Lia Eden dengan Rasulullah SAW, ngawur. Pernyataan itu tidak memenuhi kaidah intelektual dan menyinggung umat Islam,” tegas dia.</p>
<p>Sumber :<br />
- solopos.com &amp; detiknews.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/02/20/42-organisasi-di-surakarta-tolak-pencabutan-uu-anti-penodaan-agama/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menghindari Pola Hidup Sekuler</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/02/17/menghindari-pola-hidup-sekuler/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/02/17/menghindari-pola-hidup-sekuler/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 02:33:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rochmad</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2280</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad, keluarga, sahabat dan seluruh pengikut beliau yang istiqomah menempuh jalan-jalan Al-Islam, amien.
Jalan hidup sekuler telah mewabah keseluruh penjuru dunia, ketika manusia merasa terkungkung dengan peraturan-peraturan agama yang dibuat oleh para petinggi-petinggi agama,  maka kemudian para pemikir, ilmuwan dan filosof menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/02/quran11.gif"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2284" title="quran11" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/02/quran11-150x150.gif" alt="quran11" width="150" height="150" /></a>Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad, keluarga, sahabat dan seluruh pengikut beliau yang istiqomah menempuh jalan-jalan Al-Islam, amien.<span id="more-2280"></span></p>
<p>Jalan hidup sekuler telah mewabah keseluruh penjuru dunia, ketika manusia merasa terkungkung dengan peraturan-peraturan agama yang dibuat oleh para petinggi-petinggi agama,  maka kemudian para pemikir, ilmuwan dan filosof menjadi gerah dan merasa terkungkung, sehingga mereka mencetuskan pemikiran-pemikiran, pemahaman-pemahaman yang mengajak masyarakat keluar dari kungkungan aturan-aturan agama yang telah ditelorkan oleh para pemuka-pemuka agama.</p>
<p>Islam agama Allah yang sangat keras mengingatkan kepada umatnya,  terutama kepada para orang-orang alim-nya agar jangan pernah membuat-membuat tambahan atau mengurangi dengan isi agama yang datang dari Allah lewat Rasul-Rasul-Nya. Dan Allah di dalam kitab suci Al-Qur&#8217;an memberi contoh tentang penyimpangan-penyimpangan para pemuka-pemuka agama sebelum Islam diturunkan, sebagaimana firman-Nya</p>
<p><strong><em>Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? (QS. 2:75)</em></strong></p>
<p><strong><em>Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: &#8220;Ini dari Allah&#8221;, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan. (QS. 2:79)</em></strong></p>
<p><strong><em>Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): &#8220;Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya,&#8221; lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima. (QS. 3:187) </em></strong></p>
<p>Allah memerintahkan kepada para orang-orang yang faham agama Islam untuk menyampaikan penjelasan Islam kepada umat manusia dalam bentuk apa adanya, tidak ada penambahan dan pengurangan. Manusia yang mengamalkan agama dengan benar dan lurus tanpa tambah-tambahan dari manusia, berarti telah menempuh jalan lurus yang dikehendaki Allah. Sebaliknya bila agama sudah dicampuri oleh tangan manusia maka akan menyimpang jauh menuju kesesatan.</p>
<p>Manusia yang mengamalkan agama Allah dengan benar dan lurus maka jiwanya akan mendapatkan curahan petunjuk dan rahmat dari Allah, sedang apabila mereka mengamalkan sesuatu yang datang bukan dari Allah, maka Allah tidak akan mencurahkan petunjuk dan rahmatnya. Ketenangan, ketenteraman dan kebahagiaan jiwa menjadi bukti akan kebenaran seseorang dalam mengamalkan agama Islam sebagaimana firman Allah yang artinya,</p>
<p><strong><em>Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 10:62)<br />
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. (QS. 10:63)<br />
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (QS. 10:64) </em></strong></p>
<p>Orang yang benar dan lurus dalam beragama islam akan merasakan hidup penuh dengan ketenangan, ketenteraman, kebahagiaan, kekhusu&#8217;kan yang terasa nyata dihati. Segala peraturan dari Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah yang shahih, bila diamalkan akan membuahkan rasa bahagia tersebut.</p>
<p>Ketika agama sudah dicampuri oleh manusia dengan berbagai syareat-syareat buatan manusia, dan upacara-upacara keagamaan buatan manusia maka Allah tidak akan menurunkan petunjuknya dan rahmatnya kepada orang-orang yang melakukannya.</p>
<p><strong>a. Peran ilmu dan teknologi.</strong></p>
<p>Tidak dipungkiri proses sekularisasi bangsa-bangsa diberbagai belahan dunia biasanya dibarengi dengan adanya revolusi ilmu dan teknologi, disusul dengan revolusi industri dan  revolusi budaya.</p>
<p>Kecenderungan manusia untuk mencintai dunia yang amat sangat, mengakibatkan manusia tidak lagi mengetahui tujuan kehidupan, manusia sering membodohkan dirinya untuk lebih senang bodoh tidak mengetahui tujuan Allah menciptakan Alam raya, padahal tujuan penciptaan alam raya oleh Allah adalah sangat jelas</p>
<p><strong><em>Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS. 17:44)</em></strong></p>
<p><strong><em>Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Tuhan) dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhannya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 42:5)</em></strong></p>
<p><strong><em>Dan kepunyaan-Nyalah segala yang ada di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. (QS. 21:19)</em></strong></p>
<p><strong><em>maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat), dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kamilah yang melakukannya. (QS. 21:79) </em></strong></p>
<p>Semua makhluq yang diciptakan oleh Allah bertugas untuk melihat tanda-tanda keagungan Allah dan kemudian bersyukur kepadanya dengan cara rajin bertasbih mengagungkan-Nya. Hanya makhluq-makhluq yang telah durhaka dan menyimpang, kepada Allah mereka akan meninggalkan tugas utama tersebut, sebagaimana firmannya.</p>
<p><strong><em>Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang melata dan sebagian besar daripada manusia, dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barang siapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. (QS. 22:18) </em></strong></p>
<p>Orang-orang yang mengabaikan tuntunan Allah dan acuh-tak acuh dengannya, dan sering mengabaikan, tidak menjalankan perintah-Nya, suka melanggar larangan-Nya, maka mereka akan menjadi manusia yang menempuh jalan kehinaan, sehingga mereka menjadi hina,  tidak lagi suka mendekat kepada Allah Tuhan Yang Maha Suci, bahkan mereka lebih suka meyakini bahwa Allah itu tidak ada alias atheis.</p>
<p><strong><em>Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan. (QS. 45:22)<br />
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilahnya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat).Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran (QS. 45:23)<br />
dan mereka berkata:&#8221;Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa&#8221;, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. (QS. 45:24) </em></strong></p>
<p>orang-orang yang telah menuhankan hawa nafsu, yang selalu memperturutkan bujukan syaitan dan hawanafsu maka mereka akan jauh dari Allah, dan mereka lebih suka memiliki keyakinan bahwa Allah itu tidak ada, sehingga mereka kemudian menjadi manusia-manusia atheis, yang hidup sesuai dengan kemauan hawa nafsunya dan tidak mempercayai kepada aturan-aturan Allah Tuhan Yang Maha Suci.</p>
<p>Ilmu dan teknologi yang telah didapatkan oleh orang-orang yang tidak memahami tujuan hidup yang benar, maka akan digunakan untuk bersenang-senang memperturutkan hawanafsunya di muka bumi. Sehingga dengan demikian mereka akan semakin menjauhkan mereka dari jalan-jalan yang diridhoi oelh Allah.</p>
<p><strong>b. Ilmu dan Teknologi di hati orang beriman.</strong></p>
<p>Orang yang tumbuh dengan pemahaman dan amaliyah-amaliyah yang benar dan lurus, dan rajin mendidik diri dengan Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah, akan menemukan ilmu dan teknologi adalah sebagian nikmat-nikmat Allah yang Allah berikan pada kehidupan dunia ini, sebab ilmu Allah itu sangat luas tak terbatas</p>
<p><strong><em>Katakanlah:&#8221;Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula). (QS. 18:109)</em></strong></p>
<p><strong><em>Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah.Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 31:27) </em></strong></p>
<p>Ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah Allah ilhamkan kepada manusia adalah sebagian kecil dari ilmu Allah. Dan itu semua sekaligus menjadi bukti-bukti akan ke Maha Besaran dan ke Maha Agungan Allah SWT. Sehingga dengan ilmu dan teknologi yang diberikan Allah tersebut manusia tetap harus menggunakannya di jalan-jalan kesyukuran. Jalan-jalan yang membawa manusia untuk semakin mudah dalam beribadah mengagungkan Allah.</p>
<p><strong>c. Aturan dan Syareat Allah.</strong></p>
<p>Hati orang-orang beriman telah benar-benar merasakan bukti-bukti nyata akan kebenaran aturan-aturan Allah. Dengan melatih diri untuk hidup mengikuti aturan Allah maka bukti-bukti nyata tentang petunjuk, ketenteraman, kebahagiaan, nyata ada di dalam hati. Walaupun dinamika kesejahteraan materi terus saja berubah dan bergeser, namun hati orang beriman telah benar-benar menemukan keagungan Allah dalam kehidupan.</p>
<p><strong><em>Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main.Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. (QS. 29:64)</em></strong></p>
<p><strong><em>Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian hancur.Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya.Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. 57:20) </em></strong></p>
<p>Dinamika kesejahteraan materi berubah dari waktu ke waktu dan tidak akan pernah bisa dipegang keberlangsungannya. Sedang kehidupan akherat adalah sesuatu yang pasti akan dijumpai oleh setiap manusia. Sehingga dinamika kesejahteraan yang diterima dalam kehidupan tidak akan menggoyahkan jalan-jalan iman yang sedang ditempuhnya.</p>
<p>Begitu nyata bukti-bukti lahiriah dan batiniah nampak didalam kebenaran Al-Islam, kebenaran Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah dalam hati orang-orang beriman. Sehingga semakin yakin bahwa Allah Tuhan Yang Maha Bijaksana telah amat sayang kepada umat manusia, agar manusia selamat dan bahagia hidupnya di dunia dan di akherat.</p>
<p>Dialah Allah Tuhan Yang Maha Pengasih, Penyayang, Tuhan yang Maha bijaksana, yang memeberi aturan-aturan terindah dan paling tepat untuk terwujudnya keselamatan, kebahagiaan, ketenteraman dan kedamaian untuk kehidupan umat manusia di dunia.  Sehingga orang-orang beriman sangat bersyukur dengan aturan-aturan yang diberikan oleh Allah pada mereka.</p>
<p><strong>d. Kesusahan hidup orang-orang sekuler</strong></p>
<p>Ketika manusia sedang berbondong-bondong menuju kehidupan sekuler, dapat dipastikan kejiwaan manusia sedang terjangkiti penyakit kesombongan dan kedurhakaan kepada Allah, dan pasti akan memunculkan kesengsaraan dan penderitaan jiwa.  Walaupun manusia bergelimang dengan ilmu dan teknologi, bergelimang dengan harta benda dan gemerlapnya suasana, namun jiwanya akan semakin susah,</p>
<p>Merebaknya minuman keras, berbagai jenis narkoba dan tempat-tempat hiburan remang-remang  merupakan barometer tentang terjangkitnya manusia dengan serangan penyakit jiwa. Jiwa yang gundah dan gelisah ingin diobati secara instant dengan hal-hal yang bersifat materi. Namun semuanya bahkan semakin membawa manusia kepada kesengsaraan.</p>
<p>Dan bahkan akhir kehidupan orang-orang yang menempuh jalan hidup sekuler kembali ke akherat dalam keadaan susah dan menderita,</p>
<p><strong><em>Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar). (QS. 17:72)</em></strong></p>
<p><strong><em>Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam. (QS. 23:103)<br />
Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat. (QS. 23:104)<br />
Bukanlah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya? (QS. 23:105)<br />
Mereka berkata: &#8220;Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang tersesat. (QS. 23:106)<br />
Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim&#8221;. (QS. 23:107)<br />
Allah berfirman: &#8220;Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku. (QS. 23:108)</em></strong></p>
<p>Ketika manusia sudah mengabaikan bimbingan Allah di dunia ini, dan telah terjerumus kepada kehidupan durhaka kepada Allah, maka di akherat mereka semakin tidak mengenal Allah, namun mereka  harus menempati tempat-tempat yang jauh dari rahmat Allah, tempat-tempat yang menyusahkan.  Kita berlindung kepada Allah dari keadaan yang demikian.    Wallahu a&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/02/17/menghindari-pola-hidup-sekuler/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Silaturrahim warga MTA Korea</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/02/12/silaturrahim-warga-mta-korea/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/02/12/silaturrahim-warga-mta-korea/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 02:08:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humas_mta</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2272</guid>
		<description><![CDATA[Korea Selatan, Ahad 07 Februari 2010. Warga MTA Jepang, Bp Wahyul Amien Syafei bersama sahabat  bang Hendara dari Izuka, jepang datang ke Korea.Kedatangan beliau berdua adalah dalam rangka menghadiri Conference di Phoenix Park Korea. Namun dalam kesempatan yang baik itu, beliau berdua juga bersilaturahim dengan warga MTA yang berada di Korea.
Kesempatan yang bagus ini juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/02/icon-mta-korsel.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2275" title="icon-mta-korsel" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/02/icon-mta-korsel-150x150.jpg" alt="icon-mta-korsel" width="150" height="150" /></a>Korea Selatan, Ahad 07 Februari 2010. Warga MTA Jepang, Bp Wahyul Amien Syafei bersama sahabat  bang Hendara dari Izuka, jepang datang ke Korea.<span id="more-2272"></span>Kedatangan beliau berdua adalah dalam rangka menghadiri Conference di Phoenix Park Korea. Namun dalam kesempatan yang baik itu, beliau berdua juga bersilaturahim dengan warga MTA yang berada di Korea.</p>
<p>Kesempatan yang bagus ini juga tidak di sia-siakan oleh warga MTA. Merekapun dengan sangat antusias menghadiri acara tersebut. Rata-rata yang hadir dengan jarak tempuh 2 jam lebih dari lokasi kajian silaturahim. Pertemuan silaturrahim ini di ketuai oleh bapak SUMARDI (asal:MTA cab Simo, byl) dan PakSuparjo. Total yang hadir sebanyak 17 orang dari rencana 25 orang. Mereka yang tidak bisa hadir di karenakan waktu pekerjaan yang belum mendukung dan  harus di selesaikan.Acara kajian di mulai jam 16 dan berakhir jam 18.</p>
<p>Materi Utama : &#8220;MARI KEMBALI KEPADA ALQUR&#8217;AN DAN AS SUNAH&#8221;</p>
<p>Beliau menegaskan pada peserta kajian. Dengan memberi gambaran bagaimana kita umat islam seharusnya.: &#8221;dari sekian banyak manusia yang hidup, berapa banyak yang beragama islam?.dan dari yang manusia beragama islam itu, sudah berapa banyak yang mau mengerti islam (ngaji/mempelajari islam), dan dari sekian banyak yang mempalajari islam / ngaji, sudah berapa banyak yang mau beramal dan mengamalkan kajiannya. Dan sekian banyak yang beramal, sudah berapa banyak yang beramal secara ikhlas&#8221;. Dari ini bisa kita simpulkan bahwa tanpa belajar (ngaji) kita tentu tidak bisa melaksanakan Islam secara benar.</p>
<p>Selepas kajian di adakan sesi Tanya jawab.banyak sekali pertanyaan dari peserta dan langsung di jawab beliau.selama kurang lebih 30 menit.setelah itu dilanjutkan penutup dan makan malam bersama-sama.dengan menu makanan ala korea masakan ikan laut.kepiting. kerang. Udang dicampur jadi satu dibumbu pedas. Dan juga ada gulai kambing ala masakan pak parjo yang sama-sama di serbu sampe kenyang. Sambil makan beliau beserta para peserta silaturrahim beramah-tamah untuk keakraban. Idak lupa dilanjutkan foto bersama ustad dan semua peserta. Sebagai kenang-kenangan dengan kompak mengenakan kaos yang bertuliskan &#8221;Persaudaraan muslim Korea th 2010&#8243; dan bendera Korea-Indonesia, sedang sebelah kiri bertuliskan MTA KOREA.</p>
<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/02/foto-warga-korea.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2276" title="foto-warga-korea" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/02/foto-warga-korea.jpg" alt="foto-warga-korea" width="560" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Gbr. Warga MTA Korea bersama Ust.Wahyul Amien</p>
<p><strong>Informasi :</strong></p>
<p>Disamping ikut kajian tiap ahad pagi, warga MTA korea juga mengikuti kajian-kajian live dari cabang MADIUN , SUKOLILO, BANJARNEGARA, JEPANG. Kami juga mengadakan kajian tiap minggu malem secara rutin di mulai dari jam 20-selesai wks.Materi kajian kami ambil dari brosur jihad pagi. Semogayang kita lakukan akan memberikan benteng keimanan yang tangguh dan berdakwah dengan amal saleh.</p>
<p><strong>Kontak Kajian MTA Korea :</strong></p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Sumardi (tlp. 010 3468 0133, mail : <a href="mailto:mardiajib01@yahoo.co.id">mardiajib01@yahoo.co.id</a> )</li>
<li> Parjo (tlp.010 3141 8874)</li>
<li> Sukadi (tlp.010 7214 0644)</li>
<li> Joko Suwarno (tlp.010 8686 1961)</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/02/12/silaturrahim-warga-mta-korea/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
