AQIQAH di Hari ke-7

bayek-icon-mta1

Jihad pagi, 29 Nop 2009. Aqiqah menurut bahasa artinya memotong. Dinamakan aqiqah (yang dipotong), karena dipotongnya leher binatang dengan penyembelihan itu. Sedangkan menurut istilah agama ialah sembelihan yang disembelih sehubungan dengan kelahiran seorang anak, baik laki laki ataupun perempuan pada hari ketujuh sejak kelahirannya dengan tujuan semata mata mencari ridha Allah swt.

“Dahulu kami dimasa jahiliyah apabila salah seorang diantara kami mempunyai anak, ia menyembelih kambing dan melumuri kepalanya dengan darah kambing itu. Maka setelah Allah mendatangkan islam, kami menyembelih kambing, mencukur atau menggundul kepala si bayi dan melumurinya dengan minyak wangi.” [HR. Abu Daud juz 3 hal 107]

Juga di hadist lain yang berisikan tentang sejarah aqiqah yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban “Dari Aisyah ia berkata ‘Dahulu orang orang pada masa jahiliyah apabila mereka beraqiqah untuk seorang bayi, mereka melumuri kapas dengan darah aqiqah, lalu ketika mencukur rambut si bayi mereka melumurkan pada kepalanya’. Maka Nabi saw bersabda, ‘Gantilah darah itu dengan minyak wangi.’” [HR Ibnu Hibban juz 12 hal 124]

Demikianlah sejarah singkat tentang aqiqah. Dalam kehidupan kita sebagai manusia seharinya tentunya pernah mendengar hadits tentang mengadzani ketika bayi lahir sebagaimana hadits berikut ini

“Beliau (Nabi saw) membaca adzan pada telinga Hasan dan Husain ra.” [HR Abu Na’im dan Thabrani]

Hadits diatas setelah diteliti ternyata berasal dari ‘Ashim bin Ubaidillah sedangkan ia dituduh sebagai pendusta oleh Imam Syu’bah. Demikian juga hal senada yang diungkapkan oleh Imam Bukhari, Abu Zar’ah dan Abu Hatim yang secara tersirat sama dengan apa yang tersurat dari Imam Syu’bah.

Pelaksanaan

“Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya dari Nabi saw beliau bersabda, “Aqiqah itu disembelih pada hari ke 7 atau ke 14 atau ke 21 nya.” [HR Baihaqi dan Thabrani]

“Dari Anas ra. Bahwasanya Nabi saw beraqiqah untuk dirinya sendiri sesudah beliau menjadi Nabi.” [HR Baihaqi juz 9 hal 300]

Hadits yang berisikan tentang kebolehan beraqiqah pada hari ke 14 atau ke 21 tersebut haditsnya dhaif. Sebab dalam isnadnya terdapat seseorang yang dilemahkan oleh Imam Imam seperti Ahmad, Abu Zar’ah, Nasai dan lainnya yakni orang tersebut adalah Ismail bin Muslim.

Sedang pada hadist dibawahnya tidak bisa dijadikan sebagai hujjah atau dasar. Karena terdapat Abdullah bin Muharrar yang juga dilemahkan oleh Imam Imam.

Karenanya setelah mengetahui tentang waktu yang paling sah dalam beraqiqah yakni pada hari ke 7 setelah kelahiran.

Brosur AQIQAH selengkapnya bisa di download disini :

Aqiqah

Brosur Aqiqah 29/11/09

About the Author

muslimcyber has written 3 stories on this site.

MuslimCyber merupakan nama pena dari seorang anak SMA MTA Surakarta. Lahir di kota Bengawan yang kemudian diberi nama Ubaidillah. Saat ini aktif di komunitas KETIK. Suatu komunitas wadah bagi penulis muda. Juga mengelola website komunitas http://mta.web.id Keterangan lebih lengkap silahkan klik http://dekubaid.mta.web.id

6 Comments on “AQIQAH di Hari ke-7”

  • skedhaton wrote on 1 December, 2009, 13:00

    bos mana mp3 jihad paginya kok blum muncul, saya tunggu niiii

  • Ananta Didik wrote on 22 December, 2009, 20:12

    Alhamdulillah…dulu sy musti bersitegang dgn mertua, masalah adzan di telinga bayi..tapi sekarang semua sudah terang benderang, berkat brosur2 dr MTA..beliau sudah menyadari kekhilafannya. trimakasih ya Allah.. :-)

  • ardhi wrote on 31 January, 2010, 17:45

    ngitungnya hari ketujuh dr hari lahirnya bos?misalnya bayi lahir tgl 28 jan 2010 jam 18.00 itu aqiqahnya jatuh tgl 3 januari 2010 ato 4 januari 2010

  • M wrote on 25 May, 2010, 12:10

    Semangat dan istiqomah

  • Edy j wrote on 25 May, 2010, 19:51

    Bagaimana jika pada hari ke 7 kita ada kesulitan keuangan?? bukankah Islam tdk menyulitkan???

  • Dwi Cahyo Dahono wrote on 7 June, 2010, 6:05

    Dari brosur yg sudah sy baca ttg AQIQAH tsb, sy baru tahu kalau AQIQAH sudah ada sejak masa sebelum Muhammad s.a.w. menjadi Rasul utusan ALLAH azza wa jalla yg bermula dari adat istiadat di jaman jahiliyah. Kemudian AQIQAH diluruskan pelaksanaannya secara Islami oleh RasuluLLAH s.a.w., dan hukum melaksanakan AQIQAH (pada hari ke-7 setelah kelahiran bayi) adalah sunah.
    Apakah adat istiadat Jawa ’selapanan’ mempunyai kemiripan dg AQIQAH, mengingat Islam masuk ke Indonesia (Jawa) disebarkan oleh para wali yg juga berusaha meluruskan adat istiadat Jawa secara Islami?




Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!


Copyright © 2010 MTA-Online.Com | Situs resmi Majlis Tafsir Al-Qur’an. All rights reserved.