Indahnya IKTIKAF
- Tuesday, August 31, 2010, 17:36
- kolom Al Ustadz
- 1,307 views
- 2 comments
Rasulullah SAW membiasakan diri untuk melakukan iktikaf di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan. Tampak sekali beliau menikmati kedekatannya dengan Allah SWT. Di kala orang lain pada kendur semangatnya dalam beribadah, Beliau justru mengencangkan ikat pinggang, lebih mengintensifkan ibadah kepada Allah dengan melakukan iktikaf.
Falsafah Jawa mengatakan Witing tresna jalaran saka kulina. Maka, dengan membiasakan diri beramal dengan amal yang disukai Allah dan rasul-Nya, berdialog dengan Allah lewat ibadah, menghadirkan Allah melalui iktikaf, diharapkan kecintaan kepada Allah akan semakin tumbuh berkembang.
Seorang hamba yang benar-benar mencintai Allahnya, akan merasa bahagia dengan kehadiran-Nya saat beribadah. Dari ibadah satu ke ibadah berikutnya selama iktikaf, dia akan merasakan kebahagiaan itu. Tidak mengherankan jika Rasulullah SAW kadang-kadang beriktikaf sampai 20 hari dalam sebulan.
Selama iktikaf, kita bisa membaca ayat-ayat Alquran sehingga pahala 10 hasanathdikalikan setiap huruf yang kita baca ditetapkan Allah. Selama iktikaf, kita juga bisa menambah hafalan ayat-ayat Alquran sehingga lebih bermanfaat ketika menunaikan salat atau memberikan tausiah. Selama iktikaf, kita bisa memelajari Alquran dan sunah, sehingga pemahaman agama semakin meningkat. Kita juga lebih leluasa melaksanakan salat-salat sunah sehingga bisa lebih dekat berdialog dengan Allah.
Selama iktikaf, ada perasaan ringan untuk salat wajib dengan berjemaah sehingga nilainya dilipatkan 27 derajat. Selama beriktikaf, kita bisa lebih dekat menjalin silaturahmi dengan orang-orang saleh sehingga terbuka peluang untuk menjalin kerja sama dalam berbagai aktivitas positif lain.
Bahkan boleh jadi, solusi berbagai persoalan yang membelit kehidupan berawal dari iktikaf. Pada saat itu, kita lebih leluasa melakukan muhasabah, melakukan evaluasi diri, memohon ampun dan menyucikan hati untuk meningkatkan kualitas penghambaan kepada Allah.
Selama iktikaf, waktu terasa lebih longgar untuk membuat rencana perbaikan program hidup di masa mendatang. Boleh jadi berangkat dari iktikaf tahun ini, kita berhasil menemukan program dakwah yang lebih efektif dan efisien. Betapa besarnya manfaat yang bisa diambil dari iktikaf maka beruntunglah mereka yang istikamah dalam beriktikaf.
Ustad Drs Ahmad Sukina
Ketua Umum Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA)
About the Author
2 Comments on “Indahnya IKTIKAF”
Write a Comments
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!











bagaimana caranya melakukan i’tikaf sesuai tuntunan Rasulullah, baik itu saat pelaksanaan, amalan dan sebagainya dari A sampai Z.
mohon dijelaskan, bagaimana rasulullah beri’tikaf?samakah seperti kebanyakan orang yg di sekitar saya?ke masjid sekitar jam 21.00 sampai subuh. setelah subuh pulang.