Melihat Kebesaran Allah, Hidup Tanpa Sedih Hati dan Sakit Hati
- Monday, April 27, 2009, 10:14
- Tausiyah
- 8,058 views
- 21 comments
Bila kita melihat umur yang telah kita lalui, mungkin ada yang optimis masih akan berjalan panjang, namun juga ada yang melihat tinggal beberapa waktu lagi, dan ada pula yang menyadari tinggal sesaat lagi.
Optimisme melihat umur dapat diawali dengan membuat sebuah kesadaran tentang rangkaian besar kehidupan, sejak dari jaman pra sejarah hingga jaman yang akan datang hingga hari Qiyamat. Tidak lebih kita adalah manusia- manusia pengisi sepenggal kecil sejarah, dengan peran yang sangat-sangat kecil.
Ketika kita dengan bersemangat belajar sejarah tentang orang-orang yang telah lalu, maka kitapun tersadar bahwa kita adalah bagian dari sebuah rantai sejarah yang terhubung yang demikian panjang berabad abad yang lalu dan berabad-abad yang akan datang. Sepenggal sejarah telah kita huni, setitik kecil waktu dari seluruh rangkaian panjang rantai kehidupan.
Kita akan menjadi tenteram bila kita bisa melihat sejarah yang ada dibelakang kita sebagai sesuatu yang bermanfaat sebagaimana firman Allah
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (QS. Yuusuf, 12:111)
Sunatullah yang terbentang dibelakang kita telah dijadikan Allah sebagai bekas-bekas yang menggores kuat tentang sebuah kepastian, bahwa orang-orang yang berbuat kebaikan akan mendapat kemuliaan dari Allah dan orang-orang yang berbuat kejahatan akan mendapat kehinaan atas perbuatannya sendiri.
Bagaimana manusia bisa melihat kedalam pandangan yang lebih luas dan lebih besar, melihat Allah Tuhan Yang Maha Agung telah membuat sebuah sejarah yang demikian besar, jenis dan ragamnya. Dan apa yang bisa kita lakukan hanyalah terkagum-kagum dengannya.
Segala puji bagi Allah Dialah yang menunjuki kita sehingga kita mampu menyadari siapa diri kita yang dho’if ini. Segala puji bagi Allah atas segala nikmatnya sehingga kita dicintakan kepadanya untuk menempuh jalan kesholihan di sepanjang perjalanan hidup kita.
Dijaman inipun kita kadang masih melihat para veteran pejuang 45, yang senantiasa bermuka cerah dan bahagia, walaupun kesana kemari hanya mengendarai sepeda kayuh, sering mereka tersilaukan oleh lampu-lampu mobil generasi penerus yang berseliweran di jalan-jalan tanpa menyapa mereka.
Kebahagiaan yang tidak bisa terbeli, pahala tersembunyi dari amal-amal yang tersembunyi yang dibalas oleh Allah dengan balasan berlipat ganda. Amal yang ikhlash, amal yang hanya diperuntukkan mencari ridho Allah, telah mampu menumbuhkan kebahagiaan dalam jiwa para veteran yang semakin uzur dan semakin lemah fisiknya.
Segala puji bagi Allah, secercah harapan dan do’a-do’a yang senantiasa dilantunkan disaat-saat bermunajad kepada Allah, semoga generasi penerus senantiasa berjalan dijalan yang lurus dan jalan yang diridho’i oleh Allah SWT.
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, (QS. Ar-Ruum,30 : 30)
Generasi penerus diharapkan dapat berbuat dengan sesuatu yang terus dan terus semakin baik, semakin lurus dan semakin tha’at kepada Allah yang Maha Agung. Dialah yang telah menciptakan seluruh alam raya dengan segala kejadian yang ada diatasnya.
Dia pula yang menentukan tambahan nikmat atau tambahan siksa kepada hamba-hambaNya, bila kehidupan semakin melaju kepada kesholihan, maka Allah akan balas dengan kenikmatan yang berlipat-lipat, sebaliknya bila kehidupan semakin melaju kepada kejahatan, maka ujian, siksa dan azab akan datang silih berganti. Semuanya sesuai dengan janjiNya kepada Kita
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. Al-Baqarah,2: 277)
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. ……………(QS. Ali-’Imran,3: 110)
Keikhlasan telah membuahkan kebahagiaan yang kekal di dunia dan di akherat, namun untuk menjadi manusia yang ikhlash, membutuhkan kesabaran. Semoga Allah memberi kita semua kesabaran.
About the Author
21 Comments on “Melihat Kebesaran Allah, Hidup Tanpa Sedih Hati dan Sakit Hati”
Write a Comments
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!











LA TAHZAN………mengapa kenapa dan harus bersedih???hidup ini indah dan hanya sesaat.dengan belajar dan mempelajari serta kemauan untuk mengkaji ilmu dari Allah(Al Qur’an dan Hadist)..dan mau mengamalkannya dalam setiap detik perjalanan hidup ini …untuk selalu bernilai ibadah hanya untuk dan mengharap ridhlo allah semata….inssayaallah kebahagiaan akan mengisi relung hati…kebahagian yang sejati dan hakiki karena Allah saja tujuannya.selalu positif thinking dalam menjalani hidup….toh hidup ini hanyalaharena ujian bagi orang yang beriman,dalam sarana mencapai ketagwaan.susah,seneng ,sedih,kecewa,sakit hati..bahkan dendam sekalipun….kalau kita beriman dan hanya Alqur’an dan sunnah saja yang menjadi acuan hidup kita…tidak akan hati dan kelangsungan hidup yang hanya sementara ini terganggu stabilitasnya.selalu membangun sikap sikap positif dan buang jauh jauh jutaan rasa negatif yang hanya akan menggerogoti keimanan kita……terus darui hari kehari tempa dirikuta dengan ilmu dan amal tentunya.dalam QS ibrahim :7 disebutkan…dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan “sesunggunya jika kamu bersyukur niscaya Aku akan menambah nikmat kapadamu tetapi jik a kamu mengingkari nikmatKU,maka pasti azabKU sangat pedih…
dalam menjalani hidup seberapapun berat ujian itu…kitasebagai orang beriman sudah punya panduaannya. QS2:45…allah menuntun kita agar menjadikan shotlat dan sabar sebagai penolong.,tentu kesabaran yang dinamis…bukan sabar yang diam saja. dalam hidup ini allah juga menitipkan banyak potensi keppadda diri kita….manfaatkan semaksimalnya untuk mencari ridho allah.apaun amalan kita ,apapun aktifitas kita kalu semuanya kita niatkan hanya KEPADA DAN UNTUK ALLAH SEMATA…hati dan hidup ini jadi enteng dan enjoy dalam menjalani hidup…dan bahagia akan selalu menyapa diri kita.insya allah…..
Kunci Ikhlas adalah SYUKUR..sungguh hebat umat beriman itu..jika diberi nikmat ataupun musibah selalu bersyukur..
Dan Ikhlas butuh latihan..kalo ujug-ujug ya ndak mungkin
Ups!..selain latihan..juga butuh pengetahuan yang ‘benar ..dan ngaji adalah salah satu caranya begindung..
setujuuuuu???
Biarkanlah hidup ini mengalir seperti layaknya air yang mengalir dari puncak gunung nebuju tujuan akhir yaitu laut. Kita sepatutnya memang harus bersyukur karena dengan rahmat iman ini membawa dampak yang luar biasa bagi kehidupan kita. Bekerja keras itu wajib, terutama bagi kaum pria, tapi harus tahu kapan untuk beristirahat agar raga ini bisa beristirahat dan juga harus meluangkan waktu kapan harus menyiapkan dan melakukan ibadah wajib. Kadangkala kita, termasuk saya, kerap lupa diri, bekerja sampai larut, melupakan bahwa ciri umat ,abi .uhammad adalah mereka yang tidur awal tapi segera bangun ditengah malam untuk bermunajad pada Sang Pencipta. Semoga kita tetap istiqomah sampai ajal menjemput kita
Yang sering orang banyak lakukan adalah menganggap agama seolah-olah hanya untuk urusan akherat yang masih besok sekali, yang jauh disana dan sesuatu bagi orang tua yang mau mati saja. Tapi sesungguhnya Islam mengajarkan cara bagaimana menyiasati hidup dengan cara yang indah, elegant, dan terhormat komprehensip. Clue nya adalah bila mendapat musibah dengan bersabar dan jika menerima anugerah bersyukur dengan dilandasi keikhlasan yg dalam. That said. Paling tidak itulah yang saya rasakan dan masih harus banyak belajar untuk itu. Banyak peristiwa dan kejadian kita saksikan disekitar kita dan di media, betapa kalo ada sikap sabar dan syukur itu, surga dunia akan terwujud diantara umat manusia.
Salam sabar syukur
Smoga kita terutama saya, termsk org yg bersabar…,
HIDUP AADALAH PERJUANGAN..TU JA YA
semua manusia diciptakan untuk menyembah ALLAH.
Tapi mengapa aku masih sering melangar dan tidak menjalankan perintanya?
Mohon kasih cara yang jitu buat kembali ke jalan ALLAH.
saya tunggu hamba ALLAH yang mau bantu tolong E-mail saya.
syahrultake@yahoo.com
Semua manusia pada dasarnya menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya. Tetapi manusia adalah manusia.., Ada yang lebih berkuasa yaitu sang Khalik. Pada saat manusia dihadapkan pada sesuatu yang membuat dia kecewa, akan timbul dua hal dalam dirinya, yaitu apakah dia langsung konfrontatif dengan Allah, ataukah dia akan menerima dengan sabar apa yang terjadi. Tentunya bagi orang-orang beriman akan mengambil langkah kedua yaitu, bersabar terhadap ketentuan Allah. Percayalah bahwa yang terbaik bagi Allah sebenarnya itu terbaik bagi kita. tapi terbaik bagi kita belum tentu terbaik bagi Allah. Mudah2an dengan shalat dan sabar akan membawa kita untuk menjadi manusia yang selalu mensyukuri nikmat yang ada.
Tak ada yang namanya HUKUM KARMA.Yang ada keseimbangan hidup,….apa yang kmu lakukan hari ini akan kmu ptik hasilnya esok.berbuat baik & beribadahlah seolah-olah kiamat trjadi esok.percayalah tak ada yang diciptakan sia-sia oleh ALLAH.setiap ujian yang datang akan digantikan-NYA dengan limpahan kebahagiaan.setiap tetes air mata yang jatuh,akan digantikan-NYA dengan jutaan senyuman dalam hidup kita.Haqul Ykin,…..
ALLAH mha ADIL,….
tetaplah POSITIF THINKING,….
SEDIH ITU MENYIKSA sangat tidak nyaman…. namun ketika sadar bahwa ada Allah yang selalu tahu dan setia dengan apa yang kita punya dan kita perbuat…. airmata tak ada habisnya bercucuran…. mengatasinya hanya dengan istigfar yang banyak dan coba hadapi semua jangan di hindari…. tiada yang ABADI…. semua SEMU…. dan jalankan hidup sementara ini dengan senyum…. karena ibadah…. dan indah….