Kesesatan Meramal Kiamat
- Tuesday, November 17, 2009, 6:31
- Tausiyah
- 2,198 views
- 17 comments
Baru-baru ini ramai dibicarakan datangnya kiamat yang diramalkan terjadi beberapa tahun lagi. Sebenarnya ini bukanlah hal baru, karena beberapa tahun sebelumnya juga muncul isu-isu yang sama tersebut. Mungkin bedanya hanya di sponsornya saja. Konon selain didalangi oleh aliran sesat. Isu ini dihembuskan dengan bermotif bisnis pula. Kog bisa? Pertama, bab kiamat adalah hal yang selalu menarik untuk didiskusikan dan menarik perhatian dimanapun. Sehingga siaran TV dan media lain menganggap ini adalah bahan baku gratis untuk menaikkan rating. Kedua, kebetulan ada judul film yang dibuat oleh negeri kafir dengan tema kiamat. Sehingga pas sekali, setelah diskusi ramai-ramai menggosok isu ranngenah kemudian nonton film.
Hari Kiamat adalah Rahasia diantara Rahasia Allah
Rasulullah SAW pernah ditanya oleh malaikat Jibril yang datang dalam wujud seorang Arab Badui, beliau ditanya mengenai kapan hari kiamat terjadi. Lantas beliau menjawab,
مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ
“Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.”[HR. Bukhari dan Muslim]
Sungguh sangat mengherankan yang terjadi saat ini. Beberapa kelompok atau tukang ramal yang sudah pasti suka berdusta, bisa mengetahui kapan terjadinya kiamat. Rasulullah SAW sendiri tidak mengetahui terjadinya hari kiamat, padahal beliau adalah orang yang paling dekat dengan Allah SWT. Begitu pula malaikat Jibril selaku penyampai wahyu dari Allah juga tidak mengetahui kapan terjadinya hari kiamat. Jika Nabi yang paling mulia dan malaikat yang mulia saja tidak mengetahui tanggal, bulan atau tahun terjadinya hari kiamat, sudah sepantasnya orang selain keduanya tidak mengetahui hal tersebut.
Perlu ditegaskan pula bahwa waktu terjadinya hari kiamat termasuk perkara ghoib dan menjadi kekhususan Allah yang mengetahuinya. Sehingga sungguh sangat dusta jika beberapa orang yang tidak normal bisa menentukan waktu tersebut, entah dengan penerawangan dengan dalih tertulis dalam buku kuno atau menggabung-gabungkan berbagai persitiwa. Ingatlah, hanya Allah yang mengetahui terjadinya kiamat.
يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي لا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلا هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ لا تَأْتِيكُمْ إِلا بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ
“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Kapan terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Rabbku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.” (QS. Al A’raf: 187)
يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا
“Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah”. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (QS. Al Ahzab: 63)
يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا, فِيمَ أَنْتَ مِنْ ذِكْرَاهَا, إِلَى رَبِّكَ مُنْتَهَاهَا
“(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya?. Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya). Kepada Rabbmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya).” (QS. An Naazi’at: 42-44)
Ayat-ayat di atas dengan sangat jelas menunjukkan bahwa tidak satu pun makhluk yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat, tidak ada yang mengetahui waktunya selain Allah SWT. Rasulullah SAW pun tidak mengetahui karena waktu tersebut termasuk di antara mafaatihul ghoib (kunci-kunci ilmu ghoib) yang hanya Allah saja yang mengetahuinya. Mengenai mafaatihul ghoib yang dimaksudkan dapat dilihat pada firman Allah,
إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الأرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Luqman: 34)
Disebutkan pula dalam kitab Shahih Al Bukhari dari Ibnu ‘Umar RA dari Nabi SAW, beliau bersabda, Kunci-kunci ilmu gaib ada lima, hanya Allah yang mengetahuinya: tidak ada yang tahu apa yang terjadi esok hari kecuali Allah, tidak ada yang tahu apa yang dikandung oleh rahim kecuali Allah, tidak ada yang tahu kapan turun hujan kecuali Allah, tidak ada seorang pun yang tahu di bumi mana dia akan meninggal, dan tidak ada yang tahu kapan terjadi hari kiamat kecuali Allah.”
Membahas tentang kiamat adalah bagian dari suatu aqidah yang termasuk dalam rukun Iman. Membahas dan mendalaminya seharusnya dapat memberikan motivasi yang tinggi mempersiapkan diri, apakah saya sudah siap menghadapi kiamat??? Bekal apa yang bisa saya andalkan untuk bertemu dengan Allah SWT? Dan bukan menjadi masalah apakah kita termasuk orang-orang yang bertemu hari kiamat atau bukan…
Lihatlah, orang kafir akan hidup sesukanya. Bisa jadi mereka memahami secara ilmiah tentang adanya kehancuran bumi. Hanya saja mereka tidak percaya hari berbangkit. Tidakpercayaan adanya hitung-menghitung amal apalagi tentang eksistensi surga dan neraka. Yang ada dibenak mereka, adalah bagaimana mereguk nikmat dunia ini sebanyak-banyaknya dengan cara apapun juga. Sebelum mati. Naudzubillah min dzalik.
Ya Allah, jadikanlah kami ini hamba-hamba yang mendapatkan ridho-Mu. Mengikuti jalan-jalan yang telah Engkau berikan untuk selamat di dunia dan akherat…
About the Author
17 Comments on “Kesesatan Meramal Kiamat”
Write a Comments
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!











sudah jèlas hal-hal yG méngenai hari kiamat it telah ditèrangkN, bæk lewat firman allah atau hadis nabi.
bagæmana bisa orang-orang kafer bicara hal it & seolah-olah mereka lebih tahu tentang hari kiamat, jelas itu sbuah kebohongan yG nyata.
Majelis Ulama Malang Imbau Warga Tak Tonton Film Kiamat ’2012′
http://tempointeraktif.com/hg/film/2009/11/16/brk,20091116-208590,id.html
Isu2 sprti itu hanyalah bualan orang2 kafir…kita sbg muslim jangan smp nonton filmnya…Naudzubilahimindzalik.
INI ADALAH UJIAN KEIMANAN KITA, APAKAH KITA PERCAYA KEPADA RAMALAN ORANG KAFIR KALAU IMAN KITA SODIQ. SUDAH JELAS YANG DITERANGKAN OLEH ALLAH DALAM AL QUR AN DAN DITERANGKAN OLEH RASULULLAH DALAM HADITSNYA
Satu lagi HEGOMONI Kafir Commmunity n kroni-kroni untuk mencerai berai keimanan ummat Islam. Ini adalah momen yang tepat bagi ummat Islam untuk mendobrak paradigma mereka dengan meneguhkan keimanan & ketaqwaan hanya kepada Sang Kholiq.
yukk jadi muslim yang cerdas..gunakan waktumu untuk mentadaburi Alqur’an dan mengamalkannya dlm kehidupan.mari kita tanya kepada diri sendiri sudahkah bawa bekal yang banyak saat malaikat maut menyapa?jangan pikirin ramalan.sia sia.
hemmmmmmmmm bingung aku
Kiamat itu pasti datang… tetapi yang tahu kapan waktunya hanyalah Allah… Sebagai seorang muslim yang bijak akan mensikapinya dengan melakukan hal -hal terbaik dalam rangka menghamba pada Allah SWT bukan menghamba pada harta dan dunia..
Lha.. film ya? Khayalan manusia
datangnya kiamat tak ada yg tahu hanya sang illahi yang mengetahuinya . n jngan prnah prcya sm yg namax ramalan , kan blm tntu bnar. kita hrs percaya kiamat pasti datang tp, tak ada seorangpun yg tahu . sedangkan rasulullah saw sj tdk tahu apa lg kt manusia biasa .