Politik Masjid Rasulullah
- Sunday, April 19, 2009, 20:27
- Jihad Pagi
- 1,980 views
- 12 comments

Pengajian Ahad Pagi (Jihad Pagi) MTA hari ini Ahad, 19 April 2009 diisi oleh salah satu ketua MUI Pusat yang juga sebagai ketua Dewan Da’wah PusatĀ yang pada waktu yang lalu hadir pada peresmian gedung pengajian ahad pagi bersama presiden SBY, beliau adalah KH. AH.Cholil Ridwan, LC.
Ulama asli dari jawa barat yang saat ini sangat menekuni sebagai Pimpinan Umum Pondok Pesantren Husnayain menyampaikan materinya tentang Politik Masjid Rasulullah SAW.
Beliau sampaikan bahwa kalau berbicara tentang Politik Masjid tentu tidak bisa lepas dengan Rukun Islam yang kedua yaitu Sholat, karena memang hubungannya sangat kuat antara sholat terutama sholat berjamaah dengan masjid. Beliau kutip salah satu hadits bahwa “Sholat itu tiang agama, siapa yang mendirikan sholat berarti dia telah mendirikan agama, dan barangsiapa meninggalkan sholat berarti dia telah merobohkan agama.”
Hal itu sama halnya bahwa sholat adalah tiang agama, maka untuk menegakkan banguan agama harus menegakkan sholat.
Nah pertanyaannya kenapa saat ini banyak orang yang sudah sholat tetapi masih gemar melakukan maksiat, bahkan ada juga seorang pejabat yang namanya saja gelar nabi juga bisa masuk penjara. Apa masalahnya..? Insya Allah jawabannya karena sholatnya tidak ditegakkan. Hanya sekedar menjalankan sholat untuk menggugurkan kewajiban.
Dan untuk sholat ini tidak hanya sekedar diajarkan bagaimana cara kita sholat, tetapi harus juga bisa membina dan mendidik melalui sholat, makanya Rasul mengatakan “sholatlah sebagaimana kamu melihat aku sholat”.
Secara keras beliau mengajak agar sholat itu dilakukan berjamaah dan dilaksanakan di masjid terutama bagi laki-laki, karena sebagaimana sabda Rasul bahwa, “Tidak ada sholat bagi (laki-laki) tetangga masjid kecuali di masjid”.
Memang dalam fakta sejarah bahwa pada jaman Rasul tidak ada laki-laki yang sholatnya tidak di masjid, seakan-akan sholat dimasjid itu seperti wajib, karena itu seorang yang buta yaitu sahabat Abdullah bin Ummi Maktum minta ijin rasul untuk sholat di rumah tidak diperkenankan, tetapi harus tetap sholat di masjid.
Seperti pada hadits berikut, Dari Abu Hurairah, ia berkata : Seorang buta datang kepada Nabi SAW dan berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya tidak ada seorang penuntun bagiku untuk menuntun ke masjid”. Lalu orang itu minta idzin kepada Rasulullah untuk shalat di rumah, maka Rasulullah mengidzinkannya. Kemudian ketika orang itu berjalan pulang, beliau memanggilnya kembali dan bertanya, “Apakah kamu mendengar suara adzan untuk shalat ?”. Orang itu menjawab, “Ya”. Lalu beliau bersabda, “Jika demikian kamu harus datang menyambut”. [HR. Muslim, juz 1, hal. 452]
Begitu pentingya Sholat berjamaah ini walupun dalam peperangan harus tetap dilakukan, bahkan walaupun tidak sedang musafir diperbolehkan dijamak antara maghrib dan isya agar jamaahnya tidak ditinggalkan.
Masjid sebagai tempat sholat berjamaah bagi laki-laki banyak memiliki keutamaan yaitu sebagai bangunan yang dicintai oleh Allah yang apabila memasukinya disunnahkan untuk sholat 2 rakaat sebelum duduk, masjid merupakan tempat I’tikaf, bangunannya menghadap pada satu titik, tidak dimiliki secara pribadi tapi adalah rumah Allah dan adalah merupakan tempat yang sudah aktif ketika jam 04 pagi.
Masjid Nabi bukan hanya sekedar tempat sholat saja tapi merupakan pusat semua kegiatan dakwah rasul termasuk sebagai pusat pemerintahan, pusat komando jihad bahkan termasuk templat klinik darurat setelah perang.
Anehnya sekarang ini banyak sekali Islamic center, padahal Konsep islamic center adala untuk negara-negara yang Islamnya minoritas, bukan seperti di Indonesia yang sudah banyak masjid dimana-mana, karena itu seharusnya pusat kegiatan Islam yang sebenarnya adalah di masjid sebagaimana pada awalnya (jaman Rasulullah).
Pada kesempatan yang terakhir yang merupakan bonus dari ceramahnya beliau menyampaikan agar kita semua hati-hati terhadap syiah yang pada akhir-akhir ini mulai muncul di permuakaan, apalagi pihak Iran lagi mengembangkan investasinya di Indonesia, jangan sampai Iran juga meng-ekspor syiah ke Indonesia, karena pada waktu syiah itu besar pasti akan merebut kekuasaan seperti di Iran.
Untuk mendengarkan rekamannya silahkan download di sini (tik)
About the Author
12 Comments on “Politik Masjid Rasulullah”
Write a Comments
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!











Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” [At-Taubah: 18].
Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang memakmurkan masjid. Insya Allah.
ya ALLAH,trimakasih…semakin tekun mengaji hatiku makin cerah dan hidupku hanya bahagia adanya…
ya. semoga kita bisa istiqomah mencari ilmu dan tetap hidup berdasarkan al-qur’an dan al hadist..
Saya juga senang mendengar kajian beliau yang runtut dan ilmiah..saya paling suka ketika mengomentari pemilu kemaren..tentang parati hijau tua, hijau muda, kuning dan merah..
Betul sekali masak yang jelas2 mengganjal UU pendidikan agama, UU Pornografi dsb ada yang nyontreng..yang pasti semua yang hidup akan diminta pertanggung jawaban sendiri-sendiri di sisi Allah SWT termasuk ‘mencontreng’ kemarin.
Semoga di pilpres yang sebentar lagi nanti..kita diberikan kekuatan untuk memilih yang benar demi menjaga bangsa dan agama ini. amin3x
Saya sangat terharu dan bahagia medengar kemajuan yg sangat pesat Majlis MTA khususnya dalam hal dakwah…maju terus MTA semoga Alloh senantiasa memudahkan kita dalam segala hal amin.
Untuk lebih dapat menghayati dan mengimplementasikan makna sholat dalam kehidupan (sebagai sarana untuk ibadah muamalah yang syar’i), ada beberapa firman Allah SWT dalam Al Qur’an yang mesti harus dihayati dan dicamkan dalam keseharian kita : (QS 51 :56. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.) QS 2 : 110. Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan)
(QS 59 :18. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.) QS17-7 Jika kita berbuat baik dan atau jahat sebenarnya kembali kepada diri kita sendiri
sep-sep Insyaallah
Mari kita aktualisasikan apa yang disampaikan Ust Cholil Ridwan ini dalam kenyataan, setiap ada panggilan adzan semua aktifitas langsung di pusatkan ke SHOLAT, yang lain-lain ditinggalkan, dengan begitu kata beliau, umat islam baik pribadi atao jama’ah akan mendapat kemenangan disetiap waktu dan tempat, semoga diwujudkan oleh kita semua……
Semoga para pemimpin negara kita bisa meneladani politik Rosullullah SAW.
Memang mendahulukan sholat ketika AZAN dikumandangkan …….betul-betul …lezat……, sudah kupraktekkan, ingin rasanya…… ya silahkan dipraktekkan, jangan hanya teori-teori saja….. ayoo…semua mempraktekkan panggilan Allahu Akbar ini dalam praktek……realisasi nyata