Mustahilnya T E I T T.

teittSegala puji bagi Allah, Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah SAW, keluarga , sahabat dan seluruh pengikut beliau yang selalu ta’at kepada Allah.

T E I T T (Tata Ekonomi Islam Tanpa Taqwa), adalah sebuah kemustahilan. Banyak orang yang merindukan kehidupan masyarakat adil dan makmur tanpa taqwa kepada Allah. Allah telah menerangkan bahwa manusia memiliki sifat-sifat negatip yang hanya bisa dihilangkan dengan ketaqwaan kepada Allah

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. (QS. 70:19)
Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, (QS. 70:20)
dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, (QS. 70:21)

Orang dapat menyemai dan menumbuhkan dalam hatinya sifat adil dan dermawan adalah dengan cara menumbuhkan dan memelihara sifat taqwa dalam dirinya, maka kemudian akan ada ada dalam dirinya kemauan untuk membelanjakan hartanya di jalan Allah dengan suka rela dengan mengharap balasan dari Allah SWT, di dunia dan di akherat.

kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, (QS. 70:22)
yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, (QS. 70:23)
dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, (QS. 70:24)
bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta), (QS. 70:25)
dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan, (QS. 70:26)
dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhan nya. (QS. 70:27)
Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya). (QS. 70:28)
Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, (QS. 70:29)

Allah membimbing manusia untuk memiliki sifat-sifat mulia dengan jalan-jalan ibadah kepadanya. Dan Allah menghasung manusia unuk memelihara ibadah kepada-Nya dalam segala situasi dan kondisi

laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan membayarkan zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (QS. 24:37)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah hrata-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. (QS. 63:9)
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata:”Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh” (QS. 63:10)

.
.
1. Pokok pangkal Keadilan Kemakmuran

Keadilan dan kemakmuran sebuah masyarakat sangat dipengaruhi dengan sifat-sifat taqwa yang ada pada mereka. Dan Ketaqwaan sebuah masyarakat dapat dibangun dengan ilmu yang telah Allah berikan (Al-Qur’an dan A-Sunnah), sehingga dengan Al-Islam manusia diajari untuk bersifat perwira dan tidak suka mengemis, berkemauan keras untuk mencari bekal di dunia dan akherat, menjadi manusia yang mandiri tidak menggantung pada orang lain, pekerja yang ulet yang tidak mudah patah semangat, manusia yang jujur karena jujur membawa kepada kemuliaan, manusia yang memiliki rasa iba dan suka menolong karena kesucian hatinya, manusia yang pemurah karena yakin apa yang diberikan pada orang lain akan kembali pada diri mereka, baik di dunia ataupun di akherat.

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 16:97)

Produktifitas adalah kata kunci Keadilan dan Kemakmuran, produktifitas jiwa dan raga. Setelah manusia memahami Islam dan jiwanya dididik oleh Allah untuk produktip beribadah kepada Allah, maka kesucian batin yang ada dalam dirinya memuntut seorang mukmin untuk selalu beramal shalih, produktip dalam amal-amal yang berguna yang akan menyelamatkan bagi hidupnya di dunia dan di akherat.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri. (QS. 32:15)
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo’a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. (QS. 32:16)
Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 32:17)

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS. 62:10)

Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung, dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada diatas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah).Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih. (QS. 34:13)

Produktifitas jasmani dapat dibangun dengan giatnya menekuni dan mempraktekkan ilmu-ilmu materi, sebaliknya produktifitas rohani dapat dibangun melewati ketekunan dalam majlis-majlis ilmu dan amal yang dapat memelihara keimanan dan ketaqwaan sepanjang kehidupan.
.

2. Bisakah Bank-Bank Modern Hidup Tanpa BUNGA

Cara-cara ribawi yang merajalelala ditengah-tengah masyarakat dapat merupakan tanda bahwa masyarakat tersebut sedang sakit jiwa. Setidaknya penyakit kebodohan dan kemalasan, ingin cepat untung namun tidak mau bekerja keras. Islam menganjurkan mendapatkan keuntungan dengan cara berdagang, memproduksi dan saling tukar menukar barang dan jasa. Dan keuntungan yang didapatkan adalah nyata dan didasari dengan adanya saling ridho(merelakan).

Dalam sebuah masyarakat yang berilmu, berjiwa jujur, dermawan dan produktip semuanya akan tumbuh dengan penuh barokah. Tidak mungkin masyarakat akan memproduksi sesuatu tanpa ilmu dan ketrampilan. Tidak mungkin terjadi kestabilan kehidupan, kecuali bila orang-orang yang berilmu saling berlaku jujur dan dermawan satu sama lain. Dan produktifitas kerja yang melebihi kebutuhan masing-masing orang dalam tatanan masyarakat yang dilandasi dengan keimanan dan ketaqwaan, insyaallah barokah. Melimpahnya produksi materi bukan menjadi bahan perebutan, tetapi menjadi sarana untuk beramal sholih satu sama lain.

Maka Bank-Bank modern dijaman ini insyaallah bisa menjalankan operasionalnya tanpa bunga. Bila seluruh nasabahnya memiliki persyaratan beriman, bertaqwa, berilmu, trampil, jujur dan produktif. Keseimbangan antara ketekunan dalam pendidikan rohani dan jasmani akan dapat membangun bank-bank modern tanpa bunga sepeserpun.

Biaya operasional bank didapatkan dari proses bagi hasil dari keuntungan riil yang telah diperoleh para nasabahnya. Apalagi bila para pegawai bank adalah orang-orang yang sudah kaya dan dermawan, maka mungkin saja mereka akan menginfakkan gaji-gaji mereka kepada bank-bank yang mereka urusi, sehingga mereka memang orang-orang yang ingin beramal sebanyak-banyaknya kepada umat manusia.

Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka, (QS. 23:57)
Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka, (QS. 23:58)
Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun), (QS. 23:59)
Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, (QS. 23:60)
mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya. (QS. 23:61)
Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya. (QS. 23:62)

Daya tarik bank tidak lagi dengan hadiah-hadiah perhiasan dunia yang melimpah-limpah yang dibebankan pada inflasi yang terus meninggi, namun daya tarik bank adalah saling tolong menolong dan menguatkan saudara-saudaranya yang masih lemah dengan peningkatan ilmu, ketrampilan, iman dan taqwa.

.

3. Jalinan Amal Sholih Menuju Keadilan dan Kemakmuran

Siapakah manusia yang tidak ingin masuk surganya Allah di akherat ???, tentu semua sangat mengharapkan dan sangat ingin mendapatkannya. Namun surga Allah diberikan pada Orang-Orang yang berilmu, beriman, dan beramal sholih, bertaqwa dan selalu bersyukur, sangat produktip dengan segala apa yang dititipkan Allah padanya. Bila manusia saling bersikap dermawan maka akan banyak masalah-masalah sulit yang dapat diselesaikan.

Jaman modern jaman professional, namun kadang profesionalnya seseorang terbungkus dengan sifat kikir. Kikir dalam masalah ilmu dan amal. Profesioanal kadang tidak diukur dengan tingginya keahlian yang dimiliki, tetapi diukur dengan tingginya gaji yang dituntut. Padahal Bila seseorang mengenal iman dan amal sholih, maka segala apa yang dimilikinya bisa dijadikan modal untuk beramal sholih, meningkatkan kemuliaanya di dunia dan di akherat.

Namun disisi lain masyarakat yang bermoral buruk dan bodoh, lebih suka menjadi pemalas, menginginkan pekerjaan yang ringan dengan gaji tinggi, tidak punya keahlian tapi ingin bergaji tinggi. Akhirnya timbulah penyakit <”KORUPSI”. Bila mendapatkan sedikit ilmu segera cepat puas dan sangat pelit menularkan ilmunya. Apalagi bila ilmunya yang sedikit tersebut bisa menghasilkan uang, dan bahkan lebih pelit lagi untuk meng-infaqkan uangnya dijalan-jalan amal sholih. Bila untuk berbelanja barang-barang hiburan dan kemewahan maka tidak ada kata boros. Tapi bila diajak beramal kebaikan yang mendatangkan kebahagiaan di akherat maka sangat eman-eman.

Kata kunci dari semua masalah tersebut adalah pada ilmu, iman dan taqwa. Bila sebuah masyarakat memahami agama dengan benar maka segala apa yang dititipkan oleh Allah, baik berupa materi atau non materi, untuk dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat dan kekal haruslah ditukarkan dengan amal-amal sholih yang didasari dengan iman dan taqwa.

Bahkan orang yang paling kaya sekalipun, kekayaannya menjadi sia-sia bila tidak menggunakan kekayaannya untuk ditukarkan dengan amal sholih, walau memiliki emas sepenuh bumi, kalau hanya untuk dibangga-banggakan dan tidak ditukarkan dengan iman dan amal sholih maka hanya akan sia-sia, bahkan menjadi api yang sangat dahsyat.

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak itu). Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. (QS. 3:91)

Baik dengan jalan iman atau dengan jalan aqal ayat tersebut sangat jelas, Bukankah kita hidup diatas api magma yang membara, kerak bumi hanyalah lapisan yang dingin dan tipis, dan dihari kiyamat segala materi yang kita cintai akan kembali menjadi api. Panggung dunia telah usai dan diganti dengan panggung alam akherat.

(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. (QS. 14:48)

semoga Allah meringankan kita untuk menjadi manusia dermawan, dalam masalah materi, ilmu, dan amal, dan Allah berikan kebahagiaan di dunia dan di akherat kepada kita semua, Mustahil T E I T T. Wallahu a’lam.

About the Author

rochmad has written 64 stories on this site.

10 Comments on “Mustahilnya T E I T T.”

  • tur mujiono wrote on 17 July, 2010, 5:34

    ngeri untuk dibayangkan, hampir tiap hari berhubungan dengan riba. bagaimana solusi terbaik jika sampaI SAAT INI MASIH PUNYA PINJAMAN DI BANK ?

  • Arie wrote on 22 July, 2010, 8:17

    O… O… O… ternyata da’wah islam itu harus digencarkan ya???, dakwah ternyata dapat mensejahterakan umat dan mengurangi sifat-sifat suka korupsi…… ampuh benar ya ternyata da’wah islam itu…., apa arti kesuksesan harta benda dunia namun dapat siksa api neraka di akherat….

  • Ahmad wrote on 22 July, 2010, 10:59

    Berebut harta Rakyat == Berebut harta Haram == Berebut Api Neraka, Berlaku Jujur, Ikhlas dan kerja keras pangkal bahagia yang haqiqi, Hati-Hati dengan berebut harta-harta haram == berebut api siksa == berebut kesusahan dunia dan akherat, enak sesaat susah lama

  • joko lodro wrote on 23 July, 2010, 13:02

    ”YA.. BETUL JUGA .lalu bagaimana dgn peredaran uang di indonesia? bukankah di indonesia sudah terlalu banyaknya uang kharam yang beredar?sampai nilai rupiah hancur .lalu bagaimana supaya peredaran rupiah di indo jadi khalal? Hidup di negara yg skuler /kapitalis/liberal memang sangat menghancurkan rakyat ”DHUWUR SUBUR,TENGAH MAKMUR,NGISOR AJUR MUMMUR” wong cilik oklak-aklik lungguhe dingklik manganne meng sitik bareng perang matine dhisik ”MUGO-MUGO AE KEADAAN INDO BEN DANG RAMPUNG KRISIS AKLAKKE .mulai dhuwur tengah ngisor ayu podo sadar mirengke jihat pagi memperbaiki iman terus menambah IMAN.

  • alien wrote on 27 July, 2010, 7:10

    Sholat saza masing bolong-bolong kok mengharapkan zaman adil makmur, seperti pungguk merindukan bulan, kalo mengharap hujan dimusim kemarau, sekarang sedang terjadi, tidak lagi mustahil….kalo makmur.. ya lebih lupa lagi untuk sholat, ya lebih suka materialis, susah…susah menghadapi masyarakat yang jahiliyah dalam urusan bersyukur pada yang gawe urip…..jalmo lipat seprapat tamat ….ning wegah sholat….. semoga bertaubat…..

  • Mz arifin. wrote on 5 August, 2010, 22:33

    Ada sekitar 80% muslimun yg belum hafal terjemahan fatihah. Pangkal rusak segala.

  • arjuna wrote on 23 August, 2010, 9:31

    Selamat Tuk MTA yang selalu sibuk membangun moral manusia, semoga penuh berkah dan disusul dengan jaman baru jaman adil makmur, toto tentrem kerto raharjo, ing lindunganing gusti Allah….amien, selamat bekerja keras tuk seluruh warga MTA dalam andil membangun moral bangsa tuk menjadi arief, santun, giat , jujur, peduli, maju dan bahagia !!! BRAVO MTA

  • abimanyu anake arjuno wrote on 24 August, 2010, 9:00

    Nimbrung komentar, Dalam suasana hari kemerdekaan, kita ingat kiprah berat dan susah para pejuang kemerdekaan!!!, hari ini hari yang terang benderang, tidak ada lagi perang fisik, namun perang melawan syaitan tetap kekal abadi!!!, dakwah menyeru kepada manusia untuk mengalahkan syaitan yang ada pada dirinya, keluarganya dan masyarakat, merupakan jalan utama untuk menyadarkan manusia memenangkan perang dengan syaitan!!!, syaitan tak pernah manusia hidup damai, tenang dan bahagia, maka selalu diadu domba, dan dinina bobokkan dengan memuja hawanafsu!!! merdeka di bulan romadhon, sekarang bulan rhomadhon juga !!!, MERDEKA TUK JADI INSAN KAMIL, tuk seluruh anak negri !!! merdeka!!!, merdeka menjadi manusia bersih suci, selalu cinta bersujud bertasbih kepada ALLAH, ilahi ROBBIL ‘ALAMIN…………..MERDEKA!!!!!!!!! MERDEKA!!!!!!!!…. Allahu Akbar!!!!!! AMIEN.

  • Artha wrote on 24 August, 2010, 17:07

    MTA IS OKCE…

  • Werkodara wrote on 25 August, 2010, 10:01

    ……..He Kresno Kakangku….. Jamane Wis Modern…. Janmo Lipat Seprapat Tamat Wis Diganti…. Nganggo Al-Qur’an Lan Sunnahe Kanjeng nabi Muhammad SAW…. Kapan Kowe Mlebu Islam…. Selak Kowe ditimbali karo Gusti Allah….. Dang Cepet-Cepet Mlebuwo Islam… Sinau Al-Qur’an lan Sunnah…. kowe kuwi wong becik…….. Mulo Kowe Bakal Urip Mulyo, donyo lan akherat…… Kata Ki Dalang Sholeh untuk tokoh kita .. Kresno Kakangku…..dog..dog..dog…dog….crek..crek




Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!


Copyright © 2010 MTA-Online.Com | Situs resmi Majlis Tafsir Al-Qur’an. All rights reserved.