<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MTA-Online.Com &#124; Situs resmi Majlis Tafsir Al-Qur'an<br />
<b>Warning</b>:  call_user_func_array() [<a href='function.call-user-func-array'>function.call-user-func-array</a>]: First argument is expected to be a valid callback, 'Friday' was given in <b>/home/mta15/public_html/v2/wp-includes/plugin.php</b> on line <b>170</b><br />
</title>
	<atom:link href="http://mta-online.com/v2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mta-online.com/v2</link>
	<description>Guide You Back to The Right Track</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 04:17:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Pengajian Umum di Ungaran</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2012/05/16/pengajian-umum-di-ungaran/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2012/05/16/pengajian-umum-di-ungaran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 04:17:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mastikno</dc:creator>
				<category><![CDATA[FrontPage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=3999</guid>
		<description><![CDATA[Besok hari Libur Nasional Kamis, 17 Mei 2012 MTA kabupaten Semarang bakal punya gawe besar mengadakan pengajian umum dalam rangka pengukuhan 4 cabang Yayasan MTA di Perwakilan Kabupaten Semarang. Insya Allah sebegai pembicara dalam pengajian tersebut Prof.Dr. H. M Amin Suma, SH, MA (anggota Komisi Fatwa MUI Pusat). Yang perlu diperhatikan bagi para pengunjung adalah masalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Besok hari Libur Nasional Kamis, 17 Mei 2012 MTA kabupaten Semarang bakal punya gawe besar mengadakan pengajian umum dalam rangka pengukuhan 4 cabang Yayasan MTA di Perwakilan Kabupaten Semarang. Insya Allah sebegai pembicara dalam pengajian tersebut Prof.Dr. H. M Amin Suma, SH, MA (anggota Komisi Fatwa MUI Pusat).</p>
<p>Yang perlu diperhatikan bagi para pengunjung adalah masalah parkir kendaraan, yang mana parkir telah diatur sedemikian rupa oleh panitia yaitu Bus besar /sedang parkir di Lap PT.Poliplas, mobil biasa dan sepeda motor parkir masuk komplek Tarubudaya, dengan tarif parkir : Bus besar Rp.10.000,- Bus sedang Rp.5.000,- Mobil kecil Rp.2.000,- dan sepeda motor Rp.1000,-</p>
<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/05/Peta.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-4000 alignleft" title="Peta" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/05/Peta-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2012/05/16/pengajian-umum-di-ungaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fondasi Kokoh Membangun Kemakmuran Dan Keadilan</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2012/05/16/fondasi-kokoh-membangun-kemakmuran-dan-keadilan/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2012/05/16/fondasi-kokoh-membangun-kemakmuran-dan-keadilan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 02:44:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rochmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[FrontPage]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=3990</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu tekun mengikuti jalan petunjuk-Nya. Dalam kehidupan sering kita lihat dan kita rasakan sendiri tentang pudarnya rasa solidartas seiring dengan meningkatnya kesejahteraan. Bahkan ada yang lebih parah lagi yaitu pudarnya keiman seiring dengan meningkatnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/05/logo-mta.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3993" title="logo-mta" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/05/logo-mta.jpg" alt="" width="125" height="125" /></a>Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu tekun mengikuti jalan petunjuk-Nya.</p>
<p>Dalam kehidupan sering kita lihat dan kita rasakan sendiri tentang pudarnya rasa solidartas seiring dengan meningkatnya kesejahteraan. Bahkan ada yang lebih parah lagi yaitu pudarnya keiman seiring dengan meningkatnya kesejahteraan.</p>
<p>Banyak lembaga-lembaga agama yang telah merintis dunia pendidikan dan dunia usaha, namun ditengah perjalanan, banyak dunia pendidikan dan dunia usaha yang melepaskan diri dari bimbingan lembaga-lembaga keagamaan. Ketika kesuksesan demi kesuksesan tergapai, kemajuan-kemajuan tergapai, maka masalah agama menjadi sesuatu yang terasa asing untuk dijadikan sebagai bahan pembicaraan dan menjadi asing pula dijadikan sebagai titik tolak sumber-sumber kesuksesan dan kemajuan.</p>
<p>Segala puji bagi Allah, ketika manusia sedang dalam duka, nestapa dan derita, sering manusia jatuh bangun selalu menyebut dan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Bahkan dalam setiap nafasnya selalu mengharap pertolongan kepada Allah. Namun ketika kemudian menemukan jalan longgar dan lapang, manusia banyak yang kemudian lupa kepada Allah.<br />
.<br />
<strong><em>Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdo&#8217;a kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat) seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan. (QS. 10:12) </em></strong><br />
.<br />
<strong><em>Dan apabila manusia disentuh oleh suatu bahaya, mereka menyeru Ilah-Nya dengan kembali bertaubat kepada-Nya, kemudian apabila Allah merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat daripada-Nya, tiba-tiba sebahagian dari pada mereka mempersekutukan Tuhannya, (QS. 30:33) </em></strong><br />
sehingga mereka mengingkari akan rahmat yang telah Kami berikan kepada mereka. Maka bersenang-senanglah kamu sekalian, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu). (QS. 30:34)<br />
.</p>
<p>Sudah menjadi tabiat manusia awam, bila mereka menemukan kesusahan maka mereka selalu berusaha memohon bimbingan Allah SWT, namun ketika mereka dalam kesenangan begitu mudah mereka melupakan Allah SWT.</p>
<p>Kemakmuran yang datang kepada manusia atau sekelompok manusia perlu dihadapi dengan meningkatkan kesyukuran kepada Allah SWT. Manusia sebagai pribadi atau manusia sebagai kelompok atau sebagai Bangsa, perlu memahami kunci-kunci kokohnya dan lestarinya hidup dalam Kemakmuran dan Keadilan.</p>
<p>Kemakmuran dan Keadilan dapat dibangun diatas landasan TAQWA, dan bila keTAQWAan telah memudar maka kemakmuran bisa berubah menjadi sumber bencana Sosial dan bencana Kehidupan, dan Demikian pula hilangnya TAQWA dapat menghancurkan sendi-sendi Keadilan.<br />
.<br />
<strong><em>Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada TAQWA. Dan berTAQWAlah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang akamu kerjakan. (QS. 5:8) </em></strong><br />
.</p>
<p>KeTAQWAan pribadi, atau sekelompok manusia, dapat dibangun dengan memahami Hakekat kehidupan, Apa sebenarnya Tujuan Allah menciptakan kehidupan, dan bagaimana pula sikap manusia kepada Allah SWT yang telah memberi kehidupan. KeTAQWAan adalah sifat mulia pemberian Allah, ketika seseorang rajin dan tekun beribadah dan taat kepada Allah, maka Allah menyematkan kepribadian TAQWA kepada orang tersebut.</p>
<p>Dalam Al-qur’an Allah memberikan contoh sebuah kepribadian yang tangguh dalam memegang keTAQWAan, sehingga ketika kemakmuran diberikan kepadanya, tidak memudarkan keTAQWAannya dan sekaligus dapat melestarikan keadilan dalam perjalanan hidupnya, dialah nabi Daud dan nabi Sulaiman.</p>
<p>Nabi Daud dan Nabi Sulaiman, memiliki kerajaan dunia yang besar dan memiliki Istana yang Indah, namun semuanya itu digunakan untuk selalu bersyukur kepada Allah.</p>
<p>Segala apa yang ada di langit dan di bumi adalah milik Allah SWT, sudah sewajarnya bila semua itu digunakan sebagai sarana untuk berbakti, taat, tunduk patuh kepada-Nya. Dan digunakan untuk selalu beribadah kepada-Nya.</p>
<p>.<br />
<strong><em>Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Allah). (QS. 38:17) </em></strong><br />
<strong><em>Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia(Daud) di waktu petang dan pagi, (QS. 38:18) </em></strong><br />
<strong><em>dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul.Masing-masingnya amat ta&#8217;at kepada Allah. (QS. 38:19) </em></strong><br />
<strong><em>Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan. (QS. 38:20) </em></strong><br />
.</p>
<p><strong><em>Dikatakan kepadanya:&#8221;Masuklah ke dalam istana&#8221;. Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman:&#8221;Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca&#8221;. Berkatalah Balqis:&#8221;Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam&#8221;. (QS. 27:44) </em></strong><br />
.</p>
<p>Manusia modern yang masih memegang teguh keimanan dan keTAQWAan pasti memahami firman-firman Allah tersebut. Bahwa keindahan dunia akan kehilangan makna yang terdalam bila manusia-manusia telah meninggalkan ibadah dan taat kepada Allah.</p>
<p>Allah pemilik semesta alam, bila manusia berpegang teguh untuk selalu beribadah kepada Allah maka semua itu sesuatu yang akan melestarikan nikmat-nikmat Allah kepada mereka. Sebaliknya bila mereka mulai mengabaikan petunjuk Allah, maka Ibarat kesuksesan yang ada di tepi jurang yang sewaktu waktu dengan mudah akan runtuh dan masuk ke dasar jurang.</p>
<p>.<br />
<strong><em>Mereka berkata:&#8221;Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu, dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar&#8221;. (QS. 27:49) </em></strong><br />
<strong><em>Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari. (QS. 27:50) </em></strong><br />
<strong><em>Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya. (QS. 27:51) </em></strong><br />
<strong><em>Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka. Sesungguhnya pada demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui. (QS. 27:52) </em></strong></p>
<p>.<br />
Bila Allah berkehendak membalas kedurhakaan manusia kepada Allah maka kesuksesan yang dibangun manusia bertahun-tahun, beratus-ratus tahun atau bahkan beribu-ribu tahun dapat lenyap dalam waktu sekejab.</p>
<p>Sebaliknya kepatuhan manusia kepada Allah akan mendatangkan nikmat-nikmat Allah kepada mereka dalam bentuk kesuksesan-kesuksesan dunia dan akhirat yang dapat dirasakan nikmat dan bahagianya dalam mengarungi kehidupan.<br />
.<br />
<strong><em>Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 16:97) </em></strong></p>
<p><strong><em>Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan berTAQWA, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, …………..(QS. 7:96) </em></strong></p>
<p><strong><em>Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya).Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 42:12) </em></strong><br />
.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Banyak ide-ide positip yang muncul dari pikiran-pikiran umat manusia yang beriman dan berTAQWA, sehingga dapat menumbuhkan kesejahteraan dan kemakmuran dan keadilan untuk dirinya, keluarganya, masyarakatnya dan bangsanya. </span></p>
<p>Sebaliknya sebuah kelompok manusia yang membiarkan kesesatan dan sumber-sumber kesesatan dan kemaksiyatan merajalela dalam lingkungan kehidupan, dapat dipastikan akan memunculkan ide-ide negatip yang bersifat merusak, mengacau dan menghancurkan kelestarian kemakmuran kesejahteraan dan keadilan. Bahkan tidak sedikit sekelompok manusia yang tanpa mereka sadari bahwa mereka sedang menggali sendiri kehancuran untuk diri mereka sendiri.</p>
<p><strong>Sungguh dari Al-Qur’an dan As-Sunnah dapat memperbaiki pengetahuan dan pemahaman kita tentang sumber-sumber keberhasilan kesuksesan, dan darinya pula kita akan mengetahui sumber-sumber kehancuran dan kebinasaan.</strong> Wallahu a’alam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2012/05/16/fondasi-kokoh-membangun-kemakmuran-dan-keadilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Ukhuwwah</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2012/05/13/membangun-ukhuwwah/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2012/05/13/membangun-ukhuwwah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 09:58:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alustadz</dc:creator>
				<category><![CDATA[FrontPage]]></category>
		<category><![CDATA[kolom Al Ustadz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=3985</guid>
		<description><![CDATA[Harian SOLOPOS (Jum’at, 11 Mei 2012). Banyak fakta menunjukkan bahwa ukhuwwah Islamiyyah semakin melemah. Antar sesama umat Islam sering terjadi bentrok. Ada pesantren yang dibakar, ada pengajian yang didemonstrasi dan ada kelompok masyarakat yang diusir dari kampung halaman mereka. Ukhuwwah wathoniyyah semakin memudar. Sering terjadi bentrok antar sesama anak bangsa.  Ada aparat yang bentrok melawan aparat. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2011/10/alustadz-ahmad-sukino.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3658" title="alustadz-ahmad-sukino" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2011/10/alustadz-ahmad-sukino.jpg" alt="" width="270" height="270" /></a>Harian SOLOPOS (Jum’at, 11 Mei 2012).</em> Banyak fakta menunjukkan bahwa ukhuwwah Islamiyyah semakin melemah. Antar sesama umat Islam sering terjadi bentrok. Ada pesantren yang dibakar, ada pengajian yang didemonstrasi dan ada kelompok masyarakat yang diusir dari kampung halaman mereka. <strong>Ukhuwwah wathoniyyah</strong> semakin memudar. Sering terjadi bentrok antar sesama anak bangsa. <span id="more-3985"></span></p>
<p>Ada aparat yang bentrok melawan aparat. Ada aparat yang bentrok melawan masyarakat. Bahkan <strong>ukhuwwah bashariyyah</strong>pun semakin memprihatinkan, ditandai dengan meningkatnya tindak kriminalitas. Pencurian dengan kekerasan, perampokan, penganiayaan, dan pembunuhan menjadi menu berita harian di berbagai media cetak dan elektronik.</p>
<p>Sudah begitu parah keadaan negeri ini, masih saja ada pihak-pihak yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Oknum politikus busuk menyusup ke berbagai instansi melakukan kolusi dengan pejabat terkait mempermainkan anggaran demi keuntungan pribadi atau partai.</p>
<p>Mata tombak trisula yang terdiri dari pejabat kotor, politikus busuk dan pengusaha hitam menancap di jantung berbagai instansi melumpuhkan kinerja. Maka tidak mengherankan kalau aspirasi masyarakat melalui DPR terasa buntu, pemberantasan korupsi seperti berjalan di tempat, dan pelayanan umum di berbagai instansi terasa lambat.</p>
<p>Kalau kita mau jujur, yang menjadi sebab berbagai persoalan di atas adalah kualitas moral yang rendah. Maka upaya perbaikan melalui jalur manapun akan gagal di tengah jalan, kecuali melalui jalur perbaikan kualitas moral. Karena mayoritas penduduk negeri ini adalah umat Islam, maka sumbangan yang paling dominan atas kerusakan yang terjadi juga berasal dari umat Islam. Maka upaya perbaikan negeri ini tidak akan berhasil kecuali melalui jalur perbaikan kualitas moral umat Islam.</p>
<p>Hal itu sesuai dengan misi Rasulullah saw seperti yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi yakni untuk menyempurnakan kemuliaan akhlaq.<em> (Innamaa buits-tu liutammima makaarimal-akhlaaq)</em> Akhlaq yang mulia akan membimbing pemiliknya untuk beramal sesuai dengan nilai-nilai moral yang diyakininya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: right;"><span style="font-size: 22.0pt; mso-ansi-font-size: 11.0pt; font-family: 'Traditional Arabic'; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
اِنَّمَا بُعِثْتُ ِلاُتَمّمَ مَكَارِمَ اْلاَخْلاَقِ. احمد<br />
</span></p>
<blockquote><p>Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq. (HR. Ahmad)</p></blockquote>
<p>Hal ini secara individual akan mencegah terjadinya tindak kriminal dan secara komunal akan mencegah terjadinya bentrok antar kelompok masyarakat. Sebaliknya akhlaq mulia akan mendorong tumbuhnya solidaritas antar sesama umat Islam yang pada gilirannya akan memperkuat ukhuwwah Islamiyyah.</p>
<p>Karena jumlah umat Islam di seluruh Indonessia ada sekitar 88% dari populasi, maka ukhuwwah Islamiyyah akan memberikan sumbangan sekitar 88% terhadap kuatnya ukhuwwah wathoniyyah (baca: persatuan nasional) dan ukhuwwah bashariyyah.</p>
<p>Sejarah mencatat dengan tinta emas bahwa persatuan umat Islam telah menjadi kekuatan utama untuk mengusir penjajah. Sejarah juga membuktikan bahwa persatuan umat Islam telah menyelamatkan dasar negara Pancasila dari penghianatan komunis.<br />
Dengan modal persatuan umat Islam, apapun yang hendak dicapai oleh bangsa ini insya Allah akan tercapai dengan pertolongan Allah.</p>
<blockquote><p>Kemakmuran, kesejahteraan dan keadilan sosial insya Allah akan berada dalam genggaman bangsa bila umat Islam bersatu. Maka membangun akhlaq karimah harus diutamakan untuk memperkuat ukhuwwah Islamiyyah.</p></blockquote>
<p>Akhlaq karimah secara individual akan menurunkan angka kriminalitas. Sedang ukhuwwah Islamiyyah secara komunal akan menurunkan probabilitas terjadinya bentrok antar kelompok. <strong>Al jama&#8217;atu rahmah walfiqaatu adzaab</strong>. Semoga Allah melunakkan hati kita terhadap Islam dan mempersatukan kita di bawah naungan tauhid, sehingga mendatangkan <strong>barakah</strong> bagi bangsa Indonesia, aamiin. ***</p>
<p>Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina<br />
<strong>Pimpinan Majlis Tafsir Al Qur’an (MTA)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2012/05/13/membangun-ukhuwwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BAHAYA  BUESAR  DIBALIK  KEMEWAHAN  DAN  KEMEGAHAN</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2012/04/26/bahaya-buesar-dibalik-kemewahan-dan-kemegahan/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2012/04/26/bahaya-buesar-dibalik-kemewahan-dan-kemegahan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 07:26:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rochmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[FrontPage]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=3975</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikut beliau yang selalu tekun mengikuti jalan petunjuk-Nya. Kita semua pasti pernah membaca pesan Rasulullah yang melarang umatnya menggunakan piring emas dan gelas emas di dunia ini. Kekuatan, kekayaan, kekuasaan dan kelebihan-kelebihan yang Allah berikan pada umat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/04/logo-mta2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3978" title="logo-mta" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/04/logo-mta2.jpg" alt="" width="125" height="125" /></a>Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikut beliau yang selalu tekun mengikuti jalan petunjuk-Nya.</p>
<p>Kita semua pasti pernah membaca pesan Rasulullah yang melarang umatnya menggunakan piring emas dan gelas emas di dunia ini. Kekuatan, kekayaan, kekuasaan dan kelebihan-kelebihan yang Allah berikan pada umat manusia memiliki dua kemungkinan. Bila digunakan untuk hal-hal yang baik maka kebaikannya akan luar biasa hasilnya hingga besar juga pahalanya, sebaliknya bila digunakan untuk keburukan, maka juga luar biasa rusaknya dan juga siksa yang bakal diterima.</p>
<p>Banyak contoh-contoh kesalahan fatal yang diakibatkan oleh suasana kemegahan dan kemewahan yang semuanya disebabkan akan lemahnya aqal dan jiwa manusia dalam menerima suasana kemegahan dan kemewahan, misalnya dalam firman Allah yang artinya;<br />
.</p>
<p><strong><em>Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, (QS. 102:1) </em></strong><br />
<strong><em>sampai kamu masuk ke dalam kubur. (QS. 102:2) </em></strong><br />
<strong><em>Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), (QS. 102:3) </em></strong><br />
<strong><em>dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. (QS. 102:4) </em></strong><br />
<strong><em>Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, (QS. 102:5) </em></strong><br />
<strong><em>niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahannam, (QS. 102:6) </em></strong><br />
<strong><em>dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan &#8216;ainul yakin, (QS. 102:7) </em></strong><br />
<strong><em>kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu ). (QS. 102:8) </em></strong></p>
<p>.<br />
Orang-orang yang Kuat,Kaya, Berkuasa bila semuanya itu digunakan untuk hal-hal yang sholih dan baik, maka memungkinkan pelakunya masuk surga yang tinggi dan utama. Namun bila digunakan pada jalan yang salah, maka akan menjerumuskan pelakunya kepada siksa neraka yang menyusahkan dan menghinakan.</p>
<p>Segala puji Allah Dialah Tuhan yang Maha Adil. Salah satu bahaya besar bagi orang yang suka hidup megah dan mewah adalah penyakit hati yaitu menjadi mudah melalaikan kehidupan akherat dan mudah melalaikan jasa-jasa Allah kepada mereka. Hatinya sering tertabir dari meyakini akan kebenaran adanya kehidupan setelah mati yaitu adanya kehidupan di akherat. Kesibukan dunia telah membutakan hati nurninya sehingga mengabaikan akan kebenaran adanya kehidupan akhirat.</p>
<p>Allah menjelaskan beberapa kecenderungan bagi orang yang suka hidup dalam kemewahan dan kemegahan, apalagi bagi mereka yang tidak memiliki pemahaman keimanan dan ketaqwaan, mereka biasanya memiliki kebiasaan-kebiasaan buruk diantaranya adalah sebagai berikut;<br />
.</p>
<p><strong>1. Suka berbuat zalim, memperturutkan hawa nafsu </strong></p>
<p>.<br />
<strong><em>Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa. (QS. 11:116) </em></strong><br />
.<br />
Dalam tatanan masyarakat yang sudah mengutamakan kemegahan dan kemewahan secara sunatullah akan memiliki potensi untuk mengabaikan jalan-jalan yang menumbuhkan keimanan dan ketaqwaan. Jalan keimanan dan ketaqwaan dalam diri manusia dapat tumbuh subur dalam jiwa yang memegang teguh jalan hidup tengah-tengah, dan tidak melampaui batas. Ketiadaan iman mengakibatkan hati manusia dirongrong oleh bisikan-bisikan syaitan yang mengajak kepada kesombongan dan melampaui batas.</p>
<p>Orang-orang yang sudah tenggelam dalam kemegahan dan kemewahan biasanya proses amar ma’ruf dan nahi mungkar nmenjadi sangat minim, mereka begitu mudah melupakan jasa-jasa Allah yang telah memeberikan kesempatan hidup di dunia kepada mereka. Sehingga penyimpangan-penyimpangan semakin mudah terjadi dalam segala sudut kehidupan.<br />
.</p>
<p><strong>2. Mempunyai potensi merusak diri dan lingkungannya, baik dalam masyarakat, bangsa, atau merusak tatanan seluruh dunia. </strong></p>
<p>.<br />
<strong><em>Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (suatu mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (QS. 17:16) </em></strong><br />
.<br />
Penyebaran budaya memperturutkan hawa nafsu yang dilakukan oleh orang-orang kaya dan orang ahli kemewahan, akan menumbuhkan budaya kesesatan yang merembes ke segala arah, bahkan akan merembes kepada orang-orang miskin yang seharusnya mereka itu banyak mendekat dan beribadah pada Allah.</p>
<p>Banyak orang-orang miskin yang bodoh tertulari oleh adat kebiasaan sesat yang telah dilakukan oleh orang-orang ahli kemewahan, sehingga tatanan keteraturan bermasyarakat menjadi porak poranda. Rusaklah masyarakat itu dan hancurlah keteraturan-keteraturan tatanan jiwa dan tatanan moral mulia yang ada pada mereka .<br />
.</p>
<p><strong>3. Meremehkan para Nabi, Rasul dan orang Shalih </strong></p>
<p>.<br />
<strong><em>Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnya dan yang mendustakan akan menemui hari akhirat (kelak) dan yang telah Kami mewahkan mereka dalam kehidupan di dunia: &#8220;(Orang) ini tidak lain hanyalah<br />
manusia seperti kamu, dia makan dari apa yang kamu makan, dan meminum dari apa yang kamu minum&#8221;. (QS. 23:33) </em></strong></p>
<p><strong><em>Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: &#8220;Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya&#8221;. (QS. 34:34) </em></strong></p>
<p><strong><em>Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: &#8220;Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka&#8221;. (QS. 43:23) </em></strong><br />
.<br />
Orang-orang yang hidup dalam kemegahan dan kemewahan memiliki penyakit kronis yang sangat-sangat kronis, yaitu menyangkal akan hukum-hukum Umiversal yang Allah jelaskan kepada mereka lewat para Nabi dan Rasul-Nya, dan menyangkal akan aturan-aturan Allah. Hal yang demikian disebabkan karena hati nurani mereka telah tertutup dengan dosa dan kesesatan yang bertumpuk-tumpuk.</p>
<p>Kedatangan orang-orang Sholih yang mengingatkan akan pentingnya kembali kepada mentaati Allah sering dianggab sebagai perbuatan yang mengada-ada. Karena kemewahan yang telah mereka nikmati telah menjadikan mereka merasa serba cukup dan tidak butuh kepada bimbingan dan perlindungan Allah.</p>
<p>.<br />
<strong>4. Memiliki kecintaan kepada dunia yang berlebihan </strong></p>
<p>.<br />
<strong><em>bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah. (QS. 74:10) </em></strong><br />
<strong><em>Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian. (QS. 74:11) </em></strong><br />
<strong><em>Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak, (QS. 74:12) </em></strong><br />
<strong><em>dan anak-anak yang selalu bersama dia, (QS. 74:13) </em></strong><br />
<strong><em>dan Ku-lapangkan baginya (rezki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya, (QS. 74:14) </em></strong><br />
<strong><em>kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya. (QS. 74:15) </em></strong><br />
<strong><em>Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (al-Qur&#8217;an). (QS. 74:16) </em></strong><br />
<strong><em>Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata:&#8221;Tuhanku telah memuliakanku&#8221;. (QS. 89:15) </em></strong><br />
<strong><em>Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata:&#8221;Tuhanku menghinakanku&#8221;. (QS. 89:16) </em></strong><br />
<strong><em>Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, (QS. 89:17) </em></strong><br />
<strong><em>dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, (QS. 89:18) </em></strong><br />
<strong><em>dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang batil), (QS. 89:19) </em></strong><br />
<strong><em>dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan. (QS. 89:20) </em></strong></p>
<p>.<br />
Keberhasilan demi keberhasilan yang tidak dilandasi dengan keimanan dan ketaqwaan sering menjadi pemicu munculnya kesombongan hati. Hati orang yang tidak beriman mudah sekali dimasuki oleh syaitan. Sehingga syaitan sangat mudah membujuk dan membisikkan hal-hal yang memunculkan sifat-sifat dan karakter perilaku jahat dan buruk.</p>
<p>Hati yang melupakan Allah, sering mengembalikan keberhasilan yang telah digapai dikembalikan kepada kepintaran diri, hasil kerja keras diri, kecerdikan atau rasa hebat atas kemampuannya untuk meraih kesempatan emas, dst..dst, dan lupa sama sekali bahwa mereka itu hidup di bumi Allah dan hidup dengan tubuh dan nyawa yang diberikan oleh Allah pada mereka.</p>
<p>Buruknya frekwensi dan kwalitas ibadah mereka kepada Allah, maka kemudian tumbuhlan kecintaan hawa nafsu yang berlebih-lebihan yang tidak ada lain adalah kecintaan kepada kesenangan kehidupan dunia.</p>
<p>.<br />
<strong>5. Allah amat benci dengan perilaku mereka </strong></p>
<p>.<br />
<strong><em>Hingga apabila Kami timpakan azab, kepada orang-orang yang hidup mewah di antara mereka, dengan serta merta mereka memekik minta tolong. (QS. 23:64) </em></strong><br />
<strong><em>Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar. (QS. 73:11) </em></strong></p>
<p><strong><em>Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu. (QS. 56:41) </em></strong><br />
<strong><em>Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air yang panas yang mendidih, (QS. 56:42) </em></strong><br />
<strong><em>dan dalam naungan asap yang hitam. (QS. 56:43) </em></strong><br />
<strong><em>Tidak sejuk dan tidak menyenangkan. (QS. 56:44) </em></strong><br />
<strong><em>Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah. (QS. 56:45) </em></strong><br />
<strong><em>Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar. (QS. 56:46) </em></strong></p>
<p>.<br />
Bahaya besar menghadang bagi tiap orang-orang ahli kemegahan dan kemewahan adalah kebinasaan. Manusia haruslah tau diri, untuk apa dia dihidupkan, dan bagaimana menempuh kehidupan yang diridhio oleh Allah SWT. Bila manusia sudah menyimpang dari jalan itu maka kecenderunganya adalah manusia akan melampaui batas dan suka berbuat kerusakan.</p>
<p>Bila Allah mendatangkan adzab kepada manusia-manusia ahli kemegahan dan kemewahan yang sombong dan jahat, hal tersebut adalah sudah semestinya, karena mereka sudah menjadi manusia yang sombong dan manusia-manusia perusak, padahal Allah tidak menyukai perbuatan sombong dan perbuatan merusak. Sehingga Demikian keadilan Allah SWT.<br />
.<br />
<strong><em>Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarah, dan jika ada kebajikan sebesar zarah, niscaya Allah akan melipat gandakan dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar. (QS. 4:40) </em></strong><br />
.<br />
Manusia diciptakan oleh Allah untuk selalu mengabdi kepada-Nya dan berbuat kebaikan diantara mereka, bila manusia sudah tidak mau mengabdi kepada Allah dan telah merajalela diantara mereka kejahatan, sehingga memang sudah layak kehidupan tersebuat diwariskan kepada generasi yang tidak demikian.<br />
.<br />
.</p>
<p><strong>Hati-Hati dengan Fenomena Akhir Zaman yang Muncul di Sekitar kita </strong><br />
.<br />
Kehidupan zaman modern biasanya memiliki arah kehidupan menuju serba megah dan serba mewah. Manusia berbondong-bondong untuk menjadi bagian industrialisasi yang kadang-kadang memiliki arah yang salah. Tidak untuk bersyukur kepada Allah SWT, untuk mempersiapkan kehidupan sejahtera di dunia dan di akherat, tetapi manusia bersusah payah membangun system kehidupan yang serba sibuk untuk mewujudkan kenyamanan, kenikmatan, kemudahan di dunia semata. Manusia menjadi bagian mesin-mesin produksi dan menghasilkan berbagai perangkat yang menjadikan manusia nyaman dalam kehidupan dunia.</p>
<p>Manusia yang sangat sibuk dengan sekedar menikmati dan memuaskan kehidupan dunia dengan berbagai keindahannya, dan mengabaikan akan tujuan hidup yang sebenarnya serta melupakan kehidupan akherat atau tidak memiliki pandangan kehidupan di akherat cenderung mengabaikan aturan-aturan Allah dan lupa akan batas-batas kemampuan diri, kemampuan alam lingkungan. Dan melupakan kehendak Allah tentang keberadaan mereka di muka bumi. Allah memeperingatkan umat manusia lewat Al-Qur’an yang artinya;<br />
.</p>
<p><strong><em>Hai manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah&#8221;. (QS. 31:33) </em></strong></p>
<p><strong><em>Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilahnya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran (QS. 45:23) </em></strong><br />
<strong><em>Dan mereka berkata:&#8221;Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa&#8221;, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. (QS. 45:24) </em></strong></p>
<p><strong><em>Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat benar-benar menyimpang dari jalan (yang lurus). (QS. 23:74) </em></strong></p>
<p>.<br />
Kesibukan dunia dapat memperdayakan manusia lupa pada tugas utamanya berbakti untuk kepada Allah, dan akhirnya tertipu dan lalai serta terlena akan persiapan mencapai kebahagiaan kehidupannya di akherat. Apalagi bila aktifitas duniawinya banyak diwarnai memperturutkan hawanafsu, kesenangan syahwati, maka akan semakin menutup kepekaan hati sucinya yang sebenarnya menuntun arah perjalanan untuk taat kepada Allah.</p>
<p>Orang yang hatinya semakin tertutup dengan pemuasan hawanafsu, maka akan berakibat pada melupakan Allah dan kehidupan hari akhir. Maka berikutnya akan jatuh dalam hidup yang penuh kefasikan (perintah Allah tidak dijalankan, dan larangan Allah sering dilanggar).</p>
<p>Dan keadaan demikian sering terjadi diawali pada orang-orang kuat, orang-orang kaya yang terwujud dalam aktifitas keseharian dengan suasana hidup megah dan mewah. Kemewahan dan kemegahan akan membawa manusia semakin tersesat dan tertutup hatinya dari ingat kepada Allah dan hari akhir.</p>
<p>Maka bila suasana hidup megah dan mewah telah merajalela, hidup dengan melupakan kepada Allah dan hari akhir merajalela, manusia menjadi hidup tanpa aturan dan kendali. Sehingga segala rambu-rambu peraturan yang mereka buat untuk ditaati sering diterjang dilanggar dan disiasati.</p>
<p>Semakin sibuk dunia, semakin kaya harta, semakin tinggi kekuasaan, tanpa ingat akan tugas hidup dan tujuan hidup yang hakiki maka akan berlanjut pada meningkatnya kerakusan, maka berikutnya akan terjadi tindakan sewenang-wenang pada segala sisi kehidupan dan tumbuhlahlah lebih jauh sifat-sifat rakus yang membara.</p>
<p>Bila kerakusan tidak dikendalikan dengan kesadaran ilmu dan kearifan, aktifitas berikutnya adalah aktifitas merusak. Merusak sisi sosial,merusak sisi ekonomi, merusak sisi hukum, merusak tatanan lingkungan alam, merusak lingkungan tatanan akhlaq dan seterusnya.</p>
<p>Bila orang-orang kuat, orang-orang kaya melakukan pelanggaran, maka akan timbul tingkat kerusakan yang sangat besar, bila itu adalah suatu Negara, maka rusaklah Negara itu. Bila itu suatu bangsa, maka akan rusak dan binasalah bangsa itu. Allah menyadarkan kepada kita dengan sebuah ayat yang artinya</p>
<p>.<br />
<strong><em>Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman di bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berfikir. (QS. 10:24) </em></strong></p>
<p>.<br />
Korupsi dan sejenisnya adalah salah satu dari akibat buruk yang ditimbulkan oleh kecintaan umat manusia untuk hidup mewah dan hidup megah. Walaupun dengan produktifitas terbatas manusia ingin segera mencapai dan menikmati hidup mewah dan megah, maka menipu, memanipulasi, korupsi menjadi jalan pintas untuk mewujudkan angan-angannya.</p>
<p>Dan bila seluruh manusia sudah melupakan Allah dan melupakan kehidupan akherat, maka siapapun mereka, eselon yang manapun, akan menjadikan korupsi sebagai jalan hidup yang lapang. Sehingga kelihatannya manusia bisa bersenang-senang dan bermewah-mewah, tetapi tanpa disadari akan membebani mereka dengan beban pikulan hutang yang bertumpuk-tumpuk.</p>
<p>Kalau itu untuk seorang pribadi maka jalan akhirnya mungkin dengan masuk penjara. Namun bila itu diperbuat oleh suatu bangsa, maka kepada siapakah persoalan hutang itu akan dipikulkan ?. Tentu kepada anak cucu dan kepada seluruh elemen bangsa. Manusia yang tidak menikmati korupsipun akhirnya harus ikut menanggung susahnya. Dan tentu dosa dan salahnya akan dirasakan oleh pelakunya baik di dunia dan di akherat kelak (na&#8217;udzubillah).</p>
<p>Jalan pintas meningalkan kebiasaan buruk tersebut tidak ada jalan lain kecuali dengan mengembalikan manusia untuk selalu menekuni tugas utama yaitu selalu betasbih mengagungkan Allah, hidup suci dan ingat akan kehidupan akherat yang lebih mulia dan lebih kekal.</p>
<p>Sadarlah wahai insan manusia, bahwa Allah itu Maha Kaya dan Maha Perkasa, bila Allah berkehendak menjadikan semua manusia kaya sebenarnya bisa, Namun Allah menjadikan hidup di muka bumi ini bukan untuk itu. Tetapi Allah menuntun manusia hidup di dunia dan akherat memiliki tujuan agar manusia melihat tanda-tanda keagungan Allah dan kemudian untuk selalu beribadah kepada-Nya. Allah menguji makhluq manusia tentang Iman dan Taqwanya. Begitulah tujuan Allah menciptakan kehidupan di seluruh rentang zaman kehidupan dunia hingga akhir zaman.</p>
<p>Lihatlah alam raya yang belum kita jelajahi, pasti Allah Tuhan semesta Alam lebih kaya dari yang kita bayangkan. Bila kita pernah melintas dalam hidup di dunia ini, hati-hatilah bila kita termasuk orang yang menyenagi kemegahan dan kemewahan, lihatlah, masihkan iman kita subur dengan keadaan itu ???, Masihkan kita rajin beribadah kepadanya dengan tekun ???? Mari kita ingat kembali firman-Nya yang artinya<br />
.</p>
<p><strong><em>Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata:&#8221;Tuhanku telah memuliakanku&#8221;. (QS. 89:15) </em></strong><br />
<strong><em>Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata:&#8221;Tuhanku menghinakanku&#8221;. (QS. 89:16) </em></strong><br />
<strong><em>Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, (QS. 89:17) </em></strong><br />
<strong><em>dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, (QS. 89:18) </em></strong><br />
<strong><em>dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang batil), (QS. 89:19) </em></strong></p>
<p>.<br />
Bahwa Allah telah melebihkan dengan kekuatan, kekuasaan dan harta itu adalah untuk menyantuni orang-orang miskin, untuk mengangkat mereka keluar dari kemiskinan ke pada kehidupan yang berkecukupan.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Orang-orang kuat dan kaya perlu dengan ikhlash mengharap ridho Allah dan penuh pengorbanan untuk bersemangat membangun dunia pengajaran dan pendidikan yang menghasilkan generasi yang beriman, bertaqwa yang memiliki kecerdikan dan kecerdasan dalam menangani segala problematika kehidupan di dunia. Yang semuanya itu semuanya digunakan untuk bersyukur dan bertasbih mengagungkan Allah SWT. </span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Orang kuat dan orang kaya perlu menjadi pelopor bangkitnya roda perekonomi dan industri yang dapat memenuhi kesejahteraan masyarakat, bangsa dan bahkan untuk seluruh umat manusia sedunia. Tidak malah dikorupsi dan dipersiapkan untuk anak-anaknya sendiri dan cucu-cucunya sendiri tujuh turunan yang ternyata mereka hidupnya malah menyimpang dari jalan Allah.</span></p>
<p>Semoga Allah memberikan pencerahan kepada bangsa ini. Dan Allah menyadarkan kita tentang tujuan Allah menghidupkan kita baik di dunia dan akherat. Amien. Wallahu a’lam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2012/04/26/bahaya-buesar-dibalik-kemewahan-dan-kemegahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyelamatkan Diri di  ZAMAN KERUSAKAN MORAL</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2012/04/25/menyelamatkan-diri-di-zaman-kerusakan-moral/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2012/04/25/menyelamatkan-diri-di-zaman-kerusakan-moral/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 03:41:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rochmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[FrontPage]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=3968</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah, Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang senantiasa tekun mengikuti jalan petunjuk-Nya, amien. Segala puji bagi Allah, pernahkah diri kita saat bangun dari tidur di pagi hari lalu kita memikirkan bahwa diri kita hidup ini dengan NYAWA yang dipinjamkan oleh Allah kepada kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/04/logo-mta1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3970" title="logo-mta" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/04/logo-mta1.jpg" alt="" width="125" height="125" /></a>Segala puji bagi Allah, Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang senantiasa tekun mengikuti jalan petunjuk-Nya, amien.</p>
<p>Segala puji bagi Allah, pernahkah diri kita saat bangun dari tidur di pagi hari lalu kita memikirkan bahwa diri kita hidup ini dengan NYAWA yang dipinjamkan oleh Allah kepada kita ???, dan suatu saat NYAWA itu kemudian akan diminta oleh yang memiliki NYAWA, yaitu Allah Tuhan Semesta Alam, sebagaimana firman-Nya yang artinya…<br />
.<br />
<strong><em>Maka mengapa ketika NYAWA sampai di kerongkongan, (QS. 56:83) </em></strong><br />
<strong><em>padahal kamu ketika itu melihat, (QS. 56:84) </em></strong><br />
<strong><em>dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu.Tapi kamu tidak melihat, (QS. 56:85) </em></strong><br />
<strong><em>maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah) (QS. 56:86)<br />
<strong><em>Kamu tidak mengembalikan NYAWA itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar, (QS. 56:87) </em></strong></em><br />
<strong><em>adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah), (QS. 56:88) </em></strong><br />
<strong><em>maka dia memperoleh rezki serta surga kenikmatan. (QS. 56:89) </em></strong></strong></p>
<p>.<br />
Segala puji bagi Allah, betapa kesadaran kita tentang kepemilikan NYAWA yang Allah pinjamkan kepada kita ini adalah sesuatu yang sangat besar manfaatnya, agar kita mau berpikir berikutnya, mengapa Allah meminjami kepada kita masing-masing NYAWA ???, mengapa kita dipinjami oleh Allah dengan NYAWA dan kemudian kita diberi kesempatan untuk hidup di muka bumi.</p>
<p>Pernahkan kita berpikir sejenak ketika orang tua kita memadu kasih sayang sehingga kemudian lahirlah kita sebagaimana firman Allah yang artinya<br />
.<br />
<strong><em>dan bahwasanya Dialah yang mematikan dan menghidupkan, (QS. 53:44) </em></strong><br />
<strong><em>dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan. (QS. 53:45) </em></strong><br />
<strong><em>dari air mani, apabila dipancarkan. (QS. 53:46) </em></strong><br />
<strong><em>Dan bahwasanya Dialah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati), (QS. 53:47) </em></strong></p>
<p><strong><em>Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. (QS. 23:12) </em></strong><br />
<strong><em>Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). (QS. 23:13) </em></strong></p>
<p><strong><em>Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban) (QS. 75:36) </em></strong><br />
<strong><em>kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, (QS. 75:38) </em></strong></p>
<p>.<br />
Dapatkah firman Allah tersebut menggugah kesadaran kita, siapakah yang telah melindungi air mani yang dipancarkan itu, dan kemudian kemudian saling bertemu dan kemudian jadilah manusia ???, siapakah yang mengkondisikan dan mengamankan perjalanan setitik air mani di rahim seorang ibu dan kemudian tumbuh menjadi bayi dan lahir manusia ke dunia ini ???</p>
<p>Kesadaran yang demikian kita harapkan dapat menggugah hati kita untuk kemudian sadar bahwa di dunia ini kita juga membutuhkan perlindungan Allah SWT. Setidaknya ketika kita telah mulai menyadari, kita kemudian menangisi diri dan anak-anak kita bahwa kita dan mereka itu semua membutuhkan bimbingan dan perlindungan Allah SWT dalam menempuh kehidupan di dunia ini.</p>
<p>Walhasil bahwa di saat NYAWA-NYAWA masih ada di dalam raga kita, masih dipinjamkan kepada kita, kita harus bersegera menyambut bimbingan Allah dan perlindungan-Nya dengan tekun belajar dan menempuh jalan petunjuk-Nya.</p>
<p>Dengan mengingat akan lemahnya kedudukan kita, sebaliknya dengan melihat akan begitu Maha Mulia, Maha Tinggi dan Maha Perkasa nya Allah SWT, mendidik jiwa manusia untuk segera lari kepada Allah dan bersegera meninggalkan kelalaian-kelalaian yang tersebar luas di zaman di hari ini.</p>
<p>Banyak manusia yang akan menyesal di akherat, disebabkan mereka telah kembali ke akherat dengan kedudukan NYAWA yang rendah yang jauh dari Allah, bahkan mereka dibersamakan dengan syaitan di neraka yang menyala-nyala, sebagaimana firman-Nya yang artinya<br />
.<br />
<strong><em>hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka:&#8221;Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?&#8221; (QS. 67:8) </em></strong><br />
<strong><em>Mereka menjawab:&#8221;Benar ada&#8221;,sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan(nya) dan kami katakan: &#8220;Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar&#8221;. (QS. 67:9) </em></strong><br />
<strong><em>Dan mereka berkata:&#8221;Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala&#8221;. (QS. 67:10) </em></strong><br />
<strong><em>Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala&#8221;. (QS. 67:11) </em></strong><br />
.<br />
Demikianlah penyesalan NYAWA-NYAWA yang mengabaikan peringatan Allah, sehingga mereka di akherat harus ditempatkan di tempat yang amat menyusahkan.</p>
<p>Marilah kita umat manusia, apalagi kita umat manusia yang sedang berada di kedudukan puncak, sedang duduk sebagai PEMIMPIN, sebagai PANUTAN, sebagai KOORDINATOR, Lihatlah dengan seksama, ketika sebuah system yang salah tetap dilestarikan, hingga timbul istilah Penyimpangan yang dilakukan secara bersama-sama, dan ketika orang-orang yang baik sudah tidak mampu lagi melakukan perbaikan, disebakan karena system yang salah yang sudah berakar dan berurat menggurita dalam sendi-sendi kehidupan.</p>
<p>PEMIMPIN, PANUTAN, KOORDINATOR, dihari ini pun biasanya sudah memiliki umur yang sudah cukup, dan beberapa saat lagi, NYAWA-NYAWA itu akan diambil oleh yang empunya NYAWA, yaitu Allah SWT. Jangan sampai NYAWA kita termasuk NYAWA yang berkedudukan rendah dan harus ditempatkan di neraka.</p>
<p>Sambutlah wahai para PEMIMPIN, para PANUTAN, para KOORDITOR, selamatkan dirimu, keluargamu, sahabatmu, masyarakatmu, bangsamu, untuk segera sadar dan kembali kepada jalan-jalan Allah, kembalilah kepada ketekunan menekuni petunjuk-petunjuk Allah, Al-Qur’an dan As-Sunnah, dialah jalan bimbingan dan jalan perlindungan Allah terhadap kehidupan di dunia ini, untuk mencapai ketinggian dan kesucian NYAWA-NYAWA manusia</p>
<p>.<br />
<strong><em>Katakanlah:&#8221;Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu terputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 39:53) </em></strong><br />
<strong><em>Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). (QS. 39:54) </em></strong><br />
<strong><em>Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu(Al-Qur’an) sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya, (QS. 39:55) </em></strong><br />
<strong><em>supaya jangan ada orang yang mengatakan: &#8220;Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah). (QS. 39:56) </em></strong><br />
.</p>
<p>Wahai para GURU masyarakat, sadarlah bahwa kesesatan yang telah menjamur ditengah-tengah kehidupan, diantaranya adalah termasuk kekurangan-kekurangan yang telah tumbuh akibat salah didik dan salah ajar. Seharusnya DUNIA PENDIDIKAN ikut menangisi kondisi zaman, mengapa anak-anak didik kita, mereka lebih suka memilih jalan yang salah dibanding jalan yang benar.</p>
<p>Kebanggaan meluluskan alumni harus disertai dengan koreksi diri, berapa anak-anak didik kita yang telah menyimpang hidupnya akibat minimnya bekal TUNTUNAN AGAMA ISLAM, atau bahkan KETIDAK TANGGUHNYA dalam BERPENDIRIAN MEMEGANG KEBENARAN DAN KESANTUNAN dalam menghadapi godaan dan penyimpangan-penimpangan zaman yang terjadi dalam kehidupan.</p>
<p>Apakah memang kita ini manusia, masyarakat, sekumpulan manusia yang berkwalitas sebagaimana pepatah SEPERTI AIR DI DAUN TALAS, dan kemudian kita tanyakan dalam hati sanubari kapan kita memiliki pendirian, terutama memegang teguh pertanggung jawaban jalan kehidupan kita yang akan kita hadapi ketika kita menghadap kepada Allah SWT yang telah memberi NYAWA kehidupan kepada kita.</p>
<p>Kita membutuhkan figure-figur GURU, PANUTAN dan PEMIMPIN yang memiliki ketegasan dalam memegang amanah jalan lurus kehidupan, dan tidak mudah tergoyah dengan hempasan ombak Zaman yang penuh dengan kepengapan budaya memeperturutkan hawa nafsu dan melanggar bimbingan kebenaran dan kesopanan.</p>
<p>Kita membutuhkan manusia-manusia PANUTAN yang memiliki ketegasan di dalam memegang teguh kebenaran yang datang dari Allah SWT, Tuhan Pencipta, dan Pemilik serta Pemelihara semesta Alam, Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga NYAWA mereka kembali kepada Allah dalam keadaan di rahmati dan diridhoi.</p>
<p>.<br />
<strong><em>Hai jiwa yang tenang. (QS. 89:27) </em></strong><br />
<strong><em>Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya. (QS. 89:28) </em></strong><br />
<strong><em>Maka masuklah ke dalam jama&#8217;ah hamba-hamba-Ku, (QS. 89:29) </em></strong><br />
<strong><em>dan masuklah ke dalam surga-Ku. (QS. 89:30) </em></strong><br />
.</p>
<p>Mari berbondong-bondong mengaji Al-Qur’an dan As-Sunnah, kemudian kita hayati dan kita amalkan, dan rasakan sejuknya kebahagiaan iman, karena disanalah tempat berlabuh yang paling aman dari kekacauan dan kerusakan zaman, disanalah tempat yang sejuk dan menenangkan NYAWA-NYAWA kita sebelum kita dipanggil oleh Allah masuk kedalam surga-Nya di akherat kelak Wallahu a’alam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2012/04/25/menyelamatkan-diri-di-zaman-kerusakan-moral/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tabligh Akbar Peresmian 14 Cabang MTA Karanganyar</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2012/04/18/tabligh-akbar-peresmian-14-cabang-mta-karanganyar/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2012/04/18/tabligh-akbar-peresmian-14-cabang-mta-karanganyar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Apr 2012 14:26:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kepemudaan MTA Pusat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[FrontPage]]></category>
		<category><![CDATA[mta]]></category>
		<category><![CDATA[peresmian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=3959</guid>
		<description><![CDATA[ HADIRI &#38; SAKSIKAN!!! Tabligh Akbar Dalam Rangka Peresmian 14 Cabang MTA Karanganyar Bersama MTA Membangun Masyarakat Karanganyar yang Agamis Pembicara: K.H. Syuhada Bahri, Lc. (Penasehat MUI Pusat) Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina (Ketua Umum MTA Pusat) 22 April 2012 di Alun-Alun Karanganyar Dirangkai Meriah Dengan Aksi Kegiatan Bakti Sosial Budaya: 21 April 2012 Donor Darah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;" align="center"><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/04/Baliho-Peresmian-Karanganyar.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-3960" title="Baliho Peresmian Karanganyar" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/04/Baliho-Peresmian-Karanganyar.jpg" alt="" width="500" height="400" /></a></p>
<h1 align="center"> <strong>HADIRI &amp;</strong><strong> </strong><strong>SAKSIKAN</strong><strong>!!!</strong></h1>
<h1 align="center"><span style="color: #ff0000;"><strong>Tabligh Akbar</strong></span></h1>
<h3 align="center"><strong>Dalam Rangka Peresmian 14 Cabang MTA Karanganyar</strong></h3>
<p align="center"><em>Bersama MTA Membangun Masyarakat Karanganyar yang Agamis</em></p>
<p align="center">Pembicara:</p>
<p align="center"><strong>K.H. Syuhada Bahri, Lc. </strong></p>
<p align="center">(Penasehat MUI Pusat)</p>
<p align="center"><strong>Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina</strong></p>
<p align="center">(Ketua Umum MTA Pusat)</p>
<p align="center">22 April 2012</p>
<p align="center">di Alun-Alun Karanganyar</p>
<p align="center"><strong><em>Dirangkai Meriah Dengan Aksi Kegiatan Bakti Sosia</em></strong><em>l <strong>Budaya</strong></em>:</p>
<p align="center">21 April 2012</p>
<p align="center"><strong>Donor Darah</strong></p>
<p align="center"><em>Jam 08.00 – selesai di Kodim 0727 Karanganyar</em></p>
<p align="center"><strong>Pengobatan Alternatif Gratis</strong></p>
<p align="center"><em>Jam 08.00 – 11.30 di aula Masjid Agung Karanganyar</em></p>
<p align="center"><strong>Eksibisi Pemuda MTA Perwakilan Karanganyar</strong></p>
<p align="center"><em>Jam 08.00 – 17.30 di Alun-Alun Karangnyar</em></p>
<p align="center"><strong>Diskusi Seni: Eksistensi Seni Dalam Perspektif Islam</strong></p>
<p align="center">(Pembicara: Trisno Santoso, S.Kar., M.Hum., Prima Yustana, S.Sn., M.A., Setyawan Jayantoro, S.Sn.)</p>
<p align="center"><em>Jam 15.30 – 17.30 di Alun-Alun Karanganyar</em></p>
<p align="center"><strong>Konser Karawitan MTA Karanganyar</strong></p>
<p align="center"><em>Jam 19.30 – 20.30 di Alun-Alun Karangnyar</em></p>
<p align="center"><strong>Pagelaran Wayang Kulit</strong></p>
<p align="center"><em>Jam 20.45 – 00.30 di Alun-Alun Karanganyar</em></p>
<p align="center">(Dalang: <strong>Ki Mudjiono, S.Kar.</strong> /Warga MTA Jaten Karanganyar)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2012/04/18/tabligh-akbar-peresmian-14-cabang-mta-karanganyar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahaya PENYEBARAN Berita BOHONG</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2012/04/15/bahaya-penyebaran-berita-bohong/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2012/04/15/bahaya-penyebaran-berita-bohong/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Apr 2012 02:59:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alustadz</dc:creator>
				<category><![CDATA[FrontPage]]></category>
		<category><![CDATA[kolom Al Ustadz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=3953</guid>
		<description><![CDATA[Harian SOLOPOS (Jum&#8217;at, 13 April 2012). Suatu saat untuk mengguncang kepemimpinan Rasulullah SAW di kalangan kaum muslimin, orang-orang munafik menyebarkan berita bohong. Istri Rasulullah SAW &#8216;Aisyah RA mereka beritakan telah berselingkuh dengan Shafwan bin Mu&#8217;aththal (shahabat Rasulullah SAW). Banyak orang Islam yang percaya terhadap berita tersebut sehingga hampir-hampir menimbulkan bencana kepada banyak orang. Allah turun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;" align="center"><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/04/ustad-jihad-pagi.jpg"><img class="alignleft  wp-image-3954" title="ustad-jihad-pagi" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/04/ustad-jihad-pagi.jpg" alt="Ust. Ahmad Sukina" width="188" height="159" /></a>Harian SOLOPOS (Jum&#8217;at, 13 April 2012). Suatu saat untuk mengguncang kepemimpinan Rasulullah SAW di kalangan kaum muslimin, orang-orang munafik menyebarkan berita bohong. Istri Rasulullah SAW &#8216;Aisyah RA mereka beritakan telah berselingkuh dengan Shafwan bin Mu&#8217;aththal (shahabat Rasulullah SAW).<span id="more-3953"></span></p>
<p style="text-align: left;">Banyak orang Islam yang percaya terhadap berita tersebut sehingga hampir-hampir menimbulkan bencana kepada banyak orang. Allah turun tangan membersihkan nama &#8216;Aisyah, memberitahu bahwa yang turut menyebarkan berita bohong itu juga orang-orang Islam dan mengancam untuk mengadzab orang yang turut menyebarkan berita bohong tersebut sesuai dengan kontribusinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: right;"><span style="font-size: 22.0pt; mso-ansi-font-size: 11.0pt; font-family: 'Traditional Arabic'; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA">إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالإفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ لا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الإثْمِ وَالَّذِي تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ</span></p>
<blockquote><p>(Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya adzab yang besar). [QS An Nur : 11]</p></blockquote>
<p>Sikap orang beriman itu seharusnya tidak percaya ketika mendengar orang Islam yang lain diberitakan kejelekannya, sampai ada bukti dan saksi-saksi yang memadai. (Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: &#8220;Ini adalah suatu berita bohong yang nyata). [QS An Nur : 12]</p>
<p>Tidak malah ikut menyebarkan berita bohong tersebut dari mulut ke mulut. Seharusnya melakukan klarifikasi (<em>tabayyun</em>) seperti telah difirmankan Allah swt :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: right;"><span style="font-size: 22.0pt; mso-ansi-font-size: 11.0pt; font-family: 'Traditional Arabic'; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ</span></p>
<blockquote><p>(Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.) [QS Al Hujurat : 6].</p></blockquote>
<p>Tidak malah ikut berkontribusi terhadap penyebaran berita bohong. Sudah sesat masih menyesatkan orang lain lagi. Penyebaran berita bohong adalah persoalan yang besar di sisi Allah, maka wajar kalau Allah mengancam penyebar berita bohong dengan adzab yang besar.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: right;"><span style="font-size: 22.0pt; mso-ansi-font-size: 11.0pt; font-family: 'Traditional Arabic'; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA">وَلَوْلا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِي مَا أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ (١٤)إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ</span></p>
<blockquote><p>Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu. (ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal Dia pada sisi Allah adalah besar. [QS An Nur : 14-15]</p></blockquote>
<p>Orang beriman tidak pantas percaya, apalagi turut andil dalam menyebarkan berita bohong. Allah menerangkan ayat-ayat-Nya bagi orang beriman untuk tidak berbuat seperti itu selama-lamanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: right;"><span style="font-size: 22.0pt; mso-ansi-font-size: 11.0pt; font-family: 'Traditional Arabic'; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA">وَلَوْلا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ قُلْتُمْ مَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَتَكَلَّمَ بِهَذَا سُبْحَانَكَ هَذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ (١٦)يَعِظُكُمُ اللَّهُ أَنْ تَعُودُوا لِمِثْلِهِ أَبَدًا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (١٧)وَيُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ</span></p>
<blockquote><p>Dan mengapa kamu tidak berkata, diwaktu mendengar berita bohong itu: &#8220;Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha suci Engkau (ya Tuhan kami), ini adalah Dusta yang besar.&#8221; Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman. dan Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada kamu. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. [QS An Nur : 16-18]</p></blockquote>
<p>Para penyebar berita bohong itu diancam Allah dengan adzab yang pedih dunia akherat, sehingga bila tidak karena kurnia dan rahmat-Nya mereka pasti ditimpa adzab yang besar.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: right;"><span style="font-size: 22.0pt; mso-ansi-font-size: 11.0pt; font-family: 'Traditional Arabic'; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA">إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ (١٩)وَلَوْلا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ وَأَنَّ اللَّهَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ</span></p>
<blockquote><p>Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang Amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui. dan Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar). [QS An Nur : 19-20]</p></blockquote>
<p>Saat ini perkembangan teknologi informasi maju dengan pesat. Seharusnya umat Islam mensyukurinya dengan memanfaatkan teknologi informasi tersebut untuk berdakwah, memberikan pencerahan, menebarkan kebaikan, membangun akhlakkarimah demi menggapai ridho Allah.</p>
<p>Tidak untuk menebarkan berita bohong. Ketika berita bohong telah tersebar melalui koran, radio, televisi, internet dan media masa yang lain tidak mudah untuk menarik kembali. Pelurusan bisa dilakukan, tetapi orang yang mendengar berita bohong itu belum tentu mendengar pelurusannya.</p>
<p>Padahal semua itu harus dipertanggung jawabkan di hadapan Allah di <em>yaumul-hisab</em>. Para penyebar berita bohong itu matanya akan terbelalak, nyalinya akan menciut, dan jantungnya akan berdegup kencang ketakutan, ketika mendengar palu diketuk keras, Allah memutuskan:&#8221;<em>Kalian semua masuk neraka!</em>&#8221;</p>
<p>Untuk itu wahai saudaraku seiman seaqidah mari kita bertobat, kita tinggalkan kebiasaan menyebar berita bohong. Mari kita mohon ampun kepada Allah dan meminta maaf kepada orang yang telah kita dholimi.</p>
<p>Mari kita biasakan ber-<em>khusnudhdhon</em>, kita budayakan ber-<em>tabayyun</em>, dan kita eratkan tali silaturrahmi. Jangan ada lagi dusta di antara kita, karena Rasulullah saw telah mengingatkan:&#8221;<em>Waiyyaakum wal-kadziba fainnal-kadziba yahdi ilal-fujuur fainnal-fujaura yahdi ilannaar</em>&#8220;. (Waspadalah kamu terhadap dusta, karena dusta membawa kepada kedurhakaan dan kedurhakaan akan membawa ke neraka.)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: right;"><span style="font-size: 22.0pt; mso-ansi-font-size: 11.0pt; font-family: 'Traditional Arabic'; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA">عَنْ اَبِى بَكْرٍ الصّدّيْقِ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَلَيْكُمْ بِالصّدْقِ، فَاِنَّهُ مَعَ اْلبِرّ وَ هُمَا فِى اْلجَنَّةِ. وَ اِيَّاكُمْ وَ اْلكَذِبَ، فَاِنَّهُ مَعَ اْلفُجُوْرِ وَ هُمَا فِى النَّارِ</span></p>
<blockquote><p><em>Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Wajib atasmu berlaku jujur, karena jujur itu bersama kebaikan, dan keduanya di surga. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta, karena dusta itu bersama kedurhakaan, dan keduanya di neraka&#8221;</em>. [HR. Ibnu Hibban di dalam Shahihnya, juz 5, hal. 368, no. 5743]</p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>Apalagi kita faham bahwa dusta adalah salah satu ciri orang munafik dan orang munafik diancam adzab yang kekal</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: right;"><span style="font-size: 22.0pt; mso-ansi-font-size: 11.0pt; font-family: 'Traditional Arabic'; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA">وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ</span></p>
<blockquote><p>Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela&#8217;nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.[QS At Taubah : 68]</p></blockquote>
<p>di neraka yang paling bawah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: right;"><span style="font-size: 22.0pt; mso-ansi-font-size: 11.0pt; font-family: 'Traditional Arabic'; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA">إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا</span></p>
<blockquote><p>Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.[QS An Nisa : 145] .</p>
<p><em>Naudzubillaahi min dzaalik</em>. ***</p></blockquote>
<p style="text-align: left;">Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina<br />
Pimpinan Majlis Tafsir Al Qur&#8217;an (MTA)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2012/04/15/bahaya-penyebaran-berita-bohong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengukuhan Perwakilan MTA ke-52 di Kabupaten Kampar Riau</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2012/04/07/pengukuhan-perwakilan-mta-ke-52-di-kabupaten-kampar-riau/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2012/04/07/pengukuhan-perwakilan-mta-ke-52-di-kabupaten-kampar-riau/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2012 15:07:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayyub Al Fath</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=3942</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillahirobbil &#8216;alamin. Pimpinan  Majlis Tafsir Al-Qur&#8217;an (MTA) Pusat,  Al Ustadz Drs.Ahmad Sukina telah mengukuhkan Majlis Tafsir Al-Qur&#8217;an (MTA) Perwakilan Kabupaten Kampar  Riau sebagai perwakilan yang ke-52 dan cabang ke-222 untuk wilayah Indonesia. Pengukuhan tersebut dilaksanakan di gedung Mahligai Bungsu di lingkungan Islamic Center  Kabupaten Kampar. Bertepatan  pada hari Jum&#8217;at  (23 maret 2012) pukul 8.00. wib [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillahirobbil &#8216;alamin. Pimpinan  Majlis Tafsir Al-Qur&#8217;an (MTA) Pusat,  Al Ustadz Drs.Ahmad Sukina telah mengukuhkan Majlis Tafsir Al-Qur&#8217;an (MTA) Perwakilan Kabupaten Kampar  Riau sebagai perwakilan yang ke-52 dan cabang ke-222 untuk wilayah Indonesia.</p>
<p>Pengukuhan tersebut dilaksanakan di gedung Mahligai Bungsu di lingkungan Islamic Center  Kabupaten Kampar. Bertepatan  pada hari Jum&#8217;at  (23 maret 2012) pukul 8.00. wib s/d pukul 11.00. wib.  Acara dihadiri oleh Bupati  dan unsur Muspida lainnya beserta ketua MUI dan tokoh masyarakat di Kabupaten Kampar dan sekitarnya.</p>
<p>Ceramah Tausiyah disampaikan oleh bapak Prof. Dr. H. Amin Suma SH,MA (Komisi Fatwa Mui Pusat). Kegiatan ini di hadiri oleh 1500 undangan yang terdiri  dari seluruh cabang dan perwakilan MTA se-Sumatera  dan juga 300 undangan dari MTA Pusat  Surakarta.</p>

<a href='http://mta-online.com/v2/2012/04/07/pengukuhan-perwakilan-mta-ke-52-di-kabupaten-kampar-riau/ximg_3550/' title='XIMG_3550'><img width="150" height="150" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/04/XIMG_3550-150x150.png" class="attachment-thumbnail" alt="XIMG_3550" title="XIMG_3550" /></a>
<a href='http://mta-online.com/v2/2012/04/07/pengukuhan-perwakilan-mta-ke-52-di-kabupaten-kampar-riau/ximg_3607/' title='XIMG_3607'><img width="150" height="150" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/04/XIMG_3607-150x150.png" class="attachment-thumbnail" alt="XIMG_3607" title="XIMG_3607" /></a>
<a href='http://mta-online.com/v2/2012/04/07/pengukuhan-perwakilan-mta-ke-52-di-kabupaten-kampar-riau/ximg_3549/' title='XIMG_3549'><img width="150" height="150" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/04/XIMG_3549-150x150.png" class="attachment-thumbnail" alt="XIMG_3549" title="XIMG_3549" /></a>
<a href='http://mta-online.com/v2/2012/04/07/pengukuhan-perwakilan-mta-ke-52-di-kabupaten-kampar-riau/ximg_3552/' title='XIMG_3552'><img width="150" height="150" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/04/XIMG_3552-150x150.png" class="attachment-thumbnail" alt="XIMG_3552" title="XIMG_3552" /></a>

<p>Drs. Ahmad Sukina selaku Pimpinan MTA Pusat menyampaikan bahwa kehadiran MTA di Kabupaten Kampar adalah untuk mengajak umat Islam kembali mempelajari  Al-Qur&#8217;an dan Sunah, dan setelah mengetahuinya maka segera diamalkan.</p>
<p>Dan siapa saja yang berpegang teguh kepada Alquran dan sunah dijamin tidak sesat dan tidak akan celaka. Tidak ada rasa takut,kuatir dan gelisah. Beliau juga menegaskan siapa saja berpaling dari petunjuk-Nya pasti mengalami kesempitan hati, hal ini semua telah tersebut dalam  Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Amanat Bupati Kampar yang dibacakan Asisten Tiga  beliau H. Bustami  SE mengatakan bahwa kehadiran MTA di Kabupaten Kampar sangat mendukung dalam pelaksanaan pilar no satu dari lima pilar dalam hal Pembangunan Kampar yaitu Meningkatkan moral dan ahlak masyarakat dimana kabupaten Kampar telah di tetapkan sebagai serambi mekah di propinsi Riau.</p>
<p><strong>Pengajian Umum &amp; Temu Warga MTA Se-Sumatera</strong><br />
Setelah acara utama pengukuhan selesai. Di sore harinya dilaksanakan juga kegiatan Pengajian Umum &amp; Temu Warga MTA Se-Sumatera  bersama pinpinan MTA Pusat Al Ustadz  Drs. Ahmad Sukina .</p>
<p>Kegiatan tersebut dihadiri oleh  perwakilan, cabang  dan binaan binaan kajian yaitu : perwakilan Deli Serdang, Perwakilan Karo, Perwakilan Medan, Perwakilan Binjai, Perwakilan Langkat, Perwakilan Aceh/simpang ulim, Perwakilan Pekanbaru, Perwakilan Kampar, Perwakilan Bengkulu, Perwakilan Sumatera Barat, Perwakilan Jambi, Cabang Percut sei tuan, Cabang Patumbak, Cabang Polonia, Cabang Gaperta, Cabang Kutalimbaru.</p>
<p>Kegiatan tersebut dilaksanakan di  tempat pengajian /perwakilan MTA Perwakilan Kampar di SP.II Suka Mulya  RT.01/RW.01</p>
<p><em>Sumber : Ramlan Meliala &lt;ramlanmeliala@yahoo.com&gt;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2012/04/07/pengukuhan-perwakilan-mta-ke-52-di-kabupaten-kampar-riau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berserah Diri Kepada Allah SWT</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2012/04/04/berserah-diri-kepada-allah-swt/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2012/04/04/berserah-diri-kepada-allah-swt/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2012 02:46:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rochmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[FrontPage]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=3934</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji hanya bagi Allah, Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, Sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu mengikuti jalan petunjuk-Nya. Amien Manusia yang ingin mengetahui jalan selamat adalah dengan mengetahui jalan Islam. Islam berarti selamat atau berserah diri kepada Allah Tuhan semesta Alam. Agama Islam adalah agama Allah yang diturunkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/04/logo-mta.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3936" title="logo-mta" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2012/04/logo-mta.jpg" alt="" width="125" height="125" /></a>Segala puji hanya bagi Allah, Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, Sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu mengikuti jalan petunjuk-Nya. Amien</p>
<p>Manusia yang ingin mengetahui jalan selamat adalah dengan mengetahui jalan Islam. Islam berarti selamat atau berserah diri kepada Allah Tuhan semesta Alam. Agama Islam adalah agama Allah yang diturunkan kepada seluruh para Nabi dan Rasul-Nya dan utusan-Nya yang terakhir dan penutup seluruh Nabi dan Rasul adalah Rasulullah Muhammad SAW. Memahami Islam diantaranya dengan dilakukan memahami rukun iman dan rukun Islam.</p>
<p>Ajaran Islam mengajarkan kepada umatnya untuk hidup benar dan bersih sesuai dengan kehendak Allah Tuhan semesta Alam, Tuhan Yang Maha Suci, Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana.</p>
<p>Pertama manusia dituntun dan diperintah untuk Suci dan bersih dalam mengabdi, yaitu mengabdi pada Tuhan Yang Maha Esa, Yang Maha Suci dalam segala sifatnya. Satu-satunya Raja, Raja di raja diseluruh Alam.<br />
.<br />
<strong><em>Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya. (QS. 17:43) </em></strong></p>
<p><strong><em>Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk; dan Allah mempunyai sifat yang Maha Tinggi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 16:60) </em></strong></p>
<p><strong><em>Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata:&#8221;Allah mempunyai anak&#8221;. Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? (QS. 10:68) </em></strong><br />
.</p>
<p>Berikutnya manusia diperintah untuk selalu menSucikan diri, dengan selalu dekat kepada Tuhan Yang Maha Suci, agar seluruh jiwanya menjadi Suci, hati nuraninya menjadi Suci, dan kemudian beraktifitas hidup selalu dalam jalan-jalan keSucian tersebut.</p>
<p>.<br />
<strong><em>Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (al-Qur&#8217;an) dan hikmah serta menSucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 2:129) </em></strong></p>
<p><strong><em>……………….. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang menSucikan diri. (QS. 2:222) </em></strong></p>
<p><strong><em>Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhan-nya (sekalipun) mereka tidak melihatNya dan mereka mendirikan shalat. Dan barangsiapa yang menSucikan dirinya, sesungguhnya ia menSucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah kembali(mu). (QS. 35:18) </em></strong></p>
<p><strong><em>Sesungguhnya Kami telah menSucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. (QS. 38:46) </em></strong></p>
<p><strong><em>sesungguhnya beruntunglah orang yang menSucikan jiwa itu, (QS. 91:9) </em></strong></p>
<p>.<br />
Allah Tuhan Yang Maha Suci menghendaki aktifitas orang-orang Suci tersebut dalam kehidupan sehari-hari selalu adil dan benar, selalu menjalankan amar ma&#8217;ruf dan Nahi mungkar, dan bisa menjadi saksi dan contoh baik bagi perbuatan umat manusia.</p>
<p>.<br />
<strong><em>Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (ummat Islam), ummat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. …(QS. 2:143) </em></strong></p>
<p><strong><em>Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. ………..(QS. 3:110) </em></strong></p>
<p><strong><em>Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang akamu kerjakan. (QS. 5:8) </em></strong><br />
.<br />
Begitu Suci dan Agung kehendak Allah menurunkan syareat Islam, namun dalam kehidupan di jaman modern ini telah banyak umat Islam yang melupakan dan melalaikan akan nilai-nilai kemuliaan tersebut, dan tidak bersungguh-sungguh mau memahami dan mewujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dibawah ini dijelaskan uraian singkat tentang rukun Islam. Agar Manusia bisa hidup didalam keSucian maka manusia dituntun oleh Allah dan Rasul-Nya untuk menempuh jalan-jalan Islam sebagaimana dalam Rukun Islam</p>
<p><strong>1. Rukun Islam pertama </strong></p>
<p>Rukun Islam pertama adalah memurnikan penghambaan hanya kepada Allah semata (Syahadat), membuang segala penghambaan kepada selainNya, dan contoh manusia yang sempurna menempuh jalan itu adalah Rasulullah Muhammad SAW. Sehingga syahadat akan sempurna dengan cara belajar Al-Qur&#8217;an dan Hadist secara benar dan kemudian diamalkan dalam menjalani hidup. Allah berfirman :<br />
.<br />
<strong><em>Katakanlah:&#8221;Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu&#8221;. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31) </em></strong><br />
Katakanlah:&#8221;Ta&#8217;atilah Allah dan Rasul-Nya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir&#8221;. (QS. 3:32)<br />
.</p>
<p>Bila orang hanya mengaku Islam begitu saja, tanpa mau untuk mengetahui perintah dan larangan, serta tidak mau mengikuti jalan-jalan yang pernah ditempuh Rasulullah. Maka secara ilmu dan amal tidak akan benar, pengakuan tanpa amal, sesuatu yang jauh antara pengakuan dan tingkah laku.</p>
<p>Orang menyempurnakan syahadat harus dibarengi dengan belajar Al-Qur&#8217;an dan Al-Hadist. Belajar Al-Qur&#8217;an dan Al-Hadist yang terbaik adalah kepada para Ustadz, Ulama, manusia yang betul-betul mengikuti Rasulullah Muhammad SAW dengan baik dan lurus. Tidak mencampur amalan Islam dengan sesuatu yang tidak datang dari Allah dan Rasul-Nya (perkara-perkara bid&#8217;ah), sebab agama itu milik Allah, disampaikan kepada Rasulullah Muhammad SAW.</p>
<p>Agama bukan milik para Ustadz dan Ulama, tapi Ustadz dan Ulama seharusnya mengikuti (itiba&#8217;) dengan sebaik-baiknya kepada pengajaran Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Boleh saja antara ulama dan ustadz saling beda pendapat dalam memahami Al-Islam, namun Islam tetap satu. Sehingga umat Islam seharusnya memiliki jiwa besar, walau berbeda pendapat, namun dengan bekal akhlaq yang dituntun dengan Al-Qur&#8217;an dan Al-Hadist, akan santun dan penuh kasih sayang diantara mereka.<br />
.<br />
<strong><em>Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus&#8221;. (QS. 3:51) </em></strong></p>
<p><strong><em>Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu&#8217;min. (QS. 9:128) </em></strong><br />
.<br />
Kebenaran dan kemuliaan adalah milik Allah, sehingga setiap kebaikan yang diterima dan dirasakan senantiasa diteruskan dengan memuji kepada Allah dzat tempat kembali segala pujian. Tidak pernah merasa tinggi diri dan tinggi hati karena kemampuanya dalam menempuh kebaikan, karena semua itu adalah kekutan yang Allah berikan kepada makhluq-Nya.</p>
<p><strong>2. Rukun Islam Kedua </strong></p>
<p>Rukun Islam kedua adalah shalat, shalat adalah salah satu bentuk wujud Tasbih (me-MahaSucikan) kita kepada Allah setiap waktu (shalat wajib 5 kali, atau ditambah shalat sunnah). Bila kita memahami makna dan arti shalat maka isi sholat diantaranya adalah kalimat pengagungan kepadaNya, ungkapan penghambaan kita kepadaNya, dan permohonan maaf kita kepadaNya atas segala kelemahan dan dosa-dosa kita.</p>
<p>Dan sholat adalah tiang agama, Dijaman Rasulullah sholat adalah aktifitas utama hidup. Dijalankan pada awal waktu dan berjamaah, serta diimami oleh orang yang paling bertaqwa. Sholat adalah menSucikan jiwa, makanan pokok jiwa, agar jiwa selalu bersih dan berjalan di jalan yang diridhoi oleh Allah. Dan jiwa adalah penggerak jasmani. Allah tidak melihat jasmani-jasmani manusia tetapi melihat kepada jiwa-jiwa manusia. Allah tidak melihat hasil karya manusia semata, tetapi lebih kepada niatnya. Bila jiwa senantiasa bersih maka aktifitas jasmani juga akan bersih.</p>
<p>Bila jiwa tidak diberi makan yang bersih-bersih dengan bertasbih kepada Allah, maka jiwa akan terseret pada perbuatan syathoniyah yang lezat secara hawanafsu, tetapi menjauhkan manusia dari keridhoan Allah. Manusia yang telah merasakan lezatnya mengagungkan Allah, maka akan mudah untuk meningalkan kelezatan hawanafsu syaithoniyah yang biasanya menyeret kepada kesengsaraan. Firman Allah :<br />
.<br />
<strong><em>Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (al-Qur&#8217;an) dan dirikanlah shalat.Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 29:45) </em></strong><br />
.<br />
Istana para Nabi dan Rasul adalah Masjid, dan aktifitas utama dimasjid adalah bertasbih kepada Allah sebagaimana firman Allah;<br />
.<br />
<strong><em>Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, (QS. 24:36) </em></strong></p>
<p><strong><em>Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar. (QS. 4:54) </em></strong></p>
<p><strong><em>Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (QS. 3:96) </em></strong><br />
.<br />
<span style="text-decoration: underline;">Kerajaan yang besar bagi Nabi Ibrahim bukan istana yang bertahtakan emas permata, tetapi adalah masjid-masjid tempat bersujud kepada Allah, tempat yang aman bagi manusia, tempat Suci untuk menerima hikmah dari Allah. Dan Kekayaan terbesar dari para Nabi dan Rasul adalah Hikmah, petunjuk Allah, dan kesholihan (keSucian), sebagaimana dalam firman Allah; </span><br />
.<br />
<strong><em>Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (al-Qur&#8217;an) dan hikmah serta menSucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 2:129) </em></strong></p>
<p><strong><em>Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan menSucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al-Kitab dan Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. (QS. 2:151) </em></strong></p>
<p><strong><em>Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal. (QS. 2:269)</em></strong></p>
<p><strong><em>Alif Laam Raa&#8217;. Inilah ayat-ayat al-Qur&#8217;an yang mengandung hikmah. (QS. 10:1) </em></strong></p>
<p><strong><em>Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan. (QS. 38:20) </em></strong></p>
<p><strong><em>Dan sesungguhnya al-Qur&#8217;an itu dalam induk Al-Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah. (QS. 43:4) </em></strong><br />
.</p>
<p><strong>3. Rukun Islam Ketiga </strong></p>
<p>Rukun Islam ketiga adalah Puasa, Untuk dapat mempertahankan keSucian rohani manusia perlu mendidik segala kemauan hawanafsu dan kehendak buruknya yang biasa akan membawanya kepada kecelakaan. Firman Allah :<br />
.<br />
<strong><em>Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS. 2:183)<br />
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.<br />
Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 12:53) </em></strong></p>
<p><strong><em>dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), (QS. 91:7)<br />
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan, (QS. 91:8)<br />
sesungguhnya beruntunglah orang yang menSucikan jiwa itu, (QS. 91:9) </em></strong><br />
.</p>
<p>Dalam diri manusia ada dua bisikan, bisikan malaikat yang selalu mengajak kepada ketaatan kepada Allah, dan bisikan syaitan, yang mengajak durhaka kepada Allah. Manusia memiliki kemampuan untuk menjadi manusia yang sholih, namun manusia berpotensi pula untuk menjadi makhluq yang hina dalam pandanga Allah sang pencipta.</p>
<p>Puasa baik yang wajib, atau pula yang sunnah, didalam Islam adalah sarana untuk mendapatkan taqwa. Manusia tidak boleh merasa bangga dengan kemampuan untuk berpuasa secara jasmani (tahan lapar dan tahan dahaga), tapi harus dibarengi dengan mendidik jiwanya agar jiwa dibiasakan menjalankan segala perintah Allah baik itu yang ringan-ringan atau yang berat-berat, dan menjauhi , menghindari segala yang dilarang oleh Allah, walaupun hawanafsu menyenanginya. Maka orang berpuasa harus dibarengi dengan belajar Al-Qur&#8217;an dan Al Hadist, perintah dan larangan diketahui, dan kemudian berusaha menjalankan perintah dan menjauhi larangan.</p>
<p>Taqwa adalah tujuan paling tinggi dari ibadah puasa, dengan taqwa kepada Allah, hati manusia memiliki penggerak dan rem yang baik, kebaikan-kebaikan dipacu dengan semaksimalnya, keburukan-keburukan direm sebaik-baiknya untuk mendapat ridho dan rahmat Allah. Taqwa adalah perasaan, sifat hati-hati yang tumbuh dalam bisikan jiwa, menimbang-nimbang akan balasan yang akan diterima atas apa yang telah dan akan diperbuat , baik di dunia dan di akherat.</p>
<p>Puasa yang keluar dari tujuan taqwa akan jauh melenceng akibatnya. Dengan keunggulan yang dimiliki tanpa dibarengi rasa taqwa, orang cenderung untuk membanggakan diri. Banyak orang yang sering bepuasa tetapi memiliki sifat yang buruk, bahkan ada yang merasa sombong karena dirinya adalah ahli puasa. Atau puasa puasa yang tidak sesuai dengan syareat Islam, yang dipercayai mendatangkan kesaktian. Puasa puasa yang demikian hanya akan menambah dosa dan celaka bagi pelakunya.<br />
.</p>
<p><strong>4. Rukun Islam Keempat </strong></p>
<p>Rukun Islam keempat adalah Zakat, dengan zakat manusia dididik untuk menSucikan diri dan memiliki sifat dermawan atas harta yang telah diberikan Allah padanya. Harta adalah infestasi dunia dan akherat. Manusia tidak hanya ingin senang dan bahagia di dunia saja tetapi ingin senang dan bahagia di akherat kelak.<br />
.<br />
<strong><em>Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menSucikan mereka, dan mendo&#8217;alah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketemtraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 9:103) </em></strong></p>
<p><strong><em>Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:261) </em></strong></p>
<p><strong><em>Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 64:16) </em></strong><br />
.</p>
<p>Dengan menjalankan zakat manusia akan dapat membersihkan diri dari sifat-sifat cinta dunia yang salah, serta menghilangkan sifat kikir terhadap diri sendiri, serta menyiapkan kehidupan akherat yang menyenangkan dengan amal-amal harta. Karena cinta yang sempurna adalah cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta didalam menempuh jalan yang dicintai Allah, dan sarana-sarana yang lain adalah diarahkan untuk mendapatkan cinta-Nya.</p>
<p>.<br />
<strong><em>Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. 3:14)<br />
Katakanlah:&#8221;Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu&#8221;. Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang diSucikan serta keridhaan Allah: Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (QS. 3:15) </em></strong><br />
.</p>
<p>Dengan zakat akan terjadi cinta diantara kaum kaya dan kaum miskin atas dasar rahmat Allah, orang kaya mengeluarkan zakat, infaq, shodaqoh adalah karena mengharap ampunan Allah. Orang miskin menerima zakat, infaq dan shodaqoh karena atas kemurahan Allah dengan disadarkannya orang kaya mencintai orang miskin sebagaimana ayat Allah;<br />
.</p>
<p><strong><em> (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya Katakanlah:&#8221;Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui&#8221; Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS. 39:9) </em></strong></p>
<p><strong><em>Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. (QS. 76:9) </em></strong><br />
.</p>
<p>Didalam zakat akan terjadi perpindahan manfaat harta dari orang kaya kepada orang miskin, tetapi disana akan terdapat tambahan simpanan amal yang besar bagi orang yang mengeluarkannya. Harta yang disedekahkan termasuk harta yang dipelihara dan ditumbuhkan oleh Allah, sehingga tidak akan terbakar, tercuri, atau musnah sia-sia.<br />
.<br />
<strong><em>Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. (QS. 2:276) </em></strong><br />
.<br />
<span style="text-decoration: underline;">Didalam zakat terdapat hubungan sosial kemanusiaan yang iklash tanpa ada rasa saling berjasa satu sama lain, karena memang semuanya hanya mengharap rahmat Allah dan bersyukur kepada rahmat yang telah Allah curahkan. </span><br />
.</p>
<p><strong>5. Rukun Islam Kelima </strong></p>
<p>Rukun Islam yang kelima Haji, merupakan syiar Islam yang Allah tuntunkan kepada umat manusia mengikuti jalan Nabi Ibrahim, untuk menjelaskan kepada masing-masing indifidu dan kepada seluruh umat manusia diseluruh dunia akan ke Esaan Allah dan Keagungan KekuasaanNya.</p>
<p>Seluruh rangkaian ibadah haji adalah mengikuti jalan Nabi Ibrahim di dalam taat Kepada Allah Tuhan seluruh Alam, Allah Tuhan langit dan Bumi. Menyadari akan asal-usul, aktifitas didunia beserta ujian-ujiannya, dan akhir dari kehidupan, serta keadaan manusia ketika menghadap kepada Allah mempertanggung jawabkan segala perbuatannya.</p>
<p>Beberapa firman Allah tentang Nabi Ibrahim bapak Tauhid, yang memperjuangkan tegaknya keTauhidan tegak didalam kehidupan umat manusia.</p>
<p>.<br />
<strong><em>Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit dia berkata:&#8221;Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar&#8221;, maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata:&#8221;Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. (QS. 6:78)<br />
Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada (Tuhan) yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang termasuk mempersekutukan-Nya. (QS. 6:79)<br />
Dan dia dibantah oleh kaumnya. Dia berkata:&#8221;Apakah kamu hendak membantahku tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku. Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang mempersekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya). (QS. 6:80) </em></strong><br />
.</p>
<p>Dan Nabi Ibrahim adalah bapak Tauhid. Dilahirkan ke dunia untuk memberantas kemusrikan. Perjuangannya yang keras sejak dari muda melawan penguasa musrik, hingga dibakar hidup-hidup, tetapi diselamatkan oleh Allah.<br />
.</p>
<p><strong><em>Ibrahim berkata:&#8221;Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfa&#8217;at sedikitpun dan tidak(pula) memberi mudharat kepada kamu&#8221; (QS. 21:66)<br />
Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami (QS. 21:67)<br />
Mereka berkata:&#8221;Bakarlah dia dan bantulah ilah-ilah kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak&#8221;. (QS. 21:68)<br />
Kami berfirman:&#8221;Hai api menjadi dinginlah, dan menjaddi keselamatanlah bagi Ibrahim&#8221;, (QS. 21:69)<br />
mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan itu mereka orang-orang yang paling merugi. (QS. 21:70) </em></strong><br />
.</p>
<p>Ketaatannya kepada Allah untuk memelihara tempat ibadah dimuka bumi ini (Mekkah), tempat manusia menyembah Allah pemilik seluruh Alam yang ada di langit, tidak menyekutukan Allah yang Maha Tinggi dengan menyembah atau mentaati penguasa-penguasa bumi yang ingkar kepada Allah.<br />
.</p>
<p><strong><em>Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (QS. 3:96)<br />
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS. 3:97) </em></strong><br />
.</p>
<p>Allah menguji Nabi Ibrahim untuk melestarikan syareat agama Tauhid itu kepada anak turunnya, dengan penuh pengurbanan, hingga anaknya yang paling disayangi dikorbankan kepada Allah. Namun Allah menggantikannya dengan sembelihan yang besar(domba), dan Allah telah menempatkan Ismail ditempat yang terasing, ditempat ibadah manusia yang pertama untuk menyembah Allah (makkah).<br />
.</p>
<p><strong><em>Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail:&#8221;Bersihkanlah rumah-ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i&#8217;tikaf, yang ruku&#8217;, dan yang sujud. (QS. 2:125) </em></strong><br />
.</p>
<p>Dalam rangkaian proses ibadah haji, manusia diingatkan akan akhir perjalanan proses kehidupan , manusia tidak akan terus menerus dimuka bumi, namun manusia akan kembali kepada Allah yang ada di langit. Manusia diwajibkan untuk taat hanya kepada Allah semata, Allah Tuhan Yang Esa, Yang Maha Bijaksana, dan tidak menyekutukan Allah dengan mengikuti penguasa-punguasa di bumi, dan bujukan syaitan yang durhaka, atau melupakan petunjuk Allah.</p>
<p>Bagi mereka yang mentaati jalan yang telah Allah tunjukkan, yang lurus dan benar, maka dia akan didekatkan kepada Allah Tuhan semesta Alam, yang maha menyayangi hamba-hambanya yang taat.</p>
<p>Sedang yang mengingkariNya akan dibersamakan syaitan (jin dan manusia), penguasa-penguasa dzalim, dan orang-orang yang durhaka, ditempat yang jauh dari Allah, tempat yang menyengsarakan (naudzubillah).<br />
.</p>
<p><strong><em>Dan (ingatlah) ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan):&#8221;Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan Sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf,dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku&#8217; dan sujud (QS. 22:26)<br />
Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji,niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki,dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. (QS. 22:27) </em></strong></p>
<p><strong><em>dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. (QS. 22:31)<br />
Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi&#8217;ar-syi&#8217;ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati. (QS. 22:32) </em></strong></p>
<p><strong><em>Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujjah kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. Maka manakah diantara dua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui&#8221;. (QS. 6:81) </em></strong></p>
<p><strong><em>Dan sesungguhnya kamu datang kepada kami sendiri-sendiri kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan dibelakangmu (di dunia) apa yang telah kamu kurniakan kepadamu; dan kami tiada melihat besertamu pemberi syafaat yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Allah di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) di antara kamu dan telah lenyap dari pada kamu apa yang dahulu kamu anggap sekutu Allah. (QS. 6:94) </em></strong><br />
.<br />
Segala puji Bagi Allah, dengan kesungguh-sungguhan kita dalam mengikuti jalan-jalan yang ditunjukkan oleh Allah, semoga Allah berkenan memberi petunjuk dan mengekalkan petunjuk itu di hati kita, sehingga kita senantiasa dalam ampunan dan rahmatnya dan selalu dalam keselamatan dan kebahagiaan meniti jalan lurus yang membawa kita selamat di sisi Allah SWT. &#8230;. Wallahu a’lam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2012/04/04/berserah-diri-kepada-allah-swt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menuntaskan Akar PREMANISME</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2012/03/23/menuntaskan-akar-premanisme/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2012/03/23/menuntaskan-akar-premanisme/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2012 13:02:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayyub Al Fath</dc:creator>
				<category><![CDATA[FrontPage]]></category>
		<category><![CDATA[kolom Al Ustadz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=3925</guid>
		<description><![CDATA[(Harian Solopos, Juma’t, 2/3/2012). Tidak ada bangsa yang kuat lagi kokoh di dunia ini tanpa adanya persatuan dan kesatuan seluruh elemen masyarakat yang menyusunnya. Sayang sekali persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia saat ini terancam runtuh karena anarkhisme dan premanisme yang dilakukan oleh kelompok tertentu. Sengketa tanah, lahan pertanian, dan daerah tambang semakin sering terjadi. Tawuran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2011/11/ustadsukino.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3694" title="ustadsukino" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2011/11/ustadsukino-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>(Harian Solopos, Juma’t, 2/3/2012). Tidak ada bangsa yang kuat lagi kokoh di dunia ini tanpa adanya persatuan dan kesatuan seluruh elemen masyarakat yang menyusunnya. Sayang sekali persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia saat ini terancam runtuh karena anarkhisme dan premanisme yang dilakukan oleh kelompok tertentu. <span id="more-3925"></span></p>
<p>Sengketa tanah, lahan pertanian, dan daerah tambang semakin sering terjadi. Tawuran antar pemuda, antar suku, dan antar desa menjadi berita harian. Bahkan yang lebih memprihatinkan adalah terjadinya konflik inter dan antar umat beragama. Kelompok mayoritas yang merasa terancam dominasinya menggunakan kekuatan masa untuk melakukan tindakan anarki dan premanisme terhadap kelompok minoritas.</p>
<p>Penindasan, pengusiran, dan penolakan terhadap kelompok minoritas mereka lakukan secara sistematis di berbagai tempat dengan berbagai bentuk. Ironisnya perbuatan anarki dan premanisme itu dibungkus dengan slogan nasionalisme demi menjaga keutuhan NKRI.</p>
<p>Padahal yang mereka lakukan justru menyebarkan benih-benih kebencian, permusuhan dan perpecahan yang akan berakibat terhadap lemahnya persatuan dan kesatuan nasional. Anarki dan premanisme yang terjadi di berbagai penjuru negeri ini disebabkan karena rendahnya kualitas moral agama. Meskipun sebagian tindakan premanisme itu dilakukan oleh kelompok yang berlabel agama.</p>
<p>Karena agama tidak lagi menjadi jalan hidup tetapi hanya menjadi simbol kelompoknya. Sehingga kelompok yang memiliki simbol berbeda dianggap sebagai musuhnya. Akhlak karimah tidak lagi menjadi kepribadian, tetapi hanya sekedar slogan yang diteriakkan. Sementara itu bagi banyak pejabat pembangunan kualitas moral bangsa tidak begitu penting, yang penting adalah kuantiitas proyek yang bisa mendatangkan segudang keuntungan. Mereka sesungguhnya tidak peduli apakah bangsa ini akan Berjaya atau akan hancur.</p>
<p>Saudaraku, dalam masyaraakat yang kacau balau seperti ini hanya orang-orang yang memiliki kualitas moral baiklah yang akan survive. Yakinlah bahwa mereka yang nampaknya berjaya karena kerusakan moral mereka sebentar lagi akan runtuh. Untuk menyelamatkan bangsa ini dari kehancuran mari kita hidupkan kembali jiwa beragama di semua lini kehidupan.</p>
<p>Kita ajarkan dan kita amalkan agama yang lurus dan benar sejak dari kehidupan berumah tangga, kehidupan bermasyarakat sampai bernegara. Dalam konteks agama Islam maka ajaran yang lurus dan benar adalah yang sesuai dengan Al Qur&#8217;an dan As Sunnah, sesuai dengan pesan Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh imam Malik bahwa beliau telah meninggalkan dua perkara, apabila kita berpegang kepada keduanya maka kita tidak akan tersesat selamanya, yakni Al Kitab (Al Qur&#8217;an) dan sunnahnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: right;"><span style="font-size: 22.0pt; mso-ansi-font-size: 11.0pt; font-family: 'Traditional Arabic'; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA">اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: تَرَكْتُ فِيْكُمْ اَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا مَسَكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ نَبِيّهِ. مالك، فى الموطأ</span></p>
<blockquote><p>Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda, &#8220;Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduaya, yaitu : Kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya&#8221;. [HR. Malik dalam Al-Muwaththa’ juz 2, hal. 899]</p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>Maka jalan terbaik yang bisa kita tempuh untuk membangun moral bangsa adalah menghidupkan kajian-kajian yang mendalami Al Qur&#8217;an dan As Sunnah dengan mengedepankan kebersamaan dan menghilangkan permusuhan.</p>
<p>Sesama umat Islam adalah saudara meskipun memiliki faham yang berbeda. Sedang musuh kita adalah kemunafikan dan kekafiran yang dibisikkan oleh setan. Kajian-kajian yang bertujuan untuk membangun moral bangsa seperti ini harus dilindungi dengan menegakkan hukum yang berlaku di negeri ini.</p>
<p><strong>Semoga Allah melimpahkan ridho, ampunan dan kasih sayang-Nya untuk kita semua dalam membangun moral bangsa demi menghindari kehancuran, aamiin.</strong><br />
Al Ustadz Drs Ahmad Sukina<br />
Pimpinan Pusat Majlis Tafsir Al Qur&#8217;an (MTA)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2012/03/23/menuntaskan-akar-premanisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

