Hadist Dhaif : Larangan Membaca AlQur’an Bagi yang Haid & Junub
- Tuesday, August 18, 2009, 6:34
- Berita, Jihad Pagi
- 3,738 views
- 13 comments
Ahad 16/08/2009 insyaAllah merupakan pertemuan ahad terakhir di bulan Sya’ban. Ahad depan insyaAllah sudah memasuki bulan Ramadhan. Dimana pada bulan tersebut, umat Islam sangat berbahagia karena dipertemukan bulan penempaan diri untuk menuju TAQWA.
Sangat menarik! karena brosur yang diberikanpun bertemakan PUASA. Semua hal tentang serba-serbi puasa. Pesan Al Ustadz adalah jangan sampai kita berpuasa tetapi tidak/belum mengetahui ‘ilmunya’ karena akan menyebabkan kesia-siaan (hanya mendapatkan lapar dan dahaga).
Silahkan download brosur-nya disini :

Kemudian dilanjutkan dengan Tanya Jawab dengan tema puasa, diantaranya adalah :
- Tentang YUTIKUUNAHU (Orang yang berat berpuasa) : hamil, menyusui, pekerja berat, terlalu tua dan sakit menahun (tidak akan sembuh). Kemudian siapa saja yang dilarang puasa tetapi harus mengganti di hari lain.
- FIDYAH bagi orang yang miskin dan penjelasan tentang Waktu Shaur dsb.
Tanya jawab yang masuk tanggal 5 april 2009.
Setelah itu dilanjutkan dengan berbagai pertanyaan menarik, diantaranya adalah :
- Bercita-cita untuk Haji dengan berbagai usaha.
- Cerita Aktual mantan seorang dukun yang konon bisa menyembuhkan semua penyakit
- Serba-serbi Perselingkuhan yang membutuhkan ketegasan seorang Suami sebagai pemimpin bagi istrinya
- Tentang DHAIF-nya hadist yang menerangkan tentang keharaman seseorang yang junub atau haid untuk membaca Al Qur’an
Jika ingin lebih lengkap, silahkan download materi MP3 dibawah ini :
About the Author
13 Comments on “Hadist Dhaif : Larangan Membaca AlQur’an Bagi yang Haid & Junub”
Write a Comments
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!












salah satu nikmat mau ngaji adalah tau yang salah dan benar..jadi jgn bosan mencari ilmu.
sblm kita ikut kajian, tau kita apa2 yg ada di hadits benar adanya…hanya ikut ‘nenek moyang’… ini yg membdakan orang “ngaji” & yg tidak….kita akan ngerti ilmu yg haq…yg sesuai Al Qur’an-Sunnah yg LURUS…yg tdk belak-belok..berbelit-belit…menyulitkan diri sendiri…
sebelum melaksanakan sesuatu memang harus tau dasarnya dulu,,,,,,,
Tidak ada kata terlambat untuk ngaji.
Sabda Nabi SAW: “Menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap muslimin” dan sabda yang lain: Menuntut ilmu dari ayunan sampai ke lubang lahad”
Karena wajib maka berdosa kalau tidak mau mencari pengertian (Mengaji). Mengaji bisa dimana saja yang penting dari sumber aslinya yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW. Selama berpegang teguh kepada keduanya dijamin tidak akan sesat selama-lamanya.(Jaminan dari Nabi Muhammad SAW.)
ak sngt brhrap umat islam didunia ini pd ngaji smua dg sumber dr Al-Qur’an dan Sunnah Nabi..
“Demi masa,Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.Kecuali Orang-orang yang beriman dan beramal Sholah.Nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabara.(surat-AL’ASHR(masa).
Memang menyampaikan kebenaran dg hikmah dan kesabaran saja ternyata masih banyak orang yang mengaku islam justru mencibir………….karena mereka belum paham ilmunya serta hanya melihat umumnya seperti apa itu yang di ikuti.Maka kita harus istiqomah dalam mencari ilmu seraya berdo’a semoga saudara-saudara kita diberikan hidayah oleh Alloh SWT untuk mampu dan mau memahami Islam yang benar.Amin
Sabar… Sabar… Sabar…. Rasulullah perlu waktu 23 th menyebar ilmu dan merubah pribadi umat, kita mungkin 230 tahun, sabar… sabar… sabar… semoga Allah menunjuki kita semuanya…dicibir ya sabar…. semoga kesabaran kita berbuah surga…..
Sabar, Padi makin berisi makin merunduk, hindari kesan sombong karena kita telah punya sedikit ilmu.
mudah2an ALLAH menetapkan hatiku agar tetap berada di jalan-Nya yg lurus……menghadapi hiruk – pikuk kota besar…..amiin
Ust..saya download pdfnya kok ga bisa dibuka ya…tolong ya tadz