<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>MTA-Online.Com &#124; Situs resmi Majlis Tafsir Al-Qur'an<br />
<b>Warning</b>:  call_user_func_array() [<a href='function.call-user-func-array'>function.call-user-func-array</a>]: First argument is expected to be a valid callback, 'Tuesday' was given in <b>/home/mta15/public_html/v2/wp-includes/plugin.php</b> on line <b>166</b><br />
</title>
	<atom:link href="http://mta-online.com/v2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mta-online.com/v2</link>
	<description>Guide You Back to The Right Track</description>
	<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 23:07:19 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Salah Kaprah Kaum Adam &amp; Hawa Memaknai Cinta</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/02/08/salah-kaprahnya-kaum-adam-dan-hawa-memaknai-cinta/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/02/08/salah-kaprahnya-kaum-adam-dan-hawa-memaknai-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 22:23:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>naeklembah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FrontPage]]></category>

		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<category><![CDATA[adam]]></category>

		<category><![CDATA[Allah]]></category>

		<category><![CDATA[besi]]></category>

		<category><![CDATA[cerdik]]></category>

		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<category><![CDATA[hawa]]></category>

		<category><![CDATA[kepala]]></category>

		<category><![CDATA[pacaran]]></category>

		<category><![CDATA[salah]]></category>

		<category><![CDATA[zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2256</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara soal cinta, pasti sangat erat kaitannya dengan dua insan turunan Adam dan Hawa yang tengah dihantam oleh perasaan yang menggelora. Tidak heran, para pujangga cinta terjebak dalam kungkungan panah asmara. Sebagian menganggapnya sebagai cinta sejati!. Sebuah Cinta untuk pertama dan terakhir kalinya, hingga sosoknya seolah tak bisa tergantikan oleh siapapun dan sampai kapanpun (katanya). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/02/icon-the-real-love-mta.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2259" title="icon-the-real-love-mta" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/02/icon-the-real-love-mta.jpg" alt="icon-the-real-love-mta" width="200" height="200" /></a>Berbicara soal cinta, pasti sangat erat kaitannya dengan dua insan turunan Adam dan Hawa yang tengah dihantam oleh perasaan yang menggelora. Tidak heran, para pujangga cinta terjebak dalam kungkungan panah asmara. <span id="more-2256"></span>Sebagian menganggapnya sebagai cinta sejati!. Sebuah Cinta untuk pertama dan terakhir kalinya, hingga sosoknya seolah tak bisa tergantikan oleh siapapun dan sampai kapanpun (katanya). Wewwww, sangat ironis bukan?</p>
<p><em>Atas nama cinta, tak sedikit para pujangga cinta rela <strong>mengorbankan </strong>dirinya untuk sang pujaan hati, bahkan sampai yang dilarang agama pun rela dilakukan. Tidak hanya itu, lebih tragis lagi adalah ketika yang dicinta telah pergi, ia bahkan rela bila harus mengakhiri hidup demi sang kekasih.</em></p>
<p>Yups!, inilah fakta dari salah kaprahnya sebagian kaum Adam dan Hawa dalam memaknai cinta. Istilah &#8216;Pacaran&#8217; diartikan sebagai proses peleburan dan pembuktian dari makna cinta. Tentu saja, sebelum menapak ke taraf &#8216;jadian&#8217; (pacaran) diawali dengan sebuah jalan pendekatan. Mulanya mungkin hanya sekedar menebar pesona lewat telepon, sms, chatting, facebook, twitter dan jalur-jalur lain sebagainya. Rupanya, pepatah Jawa &#8220;witing tresno jalaran soko kulino&#8221; dijadikan kambing hitam untuk menjadikan dua insan turunan Adam dan Hawa itu semakin dihinggapi &#8220;virus merah jambu&#8221;.</p>
<p>Singkat cerita, cinta itupun diungkapkan dan dibalas suka cita oleh yang bersangkutan. Mereka pun telah &#8216;jadian&#8217;. Berhentikah kemudian? Rasanya, ada yang kurang jika sebuah ungkapan perasaan itu hanya dilabuhkan pada taraf &#8216;jadian&#8217; saja. Perlu dicatat, syaitan super lihai menghasut manusia. Sudah sejak kali pertama perasaan cinta itu datang, syaitan sudah membelenggu manusia dalam tipu dayanya. Tentu saja, setelah &#8216;jadian&#8217;, syaitan akan kian membisiki manusia untuk melakukan yang lebih menggoda dari itu.</p>
<p>Dan <em>first date</em> pun dijadwalkan di malam Minggu. Dipilihlah tempat sepi di sebuah taman di pinggiran kota. Berhentikah sampai di sini? Jelas, tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Duduk berdekatan, tangan pun mulai beraksi. Digenggam erat tangan halus si pujaan hati.</p>
<p>Perlu diketahui, ini hanya untuk kencan pertama, belum kencan kedua, ketiga atau bahkan kesekian kalinya. Bisa dipastikan, syaitan tidak akan mungkin membiarkan mereka melakukan itu-itu saja, melainkan lebih dan lebih&#8230;.. <strong>Inikah makna cinta itu bagi mereka, para pujangga cinta?</strong></p>
<p><strong>Bagaimana Islam Memandangnya?</strong></p>
<p>Mencintai seseorang yang berbeda jenis itulah seyogyanya manusia. Sudah sewajarnya manusia yang berbeda jenis tertarik satu dengan yang lain.</p>
<p style="text-align: right;">زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ</p>
<p><em>&#8220;Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita&#8230;&#8221; (QS Ali Imran 14)</em></p>
<p>Dalam QS An-Najm 45 Allah juga menjelaskan,</p>
<p style="text-align: right;">وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالأنْثَى</p>
<p><em>&#8220;Dan bahwasanya Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita.&#8221;</em></p>
<p>Sebaliknya, Allah justru melarang manusia yang tidak merasakan cinta pada seseorang yang lawan jenis dan mengalihkan perasaan cinta itu pada kaum sejenis. Bahkan, dalam QS An-Naml 55 Allah menanyai mereka yang mencintai sejenis,</p>
<p style="text-align: right;">أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ</p>
<p><em>&#8220;Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu).&#8221;</em></p>
<p>Dan Allah pun melaknat mereka sebagaimana dijelaskan pada ayat 58,</p>
<p style="text-align: right;">وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَسَاءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِينَ</p>
<p><em>&#8220;Dan Kami turunkan hujan atas mereka (hujan batu), maka amat buruklah hujan yang ditimpakan atas orang-orang yang diberi peringatan itu.&#8221;</em></p>
<p>Lalu, apa salahnya bila insan dunia mencintai seseorang yang dicintainya? <strong>Umumnya, perasaan cinta ditorehkan dalam sebuah ikatan hubungan yang bertentangan dengan syariat Islam.</strong> Menjalin hubungan dalam hal ini <strong>pacaran</strong>, sebagai tahap penjajagan hubungan sebelum menapak ke gerbang pernikahan.</p>
<p>Jelaslah, pacaran dalam Islam tidak dituntunkan. Dalam Al-Qur&#8217;an saja Allah memerintahkan kepada laki-laki dan wanita yang beriman untuk menundukkan pandangannya (lihat QS An-Nuur 30-31). Rasulullah Saw bersabda,</p>
<p style="text-align: right;">عَنْ اَبِى اُمَامَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص قَالَ: اِيَّاكُمْ وَ اْلخَلْوَةَ بِالنّسَاءِ وَ الَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ، مَا خَلاَ رَجُلٌ وَ امْرَأَةٌ اِلاَّ دَخَلَ الشَّيْطَانُ بَيْنَهُمَا، وَ لَيَزْحَمُ رَجُلٌ خِنْزِيْرًا مُتَلَطّخًا بِطِيْنٍ اَوْ حَمْأَةٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ اَنْ يَزْحَمَ مَنْكِبُهُ مَنْكِبَ امْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ. الطبرانى فى الكبير</p>
<p><em>Dari Abu Umamah, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, </em><em>&#8220;</em><em>Jauhkanlah kalian dari bersepi-sepi dengan wanita. Demi Tuhan yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita, melainkan syaithan masuk diantara mereka. Dan sungguh, seorang laki-laki bersentuhan dengan seekor babi yang berlumuran dengan lumpur adalah lebih baik daripada ia bersentuhan bahu dengan bahu wanita yang tidak halal baginya</em><em>&#8220;</em>. [HR. Thabrani dalam Al-Kabir juz 8, hal. 205, no. 7830, dla'if karena dalam sanadnya ada perawi 'Ali bin Yazid, dan 'Ubaidillah bin Zahr]</p>
<p>Lalu, bagaimana bisa menggenggam tangan si pujaan hati sedang Rasulullah Saw bersabda,</p>
<p style="text-align: right;">لاَنْ يُطْعَنَ فِى رَأْسِ اَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ اَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ. الطبرانى</p>
<p><em>Ditikam seorang daripada kamu di kepalanya dengan jarum dari besi itu, adalah lebih baik daripada ia menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya</em>. [HSR. Thabrani]</p>
<p>Pacaran, meski belum sampai melakukan zina, adalah merupakan bentuk hubungan yang tidak halal yang bisa mendekatkan pada zina. Sedang Allah melarang para hamba-Nya mendekati zina.</p>
<p style="text-align: right;">وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا</p>
<p><em>&#8220;Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.&#8221; (QS Al Israa&#8217; 32)</em></p>
<p><strong>Mendekati zina saja sudah dilarang, apalagi sampai melakukan zina.</strong> Nau&#8217;udzubillah min dzalik. Lalu, apa yang harus kita lakukan sebagai seorang muslim dan muslimah dalam hal memaknai cinta?</p>
<p><strong>Memilihnya karena Mencintai-Nya</strong></p>
<p>Tentu saja, Islam sangat menjaga bagaimana seharusnya laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim bersikap, termasuk kaitannya dalam hal bagaimana memaknai sebuah ketertarikan dengan lawan jenis. Yang jelas, tidak boleh semena-mena mengungkapkan perasaan ketertarikan itu di luar koridor Islam. Agar orang tak lagi salah kaprah memaknai cinta, penulis hendak membagikan sebuah <strong><em>pemikiran yang Insya Allah akan menyelamatkan kita dari ancaman pergaulan yang menyesatkan, yakni soal bagaimana mengungkapkan perasaan cinta melalui jalan yang dihalalkan oleh-Nya.</em></strong></p>
<p>Sebelumnya, coba pahami kalimat berikut ini, &#8220;<strong>Saya memilihnya karena saya mencintai-Nya.</strong>&#8221; Kata &#8216;memilih&#8217; dimaksudkan untuk menghindarkan kita dari jebakan salah kaprahnya memaknai cinta, karena sejatinya cinta hanyalah untuk-Nya semata. Kata ini juga dimaksudkan untuk tidak melulu beralasan lantaran ada rasa cinta atau tidak cinta kepada seseorang ketika hendak membina mahligai rumah tangga. Dan dia kita pilih karena kita mencintai-Nya. <strong>Karena mencintai-Nya lah kita akan memilih pasangan hidup yang akan mendekatkan kita pada-Nya, bukan malah menjauhkan kita dari-Nya</strong>.</p>
<p>Tentu saja, kalimat tersebut diungkapkan dalam suatu wadah yang dibenarkan Islam. Pengungkapannya pun tidak langsung diungkapkan kepada yang bersangkutan, namun harus ada seorang <strong>perantara</strong>.</p>
<p>Dan ketika kita sudah berada dalam koridor yang dihalalkan, saat itu barulah kita bisa mengungkapkannya langsung kepadanya dalam sebuah kalimat berikut ini, <strong>&#8220;Saya mencintaimu karena Allah</strong>.&#8221; Kata &#8216;cinta&#8217; disini hanya sebatas rasa kasih sayang yang tidak melebihi kadar kecintaan kita kepada-Nya dan ini diungkapkan semata-mata hanya mengharap ridha dari-Nya.</p>
<p>Nah, bukankah pengungkapan cinta yang demikian<strong>, itulah cinta yang indah</strong>? Cinta diungkapkan melalui jalan yang dihalalkan oleh-Nya, yakni <strong>pernikahan</strong>. Dan itu kita lakukan tak lain karena kita mencintai-Nya, cinta sebenar-benar cinta.</p>
<p>Lain halnya ketika kita semena-mena mengungkapkan cinta melalui jalan syaitan. Cinta yang awalnya biasa menjadi tidak biasa lagi. <strong>Tidak biasa, karena cinta yang dirasa ternyata telah dibumbui oleh nafsu. Begitu dalamnya cinta memasuki relung hati, membuat para pujangga cinta ini kian tak terkendali. Dan mereka pun mendewakan cinta, meninggalkan Sang Pemilik Cinta Yang Hakiki</strong>. Pesona syaitan menghipnotis pandangannya hingga mereka berbangga diri lantaran cinta yang dirasa adalah cinta sejati. Ck ck ck&#8230;</p>
<p>Sekarang tinggal pilih yang mana, mengungkapkannya dengan jalan yang <strong>dihalalkan Allah atau syaitan</strong>? Jika mengikuti Allah, maka Insya Allah akan <strong>selamat</strong>. Namun jika jalan syaitan yang kita ikuti, maka <strong>neraka</strong> menjadi hunian abadi bagi kita kelak. Naudzubillah&#8230;</p>
<p>Pertanyaannya sekarang, bagaimana jika seseorang <strong>belum siap</strong> melewati gerbang pengungkapan cinta yang dihalalkan ini? Maka jadilah orang yang &#8216;cerdik&#8217;.</p>
<p style="text-align: right;">عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض قَالَ: اَتَيْتُ النَّبِيَّ ص عَاشِرَ عَشْرَةٍ فَقَامَ رَجُلٌ مِنَ اْلاَنْصَارِ فَقَالَ: يَا نَبِيَّ اللهِ، مَنْ اَكْيَسُ النَّاسِ وَ اَحْزَمُ النَّاسِ؟ قَالَ: اَكْثَرُهُمْ ذِكْرًا لِلْمَوْتِ، وَ اَكْثَرُهُمْ اِسْتِعْدَادًا لِلْمَوْتِ، اُولئِكَ اْلاَكْيَاسُ ذَهَبُوْا بِشَرَفِ الدُّنْيَا وَ كَرَامَةِ اْلآخِرَةِ. ابن ابى الدنيا فى كتاب الموت و التطبرانى فى الصغير باسناد حسن، و البيهقى فى الزهد، و لفظه: اَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ ص: أَيُّ اْلمُؤْمِنِيْنَ اَفْضَلُ؟ قَالَ: اَحْسَنُهُمْ خُلُقًا. قَالَ: فَاَيُّ اْلمُؤْمِنِيْن اَكْيَسُ؟ قَالَ: اَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا، وَ اَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اِسْتِعْدَادًا، اُولئِكَ اْلاَكْيَاسُ.</p>
<p><em>Dari Ibnu &#8216;Umar RA ia berkata : Saya datang kepada Nabi SAW, kami serombongan sebanyak sepuluh orang. Kemudian ada seorang laki-laki Anshar bertanya, &#8220;Wahai Nabiyallah, siapa orang yang paling cerdik dan paling teguh diantara manusia ?&#8221;. Nabi SAW bersabda, &#8220;Orang yang paling banyak mengingat mati diantara mereka dan orang yang paling banyak mempersiapkan bekal untuk mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdik, mereka pergi dengan membawa kemulyaan dunia dan kemulyaan akhirat&#8221;. </em>[HR. Ibnu Abid-Dunya di dalam kitabul-Maut. Thabrani di dalam Ash-Shaghir dengan sanad hasan. Dan Baihaqi juga meriwayatkan di dalam kitabuz-Zuhud, dengan lafadh]<em> : Sesungguhnya ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW, &#8220;Siapa diantara orang-orang mukmin itu yang lebih utama ?&#8221;. Nabi SAW menjawab, &#8220;Orang yang paling baik akhlaqnya diantara mereka&#8221;. Orang tersebut bertanya lagi, &#8220;Siapakah diantara orang-orang mukmin yang paling cerdik ?&#8221;. Nabi SAW menjawab, &#8220;Orang yang paling banyak ingat mati diantara mereka, dan orang yang paling baik persiapannya untuk kehidupan selanjutnya. Mereka itulah orang-orang yang cerdik&#8221;</em>.</p>
<p>Bagaimanapun menjaga dari sesuatu yang akan menyebabkan kita terjungkal ke neraka adalah hal yang harus kita lakukan. Jangan sampai gelora cinta menduakan Dia dengan si dia. Dia-lah tujuan kita hidup di dunia ini. Dia tidak akan pernah pergi meninggalkan kita sampai kapanpun. Sedang dia, apa dia akan selalu ada dalam kehidupan kita? (frizz)</p>
<p><em>*Didedikasikan untuk adik-adikku yang kusayangi karena Allah. Keep istiqomah, bro, sis..!!!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/02/08/salah-kaprahnya-kaum-adam-dan-hawa-memaknai-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mu&#8217;jizat-Mu&#8217;jizat  Nabi Isa  Alaihi Salam</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/02/03/mujizat-mujizat-nabi-isa-alaihi-salam/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/02/03/mujizat-mujizat-nabi-isa-alaihi-salam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 01:15:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rochmad</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2245</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikut beliau. Alhamdulillah, Allah telah menunjuki dan memahamkan kita akan jalan lurus. Jalan hidup yang di rahmati oleh Allah Tuhan semesta Alam.
Allah sangat menyayangi kepada umat manusia yang menempuh jalan-jalan iman. Walaupun iblis dan syaitan senantiasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/02/qq2.jpeg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2247" title="qq2" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/02/qq2-145x150.jpg" alt="qq2" width="145" height="150" /></a>Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikut beliau. <span id="more-2245"></span>Alhamdulillah, Allah telah menunjuki dan memahamkan kita akan jalan lurus. Jalan hidup yang di rahmati oleh Allah Tuhan semesta Alam.</p>
<p>Allah sangat menyayangi kepada umat manusia yang menempuh jalan-jalan iman. Walaupun iblis dan syaitan senantiasa berusaha menyesatkan umat manusia dalam beribadah kepada Allah, namun Allah selalu mengutus Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya untuk membimbing manusia kembali menempuh jalan yang benar dan lurus.</p>
<p>Syaitan membisikkan kesesatan kepada manusia dari segenap penjuru arah dan tidak akan pernah mengenal menyerah.</p>
<p><strong><em>Iblis menjawab: &#8220;Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalangi-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, (QS. 7:16)<br />
kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta&#8217;at). (QS. 7:17) </em></strong></p>
<p>Namun Allah senantiasa selalu melindungi hamba-hamba Nya yang bersungguh-sungguh berpegang teguh pada petunjukNya</p>
<p><strong><em>Allah berfirman:&#8221;Ini adalah jalan yang lurus,  kewajiban Aku-lah (menjaganya). (QS. 15:41)<br />
Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat. (QS. 15:42) </em></strong></p>
<p>Segala puji bagi Allah, Dia-lah Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang mengutus para Nabi dan Rasul untuk menuntun manusia kembali ke jalan Yang lurus.</p>
<p>Nabi Isa telah diberi mu&#8217;jizat oleh Allah dengan berbagai kelebihan agar umat manusia dijaman beliau dapat meyakini bahwa ia adalah utusan Allah Tuhan semesta Alam Tuhan Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi, Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dengan melihat kelebihan-kelebihan itu diharapkan manusia kemudian mau dituntun kembali ke jalan Allah. Mu&#8217;jizat nabi Isa difirmankan oleh Allah dalam Al-Qur&#8217;an diantaranya adalah,</p>
<p><strong><em>Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al-Kitab, Hikmah, Taurat, dan Injil. (QS. 3:48)</em></strong></p>
<p><strong><em>Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): &#8220;Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mu&#8217;jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seijin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman&#8221;. (QS. 3:49)</em></strong></p>
<p><strong><em>Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mu&#8217;jizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan ta&#8217;atlah kepadaku. (QS. 3:50)</em></strong></p>
<p><strong><em>Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus&#8221;. (QS. 3:51) </em></strong></p>
<p>Umat manusia sering dalam hidup di dunia menghadapi zaman-zaman yang gelap dan suram. Setelah lama ditinggal para Nabi dan Rasul Allah, sering manusia membiarkan dirinya jatuh dalam kesesatan yang ditawarkan syaitan. Sehingga merajalela kemaksiyatan, kekejian, keganasan, ketidak adilan, kemusyrikan dan berbagai macam kesengsaraan dan kekacauan dalam kehidupan. Sebagaimana zaman hari ini misalnya, banyak merebak kemaksiyatan, kekejian di tengah-tengah kehidupan dan sekaligus merebaknya ilmu-ilmu sihir yang digandrungi oleh khalayak umat manusia.</p>
<p>Untuk menyadarkan akan kebatilan semua kekuatan-kekuatan  yang mengajak kepada kesesatan tersebut Allah memberikan mu&#8217;jizat-mu&#8217;jizat pada para utusan-utusan-Nya. Sehingga dengan melihat kelebihan-kelebihan para Nabi tersebut diharapkan umat manusia mau untuk dituntun kembali kepada jalan Allah jalan yang  benar dan lurus.</p>
<p>Segala puji bagi Allah, yang begitu amat menyayangi umat manusia yang beriman di muka bumi ini. Al-Qur&#8217;an telah membahas dengan gamblang kejadian demi kejadian yang telah Allah sampaikan agar manusia kembali menempuh jalan kebenaran. Karena bayang-bayang keindahan, kesenangan dan kelezatan janji-janji syaitan, namun selamanya apa yang diajakkan syaitan itu akan berujung pada kekacauan dan kesengsaraan  bagi  kehidupan umat manusia di dunia dan di akherat.</p>
<p>Umat manusia secara pribadi atau pula secara bersama memiliki tabiat yang sama,  penyakit-penyakit jiwa dan raga yang dideritapun  juga sama.  Segala hal-hal penyimpangan yang terjadi dimasa lalu, sering berulang kembali disaat berikutnya atau pula disa&#8217;at ini atau disaat  yang akan datang. Dan jalan keluarnya dari masalah tersebut sebenarnya juga dengan cara yang sama.</p>
<p>Allah dialah Tuhan semesta alam yang telah menciptakan makhluq-makluqnya dengan sifat-sifat yang spesifik dan tetap spesifik</p>
<p><strong><em>yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(-Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. (QS. 25:2)</em></strong></p>
<p><strong><em>Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, (QS. 30:30) </em></strong></p>
<p>Segala puji hanya bagi Allah, marilah kita teguhkan hati kita untuk menempuh jalan-jalan petunjukNya, agar kita selamat dan bahagia di dunia dan di akherat. Kita sadari akan Ke Maha Agungan, Ke Maha Esaan, dan ke Maha  Tinggian Allah, dan kemudian kita senang menempuh jalan petunjukNya dan senang pula mengingatNya dan selalu bersyukur kepadaNya, Hal inipun telah Allah firmankan pada nabi Isa sebagaimana dalam Al-Qur&#8217;an yang artinya,</p>
<p><strong><em>Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: &#8220;Hai &#8216;Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: &#8220;Jadikanlah aku dan ibuku dua orang Ilah selain Allah&#8221;. &#8216;Isa menjawab: &#8220;Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib&#8221;. (QS. 5:116) </em></strong></p>
<p>Tugas manusia hidup di dunia  dan di akherat adalah sama, yaitu Mengagungkan Allah Tuhan Semesta Alam, Tuhan Yang Maha Esa. Bila manusia di dunia ini sudah dapat menemukan tanda-tanda ke Agungan Allah, dan kemudian melaziminya, dengan tunduk dan patuh kepada-Nya, maka hidupnya akan selamat dan bahagia. Manusia akan memiliki rasa bahagia untuk berzikir mengagungkan Allah Tuhan Yang Maha Esa, dan sekaligus ringan untuk menjalankan perintah-perintahNya dan sekaligus ringan pula untuk menjauhi larangan-larangan-Nya. Allah memaparkan kisah Nabi  Adam dan istrinya</p>
<p><strong><em>Allah berfirman:&#8221;Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh sebahagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan ia tidak akan celaka. (QS. 20:123)<br />
Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta&#8221;. (QS. 20:124)<br />
Berkatalah ia: &#8220;Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya seorang yang melihat&#8221; (QS. 20:125)<br />
Allah berfirman: &#8220;Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu(pula) pada hari inipun kamu dilupakan&#8221;. (QS. 20:126) </em></strong></p>
<p>Kita bermohon kepada Allah, semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita semua untuk mencintai jalan-jalan petunjuk yang diberikan oleh Allah, dan kita merasa bahagia dalam menempuhnya. Dan semoga dikekalkan oleh Allah hingga di akherat kelak. Segala puji bagi Allah, yang telah mengutus Rasul-Rasul-Nya, agar manusia tidak terus menerus di dalam kegelapan dan ketersesatan. Semoga manusia mau bersyukur kepada-Nya dan mau kembali kepada jalan lurus jalan Al-Islam, sesuai Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah. Wallahu  a&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/02/03/mujizat-mujizat-nabi-isa-alaihi-salam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tarikh : Proses Larangan MIRAS</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/02/02/tarikh-proses-larangan-miras/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/02/02/tarikh-proses-larangan-miras/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 22:55:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayyub Al Fath</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2240</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kalaulah pabrik miras ditutup maka akan banyak pengangguran dan hilangnya mata pencarian rakyat. Dan jika perusahaan ditutup maka akan hilanglah perolehan pajak kepada negara dan pemerintah setempat, maka yang rugi adalah kita semua.&#8221;
&#8220;Khan yang minum bukan orang muslim, Indonesia negara heterogen maka menjunjung tinggi keberagaman.&#8221;
&#8220;Khan itu diatur undang-undang, tidak bisa sembarang menjual atau mengkonsumsinya.&#8221;
Dan terakhir,&#8230;&#8221;Mas/mbak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/02/icon-miras-mta.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2242" title="icon-miras-mta" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/02/icon-miras-mta-150x150.jpg" alt="icon-miras-mta" width="150" height="150" /></a>&#8220;Kalaulah pabrik miras ditutup maka akan banyak pengangguran dan hilangnya mata pencarian rakyat. <span id="more-2240"></span>Dan jika perusahaan ditutup maka akan hilanglah perolehan pajak kepada negara dan pemerintah setempat, maka yang rugi adalah kita semua.&#8221;</p>
<p>&#8220;Khan yang minum bukan orang muslim, Indonesia negara heterogen maka menjunjung tinggi keberagaman.&#8221;</p>
<p>&#8220;Khan itu diatur undang-undang, tidak bisa sembarang menjual atau mengkonsumsinya.&#8221;<br />
Dan terakhir,&#8230;&#8221;Mas/mbak itu  kadar alkoholnya dikit saja kog hanya nol koma nol bla3&#8230;&#8221;</p>
<p>Itulah segepok alasan-alasan yang sering kita dengar ketika memikirkan sebuah pertanyaan &#8216;Kenapa MIRAS yang disikat dan dimusnahkan itu seolah tidak memberikan kejeraan, malah ketoknya makin bertambah?&#8217; Dan masih banyak alasan-alasan lain yang seolah lebih logik dan ilmiah. Sehingga bagi yang kualitas imannya tidak jelas akan diam meng-iyakan bahkan kemudian menjadi pendukungnya.</p>
<p>Rosululloh SAW telah mewanti-wanti,</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;" dir="rtl"><span style="font-size: 22pt; font-family: 'Traditional Arabic';" lang="AR-SA">اِنَّ  مِنْ اَشْرَاطِ السَّاعَةِ اَنْ يُرْفَعَ اْلعِلْمُ وَ يَثْبُتَ اْلجَهْلُ وَ  يُشْرَبَ اْلخَمْرُ وَ يَظْهَرَ الزّنَا</span><span style="font-size: 18pt; font-family: 'Traditional Arabic';" lang="AR-SA">.  البخارى</span><span style="font-size: 18pt; font-family: Arial;" dir="ltr"></span></p>
<p><em>Sesungguhnya diantara tanda-tanda datangnya <span style="color: #ff0000;"><strong>kehancuran </strong></span>suatu bangsa ialah diangkatnya pengetahuan agama dan didukungnya sifat jahil (bodoh) tentang agama, <strong>diminumnya minuman keras secara terang-terangan dan dilakukan perzinaan secara meluas dan terang-terangan.</strong> [HR. Bukhari juz I, hal. 28]</em></p>
<p>Padahal di dalam ajaran syariat Islam telah jelas tentang proses pengharaman MIRAS. Yang terbilang unik karena dilakukan dengan bertahap sampai dengan TOTAL pelarangan hinga kepada yang menjual bahkan hanya sekedar menuangkan.</p>
<p>Berikut ini adalah kisah pengharaman MIRAS atau Khamr melalui sekelumit sejarah (Sirah) Rosululloh SAW</p>
<p><strong>Turunnya ayat yang melarang minuman keras.</strong></p>
<p>Larangan minum khamr (minuman keras), diturunkan secara berangsur-angsur. Sebab minum khamr itu bagi orang Arab sudah menjadi adat kebiasaan yang mendarah daging semenjak zaman jahiliyah. Mula-mula dikatakan bahwa dosanya lebih besar daripada manfaatnya, kemudian orang yang mabuk tidak boleh mengerjakan shalat, dan yang terakhir dikatakan bahwa minum khamr itu adalah keji dan termasuk perbuatan syaithan. Oleh sebab itu hendaklah orang-orang yang beriman berhenti dari minum khamr.</p>
<p>Begitulah, akhirnya Allah mengharamkan minum khamr secara tegas. Adapun firman Allah yang pertama kali turun tentang khamr adalah :</p>
<p style="text-align: right;">يَسْئَلُوْنَكَ عَنِ اْلخَمْرِ وَ اْلمَيْسِرِ، قُلْ فِيْهِمَا اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّ مَنَافِعُ لِلنَّاسِ، وَ اِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَا، وَ يَسْأَلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ، قُلِ اْلعَفْوَ، كَذلِكَ يُبَيّنُ اللهُ لَكُمُ اْلايتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَ. البقرة</p>
<p><em>Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah, &#8220;Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya&#8221;. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafqahkan. Katakanlah, &#8220;Yang lebih dari keperluan&#8221;. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu berfikir</em>. [QS. Al-Baqarah : 219]</p>
<p>Di dalam hadits riwayat Ahmad dari Abu Hurairah diterangkan sebab turunnya ayat tersebut sebagai berikut : Ketika Rasulullah SAW datang ke Madinah, didapatinya orang-orang minum khamr dan berjudi (<em>sebab hal itu sudah menjadi kebiasaan mereka sejak dari nenek moyang mereka</em>). Lalu para shahabat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hukumnya, maka turunlah ayat tersebut. Mereka memahami dari ayat tersebut bahwa minum khamr dan berjudi itu tidak diharamkan, tetapi hanya dikatakan bahwa <em>pada keduanya terdapat dosa yang besar</em>, sehingga mereka masih terus minum khamr. Ketika waktu shalat Maghrib, tampillah seorang Muhajirin menjadi imam, lalu dalam shalat tersebut bacaannya banyak yang salah, karena sedang mabuk setelah minum khamr. Maka turunlah firman Allah yang lebih keras dari sebelumnya, yaitu :</p>
<p style="text-align: right;">ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ تَقْرَبُوا الصَّلوةَ وَ اَنْتُمْ سُكرى حَتّى تَعْلَمُوْا مَا تَقُوْلُوْنَ. النساء</p>
<p><em>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendekati shalat padahal kamu sedang mabuk sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan</em>. [An-Nisaa' : 43]</p>
<p>Kemudian orang-orang masih tetap minum khamr, sehingga mereka mengerjakan shalat apabila sudah sadar dari mabuknya. Kemudian diturunkan ayat yang lebih tegas lagi dari ayat yang terdahulu :</p>
<p style="text-align: right;">ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْآ اِنَّمَا اْلخَمْرُ وَ اْلمَيْسِرُ وَ اْلاَنْصَابُ وَ اْلاَزْلاَمُ رِجْسٌ مّنْ عَمَلِ الشَّيْطنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ اْلعَدَاوَةَ وَ اْلبَغْضَآءَ فِى اْلخَمْرِ وَ اْلمَيْسِرِ وَ يَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَ عَنِ الصَّلوةِ فَهَلْ اَنْتُمْ مُّنْتَهُوْنَ. المائدة</p>
<p><em>Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaithan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaithan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)</em>. [QS. Al-Maidah : 90-91]</p>
<p>Setelah turun ayat yang sangat tegas ini, mereka berkata, <em>&#8220;Ya Tuhan kami, kami berhenti (dari minum khamr dan berjudi)&#8221;</em>. [HR. Ahmad]</p>
<p>Dari ayat-ayat diatas, sudah jelas bahwa Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan khamr dengan pengharaman yang tegas. Dan bahkan peminumnya dikenai hukuman had. Rasulullah SAW menghukum peminum khamr dengan 40 kali dera.</p>
<p>Kemudian para shahabat ada yang bertanya, &#8220;Ya Rasulullah, bagaimana nasib orang-orang yang gugur di jalan Allah dan yang mati di atas tempat tidur padahal mereka dahulu peminum arak dan makan dari hasil judi, padahal Allah menetapkan bahwa kedua hal itu termasuk perbuatan syaithan yang keji ?&#8221;. Maka Allah menurunkan ayat 93 surat Al-Maaidah sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: right;">لَيْسَ عَلَى الَّذِيْنَ امَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّلِحتِ جُنَاحٌ فِيْمَا طَعِمُوْآ اِذَا مَا اتَّقَوْا وَ امَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّلِحتِ ثُمَّ اتَّقَوْا وَّ امَنُوْا ثُمَّ اتَّقَوْا وَ اَحْسَنُوْا، وَ اللهُ يُحِبُّ اْلمُحْسِنِيْنَ. المائدة</p>
<p><em>Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh karena memakan makanan telah mereka makan dahulu, apabila mereka bertaqwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kemudian mereka tetap bertaqwa dan beriman, kemudian mereka (tetap juga) bertaqwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan</em>. [QS. Al-Maaidah : 93]<strong></strong></p>
<p>Berkenaan dengan khamr ini Tirmidzi meriwayatkan sebagai berikut : Dari Ali, ia berkata : &#8216;Abdurrahman bin &#8216;Auf pernah membuat makanan untuk kami, lalu ia mengundang kami dan menuangkan khamr untuk kami, lalu diantara kami ada yang mabuk, padahal (ketika itu) waktu shalat telah tiba, lalu mereka menunjukku menjadi imam, lalu aku baca Qul yaa-ayyuhal kaafiruun, laa a&#8217;budu maa ta&#8217;buduun, wa nahnu na&#8217;budu maa ta&#8217;buduun (Katakanlah : Hai orang-orang kafir, aku tidak menyembah apa yang kamu sembah, dan kami menyembah apa yang kamu sembah)&#8221;. Ali berkata, &#8220;Lalu Allah menurunkan firman-Nya Yaa ayyuhalladziina aamanuu, laa taqrobushsholaata wa antum sukaaroo hattaa ta&#8217;lamuu maa taquuluun. (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendekati shalat, padahal kamu (sedang) mabuk, hingga kamu mengerti apa yang kamu katakan)&#8221;.</p>
<p>Muslim meriwayatkan sebagai berikut : Dari Abu Sa&#8217;id, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Hai manusia, sesungguhnya Allah membenci khamr, dan mudah-mudahan Ia akan menurunkan suatu ketentuan padanya. Oleh karena itu barangsiapa masih mempunyai sedikit dari padanya, maka hendaklah ia menjualnya dan memanfaatkannya&#8221;. Abu Sa&#8217;id berkata : Maka tidak lama kemudian Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Sesungguhnya Allah (telah) mengharamkan khamr, maka barangsiapa sampai kepadanya ayat ini [QS. Al-Maidah : 90], padahal ia masih mempunyai sedikit dari padanya, maka ia tidak boleh meminumnya, dan tidak boleh menjualnya&#8221;. Abu Sa&#8217;id berkata, &#8220;Lalu orang-orang sama pergi menuju ke jalan-jalan Madinah sambil membawa sisa khamr yang ada pada mereka, lalu mereka menuangkannya&#8221;. [HR. Muslim]</p>
<p>Sumber Referensi  :</p>
<p style="text-align: left;">- Brosur MTA di  Ahad, 19 Januari 2003/16 Dzulqa&#8217;dah 1423 - Tarikh Nabi Muhammad SAW (ke-112)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/02/02/tarikh-proses-larangan-miras/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Melawan Arus Deras Materialisme &amp; Atheisme</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/01/29/melawan-arus-deras-materialisme-dan-atheisme/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/01/29/melawan-arus-deras-materialisme-dan-atheisme/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 04:06:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rochmad</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2231</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam semoga tercurah untuk Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikut beliau. Alhamdulillah, semoga Allah senantiasa menunjuki, mengampuni, melindungi dan merahmati kita semua.
Betapa Allah telah menunjuki kita bagaimana menghadapi kehidupan dunia yang semakin hari semakin bergeser menuju titik akhirnya (hari Qiyamat). Demikian pula Allah telah menunjukkan keagungannya dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/01/qq.jpeg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2234" title="qq" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/01/qq-134x150.jpg" alt="qq" width="134" height="150" /></a>Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam semoga tercurah untuk Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikut beliau. Alhamdulillah, semoga Allah senantiasa menunjuki, mengampuni, melindungi dan merahmati kita semua.<span id="more-2231"></span></p>
<p>Betapa Allah telah menunjuki kita bagaimana menghadapi kehidupan dunia yang semakin hari semakin bergeser menuju titik akhirnya (hari Qiyamat). Demikian pula Allah telah menunjukkan keagungannya dengan berbagai macam ragam kehidupan di  muka bumi, dari kehidupan makhluq terkecil sejenis VIRUS, hingga binatang-binatang raksasa yang dinamakan manusia dengan nama  DINOSAURUS.</p>
<p>Kemajemukan manusia yang begitu macam ragamnya, dari manusia yang penuh dengan keimanan kepada Allah  (para Nabi dan RasulNya) hingga manusia-manusia yang anti bertuhan dan beragama (manusia Materialis Atheis). Yang pada hari ini para pengikut-pengikut keduanya telah berbaur bencampur aduk menyatu dalam kehidupan sehari-hari. Yang semuanya telah tertulis dalam Al-Qur&#8217;an pada kisah Dzulqarnain</p>
<p><strong><em>Dzulqarnain berkata:&#8221;Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku. Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar&#8221;. (QS. 18:98)<br />
Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya. (QS. 18:99) </em></strong></p>
<p>Semoga Allah senantiasa menunjuki dan melindungi kita ditengah-tengah arus deras manusia-manusia anti agama, yang terus menerus berbuat dengan perbuatan sesuka hawanafsu mereka dan cenderung melampaui batas dan dimurkai oleh Allah.</p>
<p><strong>a. Melepas keyakinan beragama</strong></p>
<p>Dunia materialis berpijak pada prinsip bahwa alam raya ada dengan sendirinya dan bersifat kekal, sehingga manusia hanyalah sebagai akibat adanya alam raya, hidup dan matinya tidak memiliki suatu tanggungjawab, sehingga manusia berhak menciptakan alur kehidupan yang dilakukan dengan membuat aturan-aturan yang disepakati diantara mereka, tanpa merujuk pada hukum-hukum Allah Tuhan semesta Alam, aturan yang universal yang telah ditetapkan oleh Allah atas umat manusia.</p>
<p>Umat beragama, umat Islam dibimbing oleh Allah dengan bimbingan para Nabi dan Rasul-Rasul-Nya, Bahwa Allah Dialah Tuhan pencipta semesta Alam, dzat pencipta segala sesuatu, Dia-lah Yang Kekal, tidak berawal dan tidak berakhir, yang Maha Agung, Maha Perkasa, Maha Bijaksana, Maha Tinggi, Maha Mulia, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dialah yang mengenalkan kepada manusia 99 nama-nama terbaik (asma&#8217;ul husna). Dan keberadaan manusia adalah atas kehendak-Nya, dan hidup manusia bertanggungjawab kepada-Nya. Mereka yang ta&#8217;at akan hidup bahagia, sedang mereka yang durhaka akan hidup sengsara.</p>
<p>Manusia modern sering terpengaruh oleh kehidupan materialis. Bila seluruh norma-norma agama Islam telah ditinggalkan diabaikan dan biasa diabaikan maka manusia akan masuk kedalam jurang terdalam kehidupan materialis. Dunia tanpa mengenal Allah, dunia penuh dengan kesedihan yang kesusahan jiwa, namun dihibur dengan nikmatnya materi.</p>
<p>Berbagai gaya hidup materialis dapat direkam dan diolah, kemudian disiarkan kembali di tengah-tengah masyarakat luas, sehingga bagi orang-orang yang masih lemah dalam keimanan dan keyakinannya kepada Allah, akan menjadi pengikut setia tata cara hidup materialis. Hidup tanpa ta&#8217;at dan tunduk patuh kepada Allah. Hidup tanpa ketaatan kepada agama Allah, Al-Islam.</p>
<p><strong>b.Indahnya beragama Islam. </strong></p>
<p>Manusia yang patuh dengan peraturan-peraturan Allah akan merasakan ketenangan, ketenteraman dan kebahagiaan. Dan semuanya itu berpangkal pada jiwa manusia. Rasa terlindungi, dan terjaga membawa jiwa manusia kepada ketenangan, apalagi yang menjaga adalah dzat pencipta semesta alam.</p>
<p>Ibadah-ibadah yang dituntunkan akan menumbuhkan ketenteraman. Dan sudah menjadi pengalaman yang rutin, setiap kali kegundahan dan kegelisahan datang menyerang jiwa, maka dapat terobati dengan cara beribadah sesuai yang dituntunkan oleh-Nya lewat Rasulullah Muhammad SAW. sehingga  membuat manusia semakin yakin akan kelemahan dirinya dan semakin yakin akan kasih sayang Allah kepadanya.</p>
<p>Ketika kepatuhan dan ketundukan dijalani dengan tekun maka berujung pada rasa bahagia. Kesuulitan dalam menahan diri dari segala kesenangan hawa nafsu yang terlarang dalam aturan-aturan Allah, akan membuahkan rasa senang dan bahagia yang tersakan dihati dengan nyata. Luka-luka di jiwa akibat perbuatan nista terobati dengan nikmat-nikmat jiwa setelah memperbanyak amal-amal kebaikan sesuai dengan tuntunan agama Islam.</p>
<p>Jaminan Allah telah Allah khabarkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, barangsiapa yang akhir kalamnya ketika sakaratul maut adalah kata-kata iman kapada Allah,   <strong><em> la ilaha ilallah </em></strong> maka jaminan baginya surga, kehidupan bahagia setelah mati. Suatu kepasrahan dan penyaksian jiwa kepada kebesaran Allah Tuhan sang pemilik dan pencipta semesta Alam.</p>
<p><strong>c. Ujian-ujian dunia yang menggelincirkan</strong></p>
<p>Allah sudah mewanti-wanti pada umat manusia akan bahaya berbagai macam ujian dan godaan bagi umat manusia yang hidup di dunia. Dan sekaligus Allah telah menunjuki jalan-jalan kebahagiaan yang dapat dipelihara oleh tiap-tiap manusia</p>
<p><strong><em>Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, merekalah itu yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga). (QS. 34:37) </em></strong></p>
<p>Manusia banyak yang telah terbelenggu dengan kehidupan materialis disebabkan karena amat cintanya kepada kehidupan dunia dan harta benda. Zaman semakin modern semakin pula pola hidup materialis menjadi pola hidup manusia modern. Namun Allah memberi jalan keluar dari kubangan pola hidup materialis itu dengan jalan keluar yang membahagiakan umat manusia</p>
<p><strong><em>Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. (QS. 64:15)<br />
Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 64:16)<br />
Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun. (QS. 64:17)</em></strong></p>
<p>Seandainya umat manusia masih saja berpegang teguh pada prinsip-prinsip Islam yang sempurna, maka keindahan zaman modern bukan menjadi sebab malapetaka. Namun disebabkan manusia telah mengabaikan ilmu-ilmu Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah, maka manusia telah terseret kedalam arus kehidupan materialis yang berujung pada kesengsaraan dunia dan akherat. Manusia terjangkiti dengan kekacauan jiwa, sehingga semakin marak kejadian-kejadian pertikaian, dan perseteruan dan bahkan peperangan.</p>
<p>Mari kita gunakan seluruh potensi diri kita masing-masing untuk kita pinjamkan kepada Allah, untuk menegakkan kebenaran dari Allah dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga arus deras kehidupan materialis tidak akan lagi mempengaruhi kita. <span style="text-decoration: underline;">Bahkan dengan materi kita yang bertumpuk-tumpuk dapat kita kita tukarkan dengan keselamatan, ketenangan dan ketenteraman serta kebahagiaan di dunia dan di akherat. </span> Semua milik Allah, dan semua kembali kepada Allah, keridhoan Allah-lah yang membawa kita selamat di sisiNya.  Wallahu a&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/01/29/melawan-arus-deras-materialisme-dan-atheisme/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bonek:Sebuah Potensi Salah Ekspresi</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/01/26/boneksebuah-potensi-salah-ekspresi/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/01/26/boneksebuah-potensi-salah-ekspresi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 02:17:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humas_mta</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<category><![CDATA[anarkis]]></category>

		<category><![CDATA[bonek]]></category>

		<category><![CDATA[dendam]]></category>

		<category><![CDATA[ekspresi]]></category>

		<category><![CDATA[fanatik]]></category>

		<category><![CDATA[pemuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2222</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 23 Januari 2010, sekitar 4000 bonek yang berangkat dari Surabaya ke Bandung via Solo melakukan tindakan anarki berupa pelemparan batu dan penganiayaan terhadap sejumlah orang. Selain itu tim yang akrab dengan tindakan hooliganisme ini juga melakukan tindakan kriminal penjarahan, pemukulan terhadap wartawan Antara, Hasan Sakri Ghozali, anggota Brimob, Briptu Marsito, perusakan stasiun Purwosari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-GB"><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/01/icon-bonek-mta.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2226" title="icon-bonek-mta" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/01/icon-bonek-mta.jpg" alt="icon-bonek-mta" width="203" height="203" /></a>Pada tanggal 23 Januari 2010, sekitar 4000 bonek yang berangkat dari Surabaya ke Bandung via Solo melakukan tindakan <a title="Anarki" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anarki" target="_blank"><span style="color: windowtext; text-decoration: none;">anarki</span></a> berupa pelemparan batu dan penganiayaan terhadap sejumlah orang. <span id="more-2222"></span>Selain itu tim yang akrab dengan tindakan <a title="Hooliganisme (halaman belum tersedia)" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hooliganisme&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank"><span style="color: windowtext; text-decoration: none;">hooliganisme</span></a> ini juga melakukan tindakan <a title="Kriminal" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kriminal" target="_blank"><span style="color: windowtext; text-decoration: none;">kriminal</span></a> penjarahan, pemukulan terhadap wartawan <a title="Antara" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antara" target="_blank"><span style="color: windowtext; text-decoration: none;">Antara</span></a>, Hasan Sakri Ghozali, anggota Brimob, Briptu Marsito, perusakan <a title="Stasiun Purwosari" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Purwosari" target="_blank"><span style="color: windowtext; text-decoration: none;">stasiun Purwosari</span></a> <a title="Solo" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Solo" target="_blank"><span style="color: windowtext; text-decoration: none;">Solo</span></a> dan stasiun lainnya, perusakan rumah warga, serta tindakan-tindakan tidak terpuji lainnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-GB">Satu bonek dilaporkan meninggal karena terjatuh dari atap kereta api <a title="Pasundan (halaman belum tersedia)" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pasundan&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank"><span style="color: windowtext; text-decoration: none;">Pasundan</span></a> yang ditumpanginya, beberapa bonek mengalami keadaan kritis, dan puluhan orang dari pihak bonek dan penduduk di pinggiran rel kereta api mengalami luka-luka. Kerugian besar juga dialami oleh pihak <a title="Kereta Api Indonesia" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_Api_Indonesia" target="_blank"><span style="color: windowtext; text-decoration: none;">Kereta Api Indonesia</span></a> karena bonek melakukan perusakan terhadap kereta api, stasiun, dan menolak membayar penuh, serta menaiki kereta api melebihi kapasitas. (wikipedia)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-GB">Bonek sebetulnya mempunyai potensi yang luar biasa. Bondo nekat. Sebuah bentuk keberanian, tekad dan semangat serta ketawakalan yang belum terarahkan saja. Sebuah potensi yang belum tersalurkan dengan benar. Setiap orang yang menginjak usia muda memiliki jiwa yang membara untuk menunjukkan eksistensinya. </span><span lang="EN-GB">Ada</span><span lang="EN-GB"> hadis yang mafhumnya bukanlah pemuda yang bangga dengan berkata&#8230;. ini bapak saya. Tapi seorang pemuda adalah yang bangga dengan berkata inilah saya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-GB">Demikianlah psikologi yang ada pada diri bonek. Sebab lawan mereka bukan siapa-siapa melainkan sesama bonek sendiri. Mereka hanya ingin menunjukkan ini lho aku. Akulah yang paling bonek. Sebagaimana sekelompok pejuang yang tentunya ingin tampil sebagai pemberani. Hanya keberanian yang ditunjukkan bonek adalah keberanian yang belum tersalurkan kalau tidak mau dikatakan salah kaprah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-GB">Nah, sebetulnya kalau potensi keberanian, tekad dan ketawakalan yang ada pada diri bonek ini sudah teridentifikasi, para orang tua (pemerintah, aparat keamanan, dan tim sepakbola) harus bisa memenejnya, mengarahkannya, mengakomodasinya sehingga tersalurkan dengan baik dan tidak menimbulkan hal-hal yang kontraproduktif. Misalnya saja dengan pengorganisasian yang sistemik, merubah karakter supporter yang seportif, dan lain sebagainya. </span></p>
<p><span lang="EN-GB">Faktor kedua, yang menyebabkan mereka anarki adalah stigma negatif yang ada pada diri mereka. Karena stigma itulah mereka justru ingin menunjukkannya. Semakin dilabel dan diberitakan, para Bonek semakin bangga menunjukkan kenekatan dan anarkistisnya. Maka, di sini peran media sangat besar. </span></p>
<p><span lang="EN-GB">Cobalah direview kembali sejarah bonek, sebetulnya mereka pun pernah juga menunjukkan sportivitas. Bonek bertindak tidak selalu<span> </span>anarkis ketika kesebelasan Persebaya kalah. Tahun 1995, saat Ligina II, Persebaya dikalahkan Putra Samarinda 0 - 3 di Gelora 10 November. Tapi tidak ada amuk Bonek sama sekali. Para Bonek hanya mengeluarkan yel-yel umpatan yang menginginkan pelatih Persebaya mundur. Saat masih di Divisi I, Persebaya pernah ditekuk PSIM 1 - 2 di kandang sendiri. Saat itu juga tidak ada aksi kerusuhan. Padahal, jika menengok fakta sejarah, hubungan suporter Persebaya dengan PSIM sempat buruk, menyusul meninggalnya salah satu suporter Persebaya dalam kerusuhan di kala perserikatan dulu.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span lang="EN-GB">Faktor ketiga, Bonek bisa begitu anarkistis karena faktor godaan situasi kerumunan. </span><span lang="EN-GB">Massa</span><span lang="EN-GB"> berkerumun cenderung berpotensi mudah diprovokasi. Karena yang namanya kerumunan, di mana pun, apalagi seperti Bonek, mereka dengan mudah akan terpancing mengembangkan perilaku satu orang memulai yang lain ikut-ikutan.Untuk itu, pendekatan sosial yang diperlukan adalah rekayasa kultur dan rekayasa teknis agar ulah para Bonek ini bisa direduksi. Rekayasa kultur tidak bisa dilakukan dalam jangka pendek. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span lang="EN-GB">Mengantisipasi dendam kesumat </span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span lang="EN-GB">Nampaknya insiden ini akan menimbulkan dendam kesumat utamanya bagi bonek dan warga Solo yang direpresentasikan oleh Pasopati. Nampaknya warga solo kemarin belum puas dengan aksi balas dendam yang mereka lakukan. Dan aksi balas dendam itu juga menyisakan dendam bagi bonek. Terlihat di televisi di acara penguburan salah seorang anggota bonek yel-yel umpatan kepada wong solo. Dan entahlah &#8230;. kenapa Solo &#8230;.. meski di tempat lain mereka melakukan aksi anarkisme dan mendapatkan balasan. Kini dendam itu bagaikan sebuah bisul. Tinggal tunggu waktu kapan meletusnya. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span lang="EN-GB">Nah, kalau hal ini sudah bisa diprediksi, maka jauh-jauh harus sudah diantisipasi. Misalnya diadakan pengarahan-pengarahan yang intensif persuasif kepada para bonek. Ini bisa dilakukan utamanya oleh Klub Persebaya sendiri sebagai idola mereka, pemerintah dan aparat keamanan. Tujuan utamanya adalah merubah stigma negatif yang telah disandangnya, dan mengganti dengan jargon yang lebih baik dan simpatik.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span lang="EN-GB">Saya yakin kebanyakan temen-temen bonek ini agamanya Islam. Maka perlu diadakan pengajian Bonek, nah di sini peran MTA Surabaya, sebagai lembaga dakwah dituntut untuk aktif membuka pembinaan pengajian bagi para Bonek. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span lang="EN-GB">Ingatlah sobatt.. sebuah <strong>anarkis </strong>kepada siapapun dalam bentuk apapun, memanjakan sebuah <strong>dendam</strong>, usaha <strong>memprovokasi </strong>dan <strong>fanatisme </strong>yang salah sasaran adalah kejahatan tidak dibenarkan oleh agama manapun.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span lang="EN-GB">Semoga bermanfaat <img src='http://mta-online.com/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Penulis : <em>Tri Harmoyo <span class="email">(thmoyo@yahoo.com)</span></em></p>
<p style="text-align: justify;"><span lang="EN-GB"><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/01/26/boneksebuah-potensi-salah-ekspresi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Muslim Anti Dengki</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/01/25/menjadi-muslim-anti-dengki/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/01/25/menjadi-muslim-anti-dengki/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 19:04:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumaljawi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<category><![CDATA[Anti]]></category>

		<category><![CDATA[dengki]]></category>

		<category><![CDATA[iri]]></category>

		<category><![CDATA[muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2216</guid>
		<description><![CDATA[Rejeki itu bukan hanya harta tetapi mempunyai banyak cabang, termasuk antara lain kekuasaan, pemahaman ilmu, kesehatan dan lain-lain. Maha suci Allah Subhana wata&#8217;ala (Swt), yang meluaskan rejeki kepada siapa yang dikehendaki dan menyempitkan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
Oleh karena itu Rejeki yang diberikan kepada Seseorang atau Kelompok bahkan Negara seharusnya dipandang sebagai ketentuan Allah Swt dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/01/icon-dengki-mta-com.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2218" title="icon-dengki-mta-com" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/01/icon-dengki-mta-com.jpg" alt="icon-dengki-mta-com" width="200" height="200" /></a>Rejeki itu bukan hanya harta tetapi mempunyai banyak cabang, termasuk antara lain kekuasaan, pemahaman ilmu, kesehatan dan lain-lain. <span id="more-2216"></span>Maha suci Allah Subhana wata&#8217;ala (Swt), yang meluaskan rejeki kepada siapa yang dikehendaki dan menyempitkan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.</p>
<p>Oleh karena itu Rejeki yang diberikan kepada Seseorang atau Kelompok bahkan Negara seharusnya dipandang sebagai ketentuan Allah Swt dan takdir Illahi. Kerasulan Nabi Muhammad  Salallahu &#8220;alaihi wassalam (Saw) adalah takdir Illahi walaupun orang-orang kafir (Yahudi/Nasrani)  dengki (hasud) terhadap  Kerasulan Nabi Muhammad  Saw, sehingga tak mau mengikutinya.</p>
<p>Orang-orang hasad tidak akan ridha dengan takdir dan ketentuan Allah Swt dalam pembagian nikmat-Nya kepada para hamba-Nya. Dengan demikian setiap kenikmatan yang dianugerahkan Allah Swt kepada hamba-Nya selalu  ada musuhnya dan orang yang hasud itulah musuhnya.</p>
<p>Hasud itu kezhaliman dan senantiasa diawali dengan rasa iri yang merupakan perasaan ingin memperoleh kenikmatan  seperti orang lain peroleh, tetapi tidak suka kalau melihat orang lain mendapat kenikmatan  atau  sangat senang bila orang lain mendapat kesusahan. Untuk itu Nabi Muhammad Saw bersabda :</p>
<p style="text-align: right;">عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اِيَّاكُمْ وَ اْلحَسَدَ، فَاِنَّ اْلحَسَدَ يَأْكُلُ اْلحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ اْلحَطَبَ، اَوْ قَالَ: اْلعُشْبَ. ابو داود، ضعيف لانه فى اسناده جد ابراهيم بن ابى اسيد و هو مجهول</p>
<p><em>Dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi SAW bersabda, </em><em>&#8220;</em><em>Hati-hatilah kalian terhadap dengki, karena sesungguhnya dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar</em><em>&#8220;</em><em>, atau beliau bersabda, </em><em>&#8220;</em><em>(memakan) rumput</em><em>&#8220;</em>. [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 276, no. 4903<strong><em>)</em></strong>.</p>
<p>Kalau direnungkan perintah Nabi Saw untuk mewaspadai terhadap iri dan dengki tersebut,  sesungguhnya ditujukan kepada orang-orang mukmin, karena sayangnya Nabi Saw kepada pengikutnya  supaya tidak berbuat kezhaliman.</p>
<p>Iri dengki adalah kendaraan Syetan, sehingga Allah Swt melarang orang muslim terhadap muslim  yang lain saling iri dengki, karena setiap rezeki yang didapatkan  dari usaha masing-masing  tersebut <strong><em>given </em></strong>dan sudah menjadi ketentuan Allah.</p>
<p style="text-align: right;">وَلا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا</p>
<p>"<strong><em>Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu</em></strong>." [QS.An Nisaa' 32].</p>
<p>Karena setiap manusia termasuk orang muslim tidak bisa terhindar dari sifat-sifat dengki, prasangka buruk, dan kawatir, maka setiap kedengkian itu muncul dalam hati berlindunglah kepada Allah Swt dan jangan dituruti untuk menyatakannya.</p>
<p style="text-align: right;">وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ</p>
<p>&#8220;<strong><em>Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui</em></strong>.&#8221; [QS.Al A'raf' : 200].</p>
<p>Seorang muslim hanya dibolehkan iri itu  sebagaimana sabda Nabi Saw: &#8220;<strong><em>Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada jalan yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya</em></strong>.&#8221; (HR. Bukhari).</p>
<p>Mengapa harus iri dengki sesama muslim? Bukankah sesama muslim itu bersaudara? Supaya tidak iri barangkali perlu dipatrikan dalam hati Sabda Rasullullah Saw: &#8220;<strong><em>Apabila seorang melihat dirinya, harta miliknya atau saudaranya sesuatu yang menarik hatinya (dikaguminya) maka hendaklah dia mendoakannya dengan limpahan barokah. Sesungguhnya pengaruh iri adalah benar</em></strong>.&#8221; (HR. Abu Ya&#8217;la).</p>
<p>Sedangkan agar tidak dengki, beliau bersabda:</p>
<p>&#8220;<strong><em>Semoga Allah mengangkat derajat seseorang yang mendengar ucapanku, lalu dia memahaminya. Berapa banyak pembawa fikih yang tidak fakih. Tiga perkara yang (karenanya) hati seorang mukmin tidak akan ditimpa dengki: mengikhlaskan amal karena Allah, memberi nasihat kepada para pemimpin kaum muslimin dan berpegang kepada jama&#8217;ah mereka, karena doa mereka mengelilingi mereka dari belakang mereka</em></strong>&#8221; (HR. Bazzar).</p>
<p>Wallahu A&#8217;lam Bis Shawab</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/01/25/menjadi-muslim-anti-dengki/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>DENGKI Akhlak yang Berduri</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/01/21/dengki-akhlak-yang-berduri/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/01/21/dengki-akhlak-yang-berduri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 07:12:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayyub Al Fath</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2189</guid>
		<description><![CDATA[Dengki atau Al Hasadu adalah sebuah penyakit &#8216;berbahaya&#8217; yang bibitnya hidup dalam tubuh manusia. Dia akan senang sekali ketika menjumpai pemicu sifat hidupnya. Ketika saudara, teman atau tetangganya tersenyum senang maka sang pendengki akan kusut muka, sedih, pusing kepala dan dongkol menyesali kebahagiaan teman yang didengkinya.
Sebaliknya ketika terdengar kabar buruk, kesedihan atau musibah maka sang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/01/icon-dengki-mta.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2206" title="icon-dengki-mta" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/01/icon-dengki-mta.jpg" alt="icon-dengki-mta" width="100" height="100" /></a>Dengki atau <em>Al Hasadu </em>adalah sebuah penyakit &#8216;berbahaya&#8217; yang bibitnya hidup dalam tubuh manusia. Dia akan senang sekali ketika menjumpai pemicu sifat hidupnya. <span id="more-2189"></span>Ketika saudara, teman atau tetangganya tersenyum senang maka sang pendengki akan kusut muka, sedih, pusing kepala dan dongkol menyesali kebahagiaan teman yang didengkinya.</p>
<p>Sebaliknya ketika terdengar kabar buruk, kesedihan atau musibah maka sang pendengki puas bersorak bahagia walau kadang-kadang menutupinya agar terkesan tidak terlihat, bahkan terlihat simpatik. Kedengkian tidak akan muncul di hati manusia beriman yang selalu berusaha menuju taqwa, setiap waktu diguyur ilmu, amal dan berada dalam lingkaran persaudaraan yang ikhlas siap dalam membantu dan menasehati.</p>
<p style="text-align: right;">إِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ</p>
<p><em>&#8220;Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.&#8221; (QS.2:120)</em></p>
<p>Didalam masalah kerukunan hidup dan ukhuwwah, penyakit ini selalu saja berusaha menyelinap muncul untuk mengadu domba dan menghancurkan sebuah ikatan perjuangan. Bagi yang tidak peka dan tidak berusaha melawan gejolak ini, maka dirinya akan terjerumus dalam kedengkian yang tiada akhir. Bahkan tidak merasa kedengkian yang telah menyelimutinya. Hidup terasa berat dan susah, mengingat kepada yang sedang didengkipun sudah gelisah apalagi bertemu pula.</p>
<p style="text-align: right;">اِنَّ الدّيْنَ عِنْدَ اللهِ اْلاِسْلاَمُ، وَ مَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا اْلكِتبَ اِلاَّ مِنْ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ اْلعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ، وَ مَنْ يَّكْفُرْ بِايتِ اللهِ فَاِنَّ اللهَ سَرِيْعُ اْلحِسَابِ. ال عمران</p>
<p><em>Sesungguhnya agama (yang diridlai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian (yang ada) diantara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya</em>. [QS.2 : 19]</p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>Dengki Penghambat ketaqwaan</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: right;">عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لاَ تَحَاسَدُوْا، وَ لاَ تَنَاجَشُوْا، وَ لاَ تَبَاغَضُوْا، وَ لاَ تَدَابَرُوْا، وَ لاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَ كُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ اِخْوَانًا. اَلْمُسْلِمُ اَخُو اْلمُسْلِمِ، لاَ يَظْلِمُهُ وَ لاَ يَخْذُلُهُ وَ لاَ يَحْقِرُهُ. اَلتَّقْوَى ههُنَا. وَ يُشِيْرُ اِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ. بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرّ اَنْ يَحْقِرَ اَخَاهُ اْلمُسْلِمَ. كُلُّ اْلمُسْلِمِ عَلَى اْلمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَ مَالُهُ وَ عِرْضُهُ. مسلم</p>
<p><em>Dari Abu Hurairah, ia berkat : Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling menjerumuskan, janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling membelakangi, dan janganlah sebagian kalian menjual atas jualan sebagian yang lain. Jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim itu saudara muslim lainnya. Dia tidak boleh menganiaya, membiarkannya dan menghinanya. Taqwa itu ada di sini&#8221;, sambil beliau menunjuk ke dadanya, tiga kali. &#8220;Cukuplah seseorang dianggap jahat apabila menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya itu haram darahnya, hartanya dan kehormatannya&#8221;. [HR. Muslim juz 4, hal. 1986]</em></p>
<p>Sudah jelas khan? Bahwa sesama muslim dilarang mendengki, membohongi, membenci, mencuri dan saling memusuhi. Jika itu tak ada dalam diri kita semua, maka jaminan muncul kekuatan dari sebuah ukhuwah bukanlah mimpi lagi.</p>
<p><strong>Al Hasadu Menyerang Siapapun</strong></p>
<p>Iri dengki tidak hanya menyangkut hal-hal yang bersifat duniawi, seperti rumah dan kendaraan, melainkan juga menyangkut capaian-capaian di lingkup keagamaan, misalnya dakwah. Ini juga berarti bahwa penyakit dengki bukan hanya menjangkiti kalangan biasa.</p>
<p>Iri dengki itu ternyata dapat menjalar dan menjangkiti kalangan yang dikategorikan berilmu, pejuang, dan bahkan da&#8217;i. Seorang da&#8217;i atau mubalig, misalnya, tidak suka melihat banyaknya pengikut da&#8217;i atau mubalig lain. Tidak suka pengikutnya pergi mengikuti yang lain padahal lebih baik.</p>
<p>Seorang yang mengikuti kelompok atau jama&#8217;ah tertentu sangat benci kepada kelompok atau jama&#8217;ah lain yang mendapatkan kemenangan-kemenangan. Dan masih banyak lagi bentuk lainnya dari sikap iri dengki di kalangan para &#8220;pejuang&#8221;. Tapi bagaimana ini bisa terjadi?</p>
<p>Jadi, dalam konteks perjuangan, dengki dapat merayapi hati orang yang merasa kalah wibawa, kalah popularitas, kalah pengaruh, kalah pengikut. Yang didengki tentulah pihak yang dianggapnya lebih dalam hal wibawa, polularitas, pengaruh, dan jumlah pengikut itu. Merasa iri kepada orang yang dianggapnya lebih &#8220;kecil&#8221; atau lebih lemah adalah kecil, tapi bisa jadi mucul sebaliknya. Kedengkian luar biasa dalam wujud kebahagiaan karena melihat yang didengki susah, kalah dan terkena musibah.</p>
<p><strong>Kedengkian Menyantap Habis Kebaikan.</strong></p>
<p style="text-align: right;">
عَنْ اَنَسٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اَلْحَسَدُ يَأْكُلُ اْلحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ اْلحَطَبَ. وَ الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ اْلخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ اْلمَاءُ النَّارَ. وَ الصَّلاَةُ نُوْرُ اْلمُؤْمِنِ وَ الصّيَامُ جُنَّةٌ مِنَ النَّارِ. ابن ماجه، ضعيف لانه فى اسناده عيسى بن عيسى</p>
<p><em>Dari Anas RA, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Dengki itu bisa memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. Shadaqah itu bisa menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api, shalat itu adalah cahayanya orang mukmin dan puasa itu adalah perisai (bisa menjauhkan) dari neraka&#8221;</em>. [HR. Ibnu Majah]</p>
<p>Sebuah kedengkian akan mengantar kepada dosa-dosa berantai lainnya seperti fitnah, gunjing, bohong, merampas dst. Maka sangatlah benar ketika kedengkian menyelimuti, bersiap-siaplah pahala akan pergi menjauh dan dosa-dosa akan berdatangan memenuhi catatan amalnya.</p>
<p>Waspadai ini : Sikap dengki akan membebani psikologis pelakunya sehingga tidak produktif (malas) didunia apalagi akherat, cenderung tidak disukai orang lain, merasa berkehidupan sempit dan lupa untuk memperbaiki diri. Naudzubillah</p>
<p>Ya Allah jauhkanlah hati kami dari sifat dengki ini &#8230;.</p>
<p>Referensi :</p>
<p><em>- Brosur Ahad Pagi, 25 Agustus 2002 &#8220;Haram Dalam Islam (ke-62)&#8221; Tentang larangan berbuat dengki</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/01/21/dengki-akhlak-yang-berduri/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup  Di Dunia Hanya Sehari Saja</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/01/21/hidup-di-dunia-hanya-sehari-saja/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/01/21/hidup-di-dunia-hanya-sehari-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 04:16:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rochmad</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2195</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Muhammad SAW. keluarga, sahabat dan seluruh pengikut beliau. Alhamdulillah senantiasa kita bisikkan kepadaNya atas nikmatnya yang selalu dilimpahkan kepada kita semua.
Allah telah menggambarkan bagaimana ungkapan keluh kesah dan kesan orang-orang di hari akherat tentang  kehidupan mereka di dunia  sebagaimana firmanNya yang artinya:
mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/01/kalender.gif"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2197" title="kalender" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/01/kalender-150x150.gif" alt="kalender" width="150" height="150" /></a>Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Muhammad SAW. keluarga, sahabat dan seluruh pengikut beliau. <span id="more-2195"></span>Alhamdulillah senantiasa kita bisikkan kepadaNya atas nikmatnya yang selalu dilimpahkan kepada kita semua.</p>
<p>Allah telah menggambarkan bagaimana ungkapan keluh kesah dan kesan orang-orang di hari akherat tentang  kehidupan mereka di dunia  sebagaimana firmanNya yang artinya:</p>
<p><strong><em>mereka berbisik-bisik diantara mereka:&#8221;Kami tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sepuluh (hari)&#8221;. (QS. 20:103)<br />
Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika berkata orang yang paling lurus jalannya diantara mereka: &#8220;Kamu tidak berdiam (di dunia),melainkan hanya sehari saja&#8221;. (QS. 20:104)</em></strong></p>
<p>Berbahagialah orang-orang yang hidup di dunia dalam waktu yang amat singkat itu dekat dengan para  Rasul-Rasul Allah dan mereka menjadi orang yang taat kepada Allah dan Rasulnya. Dan berbahagialah pula orang-orang yang dalam hidupnya yang singkat itu selalu bersama dengan orang-orang ahli kebenaran dan kebaikan penerus para Rasul dan selalu tolong menolong dalam ber &#8216;amar ma&#8217;ruf dan ber nahi mungkar. Sehingga hidup mereka selalu dalam keberuntungan.</p>
<p><strong><em>(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma&#8217;ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur&#8217;an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 7:157)</em></strong></p>
<p>Berbahagialah anak-anak yang dididik dalam keluarga yang bertaqwa, dan berbahagialah orang-orang yang hidup dalam lingkungan orang-orang yang bertaqwa, dan berbahagialah manusia-manusia yang hidup dengan selalu menjaga taqwa. Karena dengan taqwa maka segala perbuatan manusia menjadi berkwalitas tinggi dan berbuah di dunia dan di akherat.</p>
<p>Sungguh orang-orang bertaqwa adalah orang-orang yang dimuliakan oleh Allah, berkat perjuangan mereka untuk selalu bersabar di jalan yang benar dan diridoi oleh Allah maka mereka  memperoleh derajad yang tinggi, dan memiliki kwalitas moral yang sangat tinggi, sebagaimana yang digambarkan Allah,</p>
<p><strong><em>Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: &#8220;Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri(muslimin)&#8221; (QS. 41:33)<br />
Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. <span style="text-decoration: underline;">Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik,</span> maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. (QS. 41:34)</em></strong></p>
<p><strong><em>Dan apabila dibacakan (al-Qur&#8217;an itu) kepada mereka, mereka berkata:&#8221;Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; al-Qur&#8217;an itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya). (QS. 28:53)<br />
Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, <span style="text-decoration: underline;">dan mereka menolak kejahatan dengan kabaikan, </span>dan sebagian dari apa yang kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan. (QS. 28:54)</em></strong></p>
<p><strong><em>Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, <span style="text-decoration: underline;">maka barang siapa mema&#8217;afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.</span> Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. (QS. 42:40)</em></strong></p>
<p>Membiasakan diri untuk selalu menjadi manusia yang berkwalitas moral tinggi membutuhkan pengendapan dan pembiasaan ilmu, iman dan amal sholih. Bila seseorang telah belajar untuk selalu dan selalu dan selalu menempuh jalan-jalan kesholihan maka mereka akan dapat mencapai derajad manusia-manusia yang selalu sabar.  Selalu sabar untuk selalu beramal sholih dan hidup dalam rahmat Allah.</p>
<p><strong><em>Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:&#8221;Tuhan kami ialah Allah&#8221; kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): &#8220;Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu&#8221; (QS. 41:30)</em></strong></p>
<p>Allah dan Rasulnya mengajari umat manusia untuk berlatih bersabar menjadi orang shalih, baik dalam bentuk ilmu atau pula dalam bentuk amal-amal yang nyata. Sholat sehari lima kali adalah termasuk cara-cara yang dikehendaki oleh Allah agar manusia selalu dalam kesholihan. Keseharian para sahabat-sahabat Rasulullah  untuk bertadarus dan bertadabur Al-Qur&#8217;an setiap hari adalah jalan-jalan menumbuhkan kesabaran didalam mewujudkan amal sholih.</p>
<p>Potongan ayat diatas menyampaikan bahwa  <strong><em>….&#8221;Kamu tidak berdiam (di dunia), melainkan hanya sehari saja&#8221;. (QS. 20:104),</em></strong> ternyata hidup kita di dunia lebih pendek dari satu bulan. Padahal orang-orang beriman sudah biasa hidup berpuasa satu bulan penuh di bulan Romadhon.<strong><span style="text-decoration: underline;"> Tentu untuk berpuasa sehari akan lebih ringan insyaallah. </span></strong>Memang hidup di dunia amat singkat. Dalam waktu yang singkat itu kita dituntut untuk beramal sholih yang membawa kita bahagia di akherat yang lebih kekal.</p>
<p>Hidup di dunia digambarkan oleh Allah tidak lebih dari sehari saja. Kesabaran sering diuji dengan waktu. Semakin panjang waktu ujian kadang-kadang orang menjadi tidak sabar dengan ujian yang berat-berat dan melelahkan.</p>
<p>Seorang mukmin yang hidup di zaman modern, zaman penuh dengan ujian iman, kesabaran menjaga iman diuji dengan ujian yang besar-besar dan melelahkan. Namum seorang mukmin sudah sering dilatih oleh Allah untuk puasa 30 hari di dalam bulan romadhon.</p>
<p>Segala puji bagi Allah, mari kita berpagi-pagi menyiapkan diri kita dan generasi penerus kita untuk memahami arti hidup yang sebenarnya. Sebuah waktu yang sangat pendek, namun sangat menentukan. Janganlah waktu yang amat pendek itu diisi dengan hal-hal yang dapat merusakkan ilmu, iman dan amal sholih. <strong><span style="text-decoration: underline;">Bersabarlah, hidup di dunia karena hidup di dunia hanya sehari saja. </span></strong></p>
<p>Setiap manusia yang pernah hidup di muka bumi, pasti ingin menghasilkan suatu karya yang berguna. Allah lah yang menentukan perbedaan <strong>kecerdasan, kemampuan dan bakat seseorang.</strong> Namun setiap manusia yang beriman dituntut untuk berkarya yang terbaik dalam sepanjang hidupnya. Dan Allah tidak membebani kecuali sekadar kemampuannya.</p>
<p><strong><em>Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya…….. (QS. 2:286)</em></strong></p>
<p><strong><em>Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya. (QS. 23:62)</em></strong></p>
<p><strong><em>Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 6:48)</em></strong></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Karya-karya yang ikhlash dan selalu mengharapkan keridhoan Allah, pasti Allah akan membimbing kepada jalan yang benar dan lurus.</span> Yang akan bermanfaat bagi generasi berikutnya dalam meneruskan estafet mewujudkan Umat Islam yang Rahmatan lil &#8216;alamin seperti yang dikehendaki  Allah untuk selalu bisa berlanjut sepanjang masa hingga akhir zaman.    Wallahu a&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/01/21/hidup-di-dunia-hanya-sehari-saja/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ikut Berjuang Dakwah Melalui MTAFM</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/01/16/ikut-berjuang-dakwah-melalui-mtafm/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/01/16/ikut-berjuang-dakwah-melalui-mtafm/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 21:21:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>naeklembah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2182</guid>
		<description><![CDATA[MTAFM menerima Revo dari Pendengar. InsyaAllah hampir sebagian besar masyarakat di Solo dan sekitarnya dan Jawa Tengah pada umumnya mengenal MTAFM. Sebuah radio dakwah yang diselenggarakan MTA dalam menyebarkan kajian dan gaung dakwah untuk siapapun yang mendengarnya.
Halangan dan kendala akan selalu ada, termasuk yang cinta begitupun sebaliknya membenci apa yang disiarkan oleh radio yang satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/01/icon-radiotv-mta.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2183" title="icon-radiotv-mta" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/01/icon-radiotv-mta.jpg" alt="icon-radiotv-mta" width="150" height="150" /></a>MTAFM menerima Revo dari Pendengar. InsyaAllah hampir sebagian besar masyarakat di Solo dan sekitarnya dan Jawa Tengah pada umumnya mengenal MTAFM. Sebuah radio dakwah yang diselenggarakan MTA dalam menyebarkan kajian dan gaung dakwah untuk siapapun yang mendengarnya.<span id="more-2182"></span></p>
<p>Halangan dan kendala akan selalu ada, termasuk yang cinta begitupun sebaliknya membenci apa yang disiarkan oleh radio yang satu ini.</p>
<p><strong>Kabar Gembira &#8230;</strong></p>
<p>Jika sebelumnya, radio MTA FM menerima mobil Suzuki APV Arena dari salah seorang pendengar yang terbuka hati dengan kehadiran radio ini. Kini giliran salah seorang pendengar dari Rembang juga memberikan sebuah sepeda motor Honda Revo untuk memuluskan perjuangan dakwah radio ini.</p>
<p>Sekitar dua minggu yang lalu (Sabtu, 2 Januari 2010-red), salah seorang pendengar dari Rembang datang ke studio Radio MTA FM Jl Cilosari 214, Semanggi, Surakarta.</p>
<p>Pendengar kelahiran Kudus ini datang dengan ditemani keluarganya untuk mengungkapkan  rasa berterima kasihnya dengan hadirnya Radio MTA FM.</p>
<p>&#8220;Saya senang sekali dengan radio ini (Radio MTA FM-red). Kami mendapatkan pencerahan dan bisa dinikmati keluarga dengan adanya siaran radio ini. Sebagai rasa terima kasih kami dari siaran itu, kami ingin ikut andil juga dalam perjuangan dakwah ini,&#8221; tutur pendengar dari Rembang ini.</p>
<p>Tak dinyana, ungkapan rasa berterima kasihnya justru diwujudkan dalam bentuk sepeda motor Honda Revo. Programmer Radio MTA FM, Rudy Herfianto, BS, mengungkapkan bantuan ini diberikan dalam bentuk uang sebesar Rp. 13, 3 juta. &#8220;Kami yang mencarikan sendiri sepeda motor sesuai yang dipesan oleh bapak dari Rembang itu,&#8221; lanjutnya.</p>
<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/01/motor-revo-untuk-mtafm.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-2184" title="motor-revo-untuk-mtafm" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/01/motor-revo-untuk-mtafm.jpg" alt="motor-revo-untuk-mtafm" width="300" height="400" /></a>Hari Senin, 11 Januari 2010 kemarin, sepeda motor Honda Revo warna hitam racing tersebut sudah dikirim ke radio MTA FM. Sepeda motor ini nantinya akan digunakan untuk kegiatan yang menyangkut dakwah radio MTA FM maupun MTA TV yang juga berada dalam satu tempat yang sama. &#8220;Bagi kami, siaran radio MTA FM didengarkan saja, kami sudah berterima kasih. Apalagi mau mengkaji sesuai Al-Qur&#8217;an dan Sunnah itu adalah tujuan dari kami, &#8221; terangnya.</p>
<p>Namun, lanjutnya, kami tidak melarang para pendengar untuk ikut andil dalam perjuangan dakwah Radio MTA FM ini. &#8220;Apapun yang diberikan, kami sangat berterima kasih,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kehadiran Radio MTA FM memang mampu memikat ribuan pendengar loyal dan simpatisan dengan tujuan utama upgrade pengetahuan agama. Sudah terbukti bahwa  banyak pendengar yang terbuka hatinya atas petunjuk-petunjuk Alllah SWT setelah mendengar kajian-kajian yang disiarkan di radio berfrekuensi 107,9 MHz.</p>
<p>Berkat kecintaan pendengar terhadap kehadiran radio dakwah ini, tak sedikit dari para pendengar yang &#8216;ikut andil&#8217; dalam perjuangan dakwah melalui radio ini. Apapun jalan yang ditempuh, perjuangan dakwah harus tetap dilanjutkan, bukan dimatikan. (ntz)</p>
<p>Maju Terus MTAFM !</p>
<p><img src="file:///C:/Users/YUDHAY%7E1/AppData/Local/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/01/16/ikut-berjuang-dakwah-melalui-mtafm/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Jilbab Hanya Sebagai Asesoris</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/01/14/ketika-jilbab-hanya-sebagai-asesoris/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/01/14/ketika-jilbab-hanya-sebagai-asesoris/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 02:20:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>naeklembah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2161</guid>
		<description><![CDATA[Seorang perempuan muda berjilbab mini tengah mengambil bolpoin yang jatuh di lantai. Secara mengejutkan, pakaian yang tak kalah mini dengan jilbabnya, terangkat ke atas hingga memperlihatkan bagian tubuhnya. 
Na&#8217;udzubillahi min dzalik, jika contoh yang dilukiskan itu sudah menjadi gambaran dari muslimah-muslimah sekarang ini. Niatnya memang baik, menutup aurat yang sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslimah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/01/icon-jilbab-mta.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2174" title="icon-jilbab-mta" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/01/icon-jilbab-mta.jpg" alt="icon-jilbab-mta" width="100" height="100" /></a>Seorang perempuan muda berjilbab mini tengah mengambil bolpoin yang jatuh di lantai. Secara mengejutkan, pakaian yang tak kalah mini dengan jilbabnya, terangkat ke atas hingga memperlihatkan bagian tubuhnya. <span id="more-2161"></span></em></strong></p>
<p>Na&#8217;udzubillahi min dzalik, jika contoh yang dilukiskan itu sudah menjadi gambaran dari muslimah-muslimah sekarang ini. Niatnya memang baik, menutup aurat yang sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslimah. Hanya saja, seringkali aurat yang ditutup tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dituntunkan oleh Islam.</p>
<p>Lihatlah, betapa banyak perempuan-perempuan yang mengaku beragama Islam, mengenakan jilbab, tetapi masih mempertontonkan bentuk lekuk tubuhnya. Salah bergerak sedikit, bagian tubuhnya bisa kelihatan. Mininya jilbab yang dikenakan seringkali malah membuat rambutnya yang panjang menjuntai keluar.</p>
<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/01/icon-jilbab-mta2.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-2177" title="icon-jilbab-mta2" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/01/icon-jilbab-mta2.jpg" alt="icon-jilbab-mta2" width="308" height="308" /></a>Kasus lain, ketika para ibu yang menghadiri walimahan mengenakan jilbab, namun lengan kebayanya masih transparan. Usai walimahan, biasanya mereka menanggalkan jilbab seolah-olah jilbab hanyalah sebagai asesoris untuk walimahan saja.</p>
<p>Sama halnya dengan para siswi atau mahasiswi yang sekolah atau kuliah di sekolah atau universitas Islam yang mewajibkan untuk mengenakan jilbab, mau tidak mau mereka harus mengenakan jilbab ketika berada di lingkungan sekolah atau kampus. Di luar itu, mereka dengan mudahnya tanpa beban membiarkan rambutnya tidak tertutup oleh jilbab.</p>
<p>Bahkan, ada juga sebagian mengenakan jilbab hanya karena merasa lebih cantik jika berjilbab. Rambutnya yang kurang bagus untuk diperlihatkan, terpaksa harus ditutupi. Jilbab modis yang dikenakan bisa mengalihkan penampilannya, hingga ia terlihat lebih mempesona dengan berjilbab.</p>
<p>Sesempit inikah makna jilbab bagi para wanita muslimah? Amat sangat disayangkan jika jilbab hanya diartikan sebagai asesoris semata.<br />
<strong><br />
Kewajiban Berjilbab</strong></p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_zbD8ju_y7rs/S0qbS0P_S2I/AAAAAAAAAC0/6vIKVKgS2w4/s1600-h/lovehijabmuch.jpg"></a></p>
<p>Perintah berjilbab sudah jelas terdapat dalam QS.An Nuur : 31</p>
<p style="text-align: right;">وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الإرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ</p>
<p><em>&#8220;Katakanlah kepada wanita yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung&#8221;</em></p>
<p>Dari ayat tersebut nampak jelas, bahwa setiap wanita muslimah, dalam hal ini adalah semua wanita yang mengimani agama Islam, diwajibkan mengenakan jilbab. Konteks jilbab disini tidak hanya menutup rambutnya saja, melainkan menjulurkan jilbab hingga ke bagian dadanya. Sudah pasti, jilbab yang dikenakan haruslah lebar, tidak mini dan bisa menutupi bagian-bagian tubuh yang harus dijaga.&#8221;</p>
<p>Pakaian yang dikenakan pun harus lapang, tidak menonjolkan bagian tubuhnya. Sebagaimana halnya firman Allah dalam QS Al Ahzab 59,</p>
<p style="text-align: right;">يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا</p>
<p><em>&#8220;Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: &#8220;Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.&#8221; Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221; </em></p>
<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/01/icon-jilbab-mta3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2178" title="icon-jilbab-mta3" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/01/icon-jilbab-mta3-297x300.jpg" alt="icon-jilbab-mta3" width="297" height="300" /></a>Arti &#8216;jilbab&#8217; dalam ayat tersebut ialah jilbab yang sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala hingga dada. Ayat tersebut juga semakin memperjelas bahwa jilbab tak hanya digunakan untuk menutupi kepala saja (dalam artian rambut) namun juga digunakan untuk menutupi bagian tubuhnya, termasuk dada. Jika mengenakan jilbab yang mini dimana umumnya jilbab diikatkan ke leher, ini berarti tidak sesuai dengan apa yang dimaksudkan dalam ayat ini.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan jilbab modis? Umumnya, jilbab modis kebanyakan tidak sesuai dengan apa yang dituntunkan dalam Al-Qur&#8217;an. Seringkali karena alasan modis, jilbab yang dikenakan justru meninggalkan unsur syar&#8217;i-nya. Jilbab dibuat sedemikian rupa sehingga bagian dada yang seharusnya tertutupi, justru malah kelihatan.</p>
<p>Bukan berarti Islam melarang para wanita muslimah untuk tampil modis. Tak ada salahnya modis, asalkan jilbab atau pakaian yang dikenakan sesuai dengan yang telah diperintahkan oleh Allah dalam QS An Nuur 31 dan QS Al Ahzab 59.<br />
<strong><br />
Batasan-batasan</strong></p>
<p>Berjilbab tak hanya dilakukan ketika kita berada di luar rumah saja. Meskipun di dalam rumah, jika disana terdapat orang-orang yang bukan mahrom kita, maka wanita muslimah harus tetap mengenakan jilbabnya.</p>
<p>Soal batasan-batasan siapa saja yang memperbolehkan wanita muslimah membuka jilbabnya dijelaskan oleh Allah dalam QS An Nuur 31,</p>
<p><em>&#8220;&#8230;Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.&#8221;</em></p>
<p><strong>Sebagai Cermin Menjaga Hat</strong>i</p>
<p>Terkadang orang berseloroh, &#8220;Berjilbab, kok gitu sih?&#8221; Kebanyakan masyarakat awam selalu berpikir bahwa wanita yang mengenakan jilbab diartikan sebagai orang yang kadar imannya kuat. Tidak heran jika dalam kenyataannya masih banyak didapati wanita-wanita berjilbab yang masih melakukan hal-hal yang melanggar agama, termasuk berzina (nau&#8217;dzubillah).</p>
<p>Fakta yang banyak terjadi di masa sekarang ini, banyak wanita yang sudah mengenakan jilbab, namun akhlaqnya tak berbeda jauh dengan mereka yang belum mengenakan jilbab, bahkan lebih parah dari mereka. Berjilbab, tapi masih hobi pacaran, berdua-duaan dengan sang kekasih entah di tempat yang sepi atau ramai. Bahkan, sudah bukan hal yang tabu lagi jika mereka saling berciuman di tempat umum. Astaghfirullah.</p>
<p>Pemandangan yang membuat kita tersayat ketika kita mendapati wanita-wanita berjilbab, dengan tanpa bebannya membonceng di atas sepeda motor yang ditunggangi oleh laki-laki yang bukan mahromnya. Jarak mereka begitu dekat, bahkan terlalu mepet dengan tubuh laki-laki itu. Padahal, ia sudah mengenakan jilbab.</p>
<p>Inilah yang membuat sebagian besar wanita-wanita yang beragama Islam enggan mengenakan jilbab. Mereka merasa belum pantas untuk menjilbabi hatinya. Mereka takut, jika mereka berjilbab nanti, mereka tidak bisa menjaga jilbabnya. Mereka lebih berpikir untuk tidak mengenakan jilbab karena takut tidak bisa menjaga akhlaqnya.</p>
<p>Padahal menutup aurat itu hukumnya adalah wajib bagi setiap wanita yang beriman. Siap atau tidak siap, setiap wanita muslimah diharuskan menutup auratnya. Jika merasa belum pantas menjilbabi hati, justru dengan jilbablah, kita bisa menjadikannya sebagai cermin untuk menata diri.</p>
<p>Karena jilbab merupakan identitas kita sebagai seorang muslimah, sebagai hamba-Nya yang taat, tentu kita akan selalu menjaga jilbab, jangan sampai jilbab yang kita kenakan justru malah menimbulkan fitnah. Nantinya, jilbab ini akan membawa kita pada perubahan sikap, tingkah laku serta perbuatan kita sehari-hari ke jalan yang diridloi-Nya.</p>
<p>Yah, jilbab sebagai alat untuk menjaga hati, bukan menjaga hati terlebih dulu, kemudian baru mengenakan jilbab. Karena menutup aurat hukumnya adalah wajib, maka dengan mengenakan jilbab sekaligus menjilbabi hati adalah hal yang harus kita lakukan sebagai seorang muslimah.</p>
<p>Tunggu apa lagi? Jangan ragu-ragu untuk mengenakan jilbab. Jadikan jilbab sebagai cermin menjaga hati dan tidak menjadikannya sebagai asesoris belaka. Keep istiqomah!!! (<strong>ntz)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/01/14/ketika-jilbab-hanya-sebagai-asesoris/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
