Kajian & Silaturahim MTA di Masjid Itewon Korea
- Sunday, June 13, 2010, 0:41
- Berita
- 1,889 views
- 14 comments
Ahad (6/6/2010) di Masjid ITEWON yang berdiri tahun 76 dan terbesar di Seoul. Warga MTA Korea Selatan yang tergabung dalam Persaudaraan Muslim Majelis Tafsir Al-Qur’an Korea (PMMTAK) telah mengadakan kajian dan silaturrahim. Bersama ust. Amir Husni dari UGM Yogyakarta, bapak Eko Setiyo Budi dan bapak Jumeri Mangun Winikarto. Kebetulan mereka bertiga adalah dosen UGM dari Fakultas Pertanian.
Gbr. Masjid Itewon
Agenda utama sebenarnya adalah menghadiri Simposium di Universitad Gangnung Korea. Kebetulan ketiganya adalah alumni S3 dari kampus tersebut. Disela-sela acara tersebut kita mengadakan kajian dan ramah tamah dengan peserta kajian MTA lainnya.
Kajian di mulai jam 9.30 dan berakhir 12.30 diikuti oleh 35 orang dari berbagai penjuru kota di Korea. Bab utama yang dikaji adalah ”SEPUTAR SAFAR /MUSAFIR, IBADAH SUNNAH DAN IBADAH BID’AH”. Kajian yang berlangsung sekitar 3 jam dengan 15 menit istirahat ini masih di rasa kurang lama karena dalam sesi terakhir dalam pembahasan sunah dan bid’ah tidak mendapatkan waktu untuk tanya jawab. Dikarenakan pada sesi pertama sangat banyak pertanyaannya. Peserta dengan penuh hikmat mengikuti kajian sampe berakhir.
Kegiatan ini di sambut baik oleh sesepuh kita di Korea yaitu Bp. Eko Setiyobudi (dosen Fak Pertanian UGM). Beliau mengatakan ‘ walau saya belom masuk resmi anggota MTA saya senang berharap kegiatan semacam ini perlu di kembangkan, karena dengan seringnya kita kontak saling ingatkan dalam kebaikan, paling tidak kita bisa meminimalisir kegiatan yang kurang baik karena di tanah yang kita injak ini, sangat mungkin untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang merusak kalau kita tidak waspada dan hati-hati dalam melangkah”.
Demikian juga sambutan Bapak Jumeri Mangun Winikarto, mengutip sebuah hadist :
‘Aisyah r.a berkata Rasulullah s.a.w bersabda : “Beramalah kamu sesuai kemampuanmu. Sesungguhnya Allah tidak pernah bosan (memberi pahala) sehingga kamu sendiri yang bosan beramal. Sedangkan amal yang paling disukai Allah adalah amal yang dilakukan secara istiqomah (terus-menerus walaupun sedikit)” (HR. Muslim)
Ini semua dalam rangka membentengi pribadi dari lunturnya iman dan terseretnya arus gelombang kehidupan yang tidak menentu. Maka tatkala kita sehat tidak sadar, seberapa besar nikmat Allah SWT. Tetapi ketika baru sedikit saja dicabut maka akan tersadar begitu besar nikmat Allah dan diberikan dengan Cuma-Cuma. Allah memberikan pilihan hidup yang sudah jelas, silahkan manusia memilihnya sendiri. Jalan kemuliaaan ataukah jalan kehinaan.
Gbr. Pose bersama di depan masjid
Sehabis shalat Dhuhur kami lanjutkan makan siang di restoran Turki. Setelah itu kami lanjutkan dengan mengunjungi museum perjuangan Korea dan ke pasar Namdongmun untuk berburu sofenir. Sebagai kenang-kenangan di negara yang bependuduk yang 45000 diantaranya muslim.
Kontak Kajian MTA di Korea :
1. Sumardi (010 3468 0133), mail : mardiajib01@yahoo.co.id
2. Suparjo Wongsoijoyo (010 3141 8874), mail : lodro_2000@yahoo.com
About the Author
14 Comments on “Kajian & Silaturahim MTA di Masjid Itewon Korea”
Write a Comments
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!













MAS SUKADI DIKOREA NGAJINYA DIMTA MANA APA PAKE PARABOLA BEGITU….
wah..mta itu luar biasa..cabang nya bisa di luar negri..itu baguz..alhamdulilah
Alhamdulilah teryata dakwah MTA sampai ke luar negeri.Mudah2an MTA semakin giat dakwahnya amiin…
assalmkm smua sdr muslim, selalu jaya MTA buat di luar negri selalu istoqomah dan selalu berkembang untuk amar ma’ruf nahi munkar AMIN…..