Allah Membimbing Manusia Untuk Meninggalkan Kesyirikan
Segala puji hanya bagi Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW. Alhamdulillah, semoga Allah memberikan kefahaman kepada kita untuk senantiasa menempuh jalan Islam yang benar dan lurus.
Allah-lah Tuhan pencipta semesta Alam yang senantiasa memelihara ciptaan-ciptaannya termasuk memelihara jiwa dan raga manusia. Setiap kali umat manusia berjalan menyimpang maka Allah kembali turunkan utusannya, yaitu para Nabi dan RasulNya. Dengan tujuan untuk membawa umat manusia yang tersesat untuk kembali kepada jalan Allah yang benar dan lurus.
Allah telah membukakan rahasia sebab-sebab tersesatnya manusia sebagaimana dalam firman Nya tentang asal-usul terciptanya manusia pertama yaitu Nabi Adam as. dan sikap Iblis dari golongan jin yang sombong dan mendengki kepada Nabi Adam serta anak turunnya yang artinya:
Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, (QS. Al-Hijr: 39)
keculi hamba-hamba Engkau yang mukhlis diantara mereka”. (QS. Al-Hijr: 40)
Allah telah melarang manusia untuk mengikuti bujuk rayu syaitan, karena tipu daya syaitan akan selalu saja mengajak manusia untuk celaka, untuk diajak masuk kedalam neraka yang menyala-nyala
Sesungguhnya syaithan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan kepada Allah apa yang tidak kamu ketahui. (QS. Al-Baqarah: 169)
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. (QS. Faathir: 6)
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang pedih. (QS. An-Nahl: 63)
Maka apakah orang-orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang (syaitan) menjadikan mereka memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya (QS. Muhammad: 14)
Syaitan sangat mahir untuk menipu daya umat manusia, dengan cara diputar balik atau dipulas dengan pandangan yang sebaliknya, manusia ditipu daya dengan tipu daya yang dapat meyakinkan manusia sehingga manusia mengikuti tipu daya iblis.
Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)”. (QS. Al-A’raaf: 20)
Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya: “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”, (QS. Al-A’raaf: 21)
Dan Allah telah melindungi manusia dengan petunjuk-petunjuk Allah, yang Allah turunkan dengan mengutus para Nabi dan Rasul untuk membimbing umat manusia kembali ke jalan yang benar.
Allah berfirman:”Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah (menjaganya). (QS. Al-Hijr: 41)
Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat. (QS. Al-Hijr: 42)
Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya. (QS. Al-Hijr: 43)
Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. (QS. An-Nahl: 99)
Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah. (QS. An-Nahl: 100)
Manusia ditipu daya syaitan untuk berbuat syirik (menyekutukan Allah), bersangka-sangka tentang Allah dengan berbagai persangkaan yang sesat dan menyimpang, sebagaimana firmanNya yang artinya
Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan): “Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan”, tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan. (QS. Al-An’aam: 100)
Dan mereka adakan (hubungan) nasab antara Allah dan antara Jin. Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka), (QS. Ash-Shaaffaat: 158)
Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan. Maha Suci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki). (QS. An-Nahl: 57)
Maka apakah patut Tuhan memilihkan bagimu anak-anak laki-laki sedang Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan di antara para malaikat sesungguhnya kamu benar-benar mengucapkan kata-kata yang besar (dosanya). (QS. Al-Israa’: 40)
Ataukah untuk Allah anak-anak perempuan dan untuk kamu anak-anak laki-laki. (QS. Ath-Thuur: 39)
Bahkan umat beragamapun telah ditipu daya syaitan untuk menuhankan nabi-nabi mereka atau pula menuhankan pemimpin-pemimpin agama mereka. Sehingga umat manusia telah tersesat dari aqidah yang benar
Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al-Masih itu putera Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu. Dila’nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling. (QS. At-Taubah: 30)
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan-Tuhan selain Allah, dan (juga mereka menjadikan Tuhan ) Al-Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Ilah Yang Maha Esa; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS. At-Taubah: 31)
Bahkan manusia disesatkan oleh syaitan untuk mengambil sesembahan (ilah) selain Allah sebagaima firmanNya yang artinya
Apakah mereka mengambil ilah-ilah dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang mati)? (QS. Al-Anbiyaa’: 21)
Apakah mereka mengambil ilah-ilah selain Nya Katakanlah: “Unjukkanlah hujjahmu! (al-Qur’an) ini adalah petunjuk bagi orang-orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang-orang sebelumku”. Sebenarnya kebanyakan mereka tidak mengetahui yang hak, karena itu mereka berpaling. (QS. Al-Anbiyaa’: 24)
Kemudian mereka mengambil ilah-ilah selain Dia (untuk disembah), yang tidak menciptakan sesuatu apapun, bahkan mereka sendiripun diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) sesuatu kemanfa’atan dan tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan. (QS. Al-Furqaan: 3)
Begitulah Allah telah menjelaskan sejelas-jelasnya tentang sebab musabab manusia suka berbuar fahsya’(kekejian) dan kemungkaran (kejahatan) serta berbuat syirik (menyekutukan Allah).
Iblis, syaitan akan senantiasa menggoda manusia sebagaimana aliran darah dalam diri manusia, manusia hampir-hampir tidak mampu merasakan aliran darah dalam tubuhnya. Manusia juga tidak akan mampu merasakan godaan-godaan syaitan ini bila tidak berpegang teguh kepada bimbingan Allah yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sehingga tidak ada manusia yang bisa selamat kecuali bila mereka itu berusaha berpegang teguh kepada petunjuk-petunjuk Allah Al-Qur’an dan kemudian Allah melindunginya.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. An-Nuur: 21)
Segala puji bagi Allah, Tuhan pemilik seluruh Alam, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Yang telah mengutus Nabi terakhir Rasulullah Muhammad SAW. Yang telah memberikan bimbingan jalan lurus dengan Kitab Suci Al-Qur’an. Walaupun Zaman telah dikatakan modern dalam kemajuan ilmu dan teknologi, namun di hari ini ketika manusia mengabaikan petunjuk Allah maka kemusyikan, perbuatan fahsya dan mungkar, dan berbuat kerusakan telah menjadi kesukaan manusia.
Berbahagialah orang-orang yang bertekun di jalan menekuni petunjuk Allah dan selalu diselamatkan oleh Allah dari bujukan dan godaan syaitan yang selalu ingin menggelincirkan manusia untuk diajak bersama-sama masuk kedalam api yang menyala-nyala. Semoga kita termasuk orang yang dilindungi dan diselamatkan Allah di dunia dan akherat. Wallahu’alam
About the Author
One Comment on “Allah Membimbing Manusia Untuk Meninggalkan Kesyirikan”
Write a Comment
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!
jika manusia mau merenung sejenak..tentang untuk apa ia diciptakan,dan mau kemana setelah ajal menjemput..tentu hidayah ALLAH akan diresponnya dg senang hati dan penuh kesyukuran dan membawanya menghamba kepada ALLAH tulus spt dlm QS 6:162