Persepsi Tanda Kesuksesan

sukses-mtaBanyak orang merasa tidak sukses. Ia bilang keadaannya tidak memungkinkan untuk sukses. Ia hanyalah seorang yang tidak berpendidikan, ia tidak punya harta yang banyak alias modal yang cukup, ia bukan anak orang kaya atau terhormat, ia tidak cantik/tampan, dan kondisipun tidak memungkinkan ia menjadi orang yang berakhlaq mulia ataupun berhasil. Seakan-akan ia adalah korban kehidupan yang amat kejam. Apakah Allah tidak Adil? Padahal siapakah yang menyangsikan bahwa Allah adalah dzat yang Maha Adil, tidak ada yang lebih adil dibanding Allah SWT.

Ketika seseorang ditanya tentang parameter kesuksesan, sering kita temui banyak sekali jawaban. Mulai dari jika ia sudah bisa meraih impiannya, ada yang jika ia dekat dengan tuhannya, atau yang penting bisa bermasyarakat alias bersosialisasi dengan baik, ada juga yang jika ia bisa bermanfaat untuk orang lain. Akan tetapi biasanya pendapat yang paling banyak adalah pendapat pertama. Dan ada kemungkinan juga jawaban-jawaban diplomatis lain yang kadang hany a sekedar teori tanpa pemahaman. Nah, sebenarnya sukses itu yang seperti apa sich?

Berkaca dari Rasulullah SAW suri tauladan kita, manusia paling sempurna di alam ini, kekasih Allah SWT, beliau adalah seorang yang amat low profile, sederhana, dan zuhud, meski beliau sebenarnya kaya. Tidak sedikit kita temui riwayat tentang pribadi beliau yang mulia ini. Tidur beralaskan tikar yang kasar, hingga sahabat tercintanya sampai mencucurkan air mata melihat keadaan beliau yang teramat bersahaja. Beliau yang untuk menghilangkan lapar sampai mengganjal perutnya dengan batu, beliau yang menjahit bajunya sendiri, seringkali beliau berpuasa karena tdak ada makanan di rumahnya, istri-istrinya hidup dengan amat sederhana, bahkan putri tercintanya Fatimah Az Zahra hidup jauh dari kemewahan dunia. Akan tetapi putrinya bisa menjadi wanita paling mulia sepanjang masa, penghulu surga dari kaum wanita, Rasulullah begitu bangga padanya, julukan indah “Ummu Abiha”, ibu bagi ayahnya karena kasih sayangnya pada Rasulullah. Putrinya adalah pendidik yang handal dalam rumah tangga, melahirkan pemimpin- pemimpin zaman dan generasi-generasi yang teguh pendirian, ia mau mengusung air hingga lecet bahunya, ia rela menumbuk gandum sendiri untuk makan keluarganya, dan keutamaan-keutamaan lain yang amat banyak. Apakah Rasulullah orang yang miskin hingga hidup dengan cara seperti itu? Apa keadaanlah yang memaksa beliau seperti itu? Mari kita telaah bersama…

Sebelum beliau diangkat menjadi Nabi, mahar pernikahan dengan istri pertamanya saja yakni bunda Khodijah adalah 100 ekor unta merah, unta termahal saat itu. Ketika Islam mulai menaklukkan jazirah Arab, Rasulullah adalah pemilik seperlima ghanimah (harta rampasan perang). Beliau bisa menyalurkan kemanapun. Jadi, beliau sebenarnya adalah orang yang kaya. Kalau beliau mau bisa dipastikan seluruh keluarganya tidak akan pernah kekurangan. Hanya untuk baju, makanan, tempat tinggal yang lebih layak. Akan tetapi, beliau sangat berhati-hati dengan amanah itu, beliau menggunakan harta itu untuk kemaslahatan umat. Yang perlu kita garisbawahi, bukan semata-mata karena keperluan umat beliau meninggalkan urusan keluarganya. Beliau didik keluarganya dengan baik hingga mampu memahami arti kehidupan, arti kesuksesan, arti kebahagiaan. Sehingga tidak akan ada yang mengelak bahwa beliaulah orang yang paling sukses dicintai oleh keluarga, kerabat, sahabat maupun Allah SWT. Beliaulah orang nomor satu tersukses di dunia ini. Seorang pemimpin yang dekat dengan rakyat, yang mampu menakhlukkan jazirah arab dan daerah-daerah sekitarnya. Subhanallah. Apakah yang membuat beliau bertahan hidup seperti itu dengan akhir prestasi yang tak kan terlupakan sampai akhir zaman?

Dari gambaran-gambaran di atas, pertanyaan-pertanyaan di alenia awal akan terjawab. Sukses bukanlah kalau kita kaya, kesuksesan bukanlah kalau kita terhormat, kesuksesan bukanlah kalau kita menjadi orang tercantik atau tertampan, kesuksesan bukanlah kalau kita bisa memenuhi semua kebutuhan kita saja. Lebih jauh dari itu, kesuksesan adalah kebahagiaan hakiki. Dan kebahagiaan yang hakiki akan kita dapatkan kalau kita sukses secara pribadi, horizontal maupun vertikal. Sukses secara pribadi berarti kita mampu mencapai impian-impian kita. So, perlu ikhtiar agar target dan impian tercapai. Sukses secara horizontal berarti kita mampu berbagi, mampu memberi, mampu menawarkan pesona akhlak yang mulia ke sesama, sehingga hubungan dengan manusia juga harmonis. Maka Allah menyuruh kita untuk bekerja agar bisa bermanfaat dan berbuat banyak pada orang lain. Sukses secara vertikal berarti kedekatan yang sangat intim dengan Allah, kedekatan hati. Agar menjadi orang yang senantiasa sabar adan syukur. Kita milik Allah dan hanya kepadaNya lah kita akan kembali.

Apa gunanya jika kita kaya kalau tidak bisa memberikan kebahagiaan pada orang lain maupun keridloan Allah? Sama saja kan dengan orang miskin. Toh, orang kaya juga cuma mampu makan sekitar satu piring enggak satu truk, hanya mampu tidur satu tempat di satu waktu enggak di empat lima tempat sekaligus dalam satu waktu. Kenapa kita sangat susah berbagi? Barangkali keyakinan kita yang kurang pada Allah, takut jadi kekurangan kalau berbagi. Kita harus yakin bahwa Allahlah yang Maha Pemberi Rizqi, Dia yang menyempitkan dan melapangkan sesuai kehendak dan pengetahuanNya, bukan sesuai hawa nafsu kita. Allah Maha Mengetahui kebutuhan kita. Setiap doa yang kita mohon dengan tulus akan ada tiga kemungkinan, bisa jadi akan dikabulkan oleh Allah, bisa jadi diganti dengan yang lebih baik, bisa jadi pula ditunda pengabulannya sampai saat yang tepat, saat terbaik. Mari senantiasa bersabar dan bersyukur pada semua ketetapan Allah.

“… Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu…” (QS. Al Baqarah: 186)

“Aku sesuai dengan persangkaan hambaKu terhadap diriKu…” (Hadist Qudsi)

“Seorang muslim yang berdoa, memohon kepada Allah, dia tidak memohon sesuatu yang dosa (dilarang) dan tidak dalam keadaan memutuskan hubungan silaturrahim, maka Allah akan memberikan salah satu dari tiga kemungkinan. Kemungkinan pertama, doa itu dikabulkan, kemungkinan berikutnya adalah doa yang dipanjatkan, disimpan oleh Allah untuk hari kiyamat kelak. Kemungkinan terakhir adalah Allah akan menjauhkan orang tersebut dari keburukan” (HR. Tirmidzi, Ahmad dan shohih al Jami’)

Kesimpulannya, parameter kesuksesan adalah kebahagiaan yang menyeluruh. Untuk mecapai kebahagiaan yang menyeluruh perlu keseimbangan antara pribadi, horizontal dan vertikal. Jika salah satu dari ketiganya lebih unggul maka tidak akan balance dan kebahagiaanpun tidak akan sempurna. So, yakinlah bahwa setiap manusia mampu untuk bahagia, nah seberapa besar kebahagiaan yang akan kita raih ya tergantung seberapa besar kemauan, semangat, ikhtiar, dan do’a kita. Kesuksesan ada di tangan kita, tidak peduli siapapun kita!

By: Indri Zulaihah (MTA Tangerang)

http://mta-online.com/v2/wp-content/plugins/sociofluid/images/digg_32.png http://mta-online.com/v2/wp-content/plugins/sociofluid/images/reddit_32.png http://mta-online.com/v2/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_32.png http://mta-online.com/v2/wp-content/plugins/sociofluid/images/delicious_32.png http://mta-online.com/v2/wp-content/plugins/sociofluid/images/technorati_32.png http://mta-online.com/v2/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_32.png http://mta-online.com/v2/wp-content/plugins/sociofluid/images/myspace_32.png http://mta-online.com/v2/wp-content/plugins/sociofluid/images/facebook_32.png http://mta-online.com/v2/wp-content/plugins/sociofluid/images/yahoobuzz_32.png http://mta-online.com/v2/wp-content/plugins/sociofluid/images/twitter_32.png

About the Author

has written 150 stories on this site.

Tangan dari seorang Warga Colomadu Solo (yang ternyata Karanganyar) -----------------------******------------------------ “Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” [Ash-Shaf : 2-3]

12 Comments on “Persepsi Tanda Kesuksesan”

  • Mushab wrote on 20 July, 2010, 11:37

    tapi yang tv setiap hari kok tidak selalu streaming….

  • bendjo hui wrote on 4 April, 2012, 10:34

    aku perlu informasi lagi tentang mta yang diwilayah jakarta




Write a Comments

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

 Real Time Analytics

Copyright © 2012 MTA-Online.Com | Situs resmi Majlis Tafsir Al-Qur’an. All rights reserved.