Mengemis, kog Enak!
- Wednesday, February 10, 2010, 0:31
- Tausiyah
- 1,249 views
- 14 comments
Pada suatu Ahad yang panas…Mas, tahu ndak yang sering nungguin kita habis kajian itu ternyata bukan orang miskin lho. Di daerahnya punya sawah,rumah dan hidup kecukupan.Konon sehari bisa 50rb bersih. Dan sip-nya lagi mereka punya koordinator yang menjaga dan siap mengkoordinir grup yang seperti ini, jadi tidak perlu takut bermaratonan dengan bp/ibu satpol pp.
Terlepas benar tidak nya informasi itu membuat hatiku jadi berpikir dan sedikit ‘panas’. Diriku saja yang kerja seharian kesana-kemari dari pagi sampai petang rata-rata dapat 15ribu. Terkadang kurang dari itu. Rumahpun tak punya apalagi sawah dan kendaraan pula. Menjadi ’sedikit’ meng-andaikan..bagaimana kalo saya banting setir saja ya ..ganti kostum, ikut kumpulannya dan sedikit belajar acting. Wah dapet duit mengalir hanya dengan pura-pura mengharap belas kasihan..
He3..nggak mungkinlah!..money oriented banget seh otakku ini..aku masih ingin dicatat sebagai manusia yang berusaha jujur,bermartabat, kerja keras dan satu lagi..bermanfaat bagi orang lain (خَيْرُالنَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ)..amiin
Subhanallah pas sekali temanya dengan yang catatan2 kajian yang hari ini ku buka.
Sebagai orang yang mengaku beriman, kita harus memiliki etos dan kemampuan berusaha dengan cara yang halal, bukan menghalalkan segala cara sehingga martabat atau harga diri tetap bisa dipertahankan. Termasuk mengemispun tidak boleh dilakukan, Rasulullah saw bersabda:
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: وَ الَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ َلاَنْ يَأْخُذَ اَحَدُكُمْ حَبْلَهُ فَيَحْتَطِبَ عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ اَنْ يَأْتِىَ رَجُلاً فَيَسْأَلَهُ اَعْطَاَهُ اَوْ مَنَعَهُ. البخارى
“Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Demi Tuhan yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh seseorang diantara kalian mengambil tali, lalu mencari kayu bakar dan membawanya di atas punggungnya adalah lebih baik baginya daripada ia datang kepada seseorang untuk minta-minta, baik orang itu memberinya maupun tidak memberinya“. [HR. Bukhari juz 2, hal. 129]
Oleh karena itu, mencari nafkah secara halal merupakan sesuatu yang sangat mulia yang memang harus dilakukan oleh seorang muslim. Kemudian jangan lupa dan menunda menunaikan kewajian (zakat/infaq) atas rizki yang didapat. Dan tetaplah memegang prinsip hemat efektif/tidak boros tetapi juga bukan pelit.
Demi menjaga kemandirian dan menghindari tergantung dengan orang lain, maka berusahalah untuk bisa menabung sebagai bentuk persiapan di masa mendatang dan di masa-masa sulit darurat. Ini merupakan sesuatu yang sangat baik sehingga Allah swt akan merahmati orang yang demikian, Rasulullah saw bersabda:
رَحِمَ اللهُ امْرَأً اِكْتَسَبَ طَيِّبًا وَأَنْفَقَ قَصْدًا وَقَدَّمَ فَضْلاً لِيَوْمِ فَقْرِهِ وَحَاجَتِهِ.
“Allah akan memberikan rahmat kepada seseorang yang berusaha dari yang baik, membelanjakan uang secara sederhana dan dapat menyisihkan kelebihan untuk menjaga saat dia miskin dan membutuhkannya” (HR. Muslim dan Ahmad).
Seorang pengemis pastilah berbeda dengan orang biasa yang sekedar meminta bantuan. Terutama dari segi motivasi dan cara kerja. Oh pengemis…sosok yang tak asing lagi kusaksikan tiap hari, dari bayi sampai tua renta…bahkan dari yang lemah sampai yang segar bugar…hanya pakaian saja yang memperjelas profesi mereka. Ada apakah dengan mereka?
Dalam sebuah hadist diceritakan Rasulullah SAW pernah bersabda, “Yang demikian itu lebih baik bagimu daripada kamu datang meminta-minta, karena meminta-minta itu akan membekaskan noda di wajahmu pada hari qiyamat. Sesungguhnya minta-minta itu tidak pantas dilakukan kecuali oleh tiga golongan, yaitu orang yang sangat faqir, atau orang yang terbeban hutang, atau orang yang harus membayar diyat (tebusan) yang sangat memberatkan“. [HR. Abu Dawud juz 2, hal. 120, no. 1641].
اِنَّ مِنَ الذُّنُوْبِ ذُنُوْبًا لاَ يُكَفّرُهَا الصَّلاَةُ وَ لاَ الصَّدَقَةُ وَ لاَ اْلحَجُّ، وَ يُكَفّرُهَا اْلهَمُّ فِى طَلَبِ اْلمَعِيْشَةِ. ابن بباويه و الطبرانى
“Sesungguhnya diantara dosa-dosa itu ada dosa-dosa yang tidak bisa terhapus oleh shalat, sedeqah dan hajji. Tetapi bisa terhapus oleh lelahnya seseorang dalam mencari ma‘isyah“. [HR. Ibnu Babawaih dan Thabrani]
Sungguh tulisan ini bukan berniat mendiskreditkan para peminta-minta/pengemis, tetapi sebagai bahan pemikiran dengan tetap berpikir positip kepada siapapun. Agar diri ini makin bersemangat dalam bekerja keras demi melancarkan jalan menuju akherat dan hidup layak di bumi yang sebentar ini.
Yen kerjo ojo mau model ‘bakmi’ ….
Bakmi = Bosenan, ….., malas dan isinan
Referensi :
- Brosur MTA Ahad, 20 April 2008 : Rasulullah SAW suri teladan yang baik (ke-46), Keutamaan Bekerja
About the Author
14 Comments on “Mengemis, kog Enak!”
Write a Comment
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!
Tangan diatas lebih baik dari tangan diatas…
Memberikan sebelum diminta..adalah kepekaan
Lekas Menunaikan kewajiban adalah yang utama
Ketika memberi pengemis, niatkanlah karena Allah..masalah ketidakjujuran dia adalah urusan dia dengan Allah..
Jangan karena pakewuh, riya atau takutt..karena tidak akan bernilai..
Dan kita berhak menolak kog
Ikut prihatin dengan kondisi negeri…khususnya kotaku
perasaan ..semakin banyak pengemis dan gelandangan..
saya yakin itu bukan merupakan kebetulan
Emang iya. Malahan hampir komunitas dari mereka adalah orang yg sebetulnya bkn org miskin. Dari surveiku sejak msh pake sragam abu2, kbykn kehidupan mrk jauh lebih mapan. Bahkan nih, yg sering mangkal jd pengemis di kampus ijo, g dinyana si bapaknya punya mobil yg terbilang oke. Tyt… kl pagi, si bapak ini ganti baju sblm masuk kampus. Makanya, bajunya yg dipake itu2 terus…
Satu kejadian aneh kala itu, ketika si bapak (maaf, peminta2) meminta sedikit uang. Kala itu, kutanyailah dia banyak hal, 5W+H, sampai akhirnya ak bertanya, “Kalau sy tidak mau membantu bapak gimana?” Kontan si bapak balas menghardik saya habis-habisan. Sampai status sy sebagai mahasiswa turut dikorbankan. Pdhl, ini baru bertanya, blm pernyataan tdk bersedia. Yg pasti, masa’ sih org yg berpegang pd agama Allah, tega tidak memberi sdkt dr uang kita?
Tp bg kita, g ada salahnya jk kita ajak ngbrol mrk (agak aneh sih…). Meskipun pd akhirnya, mrk berbelit2 meminta ’sesuatu’ dr kita. It’s oke lah… Yg ptg…niat kita semata2 karena ingin berdakwah kpd mrk. Lanjutkan!!!
Yang saya selalu kepikir adalah mereka yang masih anak-anak…apalagi terungkap berbagai kejahatan yang menimpa mereka (kasus:pembunuhan berantai dg motif kekerasan seks)..
Memang sudah semestinya kia harus bisa merangkul mereka (yang berkompeten)..minimal dicerahkan masadepannya dan dijauhkan dari gerak kristenisasi..
masalah memberi dan simpati….berikan saja jika ada..kalo bisa selektif karena ini merupakan bagian dari mendidik..
Siapa seh yang bercita-cita jadi pengemis dan gelandangan???
Dan merupakan keburukan yang nyata bagi orang2 yang menipu dan malas pdhl dia mampu menuju lebih baik..
Kata teman ana, “krn mrk pengetahuan agamanya kurang, makanya jadi pnegmis.” maka galakkan dakwah. Mari!
Memang benar kita memberi hanya krn Alloh..klo melihat peminta2 dgn mggendong seorang anak aq lbh g’tega..di smping kosku ada pos yg tiap sore ada ibu2 yg agak tua,krjnya jg pminta2 tp yg bkin aq heran ibu itu nunggu jemputan,dan yg jmput bwa spd motor ninja..tiap sore klo kluar kos pst lht…tiap memberi jgn memandang orangnya,tp niatkan krn mgharap ridho Alloh Ta’ala…
Saya yakin yg ngemis pura2,pernah buka web.Ya mudah2an bisa berfikir tidak setiap pekerjaan yg enak selalu baik.
wahhh itu sih menipu, sudah pasti dosa,, subhanallah
kalo kita memberi apakah bukan berarti kita mendidik dia untuk tetap menjadi seorang pengemis hal ini yang perlu kita pikirkan
malah karena pemberian justru dia bertambah semangat untuk mengemis aja dari pada bekerja
kalo hendak memberi ke pengemis tetap harus kita melihat kondisi pengemisnya
tapi kalau ngliat yang kayak gitu,aq gak tega. Apa lagi orang nya dah tua,biar pun mereka hanya pura2 tapi biarlah mereka sendiri yang tanggung akibatnya. Yang penting qta ikhlas memberi sedikit rizki qta untuk mereka.