Ketentuan itu pasti datang..semoga siap menyambutnya
- Saturday, June 6, 2009, 9:24
- Kedokteran
- 944 views
- 12 comments
“Om dokteeeer…..!”. Seorang anak kecil berlari menghampiriku, segera saja saya jongkok dan menyambutnya. Anak tersebut mencium tangan saya dan dengan manja bergelayutan di bahu saya. ”Gimana…sehat..mama mana?”,” itu mama sama budhe”…dia nunjuk dua orang wanita yang duduk di pojok poliklinik orthopaedi RSCM.
Raihan nama anak tersebut, usianya baru 5 tahun, anak yang lincah dan selalu ceria serta akrab pada semua orang. Ayahnya seorang perwira tinggi angkatan darat sedang ibunya wanita cantik berasal dari bandung. Rayhan merupakan anak mahal, maksudnya anak satu-satunya dan sangat dinanti-natikan kelahirannya. karena setelah sekian tahun orang tuanya menikah baru bisa melahirkan si Raihan.
Pertama kali saya kenal Raihan kurang lebih 1 tahun yang lalu, ibunya waktu itu membawa Raihan periksa ke poliklinik orthopaedi karena ada benjolan dipaha kanannya. Setelah melalui pemeriksaan lebih mendalam, maka rayhan di diagnosis penyakit synoviosarcoma maligna type
Synoviosarcoma adalah tumor jaringan lunak yang sangat ganas dan penyebarannya sangat cepat.saking ganasnya hanya sedikit orang yang bisa bertahan hidup dalam 2 tahun setelah diagnosis ditegakkan. Setelah diagnosis tegak maka raihan pun menjalani tahap pengobatan yakni operasi pembuangan massa tumor dan serial kemoterapi , dengan hasil yang memuaskan.
Beberapa hari yang lalu orang tuanya membawa kembali Raihan ke poliklinik, ibunya bercerita kalau raihan kadang kadang mengeluh sesak nafas jika malam hari, setelah melalui serangkaian pemeriksaan, kami menyimpulkan bahwa tumor sudah menyebar ke paru – paru. ”Masya Alloh, cepat sekali penyebarannya…”pikirku waktu itu, akhirnya kujelaskan juga semuanya pada ibunya, tampak dia terpukul .
Akhirnya hari ini saya mengundang kembali raihan. Kasus ini merupakan kasus yang sulit sehingga kami mengajukan ke konferensi tumor tulang di RSCM yang diadakan hari ini.
Konferensi tumor tulang di RSCM dikenal dengan nama ClinicoPathologyConference, diadakan setiap hari senin dan dihadiri para pakar dan profesor di berbagai bidang ilmu seperti bedah tulang, radiologi, patologi anatomi, penyakit dalam, paru dan lain sebagainya. Kalo saya mengikuti konferensi ini ibarat anak TK melihat anak SMA bicara, hehehe ora gadhok ilmu.
Jam 9 pagi konferensi dimulai, saya menawari ibu dan budhe raihan untuk ikut masuk. “Waduh dok saya diluar saja, didalam juga tidak faham”, “ya sudah ibu tunggu di sini saja, nanti hasilnya saya beritahu.”
Saya memasuki ruangan konferensi, ruangan tersebut cukup luas bisa terisi sekitar 100an orang,terdapat dua barisan tempat duduk, di sebelah depan kanan terdapat meja moderator, dan dokter yang akan mengajukan kasus sulit, di depan terdapat layar besar untuk menampilkan data-data pasien, sedang di sebelah kiri depan terdapat tempat untuk para professor. Semua orang di ruangan berbaju jas panjang putih dengan memasang wajah serius dan kepala yang mulai ditinggalkan oleh penghuninya (untung saja rambut saya masih utuh mungkin karena terlalu banyak slengekan hehehe )
Jam 9.30, ruangan sudah dipenuhi para dokter, para professor pun sudah datang lengkap, ruangan terasa hening semua sibuk dengan urusan masing2, memang urusan ini membutuhkan keseriusan, kadang saya berpikir para professor itu apa nggak jemu karena selalu membaca dan membaca, di banding saya hehehe. Sekarang umur saya hampir 30 tahun, saya mulai sekolah umur 5 th, jadi 25 tahun hidup saya habiskan untuk sekolah, itu saja sudah jemu, capek kadang mau mengundurkan diri tapi kalo lihat professor yang 70 tahun masih energik kaya gitu , terasa semangat muncul lagi.
akhirnya acara dimulai, satu persatu dokter mengajukan kasusnya, perdebatan berdasarkan disiplin ilmu masing-masingpun di mulai, semua bertujuan cuma satu, berikan hasil yang terbaik bagi pasien.
Akhirnya giliran saya dipanggil ke depan untuk memaparkan kasus raihan, saya maju dan menceritakan perjalanan penyakit dari awal sampai akhir, diskusi dan perdebatanpun dimulai, kalo seperti ini mending saya diam saja melihat orang-orang pintar berdebat hehehe ,akhirnya disimpulkanlah metode tatalaksana selanjutnya bagi rayhan.
Jam 1 siang acara selesai, “wah melelahkan juga nih perut keroncongan lagi, kasihan raihan dan ibunya di luar nunggu” batin saya.
”Tom…” “ya ..prof”..seorang profesor orthopaedi memanggil, saya pun segera menghampiri.
“kamu nanti beritahu rencana tindakan selanjutnya ke pasiennya ya, gua buru – buru nih mau ada rapat”, “siap prof” kata saya
Di luar saya menemui raihan, ibu dan budhenya, “gimana dok?”,dengan berat hati saya menerangkan bahwa raihan harus mendapatkan kemoterapi lagi untuk bisa bertahan hidup,”namun untuk bertahan hidup dalam 2 tahun sangat kecil…”tambah saya, ibunya raihan tertunduk dan menangis. Saya sadar hal ini sangat berat baginya , budhenya saya perhatikan tampak lebih tegar.
“mama kok menangis?” kata raihan sambil menarik – narik tangan ibunya. Saya buka tas saya, saya keluarkan sebuah buku karangan Asma nadia.
“ini ada buku coba di baca, dalam buku ini asma nadia menulis pengalamannya waktu anaknya divonis tidak bisa diselamatkan, dan atas karuniaNya anaknya malah sehat sampe sekarang”, budhenya raihan menerima buku saya. Mereka berdua kemudian berdiri dan pamit mau pulang.
”Om kapan maen ke rumah?” Tanya si Raihan. “ya insyaAlloh raihan, kalo om senggang” kataku. “iya dek, kalo sempat maen – maen ke rumah, raihan pasti seneng sekali” kata budhenya raihan.”iya lah bu nanti kalo sudah longgar, saya usahakan mampir”.
Merekapun meninggalkan saya, raihan kecil masih tertawa-tawa sambil berlarian, tidak sadar kalo ada penyakit ganas di tubuhnya yang bisa merenggut jiwanya sewaktu-waktu
Beberapa minggu kemudian saya mendapatkan sms dari budhenya, “alhamduliiah raihan semakin sehat, mamanya tiap malam sholat tahajud”, ya syukurlah….
Lama sekali saya tidak bertemu raihan, mungkin hampir satu tahun sejak pertemuan terakhir di saat CPC itu, sayapun belum sempat ke rumahnya karena kesibukan menjalani pendidikan. Saya di sibukkan tugas di luar kota berpindah dari kota satu ke kota lain dalam rangka menuntaskan pendidikan ini,pendidikan yang menguras fisik dan mental saya. Suatu saat ketika sedang bertugas di rumah sakit saya mendapatkan sms dari budhenya raihan
“Raihan sudah meninggalkan kita selama-lamanya, prosesnya sangat tenang, senyum tersungging di bibirnya, terima kasih atas bantuannya selama ini”.
”Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun”, lama saya tertegun membaca isi sms itu, seperti tak percaya. “Ya Alloh akhirnya Kau panggil juga jiwa mungil itu………”
Kematian adalah suatu kepastian. Dia bisa mengenai bayi,anak kecil,muda maupun tua. Tidak ada yang tidak elok, semua cocok kalo masalah mati. Orang tua mati cocok.,bayi matipun banyak.
Energi,pikiran,harta apapun yang kita gunakan untuk membendung kematian, tapi kalo takdir memanggil mau tak mau kita harus memenuhinya.
Dalam surat An Nisa ayat 78 “dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh”
Sehingga kalo kita sudah sadar bahwa kematian pasti menjemput kita maka tinggal kita persiapkan diri kita amal kita, jaga pergaulan agar selalu ingat di jalanNya , dan di saat Dia memanggil kita, kitapun ikhlas dan sudah siap…amien.
“Katakanlah:Siapakah yang dapat melindungi kamudari (takdir) Alloh jika dia menghendaki bencana atasmu tau menghendaki rahmat untuk dirimu?” (Al Ahzab 17)
Selamat jalan raihan….dalam hati aku berdoa dan berharap agar dikaruniai anak sepertimu yang lincah,pintar, selalu ceria, cakep dan sehat tanpa sinoviosarcoma tentunya….. amien. (dokter gustom:email; gustom_slo@yahoo.co.uk)
About the Author
12 Comments on “Ketentuan itu pasti datang..semoga siap menyambutnya”
Write a Comments
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!












Suatu hari ada dialog antara Allah dan malaikat, “hai malaikat, berikan kepada anak itu penyakit tumor Synoviosarcoma!”, demikian Firman Allah.
“Nggih sendika dawuh”, tukas malaikat.
Akhirnya dengan hitungan sepersekian detik, di dalam tubuh anak itu sudah terdapat tumor Synoviosarcoma.
Lantas, si malaikat bertanya pada Allah, “Ya Allah, mengapa mesti anak itu yang diberi jenis penyakit mematikan seperti itu?”
Allah berfirman, “Karena anak itu cukup kuat untuk diberi cobaan seperti ini, sedang orang tuanya adalah dua sosok ayah dan ibu yang pasti lulus dengan ujian ini. Karena mereka dua hamba-Ku yang Kucintai, mereka sabar, ikhlas dan ketaqwaannya kepada-Ku, sudah Kunilai dengan surga”
Btw, aku juga pingin buku Asma Nadianya dok.
Dah punya sih tapi dipinjam temenku, sampe sekarang belum dikembalikan. He3.
kematian adalah suatu kepastian..sedang datangnya kapan adalah rahasia allah…jangan banyak bertanya kapan aku mati..tetapi sudah banyak belum bekal kita ke alam kelanggengan….ingat lho takkan kembali lagi…..jadi yukkk cari dab bawa bekal sebanyak banyaknya……
@Ismanto : ada -ada juga ente, yo wis bukunya segera saya kembalikan xixixixi
@Ismanto : ada -ada juga ente, yo wis bukunya segera saya kembalikan xixixixi….
Ane ga ngomong namanya yang pinjam padahal….he3….ngaku sendiri.
iya, yang namanya maut, pasti semua bakal kebagian, tanpa kecuali.
jd ingat waktu SMA, waktu itu pelajaran Bhs Inggris.
didalam buku pelajaran ada gambar makam.
komentar guru Saya; ini rumah masa depan kita.
semua siswa pada ketawa.
tapi benar juga, semua orang akan mati…
dan mungkin kita yang segera dapet jatahnya.
btw, baca cerita diatas aku jd terharu….
Sungguh menakjubkan bagi seorang muslim. Apabila menderita musibah dia bersabar dan bila mendapat berokah dia bersyukur. Dan kunci awalnya adalah ikhlas. Bahwa disisi Allah lah tempat kita kembali.
cukuplah mati menjadi nasehat.dan cukuplah keyakinan menjadi kekayaan……………………………suatu ketika nabi baru saja menguburkan jenazah sahabatnya,,,,,nabi bersabda sambil menangis;;;;;;;wahai saudaraku untuk yang seperti ini maka persiapkanlah…..
Na juga terharu………smoga hari ini menjuadi awal perubahan bagi diri na……….bahwa da yang lebih penting untuk na siapkan saat ni, yaitu kematian, dan bukan jodoh. Syukron atas artikelnya
Sayang ya Tom, kamu belum sempet maen ke rumah beliau .. alangkah lebih berbahagianya orang tua mereka seandainya kamu sempatkan waktu barang semenit memenuhi undangan Raihan dan bundanya … ! Setiap undangan ada hikmah yang akan muncul padanya.. !!