KULIAH INGIN NIKAH?
- Wednesday, May 19, 2010, 11:43
- Al Mar'ah
- 4,497 views
- 17 comments
Majalah Al Mar’ah (edisi 5 th V). Assalamualaikum Wr.Wb. Ustadz, saya Vina mau tanya, wanita itu dikatakan mampu menikah dipandang dan segi apa? Materi atau ilmu? Karena saya masih kuliah, tapi punya keinginan untuk menikah.
Jawab :
Wa’alaikumussalam Wr.Wb.
Nanda Vina yang disayangi Allah, pada prinsipnya untuk mencapai kondisi rumah tangga yang ideal seorang wanita dikatakan mampu menikah bila telah memenuhi kesiapan dari segi fisik dan mental. Secara fisik setelah menikah seorang wanita diharapkan mampu melaksanakan tugas seorang istri, baik tugas-tugas rumah tangga maupun dalam rangka memenuhi kebutuhan biologis sang suami tercinta. Rasulullah saw menikahi Aisyah ra dalarn usia yang masih sangat muda. Beliau tidak segera membina rumah tangga tetapi masih menunggu dua tahun kemudian. Dari hadits tersebut dapat disimpulkan bahwa syarat di atas tidak merupakan satu keharusan. Yang penting adalah kerelaan sang suami menerima istri apa adanya.
Syarat kedua adalah kesiapan mental dalam arti kesiapannya untuk hidup sesuai dengan aturan agama Islam. Dalam struktur organisasi keluarga, Allah SWT telah menetapkan bahwa suami menjadi pemimpin keluarga, maka seorang istri harus siap untuk dipimpin suaminya. Ketaatan dan kesetiaan istri kepada suami mutlak diperlukan demi menjaga keutuhan rumah tangga tersebut. Rasulullah SAW pernah memberitakan bahwa seandainya manusia diperbolehkan menyembah manusia lain, maka akan aku perintahkan istri menyembah suami. Bahkan untuk melaksanakan puasa sunnahpun seorang istri harus meminta izin kepada suami. Di samping itu seorang istri juga harus faham bahwa dia tidak boleh memasukkan ke dalam rumahnya orang yang tidak disukai oleh suami. Di sisi lain seorang istri adalah pemimpin rumah tangga, maka dia juga harus siap memimpin anak-anak dan anggota rumah tangga yang lain. Untuk itu seorang calon istri dikatakan siap menikah secara mental bila dia juga menguasai hak dan kewajiban seorang wanita dalam berumah tangga. Jangan sampai karena kebodohannya dalam agama dia memberikan contoh pola hidup yang bertentangan dengan agama kepada anak-anaknya. Sehingga generasi penerus yang lahir dari rahimnya tidak menjadi lebih baik, bahkan lebih buruk dari dirinya.
Kesiapan seorang istri untuk dipimpin suami dan memimpin anak-anak sangat ditentukan oleh kualitas, agamanya maka wajar kalau Rasulullah SAW memberitakan bahwa: “Wanita dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Utamakan wanita yang taat beragama niscaya karnu akan bahagia”. Hadits ini mengandung pengertian bahwa kalau ingin bahagia dalam berumah tangga, maka nikahilah wanita yang baik agamanya atau wanita yang shalehah. Wanita yang begitulah yang siap menikah secara mental. Akan tetapi hadits ini tidak menafikan adanya wanita yang dinikahi karena kekayaannya, kebangsawanannya, atau kecantikannya. Artinya wanita sebaiknya dinikahi karena agamanya akan tetapi kalau dia kaya, cantik, dan berasal dari keturunan orang baik-baik, maka hal itu layak diperhitungkan sebagai nilai tambah.
Nanda Vina yang berbahagia, MTA memiliki cara yang indah dalam pernikahan. Para pengurus cabang, pengurus perwakilan dan pengurus pusat akan membantumu mencarikan jodoh yang sesuai. Kalau nanda memang sudah merasa, ingin menikah meskipun masih kuliah, mengapa tidak melapor saja kepada ketua cabang dan minta tolong untuk dicarikan jodoh. Sehingga hari-harimu tidak lagi dirisaukan oleh kesulitan mencari pasangan. Sebaliknya kamu dapat memanfaatkan seluruh potensimu untuk menyelesaikan studimu.
Waspadai godaan yang datang dari sekitarmu. Berpuasalah kalau memang dirasakan perlu untuk mengendalikan hawa nafsu. Selamat berjuang semoga Allah SWT memberikan kemudahan dalam segala urusanmu, amin.
About the Author
17 Comments on “KULIAH INGIN NIKAH?”
Write a Comments
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!













hahaha……………memang susah kalo d hadapkan dengan keinginan di dorong nafsu tanpa adanya tahu diri dari diri kita sendiri.
terkadang orang yang berfikiran tidak berpacaran pun di hinggapi setan “wah, q sok glek bojo py?”.
yah itulah gambaran orang yang mungkin ngaji tapi kurang dipahami dan orang yang kurang yakin bahwa Allah itu ada serta MAHA KUASA
Ribet bener, kalo udah siap nikah ya nikah, gak sah pusing
ya memang btul. nikah itu harus siap lahir batin. gk cma skadar ingin. tapi harus dengan kerelaan ikhlas karena allah.
ane setuju ni…
kalo emang belum siap memang harus berpuasa, ketika anda risau lebihbaik mengingat Allah, entah dengan membaca al qur’an, dzikir, dll. yakinkan diri bahwa Allah akan memberikan yang terbaik. terus sibukkan diri dengan masalah agama, kuliah, sesuatu hal yang positif
insyaallah kalo anda sesuai dengan aturan, akan mendapat calon yang sesuai dengan aturan juga.
CMIIW
orang baik berjodo dengan orang baik, jaga kebaikan
Tetap percaya,semuakan baik2 saja. Ok
klo ingin nikah disiapkan semuanya dengan sebaik2nya dgan menyelesaikan study lh dulu adlah sebuah proses tuk nyiapin itu tp klo g etah lagi mending nikah az dgan cara yg dibenarkan isam drpd terjatuh ke dlam zinah, ok brother