<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>MTA-Online.Com &#124; Situs resmi Majlis Tafsir Al-Qur'an<br />
<b>Warning</b>:  call_user_func_array() [<a href='function.call-user-func-array'>function.call-user-func-array</a>]: First argument is expected to be a valid callback, 'Friday' was given in <b>/home/mta15/public_html/v2/wp-includes/plugin.php</b> on line <b>166</b><br />
</title>
	<atom:link href="http://mta-online.com/v2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mta-online.com/v2</link>
	<description>Guide You Back to The Right Track</description>
	<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 10:36:54 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Indahnya IKTIKAF</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/08/31/indahnya-iktikaf/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/08/31/indahnya-iktikaf/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 10:36:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humas_mta</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FrontPage]]></category>

		<category><![CDATA[kolom Al Ustadz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2944</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah SAW membiasakan diri untuk melakukan iktikaf di sepuluh  hari terakhir di bulan Ramadan. Tampak sekali beliau menikmati  kedekatannya dengan Allah SWT. Di kala orang lain pada kendur semangatnya  dalam beribadah, Beliau justru mengencangkan ikat pinggang, lebih  mengintensifkan ibadah kepada Allah dengan melakukan iktikaf.
Falsafah Jawa mengatakan Witing tresna jalaran saka kulina. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/08/al-ustdh.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-2943" title="al-ustdh" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/08/al-ustdh.gif" alt="al-ustdh" width="210" height="297" /></a>Rasulullah SAW membiasakan diri untuk melakukan iktikaf di sepuluh  hari terakhir di bulan Ramadan. Tampak sekali beliau menikmati  kedekatannya dengan Allah SWT. Di kala orang lain pada kendur semangatnya  dalam beribadah, Beliau justru mengencangkan ikat pinggang, lebih  mengintensifkan ibadah kepada Allah dengan melakukan iktikaf.<span id="more-2944"></span></p>
<p>Falsafah Jawa mengatakan Witing tresna jalaran saka kulina. Maka,  dengan membiasakan diri beramal dengan amal yang disukai Allah dan  rasul-Nya, berdialog dengan Allah lewat ibadah, menghadirkan Allah  melalui iktikaf, diharapkan kecintaan kepada Allah akan semakin tumbuh  berkembang.</p>
<p>Seorang hamba yang benar-benar mencintai Allahnya, akan  merasa bahagia dengan kehadiran-Nya saat beribadah. Dari ibadah satu ke  ibadah berikutnya selama iktikaf, dia akan merasakan kebahagiaan itu.  Tidak mengherankan jika Rasulullah SAW kadang-kadang beriktikaf sampai  20 hari dalam sebulan.</p>
<p>Selama iktikaf, kita bisa membaca ayat-ayat Alquran sehingga pahala  10 hasanathdikalikan setiap huruf yang kita baca ditetapkan Allah.  Selama iktikaf, kita juga bisa menambah hafalan ayat-ayat Alquran  sehingga lebih bermanfaat ketika menunaikan salat atau memberikan  tausiah. Selama iktikaf, kita bisa memelajari Alquran dan sunah,  sehingga pemahaman agama semakin meningkat. Kita juga lebih leluasa  melaksanakan salat-salat sunah sehingga bisa lebih dekat berdialog  dengan Allah.</p>
<p>Selama iktikaf, ada perasaan ringan untuk salat wajib dengan  berjemaah sehingga nilainya dilipatkan 27 derajat. Selama beriktikaf,  kita bisa lebih dekat menjalin silaturahmi dengan orang-orang saleh  sehingga terbuka peluang untuk menjalin kerja sama dalam berbagai  aktivitas positif lain.</p>
<p>Bahkan boleh jadi, solusi berbagai persoalan  yang membelit kehidupan berawal dari iktikaf. Pada saat itu, kita lebih  leluasa melakukan muhasabah, melakukan evaluasi diri, memohon ampun dan  menyucikan hati untuk meningkatkan kualitas penghambaan kepada Allah.</p>
<p>Selama iktikaf, waktu terasa lebih longgar untuk membuat rencana  perbaikan program hidup di masa mendatang. Boleh jadi berangkat dari  iktikaf tahun ini, kita berhasil menemukan program dakwah yang lebih  efektif dan efisien. Betapa besarnya manfaat yang bisa diambil dari  iktikaf maka beruntunglah mereka yang istikamah dalam beriktikaf.</p>
<p><strong>Ustad Drs Ahmad Sukina<br />
Ketua Umum Majlis Tafsir Al-Qur&#8217;an (MTA)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/08/31/indahnya-iktikaf/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sekolah Jujur 30 Hari</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/08/30/sekolah-jujur-30-hari/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/08/30/sekolah-jujur-30-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 06:05:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayyub Al Fath</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FrontPage]]></category>

		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2938</guid>
		<description><![CDATA[Melaksanakan ibadah puasa Ramadhan termasuk rukun Islam yang ketiga. Setelah mengakui keesaan Allah SWT dan segala esensi yang melekat pada diriNya, lalu melaksanakan shalat. Setelah berpuasa ada kewajiban membersihkan harta dengan berzakat, dan melaksanakan ibadah haji. Dengan lima pondasi ini bangunan keislama akan kokoh. Karena dari kelima pokok tersebut menggambarkan bagaimana kuatnya hubungan manusia dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/08/icon-mari-membangun-bangsa.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2939" title="icon-mari-membangun-bangsa" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/08/icon-mari-membangun-bangsa.jpg" alt="icon-mari-membangun-bangsa" width="125" height="125" /></a>Melaksanakan ibadah puasa Ramadhan termasuk rukun Islam yang ketiga. Setelah mengakui keesaan Allah SWT dan segala esensi yang melekat pada diriNya, lalu melaksanakan shalat. Setelah berpuasa ada kewajiban membersihkan harta dengan berzakat, dan melaksanakan ibadah haji. Dengan lima pondasi ini bangunan keislama akan kokoh. Karena dari kelima pokok tersebut menggambarkan bagaimana kuatnya hubungan manusia dengan Allah sang pencipta dan bagaimana kuatnya persaudaraan dalam Islam.<span id="more-2938"></span><br />
Ramadhan ibarat sekolah yang dilakukan berulang-ulang sebelum habisnya umur datang. Maka pergunakankah dengan maksimal dan sebaik-baiknya. Boleh jadi ini Ramadhan terakhir, atau bahkan sekarangpun kita lalui tidak sampai akhir. Wallahu a’lam.<br />
Sobat, di era globalisasi dewasa ini kejujuran telah banyak dicampakkan dari tata pergaulan kehidupan manusia. Fenomena ketidak jujuran benar-benar telah menjadi realitas sosial yang menggelisahkan. Drama ketidakjujuran saat ini telah berlangsung sedemikian transparan dan telah menjadi semacam rahasia umum yang merasuk ke berbagai wilayah kehidupan manusia. Sosok manusia jujur telah menjadi makhluk langka di bumi ini. Kita lebih mudah mencari orang-orang pintar daripada orang-orang jujur. Keserakahan dan ketamakan kepada materi kebendaan, mengakibatkan manusia semakin jauh dari nilai-nilai kejujuran dan terhempas dalam kubangan materialisme dan hedonisme yang cenderung menghalalkan segala cara.</p>
<p>Pada masa sekarang, banyak manusia tidak memperdulikan jalan-jalan yang halal dan haram dalam mencari uang dan jabatan . Sehingga kita sering mendengar ungkapan-ungkapan kaum materialis, “Mencari yang haram saja sulit, apalagi yang halal”. Bahkan selalu diucapkan orang,”kalau jujur akan terbujur”,”kalau lurus akan kurus”,kalau ikhlas akan tergilas”.</p>
<p>Ungkapan-ungkapan itu menunjukkan bahwa manusia zaman kini telah dilanda penyakit mental yang luar biasa, yaitu penyakit korup dan ketidak jujuran.</p>
<p>Nabi muhammad Saw pernah memprediksi, bahwa suatu saat nanti, diakhir zaman,manusia dalam mencari harta,tidak mempedulikan lagi mana yang halal dan mana yang haram.<br />
Ramalan Nabi pada masa kini telah menjadi realitas sosial yang mengerikan, bahkan implikasinya telah menjadi patologi sosial yang parah, seperti menjamurnya korupsi, pungli, suap, sogok,uang pelicin dsb. Banyak kita temukan pencuri-pencuri berdasi melakukan penyimpangan-penyimpangan dalam mengelola proyek. Manusia berlomba-lomba mengejar kekayaan dan kemewahan dunia secara massif, tanpa mempedulikan garisan-garisan syariah dan moralitas.</p>
<p>Bahkan ada maqolah begini,</p>
<h2 style="text-align: right;">سَيَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ هِمَّتُهُمْ بُطُوْنُهُمْ وَ شَرَفُهُمْ مَتَاعُهُمْ وَ قِبْلَتُهُمْ نِسَائُهُمْ وَ دِيْنُهُمْ دَرَاهِمُهُمْ وَ دَنَانِيْرُهُمْ اُولئِكَ شَرُّ اْلخَلْقِ لاَ خَلاَقَ لَهُمْ عِنْدَ اللهِ</h2>
<p><em>Akan datang suatu masa pada manusia, bahwa cita-cita mereka untuk perut mereka, kemuliaan mereka adalah kekayaan mereka, kiblat mereka adalah wanita, agama mereka dalah dirham dan dinar (uang) mereka. Mereka itulah seburuk-buruk makhluq, mereka tidak mendapat (kebaikan) apapun di sisi Allah.</em></p>
<p>Era reformasi yang telah berlangsung lebih lebih sepuluh tahun, praktek kolusi,korupsi dan suap menyuap masih saja menjadi kebiasaan masyarakat kita . Untuk mengatasi dan mengurangi segala destruktip tersebut, puasa merupakan ibadah yang paling ampuh dan efektif, asalkan pelaksanaan puasa tersebut dilakukan dengan dasar iman yang mantap kepada Allah, dan ihtisab (mawas diri), serta penghayatan yang mendalam tentang hikmat yang terkandung di dalam puasa Ramadhan.</p>
<p><strong>Puasa melatih Kejujuran </strong></p>
<p>Berbeda dengan sifat ibadah yang ada, puasa adalah ibadah sirriyah (rahasia). Dikatakan sirriyah, karena yang mengetahui seseorang itu berpuasa atau tidak, hanyalah orang yang berpuasa itu sendiri dan Allah SWT.</p>
<p>Dalam ibadah puasa, kita dilatih dan dituntut untuk berlaku jujur. Kita dapat saja makan dan minum seenaknya di tempat sunyi yang tidak terlihat seorangpun. Namun kita tidak akan mau makan atau minum, karena kita sedang berpuasa. Padahal, tidak ada orang lain yang tahu apakah kita puasa atau tidak. Namun kita yakin, perbuatan kita itu dilihat Allah swt..</p>
<p>Orang yang sedang berpuasa juga dapat dengan leluasa berkumur sambil menahan setetes air segar ke dalam kerongkongan, tanpa sedikitpun diketahui orang lain. Perbuatan orang itu hanya diketahui oleh orang yang bersangkutan. Hanya Allah dan diri si shaum itu saja yang benar-benar mengetahui kejujuran atau kecurangan dalam menjalankan ibadah puasa. Tetapi dengan ibadah puasa, kita tidak berani berbuat seperti itu, takut puasa batal.</p>
<p>Orang yang berpuasa dilatih untuk menyadari kehadiran Tuhan. Ia dilatih untuk menyadari bahwa segala aktifitasnya pasti diketahui dan diawasi oleh Allah SWT.Apabila kesadaran ketuhanan ini telah menjelma dalam diri seseorang melalui training dan didikan puasa, maka Insya Allah akan terbangun sifat kejujuran.Jika manusia jujur telah lahir, dan menempati setiap sektor dan instansi, lembaga bisnis atau lembaga apa saja, maka tidak adalagi korupsi, pungli, suap-menyuap dan penyimpangan-penyimpangan moral lainnya.</p>
<p>Kejujuran merupakan mozaik yang sangat mahal harganya. Bila pada diri seorang manusia telah melekat sifat kejujuran, maka semua pekerjaan dan kepercayaan yang diamanahkan kepadanya dapat di selesaikan dengan baik dan terhindar dari penyelewengan-penyelewengan. Kejujuran juga menjamin tegaknya keadilan dan kebenaran.</p>
<p>Secara psikologis, kejujuran mendatangkan ketentraman jiwa. Sebaliknya, seorang yang tidak jujur akan tega menutup-nutupi kebenaran dan tega melakukan kezaliman terhadap hak orang lain.Ketidakjujuran selalu meresahkan masyarakat, yang pada gilirannnya mengancam stabilitas sosial. Ketidak jujuran selalu berimplikasi kepada ketidakadilan. Sebab orang yang tidak jujur akan tega menginjak-injak keadilan demi keuntungan material pribadi atau golongannya.</p>
<p>Berlaku jujur, sungguh menjadi bermakna pada masa sekarang,, masa yang penuh dengan kebohongan dan kepalsuan. Pentingnya kejujuran telah banyak disapaikan Rasulullah SAW. Diriwayatkat bahwa, Rasulullah pernah didatangi oleh seorang pezina yang ingin taubat dengan sebenarnya. Rasulullah menerimanya dengan satu syarat, yaitu,agar orang tersebut berlaku jujur dan tidak bohong</p>
<p>Syarat yang kelihatan sangat ringan untuk sebuah pertaubatan besar, tetapi penerapannya dalam segala aspek kehidupan sangat berat.Dan ternyata syarat jujur tersebut sangat ampuh untuk menghentikan perbuatan zina. Jika ia tetap berzina secara sembunyi-sembunyi, lalu bagaimana ia harus menjawab jika Rasulullah menanyainya tentang apakah ia masih berzina atau tidak.Untuk menghindari berbohong kepada Nabi, maka si pezina mengakhiri prilakunya yang dusta itu dan kemudian benar-benar bertaubat dengan penuh penghayatan.</p>
<p>Dari riwayat itu dapat ditarik kesimpulan, bahwa kejujuran sangat signifikan dalam membersihkan prilaku menyimpang, seperti korupsi, kolusi, penipuan, manipulasi, suap-menyuap dan sebagainya.<br />
Dewasa ini kesadaran untuk menumbuhkan sifat kejujuran sebagai buah dari ibadah puasa, kiranya perlu mendapat perhatian serius. Pendidikan kejujuran yang melekat pada ibadah puasa, perlu dikembangkan sebagai bagian dari kehidupan riel dalam masyarakat. Sebab apabila kejujuran telah disingkirkan, maka kondisi masyarakat akan runyam. Korupsi dan kolusi terjadi di mana-mana, pungli merajalela, kemungkaran sengaja dibeking oleh oknum-oknum tertentu demi mendapatkan setoran uang.</p>
<p>Fenomena kebohongan dan tersingkirnya sifat kejujuran, mengantarkan masyarakat dan bangsa kita pada beberapa musibah nasional yang berlangsung secara beruntun dan silih berganti tiada henti. Terjadinya malapetaka berupa krisis ekonomi yang melanda bangsa Indonesia adalah cermin paling jelas dari makin hilangnya sukma. kejujuran dan semakin mekarnya kepalsuan dalam kehidupan bangsa kita.<br />
Dalam menghadapi kasus-kasus yang gawat seperti itu, pesan-pesan profetik keagamaan seperti pesan luhur ibadah puasa dapat ditransformasikan untuk membongkar sangkar kepalsuan dan mem bangun kejujuran.</p>
<p>Ada yang secara pesimis berpendapat, bahwa membangun kejujuran pada era materialisme adalah suatu utopia (angan-angan) mengingat mengakarnya sifat ketidak jujuran dalam masyarakat dan bangsa kita. Sebagai orang beriman yang menyandang peringkat khairah ummah, sikap pesimis di atas harus dibuang jauh-jauh.Sebab gerakan amar ma’ruf nahi mungkar yang dilandasi iman, harus tetap dilancarkan, agar konstelasi dunia ini tidak semakin parah.</p>
<p>Realitas menunjukkan, bahwa kesemarakan ramadhan dari tahun ke tahun semakin meningkat, namun ironisnya, bersamaan dengan itu penyimpangan dan ketidakjujuran masih berjalan terus. Padahal, suatu bulan kita dilatih dan didik untuk berlaku jujur, menjadi orang yang dapat dipercaya. Bila selama satu bulan itu, orang-orang yang berpuasa benar-benar berlatih secara serius dengan penuh penghayatan terhadap hikmah puasa, maka pancaran kejujuran akan terpantul dari dalam jiwa mereka. Kalau puasa Ramadhan yang dilakukan tidak melahirkan manusia-manusia jujur, berarti kualitas puasa orang tersebut masih sebatas lapar dan dahaga. Karena puasa yang dilakukan tidak memantulkan refleksi kejujuran. Kalau orang yang berpuasa, masih mau menerima suap dari orang-orang yang mencari pekerjaan, berarti kualitas ibadah orang tersebut masih sangat rendah. Kalau orang yang berpuasa, masih mau melakukan mark up dalam proyek, korupsi dan kolusi, berarti puasa yang dilakukan masih jauh dari tujuan puasa.</p>
<p>Kalau pasca puasa Ramadhan, kejujuran semakin tipis atau sirna pungli,korupsi dan kolusi tetap menjadi kebiasaan, barang kali puasa yang dilakukan tidak didasari iman, tetapi mungkin ia melakukan puasa hanya karena mengikuti tradisi. Untuk mewujudkan manusia jujur, perlu peningkatan iman dan penghayatan kesadaran kehadiran Tuhan. Tanpa upaya ini, kejujuran tak kan lahir dari orang yang berpuasa.</p>
<p><strong>Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan telah tiba,</strong> mari kita kencangkan ikat pinggang. Bersungguh-sungguh dalam beribadah, meningkatkan kuantitas dan kualitas ilmu dan amal. Dan bertekad bulat, setelah Ramadhan berlalu maka berlalu jualah sifat-sifat kejelekan dan keburukan. Sebaliknya iman dalam bentuk amalan berilmu makin meningkat, kualitas ukhuwwah juga makin kuat. Amiin</p>
<p><em>Kiriman dari seorang warga Colomadu</em>,</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/08/30/sekolah-jujur-30-hari/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>BAHAYA Meninggalkan AMAR MA&#8217;RUF NAHI MUNKAR</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/08/25/bahaya-meninggalkan-amar-maruf-nahi-munkar/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/08/25/bahaya-meninggalkan-amar-maruf-nahi-munkar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 03:40:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayyub Al Fath</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FrontPage]]></category>

		<category><![CDATA[kolom Al Ustadz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2933</guid>
		<description><![CDATA[Allah SWT pernah memberikan julukan para sahabat Rasulullah SAW sebagai umat yang terbaik yang dilahirkan untuk kepentingan manusia. Yang demikian itu karena mereka teguh dalam iman kepada Allah dan bersungguh-sungguh melaksanakan amar ma&#8217;ruf nahi munkar.
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/08/icon-jual-beli-mta.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-2935" title="icon-jual-beli-mta" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/08/icon-jual-beli-mta.gif" alt="icon-jual-beli-mta" width="200" height="200" /></a>Allah SWT pernah memberikan julukan para sahabat Rasulullah SAW sebagai umat yang terbaik yang dilahirkan untuk kepentingan manusia. Yang demikian itu karena mereka teguh dalam iman kepada Allah dan bersungguh-sungguh melaksanakan <strong>amar ma&#8217;ruf nahi munkar.<span id="more-2933"></span></strong></p>
<p><strong>كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ </strong></p>
<p><em>Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. </em>[QS Ali Imran : 110].</p>
<p>Islam sebagai agama sangat berwibawa di mata agama-agama lain di dunia. Umat Islam sebagai pemeluknya sangat dihormati baik oleh kawan maupun lawan. Hak-hak individual maupun sosial di tengah masyarakat sangat dihargai. Namimah, ghibah, dan fitnah dapat diminimalisir. Gangguan keamanan, pencurian dan perampokan amat sangat jarang terdengar. Yang ada justru kehidupan yang digambarkan oleh Rasulullah SAW bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan satu bagian dengan bagian yang lainnya.</p>
<p>Beliau menetapkan bahwa diantara sesama orang beriman itu haram darahnya, haram kehormatannya dan haram hartanya. Semua pelanggaran atas hukum yang telah ditetapkan akan dikenakan sangsi yang ditegakkan dengan adil. Orang yang membunuh akan diqishash kecuali ahli warisnya memaafkan. Remaja yang berzina akan dicambuk, sedang mukhshan/mukhshanat yang berzina akan dirajam. Orang yang mencuri dengan kriteria tertentu akan dipotong tangannya. Keadaan jauh berbeda dengan apa yang dialami umat Islam saat ini. Mereka tidak lagi memiliki kewibawaan, cenderung dilecehkan, dan dikalahkan dalam berbagai kompetisi melawan umat lain.</p>
<p>Ulama sepakat penyebabnya adalah karena mereka jauh dari Islam, jauh dari Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah. Islam tinggal namanya, Qur&#8217;an tinggal tulisannya, masjid-masjidnya ramai tetapi jauh dari hidayah Allah. Mereka tidak beriman dengan iman yang sebenarnya. Maka kualitas iman umat Islam tidak ubahnya seperti buih. Tidak yakin akan kehidupan akhirat, tidak percaya akan janji-janji Allah, sehingga tidak muncul keberanian untuk melakukan amar ma&#8217;ruf nahi munkar.</p>
<p>Akibatnya dari pelosok desa sampai pusat kota banyak terjadi tindak kriminalitas. Bahkan para penjahatpun semakin berani melaksanakan aksinya. Sampai-sampai ada sebuah bank di tengah kota dirampok oleh 16 orang perampok bersenjata api, seorang anggota brimob tewas dan dua orang security mengalami luka tembak. <em>Na&#8217;udzubillah</em>.</p>
<p>Saudaraku, hidup di dunia ini hanya sebentar, sedang akhiratlah yang kekal</p>
<h2 style="text-align: right;">يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ</h2>
<p><em>Hai kaumku, Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan Sesungguhnya akhirat Itulah negeri yang kekal.[QS Al-Mu'min : 39].</em></p>
<p>Mari kita perkuat iman kita kepada Allah dan hari Akhir, karena Dialah penentu kebahagiaan hidup kita yang kekal di akhirat. Ketika Allah melalui rasul-Nya memerintahkan kepada kita untuk melakukan amar ma&#8217;ruf nahi munkar, maka mari kita sambut dengan senang hati. Kita laksanakan mulai dari diri kita sendiri, anggota keluarga, kerabat dekat, lalu melebar ke tengah masyarakat. Dalam satu hadist Rasululah SAW menilai amar ma&#8217;ruf nahi munkar sebagai satu bentuk sedekah.</p>
<p>Dalam hadist yang lain Rasululah SAW memerintahkan kita untuk mencegah kemunkaran dengan tangan. Jika tidak mampu, maka dengan lisan. Dan jika itu tidak mampu, maka dengan hati. Sedanngkan yang terakhir ini dikategorikan ke dalam iman yang paling lemah. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita iman yang kuat dan keberanian untuk ber-amar ma&#8217;ruf nahi munkar, aamiin. ***</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">Oleh Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina<br />
Ketua Umum Majlis Tafsir Al-Qur&#8217;an (MTA)<br />
<em>Kolom Hikmah SOLOPOS, 25 Agustus 2010</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/08/25/bahaya-meninggalkan-amar-maruf-nahi-munkar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tunaikanlah Amanat, Jangan Berkhianat</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/08/22/tunaikanlah-amanat-jangan-berkhianat/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/08/22/tunaikanlah-amanat-jangan-berkhianat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 01:06:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humas_mta</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FrontPage]]></category>

		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2924</guid>
		<description><![CDATA[Materi #3 Nafar Ramadhan 1431H  -  Amanat adalah suatu kewajiban yang harus ditunaikan.
اَلْحَمْدُ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيّئَاتِ اَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Materi #3 Nafar Ramadhan 1431H  -  Amanat adalah suatu kewajiban yang harus ditunaikan.<span id="more-2924"></span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA">اَلْحَمْدُ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيّئَاتِ اَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ<br />
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ. اَللّهُمَّ صَلّ وَ سَلّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى الِهِ وَ اَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ.<br />
</span></p>
<p>Orang yang tidak menunaikan amanat berarti ia khianat. Kita semua orang yang beriman telah membaca dua kalimat syahadat, yaitu :</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ، وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ<br />
</span></p>
<p><em>Aku bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad adalah utusan Allah.</em></p>
<p>Dengan mengucapkan syahadat tersebut berarti kita telah berjanji bahwa kita bersedia tha&#8217;at kepada Allah dan Rasul-Nya, maka kita wajib melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, dan kita wajib menjauhi apa yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT memerintahkan kepada kita agar memenuhi janji atau menunaikan amanat dan melarang khianat. Firman Allah SWT :</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا اَوْفُوْا بِاْلعُقُوْدِ. المائدة<br />
</span></p>
<p><em>Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu</em>. [QS. Al-Maidah : 1]</p>
<h2 style="text-align: right;">وَ اَوْفُوْا بِعَهْدِيْ اُوْفِ بِعَهْدِكُمْ، وَ اِيَّايَ فَارْهَبُوْنِ. البقرة</h2>
<p><em>Dan Penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk)</em>. [QS. Al-Baqarah : 40]</p>
<h2 style="text-align: right;">وَ اَوْفُوْا بِعَهْدِ اللهِ اِذَا عَاهَدْتُّمْ وَ لاَ تَنْقُضُوا اْلاَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا وَ قَدْ جَعَلْتُمُ اللهَ عَلَيْكُمْ كَفِيْلاً، اِنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُوْنَ. النحل</h2>
<p><em>Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu melanggar sumpah(mu) sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat</em>. [QS. An-Nahl : 91]</p>
<p>Di dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman :</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
اِنَّا عَرَضْنَا اْلامَانَةَ عَلَى السَّموتِ وَ اْلارْضِ وَاْلجِبَالِ فَاَبَيْنَ اَنْ يَّحْمِلْنَهَا وَ اَشْفَقْنَ مِنْهَا وَ حَمَلَهَا اْلاِنْسَانُ، اِنَّه كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلاً. الاحزاب<br />
</span></p>
<p><em>Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat lalim dan amat bodoh, </em>[QS. Al-Ahzaab : 72]</p>
<p>Pada ayat di atas disebutkan bahwa langit, bumi dan gunung-gunung tidak berani memikul amanat, dan manusialah yang sanggup memikul amanat, maka pada akhir ayat dijelaskan bahwa manusia itu amat dhalim dan amat bodoh. Maksudnya manusia yang tidak menunaikan amanat atau berbuat khianat adalah sangat dhalim dan sangat bodoh.</p>
<p>Begitu pula apabila kita telah membuat perjanjian dengan sesama manusia, maka kita pun wajib melaksanakannya. Firman Allah SWT :</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
وَ اَوْفُوْا بِاْلعَهْدِ اِنَّ اْلعَهْدَ كَانَ مَسْئُوْلاً. الاسراء<br />
</span></p>
<p><em>Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya</em>. [QS. Al-Israa' : 34]</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ تَخُوْنُوا اللهَ وَ الرَّسُوْلَ وَ تَخُوْنُوْا اَمَانتِكُمْ وَ اَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ. الانفال<br />
</span></p>
<p><em>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui</em>. [QS. Al-Anfaal : 27]</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا اْلاَمَانتِ اِلى اَهْلِهَا. النساء<br />
</span></p>
<p><em>Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya</em>. [QS. An-Nisaa' : 58]</p>
<p>Menjaga amanat adalah sifat yang harus dimiliki oleh setiap orang yang beriman, sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah SWT :</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
وَ الَّذِيْنَ هُمْ ِلاَمنتِهِمْ وَ عَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ(8) وَ الَّذِيْنَ هُمْ عَلى صَلَوتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ(9) اُولئِكَ هُمُ اْلوَارِثُوْنَ(10) الَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ اْلفِرْدَوْسَ، هُمْ فِيْهَا خلِدُوْنَ </span></p>
<p><em>Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, (8)</em></p>
<p><em>dan orang-orang yang memelihara shalatnya. (9)</em></p>
<p><em>Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (10)</em></p>
<p><em>(ya&#8217;ni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (11)</em> [QS. Al-Mukminuun : 8-11]</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
وَ الَّذِيْنَ هُمْ ِلاَمنتِهِمْ وَ عَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ(32) وَالَّذِيْنَ هُمْ بِشَهدتِهِمْ قَآئِمُوْنَ(33) وَ الَّذِيْنَ هُمْ عَلى صَلاَتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ(34) اُولئِكَ فِيْ جَنّتٍ مُّكْرَمُوْنَ<br />
</span></p>
<p><em>Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. (32)</em></p>
<p><em>Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya. (33)</em></p>
<p><em>Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. (34)</em></p>
<p><em>Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan. (35)</em> [QS. Al-Maa'rij : 32-35]</p>
<p>Pada ayat di atas dijelaskan bahwa orang-orang yang menjaga amanat akan dimasukkan ke dalam surga. Dan Allah tidak suka kepada orang-orang yang khianat, Firman Allah SWT :</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
&#8230;. اِنّ اللهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُورٍ. الحج: 38<br />
</span></p>
<p><em>&#8230;</em><em>&#8230; Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat. </em>[QS. Al-Hajj : 38]</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
&#8230;. اِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ مَنْ كَانَ خَوَّانًا اَثِيْمًا. النساء: 107<br />
</span></p>
<p><em>&#8230;</em><em>.</em><em>&#8230;</em><em>.. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa, </em> [QS. An-Nisaa' : 107]</p>
<p>Di dalam Al-Qur&#8217;an Allah SWT membuat contoh istri yang berkhianat kepada suaminya, maka akhirnya istri tersebut masuk neraka. Firman Allah SWT :</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
ضَرَبَ اللهُ مَثَلاً ِلّلَّذِيْنَ كَفَرُوا امْرَاَتَ نُوْحٍ وَّ امْرَاَتَ لُوْطٍ، كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللهِ شَيْئًا وَّ قِيْلَ ادْخُلاَ النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِيْنَ<br />
</span></p>
<p><em>Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh diantara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya), &#8220;Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)&#8221;. </em>[QS. At-Tahrim : 10]</p>
<p>Rasulullah SAW juga menjelaskan tentang pentingnya menjaga amanat dan menjauhkan diri dari sifat khianat, sebagaimana riwayat berikut ini :</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: ايَةُ اْلمُنَافِقِ ثَلاَثٌ. اِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَ اِذَا وَعَدَ اَخْلَفَ وَ اِذَا ائْتُمِنَ خَانَ<br />
</span></p>
<p><em>Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW, beliau bersabda, &#8220;Tanda orang munafiq ada tiga perkara, yaitu : 1. Apabila berbicara ia berdusta, 2. Apabila berjanji menyelisihi dan 3. Apabila diberi amanat ia khianat&#8221;</em>. [HR. Bukhari juz 1, hal. 14]</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا، وَ مَنْ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنَ النّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا. اِذَا ائْتُمِنَ خَانَ، وَ اِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَ اِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَ اِذَا خَاصَمَ فَجَرَ. البخارى<br />
</span></p>
<p><em>Dari Abdullah bin &#8216;Amr, bahwasanya Nabi SAW bersabda, &#8220;Ada empat perkara barangsiapa yang empat perkara itu ada padanya maka ia adalah orang munafiq yang sebenarnya. Dan barangsiapa ada padanya satu bagian dari yang empat perkara itu berarti ada padanya satu bagian dari kemunafiqan sehingga ia meninggalkannya, yaitu : 1. Apabila diberi amanat ia  khianat, 2. Apabila berbicara ia berdusta, 3. Apabila berjanji menyelisihi dan 4. Apabila bertengkar ia curang</em>. [HR. Bukhari juz 1, hal. 14]</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اِضْمَنُوْا لِى سِتًّا، اَضْمَنْ لَكُمُ اْلجَنَّةَ. اُصْدُقُوْا اِذَا حَدَّثْتُمْ، وَ اَوْفُوْا اِذَا وَعَدْتُمْ، وَ اَدُّوْا اِذَا ائْتُمِنْتُمْ، وَ احْفَظُوْا فُرُوْجَكُمْ، وَ غُضُّوْا اَبْصَارَكُمْ، وَ كُفُّوْا اَيْدِيَكُمْ. ابن حبان 1: 506، رقم: 271<br />
</span></p>
<p><em>Dari &#8216;Ubadah bin Shamit, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Hendaklah kalian menjamin padaku enam perkara, niscaya aku menjamin surga bagi kalian : 1. Jujurlah apabila kalian berbicara, 2. Sempurnakanlah (janji kalian) apabila kalian berjanji, 3. Tunaikanlah apabila kalian diberi amanat, 4. Jagalah kemaluan kalian, 5. Tundukkanlah pandangan kalian (dari ma&#8217;shiyat) dan 6. Tahanlah tangan kalian (dari hal yang tidak baik)</em>. [HR. Ibnu Hibban juz 1, hal. 506, no. 271]</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
عَنْ اَنَسٍ رض قَالَ: خَطَبَنَا رَسُوْلُ اللهِ ص فَقَالَ: لاَ اِيْمَانَ لِمَنْ لاَ اَمَانَةَ لَهُ وَ لاَ دِيْنَ لِمَنْ لاَ عَهْدَ لَهُ<br />
</span></p>
<p><em>Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah berkhutbah kepada kami dan beliau bersabda, &#8220;Tidak (sempurna) iman bagi orang yang tidak ada amanat baginya, dan tidak ada agama bagi orang yang janjinya tidak bisa dipercaya&#8221;</em>. [HR. Baihaqi jua 9, hal. 231]</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
عَنْ عَمْرِو بْنِ اْلحَمِقِ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: اَيُّمَا رَجُلٍ اَمَّنَ رَجُلاً عَلَى دَمِهِ ثُمَّ قَتَلَهُ فَاَنَا مِنَ اْلقَاتِلِ بَرِيْءٌ وَ اِنْ كَانَ اْلمَقْتُوْلُ كَافِرًا. ابن حبان فى صحيحه </span></p>
<p><em>Dari &#8216;Amr bin Hamiq, ia berkata : Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Siapasaja (yang berjanji) memberi keamanan kepada seseorang atas darahnya, kemudian ia membunuhnya, maka aku berlepas diri dari orang yang membunuh tersebut, meskipun yang dibunuh itu orang kafir&#8221;</em>. [HR. Ibnu Hibban di dalam shahihnya, juz 13, hal. 320, no. 5982]</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: قَالَ اللهُ: ثَلاَثَةٌ اَنَا خَصْمُهُمْ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ: رَجُلٌ اَعْطَى بِى ثُمَّ غَدَرَ، وَ رَجُلٌ بَاعَ حُرًّا فَأَكَلَ ثَمَنَهُ، وَ رَجُلٌ اسْتَأْجَرَ اَجِيْرًا فَاسْتَوْفَى مِنْهُ وَ لَمْ يُعْطِهِ اَجْرَهُ. البخارى<br />
</span></p>
<p><em>Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda : &#8220;Allah berfirman : Ada tiga golongan yang besuk pada hari qiyamat menjadi musuh-Ku; 1. Orang yang berjanji dengan nama-Ku, kemudian dia khianat, 2. Orang yang menjual orang merdeka, lalu ia makan harganya (hasil penjualan itu), dan 3.  orang yang mempekerjakan buruh (karyawan) dan karyawan itu telah bekerja dengan baik, tetapi orang tersebut tidak memberikan upahnya&#8221;</em>. [HR. Bukhari juz 3, hal. 41]</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ ص: مَنْ مَاتَ وَهُوَ بَرِيءٌ مِنْ ثَلاَثٍ، الْكِبْرِ وَ الْغُلُوْلِ وَ الدَّيْنِ، دَخَلَ اْلجَنَّةَ. الترمذى<br />
</span></p>
<p><em>dari Tsauban ia berkata, &#8220;Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Barangsiapa meninggal dunia dalam keadaan terbebas dari tiga hal, yaitu : sombong, khianat dan hutang, maka ia masuk surga</em><em>&#8220;</em>. [HR. Tirmidzi juz 3, hal. 67]</p>
<p>Demikianlah, semoga Allah memberikan kepada kita sifat amanah dan menjauhkan kita dari sifat khianat, aamiin.</p>
<p align="center">~oO[ @ ]Oo~</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/08/22/tunaikanlah-amanat-jangan-berkhianat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ikhlas dalam Beramal</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/08/19/ikhlas-dalam-beramal/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/08/19/ikhlas-dalam-beramal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 05:57:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humas_mta</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FrontPage]]></category>

		<category><![CDATA[kolom Al Ustadz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2918</guid>
		<description><![CDATA[Dalam dunia yang serba sekuler ini, banyak manusia terjebak menilai kualitas amal dengan return yang diperoleh yang berupa materi. Keberhasilan seseorang dinilai dengan banyaknya harta dunia yang dikumpulkan. Mereka tidak menyadari bahwa diri mereka telah terjebak ke dalam faham materialism. Manusia menjadi budak harta, melupakan jati dirinya sebagai hamba Allah. Padahal hanya orang yang beramal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/08/icon-kulit-pi.png"><img class="size-full wp-image-2920  alignleft" title="icon-kulit-pi" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/08/icon-kulit-pi.png" alt="icon-kulit-pi" width="65" height="65" /></a>Dalam dunia yang serba sekuler ini, banyak manusia terjebak menilai kualitas amal dengan <em>return</em> yang diperoleh yang berupa materi. <span id="more-2918"></span>Keberhasilan seseorang dinilai dengan banyaknya harta dunia yang dikumpulkan. Mereka tidak menyadari bahwa diri mereka telah terjebak ke dalam faham materialism. Manusia menjadi budak harta, melupakan jati dirinya sebagai hamba Allah. Padahal hanya orang yang beramal ikhlas karena Allah saja yang akan mendapat balasan kebaikan dari Allah.</p>
<p style="text-align: left;">Firman Allah dalam surat Al Bayyinah: &#8220;<em>Wa maa umiruu illa liya&#8217;budullaaha mukhlishiina lahuddiin hunafaa-a</em>.&#8221; (Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan kethaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.)</p>
<p style="text-align: left;">Kata <em>ikhlas </em>adalah lawan kata <em>isyrak.</em> Seseorang yang tidak bisa menjaga keikhlasannya dalam beramal, maka dia sudah terjatuh ke dalam syirik. Padahal amal syirik menghapuskan seluruh pahala amal shaleh [QS Az Zumar 39:65]. Untuk itu menjadi sangat <em>urgen</em> bagi semua orang Islam untuk senantiasa beramal ikhlas dan  menjaga agar pahalanya tidak batal [QS Muhammad 47: 33]</p>
<p style="text-align: left;">Orang yang beramal ikhlas akan kelihatan dari kesungguhan (<em>mujahadah</em>) dan <em>istiqamah</em> nya dalam beramal. Ketika dia bersedekah, dia akan memberikan sesuatu yang baik kepada saudaranya, bahkan yang terbaik. Rasulullah saw mengingatkan bahwa seseorang tidak dikatakan beriman sebelum mencintai sesuatu untuk saudaranya sebagaimana dia mencintai untuk dirinya sendiri. Disamping itu dia akan terus memberi dan tidak akan bosan memberi.</p>
<p style="text-align: left;">Untuk memperoleh derajat ikhlas kita harus mendasari semua amal dengan ilmu, karena Allah melarang beramal tanpa ilmu [QS Al Isra' 17: 36]. Lalu kita tata niat hanya untuk mendapatkan <em>mardlaatillaah</em>. Rasululalh saw menjelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa sesungguhnya amal itu tergantung pada <strong>niatnya</strong>.</p>
<p style="text-align: left;">Kemudian amal tersebut kita laksanakan sesuai dengan <strong><em>manhaj</em> </strong>Rasulullah saw. Allah memerintahkan kita untuk thaat mengikuti Rasulullah saw [QS Ali Imran 3: 31]. Sedang orang yang thaat kepada Allah dan Rasul-Nya akan memperoleh kemenangan yang besar [QS Al Ahzab 33: 71] dan kemenangan yang besar itu di akhirat berupa surga yang kekal penuh dengan keni&#8217;matan [QS An Nisa' 4:14].</p>
<p style="text-align: left;">Maka wajar kalau para sahabat senantiasa bersungguh-sungguh dalam beramal. Dalam tarikh Khulafaaur-Raasyidiin dikisahkan bahwa untuk membiayai pasukan <em>Jaisyul-usrah </em>Utsman bin Affan pernah bersedekah 10 ribu dinar atau setara dengan 40 kg emas. Sepanjang hidup para sahabat seperti Ustman bin Affan, Abdurrahman bin Auf dan Abu Bakar As Siddiq senantiasa istiqamah dengan kedermawanan mereka.</p>
<p style="text-align: left;">Saudaraku, karena kalau tidak ikhlas berarti syirik, maka mari kita lebih bermujahadah dan beristiqanah dalam beramal. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita semua untuk beramal ikhlas karena Allah semata, aamiin.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina<br />
Ketua Umum Majlis Tafsir Al Qur&#8217;an (MTA)<br />
Di Harian SOLOPOS, HIkmah 13-08-2010</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/08/19/ikhlas-dalam-beramal/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan BERDUSTA!</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/08/14/jangan-berdusta/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/08/14/jangan-berdusta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 03:41:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayyub Al Fath</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FrontPage]]></category>

		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2915</guid>
		<description><![CDATA[Materi #2 Nafar Ramadhan 1431H  -  Jujur adalah sifat yang terpuji, sedangkan berdusta atau bohong adalah sifat tercela. Jujur akan membawa kebaikan dan kebaikan akan membawa ke syurga. Sebaliknya, bohong akan membawa kepada kedurhakaan, dan kedurhakaan akan menjerat pelakunya ke neraka. Oleh Karena itu Allah menyuruh kita supaya berlaku jujur dan menjanjikannya dengan pahala yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Materi #2 Nafar Ramadhan 1431H  -  Jujur adalah sifat yang terpuji, sedangkan berdusta atau bohong adalah sifat tercela. Jujur akan membawa kebaikan dan kebaikan akan membawa ke syurga. Sebaliknya, bohong akan membawa kepada kedurhakaan, dan kedurhakaan akan menjerat pelakunya ke neraka. <span id="more-2915"></span>Oleh Karena itu Allah menyuruh kita supaya berlaku jujur dan menjanjikannya dengan pahala yang besar, sebagaimana firman-Nya didalam QS.Al Ahzab : 70-71</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا (٧٠)يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا<br />
</span></p>
<p><em>70. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah Perkataan yang benar,</em></p>
<p><em>71. niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. dan Barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, Maka Sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.</em></p>
<p>Allah juga menyuruh kita supaya bertaqwa dan berada bersama orang-orang yang benar. Fiman Allah SWT dalam QS. At Taubah :119</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ<br />
</span></p>
<p><em>119. Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.</em></p>
<p>Rusaknya dunia ini adalah karena kebohongan. Orang-orang musyrik yang menganggap Allah punya sekutu, punya anak adalah termasuk orang-orang yang berbuat kedustaan dan mereka termasuk orang-orang yang sangat dhalim. Allah SWT berfirman dalam QS.Yunus: 17</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِآيَاتِهِ إِنَّهُ لا يُفْلِحُ الْمُجْرِمُونَ<br />
</span></p>
<p><em>17. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayatNya? Sesungguhnya, Tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa.</em></p>
<p>Dan juga Allah berfirman di dalam QS.An Nahl : 105</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ<br />
</span></p>
<p><em>105. Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka Itulah orang-orang pendusta.</em></p>
<p>Dan juga dalam firman-Nya di QS.An Nahl : 116</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
وَلا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلالٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لا يُفْلِحُونَ<br />
</span></p>
<p><em>116. dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara Dusta &#8220;Ini halal dan ini haram&#8221;, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah Tiadalah beruntung.</em></p>
<p>Dan orang-orang Yahudi dilaknat oleh Allah SWT karena mengadakan kebohongan dengan mengatakan Uzair adalah putera Allah. Begitu pula orang-orang Nasrani, mereka mengatakan bahwa Isa Al Masih adalah putera Allah. Allah SWT berfirman didalam QS.At Taubah : 30-31</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (٣٠)اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لا إِلَهَ إِلا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ (٣١)<br />
</span></p>
<p><em>30. orang-orang Yahudi berkata: &#8220;Uzair itu putera Allah&#8221; dan orang-orang Nasrani berkata: &#8220;Al masih itu putera Allah&#8221;. Demikianlah itu Ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru Perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?</em></p>
<p><em>31. mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.</em></p>
<p>Dan berbohong adalah sifat orang-orang yang munafik. Firman Allah SWT didalam QS.Al Baqarah : 8-10)</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ (٨)يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ (٩)فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ (١٠)<br />
</span></p>
<p><em>8. di antara manusia ada yang mengatakan: &#8220;Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,&#8221; pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.</em></p>
<p><em>9. mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, Padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.</em></p>
<p><em>10. dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.</em></p>
<p>Didalam hadist juga banyak disebutkan pentingnya berbuat jujur dan supaya menjauhi berbuat dusta. Diantaranya sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَلَيْكُمْ بِالصّدْقِ فَاِنَّ الصّدْقَ يَهْدِى اِلىَ اْلبِرّ وَ اِنَّ اْلبِرَّ يَهْدِى اِلىَ اْلجَنَّةِ. وَ مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَ يَتَحَرَّى الصّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدّيْقًا. وَ اِيَّاكُمْ وَ اْلكَذِبَ فَاِنَّ اْلكَذِبَ يَهْدِى اِلىَ اْلفُجُوْرِ وَ اِنَّ اْلفُجُوْرَ يَهْدِى اِلىَ النَّارِ. وَ مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَ يَتَحَرَّى اْلكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا. مسلم<br />
</span></p>
<p><em>Dari &#8216;Abdullah (bin Mas&#8217;ud), ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Wajib atasmu berlaku jujur, karena sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga. Dan terus-menerus seseorang berlaku jujur dan memilih kejujuran sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta, karena sesungguhnya dusta itu membawa kepada kedurhakaan, dan durhaka itu membawa ke neraka. Dan terus menerus seseorang itu berdusta dan memilih yang dusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta&#8221;. [HR. Muslim juz 4, hal. 2013]</em></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
عَنْ اَبِى بَكْرٍ الصّدّيْقِ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَلَيْكُمْ بِالصّدْقِ، فَاِنَّهُ مَعَ اْلبِرّ وَ هُمَا فِى اْلجَنَّةِ. وَ اِيَّاكُمْ وَ اْلكَذِبَ، فَاِنَّهُ مَعَ اْلفُجُوْرِ وَ هُمَا فِى النَّارِ. ابن حبان فى صحيحه<br />
</span></p>
<p><em>Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Wajib atasmu berlaku jujur, karena jujur itu bersama kebaikan, dan keduanya di surga. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta, karena dusta itu bersama kedurhakaan, dan keduanya di neraka&#8221;. [HR. Ibnu Hibban di dalam Shahihnya, juz 5, hal. 368, no. 5743]</em></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اِضْمَنُوْا لىِ سِتًّا مِنْ اَنْفُسِكُمْ، اَضْمَنْ لَكُمُ اْلجَنَّةَ. اُصْدُقُوْا اِذَا حَدَّثْتُمْ، وَ اَوْفُوْا اِذَا وَعَدْتُمْ، وَ اَدُّوْا اِذَا ائْتُمِنْتُمْ، وَ احْفَظُوْا فُرُوْجَكُمْ، وَ غُضُّوْا اَبْصَارَكُمْ، وَ كُفُّوْا اَيْدِيَكُمْ. احمد و ابن ابى الدنيا و ابن حبان فى صحيحه و الحاكم و البيهقى، فى الترغيب و الترهيب<br />
</span></p>
<p><em>Dari &#8216;Ubadah bin Shamit RA sesungguhnya Nabi SAW bersabda, &#8220;Hendaklah kalian menjamin padaku enam perkara dari dirimu, niscaya aku menjamin surga bagimu : 1. Jujurlah apabila kamu berbicara, 2. Sempurnakanlah (janjimu) apabila kamu berjanji, 3. Tunaikanlah apabila kamu diberi amanat, 4. Jagalah kemaluanmu, 5. Tundukkanlah pandanganmu (dari ma&#8217;shiyat) dan 6. Tahanlah tanganmu (dari hal yang tidak baik)&#8221;. [HR. Ahmad, Ibnu Abid-Dunya, Ibnu Hibban di dalam shahihnya, Hakim dan Baihaqi, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 587]</em></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
عَنِ اْلحَسَنِ بْنِ عَلِيّ رض قَالَ: حَفِظْتُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ ص: دَعْ مَا يُرِيْبُكَ اِلىَ مَا لاَ يُرِيْبُكَ. فَاِنَّ الصّدْقَ طُمَأْنِيْنَةٌ، وَ اْلكَذِبَ رِيْبَةٌ. الترمذى و قال حديث حسن صحيح، فى الترغيب و الترهيب<br />
</span></p>
<p><em>Dari Hasan bin Ali RA ia berkata : Saya hafal dari Rasulullah SAW (beliau bersabda), &#8220;Tinggalkan apa-apa yang meragukanmu (berpindahlah) kepada apa-apa yang tidak meragukanmu, karena jujur itu adalah ketenangan dan dusta itu adalah keraguan&#8221;. [HR. Tirmidzi dan ia berkata : Hadits Hasan Shahih, di dalam At-Targhiib wat Tarhiib, juz 3, hal. 589]</em></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: ا?يَةُ اْلمُنَافِقِ ثَلاَثٌ. اِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَ اِذَا وَعَدَ اَخْلَفَ وَ اِذَا ائْتُمِنَ خَانَ. البخارى<br />
</span></p>
<p><em>Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, &#8220;Tanda kemunafiqan itu ada tiga hal, yaitu : 1. Apabila berbicara ia berdusta, 2. Apabila berjanji menyelisihi dan 3. Apabila diberi amanat ia khianat&#8221;. [HR. Bukhari  juz 1, hal. 14]</em></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا، وَ مَنْ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنَ النّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا. اِذَا ائْتُمِنَ خَانَ، وَ اِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَ اِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَ اِذَا خَاصَمَ فَجَرَ. البخارى 1: 14<br />
</span></p>
<p><em>Dari Abdullah bin &#8216;Amr bahwasanya Nabi SAW bersabda, &#8220;Ada empat hal barangsiapa yang empat hal itu ada padanya maka ia adalah orang munafiq yang sebenarnya. Dan barangsiapa ada padanya satu bagian dari yang empat hal itu berarti ada padanya satu bagian dari kemunafiqan sehingga ia meninggalkannya, yaitu : 1. Apabila diberi amanat ia khianat, 2. Apabila berbicara ia berdusta, 3. Apabila berjanji menyelisihi dan 4. Apabila bertengkar ia curang&#8221;. [HR. Bukhari juz 1, hal. 14]</em></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَامِرٍ رض قَالَ: دَعَتْنِى اُمّى يَوْمًا وَ رَسُوْلُ اللهِ ص قَاعِدٌ فِى بَيْتِنَا. فَقَالَتْ: هَا تَعاَلَ اُعْطِكَ، فَقَالَ لهَاَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا اَرَدْتِ اَنْ تُعْطِيْهِ، قَالَتْ: اَرَدْتُ اَنْ اُعْطِيَهُ تَمْرًا، فَقَالَ لَهَا رَسُوْلُ اللهِ ص اَمَا اِنَّكِ لَوْ لَمْ تُعْطِيْهِ شَيْئًا كُتِبَتْ عَلَيْكِ كَذْبَةٌ.<br />
?</span></p>
<p><em>Dari Abdullah bin &#8216;Amir RA ia berkata, &#8220;Pada suatu hari ibu saya memanggil saya, pada waktu itu Rasulullah SAW sedang duduk di rumah kami. Ibu saya berkata, &#8220;Kesinilah ! kamu saya beri&#8221;. Maka Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Apakah betul engkau akan memberinya ?&#8221;. Ibu saya berkata, &#8220;Saya akan memberinya kurma&#8221;. Lalu Rasulullah SAW bersabda kepada ibu saya, &#8220;Ketahuilah, sesungguhnya kamu jika tidak memberi sesuatu kepadanya niscaya kamu dicatat dusta&#8221;. [HR. Abu Dawud Juz 4, hal 298 no.4991, dlaif karena dalam sanadnya ada perawi yang tidak disebutkan namanya]</em></p>
<p>Demikianlah, semoga Allah SWT menjadikan kita orang-orang yang jujur dan menjaga kita dari berbuat dusta. Aamiin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/08/14/jangan-berdusta/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Sombong karena Sombong Dilaknat Allah</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/08/13/jangan-sombong-karena-sombong-dilaknat-allah/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/08/13/jangan-sombong-karena-sombong-dilaknat-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 02:23:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayyub Al Fath</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FrontPage]]></category>

		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2906</guid>
		<description><![CDATA[Materi #1 Nafar Ramadhan 1431H - Sombong adalah sifat tercela dan merupakan dosa besar dan dilaknat oleh Allah. Sombong ialah menolak kebenaran yang datang dari Allah dan merasa dirinya besar sehingga menghina atau merendahkan sesame manusia. Orang yang tidak mau tunduk dan taat kepada perintah Allah, iapun termasuk orang  yang sombong. Sebagaimana iblis yang tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Materi #1 Nafar Ramadhan 1431H </strong>- Sombong adalah sifat tercela dan merupakan dosa besar dan dilaknat oleh Allah. Sombong ialah menolak kebenaran yang datang dari Allah dan merasa dirinya besar sehingga menghina atau merendahkan sesame manusia. <span id="more-2906"></span>Orang yang tidak mau tunduk dan taat kepada perintah Allah, iapun termasuk orang  yang sombong. Sebagaimana iblis yang tidak mau tunduk pada perintah Allah ketika diperintahkan supaya bersujud kepada Adam, maka ia dinyatakan &#8220;Ia (iblis) enggan dan sombong dan adalah ia termasuk orang-orang kafir&#8221;</p>
<p>Tentang kesombongan Iblis ini diungkapkan dalam Al Qur&#8217;an sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA">وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ</span><em></em><br />
<em>dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat: &#8220;Sujudlah kamu kepada Adam,&#8221; Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia Termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS. Al Baqarah :34)</em></p>
<p>Allah juga mengungkapkan kesombongan iblis didalam Al Qur&#8217;an QS. Al A&#8217;raf ayat 11-13</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ (١١)قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ (١٢)قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ</span><br />
11. Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan <em>kepada Para Malaikat: &#8220;Bersujudlah kamu kepada Adam&#8221;, Maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud.</em></p>
<p><em>12. Allah berfirman: &#8220;Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?&#8221; Menjawab iblis &#8220;Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah&#8221;.</em></p>
<p><em>13. Allah berfirman: &#8220;Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina&#8221;.</em></p>
<p>Iblis tidak mau sujud kepada Adam, walaupun yang memerintahkan sujud itu adalah Allah. Karena ia merasa lebih baik dan lebih tinggi derajatnya daripada Adam. Hal tersebut diungkapkan juga didalam QS.Shaad ayat 71-78 :</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ طِينٍ (٧١)فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ (٧٢)فَسَجَدَ الْمَلائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ (٧٣)إِلا إِبْلِيسَ اسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ (٧٤)قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ (٧٥)قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ (٧٦)قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ (٧٧)وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَى يَوْمِ الدِّينِ</span><br />
<em>71. (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat: &#8220;Sesungguhnya aku akan menciptakan manusia dari tanah&#8221;.</em></p>
<p><em>72. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; Maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadaNya&#8221;.</em></p>
<p><em>73. lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya,</em></p>
<p><em>74. kecuali Iblis; Dia menyombongkan diri dan adalah Dia Termasuk orang-orang yang kafir.</em></p>
<p><em>75. Allah berfirman: &#8220;Hai iblis, Apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) Termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?&#8221;.</em></p>
<p><em>76. iblis berkata: &#8220;Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan Dia Engkau ciptakan dari tanah&#8221;.</em></p>
<p><em>77. Allah berfirman: &#8220;Maka keluarlah kamu dari surga; Sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk,</em></p>
<p><em>78. Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan&#8221;.</em></p>
<p>Dari ayat-ayat diatas jelaslah bahwa disebabkan karena kesombongan bisa menyebabkan kekafiran dan dilaknakk Allah. Orang-orang sombong akhirnya dihancurkan oleh Allah sebagaimana kisahnya Fir&#8217;aun yang akhirnya ditenggelamkan di tengah laut, dan kisahnya Qarun yang akhirnya dibenamkan ke dalam bumi. Maka Allah menyuruh manusia supaya menyembah dan berdoa hanya kepada Allah dan melarang berlaku sombong. Firman Allah SWT :</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ</span><br />
<em>dan Tuhanmu berfirman: &#8220;Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina&#8221;. (QS. Al Mu&#8217;min : 60)</em></p>
<p>Dalam QS. Al Israa&#8217; ayat 37, Allah SWT juga melarang manusia berbuat sombong :</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
وَلا تَمْشِ فِي الأرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الأرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولا</span><br />
<em>dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.</em></p>
<p>Juga dalam QS. Luqman ayat 18 :</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
وَلا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلا تَمْشِ فِي الأرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ</span><br />
<em>dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.</em></p>
<p>Didalam hadist-hadist juga banyak disebutkan agar manusia bersifat Tawaadlu&#8217; dan tidak berlaku sombong. Diantaranya sebagai berikut</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: لاَ يَدْخُلُ اْلجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ. فَقَالَ رَجُلٌ: اِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ اَنْ يَكُوْنَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَ نَعْلُهُ حَسَنَةً؟ قَالَ: اِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ اْلجَمَالَ. اَلْكِبْرُ بَطَرُ اْلحَقّ وَ غَمْطُ النَّاسِ. مسلم و الترمذى فى الترغيب و الترهيب</span><br />
<em>Dari Abdullah bin Mas&#8217;ud RA, dari Nabi SAW beliau bersabda, &#8220;Tidak akan masuk surga barangsiapa yang di dalam hatinya itu ada sebesar dzarrah dari sombong&#8221;.  Lalu ada seorang laki-laki bertanya, &#8220;Sesungguhnya ada orang senang bajunya itu bagus dan sandalnya bagus, (yang demikian itu bagaimana, ya Rasulullah ?&#8221;). Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Sesungguhnya Allah itu indah dan suka pada keindahan. Sombong itu ialah menolak kebenaran dan merendahkan manusia&#8221;. [HR. Muslim dan Tirmidzi, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 567]</em></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: يَقُوْلُ اللهُ جَلَّ وَ عَلاَ: اَلْكِبْرِيَاءُ رِدَاءِيْ وَ اْلعَظَمَةُ اِزَارِيْ. فَمَنْ نَازَعَنِيْ وَاحِدًا مِنْهُمَا اَلْقَيْتُهُ فِى النَّارِ. ابن ماجه فى الترغيب و الترهيب</span><br />
<em>Dari Ibnu Abbas RA ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Allah Jalla wa &#8216;Alaa berfirman : Sombong itu adalah selendang-Ku dan kebesaran itu adalah pakaian-Ku, maka barangsiapa mencabut salah satunya dari-Ku, Aku akan melemparkan orang itu ke neraka&#8221;. [HR. Ibnu Majah, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 563]</em></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
عَنْ حَارِثَةَ بْنِ وَهْبٍ اَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ ص قَالَ: اَلاَ اُخْبِرُكُمْ بِاَهْلِ اْلجَنَّةِ؟ قَالُوْا: بَلَى. قَالَ ص: كُلُّ ضَعِيْفٍ مُتَضَعَّفٍ. لَوْ اَقْسَمَ عَلَى اللهِ َلاَبَرَّهُ. ثُمَّ قَالَ: اَلاَ اُخْبِرُكُمْ بِاَهْلِ النَّارِ؟ قَالُوْا: بَلَى: قَالَ: كُلُّ عُتُلّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ. مسلم</span><br />
<em>Dari Haritsah bin Wahb bahwasanya ia mendengar Nabi SAW bersabda, &#8220;Maukah kalian kuberitahu tentang penghuni surga ?&#8221;. Mereka menjawab, &#8220;Mau ya Rasulullah&#8221;. Beliau bersabda, &#8220;(Yaitu) setiap orang yang lemah dan ditindas. Seandainya ia bersumpah atas nama Allah, tentu ia menepatinya&#8221;. Kemudian beliau bersabda, &#8220;Maukah kalian kuberitahu tentang penghuni neraka ?&#8221;. Mereka menjawab, &#8220;Mau, ya Rasulullah&#8221;. Beliau bersabda, &#8220;Yaitu setiap orang yang keras, kasar lagi sombong&#8221;. [HR. Muslim juz 4, hal. 2190]</em></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص قَالَ: مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَ مَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ اِلاَّ عِزًّا. وَ مَا تَوَاضَعَ اَحَدٌ ِللهِ اِلاَّ رَفَعَهُ اللهُ. مسلم</span><br />
<em>Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, &#8220;Shadaqah itu tidak akan mengurangi harta. Dan tidaklah Allah menambah kepada seorang hamba yang pemaaf kecuali kemuliaan. Dan tidaklah seseorang bertawadlu&#8217; karena Allah, kecuali Allah mengangkat derajat orang itu&#8221;. [HR. Muslim juz 4, hal. 2001]</em></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: لَيَنْتَهِيَنَّ اَقْوَامٌ يَفْتَخِرُوْنَ بِاٰبَائِهِمُ الَّذِيْنَ مَاتُوْا: اِنَّمَا هُمْ فَحْمُ جَهَنَّمَ اَوْ لَيَكُوْنُنَّ اَهْوَنَ عَلَى اللهِ مِنَ اْلجُعَلِ الَّذِى يُدَهْدِهُ اْلخِرَاءَ بِاَنْفِهِ. اِنَّ اللهَ اَذْهَبَ عَنْكُمْ عُبّيَّةَ اْلجَاهِلِيَّةِ وَ فَخْرَهَا بِاْلاٰبَاءِ. اِنَّمَا هُوَ مُؤْمِنٌ تَقِيٌّ وَ فَاجِرٌ شَقِيٌّ. اَلنَّاسُ كُلُّهُمْ بَنُوْ اٰدَمَ وَ اٰدَمُ خُلِقَ مِنَ التُّرَابِ. الترمذى</span><br />
<em>Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersaba, &#8220;Hendaklah orang-orang itu berhenti dari membanggakan nenek-moyang mereka yang telah mati, sesungguhnya mereka itu menjadi bara api Jahannam, atau orang-orang itu akan menjadi lebih hina menurut pandangan Allah daripada kumbang pemakan kotoran yang mendorong kotoran dengan moncongnya. Sesungguhnya Allah telah menghilangkan dari kalian kesombongan jahiliyyah dan berbangga dengan nenek moyang. Sesungguhnya manusia itu hanya (ada dua), orang mukmin yang thaat atau orang jahat yang celaka. Manusia semuanya adalah keturunan Adam, dan Adam diciptakan dari tanah&#8221;. [HR. Tirmidzi juz 5, hal. 390]</em></p>
<p>Dan Allah SWT berfirman :</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA"><br />
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ</span><br />
<em>Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. </em>(QS.Al Hujurat : 13)</p>
<p>Maka marilah kita bersikap tawaadlu&#8217; dan menjauhi kesombongan. Semua manusia adalah dari keturunan yang sama, dan orang yang paling mulia adalah yang paling bertaqwa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/08/13/jangan-sombong-karena-sombong-dilaknat-allah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>INDAHNYA NAFAR RAMADHAN 1431H</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/08/13/indahnya-nafar-ramadhan-1431h/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/08/13/indahnya-nafar-ramadhan-1431h/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 02:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayyub Al Fath</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Jihad Pagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2897</guid>
		<description><![CDATA[
Nafar merupakan salah satu agenda rutin yang diselenggarakan MTA di setiap bulan Ramadhan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الأرْضِ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلا قَلِيلٌ (٣٨)إِلا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلا تَضُرُّوهُ شَيْئًا وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/08/nafar.jpg"><br />
</a>Nafar merupakan salah satu agenda rutin yang diselenggarakan MTA di setiap bulan Ramadhan.<span id="more-2897"></span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18.0pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; mso-ascii-font-family: Arial; mso-hansi-font-family: Arial;" lang="AR-SA">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الأرْضِ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلا قَلِيلٌ (٣٨)إِلا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلا تَضُرُّوهُ شَيْئًا وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (٣٩)إِلا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَى وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (٤٠)انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ</span><br />
<em></em></p>
<p><em>38. Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: &#8220;Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah&#8221; kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.</em></p>
<p><em>39. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.</em></p>
<p><em>40. Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: &#8220;Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.&#8221; Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana[643].</em></p>
<p><em>41. Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.</em></p>
<p><em>(TQS. At Taubah (9):38-41)</em><em></em></p>
<p>Kegiatan ini diikuti segenap warga Majlis Tafsir Al Qur&#8217;an dari semua umur, semua  level pendidikan dan profesi untuk berkumpul menjadi satu yang sama. Ribuan para Nafirin disebarkan ke berbagai cabang atau perwakilan MTA di seluruh Indonesia. Dibagi dalam 3 periode sehingga bisa efektif dan merata.</p>
<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/08/nafar.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2898" title="nafar" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/08/nafar.jpg" alt="nafar" width="300" height="201" /></a></p>
<p>Dengan Nafar diharapkan akan mempertebal silaturahim, memperdalam ilmu, memperkuat ukhuwah  dan wisata hati bagi yang mengikutinya. Resiko kesungguhan kegiatan ini tidak ringan, karena peserta Nafar harus rela meninggalkan segala kegiatan, keluarga  dan urusan dunia untuk fokus meniti jalan lurus ke akherat.</p>
<p>Periode Nafar MTA Ramadhan 1431H/2010</p>
<p>I.        Rabu, 11 s.d  Ahad, 15 Agustus 2010</p>
<p>II.      Rabu, 18 s.d  Ahad, 22 Agustus 2010</p>
<p>III.    Rabu, 25 s.d  Ahad, 29 Agustus 2010</p>
<p>Pemberangakatan setiap periode diawali dengan pembekalan dan sekaligus penjemputan peserta Nafar di MTA Pusat Surakarta. Untuk kemudian menuju lokasi tujuan masing-masing yang telah diatur Panitia Nafar MTA Pusat.</p>
<p>Setiba di lokasi, peserta nafar juga sudah dibekali materi dan jadwal yang akan dilaksanakan sampai selesai.  Secara umum diawali dengan pengenalan/taaruf antar warga nafar, kemudian mengenal lokasi dan para warganya juga. Yang tidak kalah penting adalah pemberian materi-materi dari Ustadz-ustadz yang ditunjuk dari Majlis Pusat. Selain berusaha disiplin melaksanakan amalan harian, belajar memperbaiki tajwid, saling mempererat persaudaraan dsb. Ada sesi khusus yakni wisata/anjangsana , berkunjung ke tempat saudara-saudaranya yang telah mapan dalan usaha. Seperti pelaku wirausaha dan bisnis. Sehingga bisa saling menyerap ilmu, menambah relasi, ide usaha baru untuk dilanjutkan/diterapkan di daerah masing-masing.</p>
<p>Sedangkan untuk materi Nafar tahun ini mengambil topik :</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> JANGAN SOMBONG KARENA SOMBONG DILAKNAT ALLAH</li>
<li> JANGAN BERDUSTA</li>
<li> TUNAIKANLAH AMANAT, JANGAN BERKHIANAT</li>
</ul>
<p>Bagi yang belum ikut, masih ada 2 Periode kesempatan lagi untuk puasa tahun ini. Ikuuttt &#8230;jangan lupa bawa tanda pengenal untuk memudahkan pemberitahuan aparat setempat. Penting!</p>
<p>Bagi yang sudah ikut, minta komentar dan motivasinya ya..</p>
<p>Jazakumulloh Khairan Katsiraa</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/08/13/indahnya-nafar-ramadhan-1431h/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menuju Peresmian MTA Perwakilan Sidoarjo</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/08/02/menuju-peresmian-mta-perwakilan-sidoarjo/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/08/02/menuju-peresmian-mta-perwakilan-sidoarjo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 10:41:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayyub Al Fath</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Jihad Pagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=2883</guid>
		<description><![CDATA[Sidoarjo - Berawal dari kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada bulan Juli 2008. Diselenggarakan segenap warga Perumahan Mutiara Citra Graha dan bertempat di rumah ketua RT, yaitu Bp. Andrianto Setyawan, SE.
Selaku pembicara dalam acara tersebut adalah Ir. Hasan Ikhwani, Msc., (Ketua cabang MTA Sukolilo, Surabaya, Sekaligus PD III Fak. Teknik Kelautan ITS). Melihat respon dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sidoarjo - Berawal dari kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada bulan Juli 2008. Diselenggarakan segenap warga Perumahan Mutiara Citra Graha <span id="more-2883"></span>dan bertempat di rumah ketua RT, yaitu Bp. Andrianto Setyawan, SE.</p>
<p>Selaku pembicara dalam acara tersebut adalah Ir. Hasan Ikhwani, Msc., (Ketua cabang MTA Sukolilo, Surabaya, Sekaligus PD III Fak. Teknik Kelautan ITS). Melihat respon dari masyarakat sekitar yang sangat positif, maka panitia acara tersebut  melanjutkan dengan membahas &amp; berkomitmen mengadakan Kajian Rutin yang bersifat umum. Diikuti oleh warga sekitar pada khususnya &amp; warga Sidoarjo pada umumnya.</p>
<p>Kajian rutin dilakukan setiap hari Senin, Pkl. 19.00-21.00 WIB. yang bertempat di rumah Bapak Andrianto setyawan, SE. Perum Mutiara Citra Graha B6/9 RT 46 RW IX, Desa Larangan, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Ternyata peserta pengajian tidak hanya diikuti oleh warga perumahan, namun juga warga gedangan. Dikarenakan jumlah yang ikut cukup banyak, maka dibentuklah Binaan tersendiri juga di daerah Gedangan setiap hari kamis (pkl.19.00-21.00WIB) diselenggarakan di rumahnya Bapak Drs. Parnen Hariyanto yang beralamat di Dsn Pandewatan,RT IV/ RW III, Desa Punggul, Kecamatan Gedangan,Sidoarjo.</p>
<p>Semoga dengan niat kesungguhan dan istiqomah. InsyaAlloh, MTA perwakilan Sidoarjo  akan di resmikan Sabtu, tgl. 7 Agustus 2010.</p>
<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/08/kajian-sidoarjo1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2884" title="kajian-sidoarjo1" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/08/kajian-sidoarjo1.jpg" alt="kajian-sidoarjo1" width="400" height="289" /></a></p>
<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/08/kajian-sidoarjo2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2885" title="kajian-sidoarjo2" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2010/08/kajian-sidoarjo2.jpg" alt="kajian-sidoarjo2" width="400" height="289" /></a></p>
<ul>
<li><a href="http://www.mta-online.com/data/peta-menuju-peresmian-mta-sidoarjo.pdf">Download Peta Jalur Peresmian</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/08/02/menuju-peresmian-mta-perwakilan-sidoarjo/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan Ramadhan secara Maksimal</title>
		<link>http://mta-online.com/v2/2010/08/02/menuju-ramadhan-terbaik-selama-hidup/</link>
		<comments>http://mta-online.com/v2/2010/08/02/menuju-ramadhan-terbaik-selama-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 06:11:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayyub Al Fath</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<category><![CDATA[mta]]></category>

		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mta-online.com/v2/?p=1042</guid>
		<description><![CDATA[Hai orang-orang yg beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana  diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu BERTAQWA (TQS. Al Baqarah : 183)
Ibarat samudera, Bulan Ramadhan menyimpan sejuta mutiara kemuliaan, memendam perbendaharaan segala keagungan dan di dalamnya bersemayam aneka kebesaran. Ramadhan juga merupakan cakrawala curahan karunia Allah SWT karena semua aktivitas hamba yang beriman pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/icon-puasa-mta.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1051" title="icon-puasa-mta" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/icon-puasa-mta.jpg" alt="icon-puasa-mta" width="200" height="200" /></a><em>Hai orang-orang yg beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana  diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu BERTAQWA (TQS. Al Baqarah : 183)</em><span id="more-1042"></span></p>
<p>Ibarat samudera, Bulan Ramadhan menyimpan sejuta mutiara kemuliaan, memendam perbendaharaan segala keagungan dan di dalamnya bersemayam aneka kebesaran. Ramadhan juga merupakan cakrawala curahan karunia Allah SWT karena semua aktivitas hamba yang beriman pada bulan ini dinilai sebagai ibadah. Kecil yang dilakukan tetapi besar pahalanya di sisi Allah. Ringan yang dikerjakan namun berat timbangan di hadapan Allah. Apalagi jika amal yang besar dan berat, tentu akan mampu melesatkan hamba ke derajat kemuliaan dan meraih kenikmatan surga-Nya. InsyaAllah:)</p>
<p>Datangnya Ramadhan bagi orang Mukmin adalah laksana ‘kekasih’ yang sangat ia rindukan; dengan sukacita ia akan menyiapkan segala sesuatu yang dapat mengantarkan perjumpaan menjadi penuh makna, berkesan dalam dan senantiasa melahirkan harapan-harapan mulia.</p>
<p>Sebagai seorang Muslim yang cerdas, kita perlu strategi juga dalam memasuki Ramadhan. Dengan tujuan agar mendapatkan nilai ibadah dan ilmu yang maksimal di bulan Ramadhan sehingga kita nanti bisa &#8216;benar-benar&#8217; sedang dijalan ketaqwaan. Seterusnya, tidak hanya selesai di bulan itu sajah!</p>
<p>Didalam semua urusan, kita wajib mengerjakan dengan maksimal. Termasuk di bulan Ramadhan, sangat mungkin 99,9% kita tidak akan bertemu bulan itu di tahun mendatang. Alias telah datang &#8216;Sang Pemutus Segala yang didunia&#8217; (baca:mati). Nah, mari kita cermati beberapa hal sebelum memasuki bulan Ramadhan beberapa puluh jam lagi.</p>
<p><strong>1. Mengetahui Ilmunya</strong></p>
<p>Pelajari Hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan.</p>
<p>D<em>an janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan  tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan  diminta pertanggungan jawabnya.(TQS. AL Isra :36)</em></p>
<p>Brosur yang telah berkali-kali dikeluarkan MTA patut dan harus dibaca kembali. Catatan2 kajian tentang puasa dibuka lagi. Termasuk tanja jawab mengenai serba-serbi puasa. Apa itu fidyah? apa itu Sahur? bagaimana doa pas berbuka yang benar? Gimana kalau haid, nifas, menyusui dst.</p>
<p>Sehingga kita akan makin mantap memasuki bulan Ramadhan dengan pelbagai amalan. Seperti yang Al Ustadz pesankan ahad lalu ..jangan sampai puasa itu hanya dapat lapar dan hausnya dikarenakan tidak mengerti atau tidak mau mengerti.</p>
<p><strong></strong><strong></strong></p>
<p><strong>2. Hindarkan dari perbuatan syirik, hura-hura, ibadah tidak berdalil dan tidak bermanfaat</strong></p>
<p>Kadangkala masih banyak disekitar kita menyambut memasuki bulan puasa dengan hal2 yang tidak dituntunkan. Padusan, sadranan atau ritual lainnya yang tidak dituntunkan harus ditinggalkan. Hindari pemborosan dan kesia-sia-an. Bagi yang ingin pemanasan ibadah, silahkan amalkan puasa sebanyak-banyaknya di bulan Sa&#8217;ban (tentunya dengan niat yang benar).</p>
<p><strong>3. Buatlah Jadwal selama sebulan tersebut</strong></p>
<p>Hal yang bagus jika kita mempunyai perencanaan yang matang. Kapan harus nafar, kapan harus kajian, iktikaf, zakat fitrah dsb. Termasuk amalan2 harian seperti sholat sunnah, tilawah, membaca kitab dsb. Jangan sampai waktu puasa habis untuk tanpa nilai ibadah. Termasuk juga bermuamalah dan bersedekah, jangan lupa! <img src='http://mta-online.com/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Akan lebih baik pula ada semacam target2 ibadah. Ini akan menjaga konsistensi (<em>istiqomah</em>) dalam segala hal termasuk diluar ramadhan. Jangan semangat pas awal2nya saja, setelah itu hanyut menyambut hari kemenangan. Dimana sebagian orang menafsirkan sebagai hari kebebasan, bebas tidak susah karena puasa:(</p>
<p><strong>4. Persiapkan Kondisi dan Ekonomi</strong></p>
<p>Kesehatan harus selalu dijaga. Jangan sampai sakit, karena kalo dah sakit akan repot dan terasa berat untuk menjalankan ibadah. Nggak enak banget pas hari pertama malah sakit.</p>
<p>Saya salut dengan teman2 pedagang makanan yang leren (berhenti sementara) . Mereka meniatkan diri untuk total beribadah tidak terganggu dengan hingar bingar mencari rupiah. Konsekuensinya adalah menyiapkan semua itu sebelum puasa.</p>
<p>Bagi yang memang terikat bekerja. Harus tetap bersemangat dan produktif dalam kerja. Bukan malah aras-arasen dengan dalih puasa. Kita tunjukkan kepada ummat lain, bahwa puasa itu membawa semangat baru. Bukankah kemenangan2 Rosululloh SAW beserta shahabatnya banyak terjadi di bulan Ramadhan.</p>
<p><strong>5. Sambut dengan gembira dan rasa syukur.</strong></p>
<p>Kalau perasaan yang muncul bukan yang itu<strong>. </strong>Maka akan menjadikan beban baru dalam menyelesaikan bulan puasa, padahal kalo kita faham dan mengerti. Itulah bulan yang ditunggu-tunggu. Bulan untuk menempa diri kembali untuk menuju pribadi Taqwa. InsyaAllah <img src='http://mta-online.com/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semoga bermanfaat. kalo ada yang mau nambah atau koreksi, silahkan <img src='http://mta-online.com/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mta-online.com/v2/2010/08/02/menuju-ramadhan-terbaik-selama-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
